
"Melihatnya saja sekarang aku merasa yakin bahwa dia bisa di bilang keturunan yang sangat berbahaya karena gabungan dari Shiratori dan Comi."
"Kau bayangkan saja... keturunan yang dulunya tidak di kenal, miskin, dan lemah memilih kebiasaan terhadap sikap ceroboh dan gegabah untuk terus berjuang tanpa menerima rasa untuk menyerah."
"Shiratori... sikap keras kepala yang terus membantu Shinobu untuk terus bekerja keras, maju, dan pantang menyerah tanpa harus memikirkan risiko kematian yang ia hadapi."
"Kedua keturunan itu benar-benar kental kepada dirinya, bisa di bilang ia mirip seperti Shira, hanya saja ia jauh lebih lembut."
Leon terus berbicara selagi melihat pertarungan Tauros dan Shinobu yang sudah berakhir, lagi-lagi kesatria zodiak telah gugur, kali ini ia terlempar ke luar angkasa tanpa pembatas yang dapat menghentikan dirinya.
"Mati meluncur di luar angkasa tanpa henti... sungguh mengerikan... lebih baik terjebak di dalam jam pasir..." Kata Cordelia sambil berbaring di atas lantai.
"Keturunan Shiratori... sihir elemen cahaya yang mereka anut dan kuasai sampai maju terus menerus sampai keturunan sekarang."
"Yang lemah memang tidak bisa di remehkan begitu saja karena aku percaya bahwa seseorang bisa menjadi mortal paling kuat sampai memiliki kemampuan untuk mengendalikan takdir dan apapun itu tanpa sebab atau akibat."
"Belum lagi keturunan dari Comi... kecerdasan mereka... semuanya tidak bisa di biarkan begitu saja karena keturunan Comi bisa di bilang paling pintar di seluruh alam semesta."
"Shinobu sedang berkembang menjadi Legenda yang bisa saja mengetahui semua rahasia, mistik, dan hal lainnya karena kepintaran yang di bantu oleh kekuatan Kou."
"The Mind... dan sihir Crimson yang terkandung dalam syal itu, membutuhkan waktu penuh dengan proses sampai Shinobu menguasai sihir Crimson, cahaya, dan The Mind secara bersamaan."
"Belum lagi dengan sihir yang keturunan Ryouma kuasai yaitu alam... dia juga dapat melakukan manipulasi terhadap dedaunan yang berubah menjadi emas semaunya."
"Aku harus bersiap menghadapi dirinya..." Leon menatap Cordelia dengan tatapan serius karena ia masih membutuhkan dirinya tentang informasi.
Dan tentunya kemampuan Sixth Sense yang dapat memprediksi kemenangan, hanya itu satu-satunya cara, melihat masa depan agar ia dapat memenangkan pertarungan.
Intinya ia ingin menghindari pertarungan dengan Koizumi karena terlalu berbahaya, trauma Hinoka juga harus bisa di hindari, bahkan kedua saudara kembar itu bisa menjadi masalah karena manipulasi arwah.
Hanya Shinobu yang bisa di bilang aman untuk dirinya lawan sampai ia menunggu hasil prediksi kemenangan dari Cordelia selagi memperhatikan Shinobu yang mendarat di atas tanah.
"Aku menunggu takdir kita bertemu... pertarungan kita pasti akan berjalan Legendaris, walaupun kau hanya seorang gadis kecil yang hina..."
"...kau tetaplah Legenda yang berbahaya karena campuran keturunan itu, selemah apapun dirimu, aku akan mencegah dirimu agar tidak bisa menjadi Legenda yang melampaui segalanya."
"Shinobu Koneko...!"
***
"Hwahhh..." Shinobu menguap, merasa sangat mengantuk karena pengejaran tadi benar-benar menguras seluruh tenaganya.
Shinobu mengeluarkan kacamata itu lalu ia menginjak daratan sekuat mungkin sampai menumbuhkan rumput emas yang menghalangi semua daratan kristal es itu.
"Seperti biasanya, putri kecil, sungguh perasaan yang begitu melegakan melihat usaha Anda berhasil, Anda memang bekerja cukup keras sejak itu." Puji Tech yang kembali hidup.
"Terima kasih, hehehe... sekarang aku mau pulang... Koneko... mengantuk... hwahhh..." Shinobu menguap lagi lalu ia mengeluarkan pembakaran melalui kedua tapaknya.
