
Komi sudah membuat perjanjian dengan Zenzaku bahwa dia akan menghancurkan dimensi asli itu dengan tujuan dimensi palsu-nya ini bisa aman dari segala ancaman dan konflik yang berdatangan, Zenzaku juga sudah menulis sebuah segel di dahi-nya bahwa dia akan segera melaksanakan permintaan Komi yaitu seluruh dewa-dewi segalanya untuk ikut campur dalam masalah apapun.
Zenzaku menyentuh kepala Komi hingga ia mulai diberkati dengan berbagai macam kekuatan yang dapat membantu diri-nya untuk bisa menghancurkan True Touri itu, sekarang ia dapat menggunakan kedua mata-nya untuk melihat True itu... seperti-nya anak-nya yaitu Aiko dan anak Haruki yaitu Kabuto mulai berurusan dengan True Touri itu.
"Apakah mereka terlalu gegabah untuk masuk secepat itu ke dalam True Touri...? Ini pasti ulah anak itu..." Komi mengingat tentang Rianna yang dapat membuka dimensi dan portal, portal itu bisa membawa mereka ke tempat yang cukup mustahil seperti True Touri itu.
Tanpa menghabiskan waktu lain-nya, Komi muncul tepat di depan Rianna dengan hanya mengedipkan mata-nya sedikit... mereka semua yang sedang bersama Rianna secara refleks melompat mundur karena keberadaan Komi sekarang jauh lebih menyengat dan berat lebih dari sebelum-nya.
"Korrina... kau dari mana saja?" Tanya Alvin.
"Urusan penting... Sepertinya kau sudah mengetahui tentang konflik dan ancaman yang datang terus menerus bukan, Rianna?" Komi menatap Rianna dengan ekspresi yang terlihat serius.
"Begitulah, Mama... aku sudah mengerti sekarang, dua dimensi yang berbeda tetapi memiliki sesuatu yang sama." Rianna mulai menjelaskan tentang kedua Touri itu yang berbeda tetapi tetap satu, kedua dimensi itu berjalan dan berkembang bersama-sama... merasakan arti dari keseimbangan juga.
"Merasakan arti dari keseimbangan ya..." Virra memegang dagu-nya sendiri.
"Itu artinya, selama dimensi kita mengalami kedamaian maka dimensi asli akan mengalami konflik dan ancaman, jika dimensi asli itu mengalami kedamaian maka dimensi kita akan mengalami konflik dan ancaman... lingkaran yang terus berputar dan setiap kedamaian yang berakhir... muncul-lah konflik dan ancaman yang jauh lebih mengerikan dari sebelum-nya." Kedua mata Komi mulai berubah menjadi warna galaksi.
Ia menggunakan mata-nya itu untuk melihat kembali semesta asli, banyak sekali informasi dan juga peristiwa yang ia dapatkan... apalagi konflik tentang Rxeonal itu benar-benar jauh lebih besar dibandingkan dimensi palsu ini, dimensi asli mampu menciptakan perang antar semesta karena raja iblis itu.
__ADS_1
Berbeda dengan dimensi palsu... Rxeonal hanya menyerang sebuah desa [Sillentesius] dan ancaman-nya tidak terlalu berbahaya, berbeda dengan True Touri dimana ancaman Rxeonal sangatlah mengerikan hingga kekuatan-nya juga tidak dapat dibandingkan dengan Rxeonal yang berada di dimensi asli itu.
Ancaman Rionald dari True Touri itu berbeda dengan ancaman Rionald yang berada di dimensi palsu karena ia dapat mencuci otak banyak sekali Saint Legenda sedangkan yang satu lagi... ia hanya mengandalkan kekuatan-nya itu yang masih belum cukup untuk mengalahkan Shiratori Shira dengan wujud Saint Legenda-nya di tingkat pertama.
Kedua dimensi itu benar-benar sama tetapi memiliki ciri tersendiri, setiap konflik juga ada yang mengerikan dan biasa bagi dimensi palsu... Komi melebarkan mata-nya ketika melihat anak dari Bamushigaru yaitu Bamushi telah menyerang Touri, ternyata konflik terakhir yang mereka alami jauh lebih dahsyat lagi dari konflik melawan Bamushigaru dari semesta palsu.
Mereka semua yang berada di tempat itu mulai mendengarkan penjelasan tentang True Touri, kejutan terus melanda mereka semua bahkan Komi sendiri tidak bisa mengatakan apapun... inti-nya salah satu dari dimensi itu harus hancur agar tidak saling merugikan diri sendiri, yang palsu juga membutuhkan sebuah kedamaian.
"Palsu atau tidak... aku tidak akan membiarkan mereka untuk mengambil alih Touri, setidak-nya aku harus melakukan-nya dengan cara yang benar sebagai dewi segala-nya! Yang palsu bisa menjadi asli ketika si asli itu dibunuh..." Kata Komi pelan sambil tersenyum sinis.
***
Aiko melepaskan beberapa planet besar ke arah Hana dan Honoka, tetapi Honoka mengubah semua planet itu menjadi oksigen karena planet yang dilepaskan oleh Aiko memiliki kekuatan besar yang dapat menghancurkan planet Legenia itu sendiri, dengan menggunakan sihir realitas... perhatian seluruh makhluk hidup yang ada di Legenia mulai ia hilangkan.
"Sepertinya kalian berdua ingin menggunakan kedua tangan kosong ini untuk bertarung... baiklah, aku juga sudah tidak sabar untuk membuat kalian babak belur dengan kedua tinju ini." Aiko muncul tepat di depan Hana lalu ia menghantam wajah-nya dengan kedua tinju-nya lalu ia melakukan salto ke arah Honoka dan berhasil menendang wajah-nya sampai ia terlempar ke belakang.
Mitsuki muncul tepat di depan Aiko, tetapi sebelum ia berhasil menyerang-nya... diri-nya langsung berubah menjadi batu karena sihir realita-nya, ia melempar Mitsuki menuju daratan dan Honoka membantu diri-nya dengan mengubah Mitsuki kembali menjadi seperti biasa, Hana kembali menyerang Aiko tetapi ia berakhir terlempar ke belakang.
"Kalian tidak akan bisa menyentuh-ku..." Kedua mata Aiko mengeluarkan aura merah pekat, ia ingin sekali menggunakan kekuatan sihir realitas-nya menginjak kekuatan penuh, tetapi dia harus mengenal batasan karena Korrina atau seseorang yang jauh lebih kuat dari diri-nya bisa datang.
__ADS_1
Aiko sangat berwaspada dengan keberadaan Haruka karena ia bisa saja menggunakan sihir waktu-nya dalam waktu yang dekat, Aiko hanya perlu menghancurkan sihir itu atau menetralkan-nya menggunakan sihir realitas juga. Seperti-nya kemampuan dari sihir realitas-nya dapat membantu dirinya untuk mengulurkan waktu terhadap para dewa dan dewi yang ada di dimensi tersebut.
"Jangan... lukai... teman-temanku...!" Kedua mata-nya mengeluarkan warna aura yang sama dengan Aiko hingga ia terbang menghampiri Aiko lalu mengubah kedua lengan-nya menjadi batu hingga Aiko tersenyum sinis lalu ia mencoba untuk mengubah Aiko menjadi gelembung tetapi Hana datang dari belakang dengan tendangan salto-nya.
"Ck!" Aiko terdorong ke depan dan Mitsuki menendang punggung-nya menggunakan kedua kaki-nya lalu Hana datang dengan memegang kepala-nya bersama Honoka, mereka berdua melempar Aiko menuju daratan.
Mereka semua sama-sama melepaskan sihir sebanyak-banyak untuk menahan Aiko mundur, tetapi semua sihir itu langsung berubah menjadi asap karena sihir realitas-nya itu. Haruka dan Korrina melihat pertarungan mereka dari jauh, Korrina awal-nya ingin ikut campur bersama mereka tetapi Haruka melarang-nya ketika ia merasakan hawa-hawa yang terasa aneh.
"Apa yang kau lakukan, Haruka...?! Jangan halang aku."
"Diam, aku merasakan sesuatu yang aneh... seseorang melihat kita dan mereka mencoba untuk mengincar-mu, Mama. Lebih baik Mama pergi sejauh mungkin dan mencari tahu tentang murid-murid itu---"
"Haruka, kau harus mau jujur dengan ibu-mu sendiri." Korrina menatap Haruka dengan tatapan tajam-nya, "... ..." Haruka mengangguk pelan.
"Mereka semua yang datang dan menyerang akademi Yuzu berasal dari dimensi yang berbeda, Mama pasti sedikit mengetahui tentang informasi itu bukan? Terdapat dua dimensi atau semesta yang sama yaitu True, yang satu True Touri dan satu-nya lagi Fake Touri. Mereka semua yang datang menyerang itu berasal dari Fake Touri..." Haruka menghentikan segala waktu agar ia memiliki waktu panjang untuk menjelaskan-nya kepada Korrina.
Korrina mengetahui informasi itu sejak dulu... dari Tech dan juga sejarah tentang dewa segala-nya yaitu Zangges, dua Touri yang sama tetapi memiliki peristiwa berbeda, ia tidak sabar untuk mendengar pengakuan Haruka bahwa diri-nya bukan berasal dari kedua dimensi itu melainkan dia berasal dari sebuah tempat yang sangat kuno dan sudah tidak ada sekarang.
"Sepertinya... sudah saat-nya mereka datang dan mengetahui kebenaran tentang dimensi Touri yang asli ini, dua dimensi yang sama dengan konflik dan kedamaian yang sama. Inti-nya, masih banyak informasi yang harus Mama ketahui semisal-nya dua hal bertentangan yang dapat mempengaruhi dimensi itu sendiri." Haruka menyilangkan kedua lengan-nya lalu ia melihat Aiko yang berhasil lepas dari sihir penghentian waktu.
__ADS_1
Haruka segera melepaskan Honoka, Hana, dan Mitsuki dari sihir penghentian waktu itu agar mereka dapat menahan Aiko lebih lama lagi, awal-nya Aiko sudah mengetahui keberadaan Haruka dan ia tidak bisa ke sana karena ditahan oleh Honoka dan yang lain-nya.
"Jelaskan kepada-ku, Haruka... Sebenarnya kau berasal darimana dan kenapa kau bisa mengetahui banyak hal yang belum aku ketahui sebelum-nya..." Tatap Korrina serius.