Ia membiarkan alatnya itu bekerja sendiri, membawa Shinobu yang sudah tertidur kembali ke dalam lubang itu sampai ia berbaring tepat di tengah Koizumi dan Hinoka yang sedang berpelukan.
__ADS_1
Ekspresi mereka terlihat kesal bahkan keringat mengalir deras karena mimpi yang mereka hadapi cukup aneh dan mengerikan sampai mereka ingin semua yang di lihat berakhir begitu cepat.
Hanya tersisa satu kesatria yaitu Gemu dan Gumi, kesatria zodiak Gemini yang dapat menciptakan dunia mimpi dengan kekuasaan besar di dalamnya.
Koizumi dan Hinoka terjebak di sana sampai kehidupan mereka musnah oleh kedua gadis kecil itu yang bekerja sama berimajinasi untuk membunuh mereka secepat mungkin sebelum Koizumi menyadari sesuatu yang aneh.
"Sepertinya Paman Tauros sudah mati... sayang sekali ya, kita tidak bisa bermain dengannya, Gemu." Kata Gumi yang mengetahui keberadaan Tauros telah hilang sampai menjauhi Yuusuatouri.
"Kalau begitu, kita lanjut saja bermain dengan mereka~" Kata Gemu yang mulai memindahkan alam sadarnya ke dalam dunia mimpi.
***
"Apakah kau benar-benar Hinoka?" Tanya Koizumi.
"Mm~ Ini aku loh, Hinoka yang paling imut~ Te-he~"
Koizumi merasa sedikit curiga tetapi sikap Hinoka memang seperti itu sampai ia mengingat kejadian sebelumnya tentang Hinoka yang merasakan kembali trauma itu.
Tetapi dunia mimpi ini mungkin sudah melupakan semua kesedihan itu karena awalnya Koizumi sempat terbangun di Padang pasir yang begitu panas sampai melarikan diri dan berpapasan dengan Hinoka.
Mereka berpapasan di sebuah jalanan yang begitu luas, hanya terdapat beberapa rumah dan bangunan di sekeliling mereka, semuanya sepi sampai tidak ada satu pun orang yang lewat.
Koizumi ingin mempercayai Hinoka jadi ia menggunakan senjata rahasianya dengan menyentil keningnya sampai ia mengeluarkan suara kecil selagi menghalang keningnya.
"Awwww...! Sakit...! Buuuuuu...!"
"Ya... kau jelas sepupuku yang bodoh." Koizumi menghela nafasnya karena ia tidak ingin berada di tempat yang sangat sepi, berduaan dengan sepupu aneh dan bodoh seperti Hinoka yang sudah kelebihan gula juga.
"Kalau tidak salah aku bangun di atas lautan, melihat hiu yang mencoba untuk memakan diriku, aku segera melarikan diri dan sampai di kota ini."
"Begitu ya... apa yang kau ingat---" Koizumi menghentikan perkataannya ketika ia sadar bahwa dirinya hampir saja mengingat kejadian sebelumnya.
Situasi bertambah sulit seketika sampai ia hanya perlu berhati-hati dan tidak lengah di dekat siapa pun, ia berada di situasi menyulitkan untuk percaya.
Hinoka memeluk Koizumi erat, "Rasanya cukup menyenangkan untuk bisa menghabiskan waktu bersama di mimpi~"
"Ya... aku juga, kalau begitu---" Koizumi dan Hinoka secara refleks melirik ke arah barat karena merasakan sesuatu yang menyengat.
Mereka bisa melihat katak kecil yang melompat-lompat, melihatnya saja membuat Hinoka melompat penuh rasa senang sampai ia bergerak maju mendekati katak itu untuk membawanya.
Koizumi memasang tatapan waspada karena ia bisa melihat kodok tersebut terlihat sangat mencurigakan, Hinoka berhasil mengambilnya lalu ia mengusap tubuh katak itu selagi tertawa.
"Aku tidak pernah bosan melihat wajah aneh katak..." Hinoka terus mengusap kepala katak itu sampai Koizumi mulai melangkah ke arah Hinoka dengan langkahan yang sangat pelan.
"... ..."
"... ...!" Koizumi melebarkan matanya ketika ia melihat katak itu membuka mulutnya lebar sampai menciptakan sebuah gelembung yang berwarna hijau.
"Hinoka!!!" Koizumi langsung menghentikan waktu dan mendorong Hinoka mundur sampai ia melepas katak tersebut.
__ADS_1
Koizumi memiliki waktu untuk menghindari karena penghentian waktu yang berjalan selama lima detik tetapi ia tercengang ketika mengetahui waktu kembali berjalan walaupun dua detik masih belum di tempuh.
"A-Apa...!?"
ZBAASSSHHH!!!
Koizumi menerima ledakan gelembung kecil yang mengenai bahu kirinya, gelembung tersebut mengandung racun yang sangat kuat bahkan sampai melelehkan kulitnya dan mengeluarkan darah yang berubah menjadi warna hitam.
Koizumi berlutut di atas tanah lalu ia melancarkan satu pukulan ke arah katak tersebut tetapi katak itu melompat tinggi ke belakang sampai melarikan diri dan mencoba untuk menyerangnya.
"Tadi itu seharusnya sudah cukup meracun dada Koizumi sampai ia mengeluarkan isi jantungnya..." Kata Gemu dengan ekspresi kecewa karena Koizumi sempat menyelamatkan dirinya.
"Jika seperti ini... mereka pasti mengetahui sesuatu yang janggal di dunia mimpi kita..." Kata Gumi.
Luka yang di terima Koizumi cukup fatal bahwa Hinoka sendiri tercengang ketika melihatnya, luka yang ia terima di dalam dunia mimpi itu langsung berpindah ke tubuh aslinya.
Alam sadar Koizumi dan Hinoka yang berada di dalam dunia mimpi itu ketika menerima sebuah kerusakan atau luka maka tubuh aslinya yang sedang tertidur akan merasakannya juga.
"Apakah kamu baik-baik saja, Koizumi!?" Tanya Hinoka.
Untungnya dunia mimpi itu dapat di kendalikan oleh Gemu dan Gumi, hanya saja mereka memiliki lima batasan untuk mengubah dan menghapus sesuatu.
Salah satunya adalah mengurasi durasi penghentian waktu Koizumi, luka fatal yang di terima Koizumi tidak mengeluarkan darah sama sekali melainkan cairan hitam yang terlihat biasa saja bagi Hinoka.
Hinoka yang tadinya terlihat bahagia mulai terlihat serius karena sepupu yang selalu ia andalkan terluka sampai ia ingin membalas luka itu dengan kematian kepada katak tadi.
"Gawat, Hinoka... sepertinya... ini bukan sekedar mimpi biasa..."
"...aku bisa merasakan kesakitan itu cukup asli, hampir seperti di tusuk oleh pedang tanpa jeda apapun." Koizumi menutup lubang di bahu kirinya untuk menghentikan cairan hitam tersebut keluar.
"Mari kita akhiri ini dengan cepat, Gumi!"
"Sebelum mereka menemukan cara untuk menghancurkan dunia ini, kita hanya memiliki lima batasan untuk mengubah apapun semau kita."
"Aku sudah mengurangi durasi penghentian waktu, mengubah darah, dan tersisa tiga perubah lagi. Aku dapat menambahkan satu perubahan jika menghilangkan salah satu dari perubah tersebut."
Bisa di bilang dunia mimpi itu adalah dunia yang mereka kuasai, mereka menjadi sang pencipta di dalam dunia itu hanya saja dengan sebuah risiko tertentu seperti batasan.
Mereka tidak dapat menghilang kemampuan mereka dan menghancurkan mereka dengan keinginan, salah satunya cara untuk menghentikan mereka hanya dengan membunuhnya dengan serangan yang mereka imajinasikan.
Hanya saja serangan imajinasi itu hanya bisa di gunakan sekali dan terbatas sampai serangan tersebut berakhir, jika katak itu mati maka salah satu dari mereka dapat berimajinasi untuk menyiapkan serangan lain.
"Pasti kemampuan dari kesatria zodiak itu... Shinobu bilang bahwa kemampuan Kesatria zodiak dipenuhi dengan misteri dan keunikan..."
"...ini salah satunya."
Koizumi melihat gelembung hijau yang meluncur ke arah dirinya bersama Hinoka, mereka segera melarikan diri tetapi gelembung itu mulai mengejar Koizumi.
"Ck...!"
__ADS_1
"Aku tidak menyangka akan kesulitan seperti ini di dalam mimpiku sendiri..."