
Rxeonal dan Master berjalan melewati semua mayat yang sudah Rxeonal bunuh, sekarang wilayah Oath itu mulai terasa dingin bahkan sampai membuat kedua telapak tangan Rxeonal dibekukan dengan es berwarna hijau. Setiap hembusan nafas mereka mampu mengeluarkan partikel hijau yang mampu membuat pasukan di belakang mereka kembali bangkit dari kematian mereka.
Rxeonal dan Master melirik ke belakang sambil menunjukkan wajah yang terlihat kesal karena setiap mereka menghembuskan nafas, semua pasukan Oath yang sudah mereka bunuh mulai kembali bangkit dari kematian mereka.
"Cih... Ini menyusahkan...! Bahkan aku sudah menghancurkan mereka dengan pedang kehancuran ini...!" Ucap Rxeonal yang mulai melangkah menuju semua pasukan itu tetapi Master menunjuk semua pasukan Oath itu menggunakan telapak tangan kanan-nya sehingga mereka tidak bisa bergerak bahkan mengeluarkan sihir.
"Lebih baik kita akhiri semua ini dengan cepat. Aku sudah menjebak mereka menggunakan sihir [Crimson Seal]." Kata Master.
"Hmph..." Rxeonal berbalik arah dan pergi menuju sebuah pintu yang besar. Di balik pintu besar itu terdapat sesuatu yang mereka cari dan bisa dijadikan kunci sebagai kemenangan untuk perang.
Terlihat tiga penjaga gerbang menatap Rxeonal dengan ekspresi yang kesal, mereka mulai mengangkat pedang mereka ke atas tetapi Rxeonal menciptakan sebuah pohon tulang-tulang yang tajam untuk membunuh mereka secara sekaligus, seharusnya satu serangan sihir tadi itu tidak cukup tetapi sihir memanipulasi tulang Rxeonal sekarang memiliki efek tambahan dari pedang kehancuran-nya.
Penjaga lainnya datang dan menghalang jalan Rxeonal, kali ini mereka tidak berniat untuk menyerang. Lebih baik mereka menanyakan Rxeonal dan Master apa yang sebenarnya mereka inginkan dari wilayah berbahaya seperti Oath.
"Jangan sombong dulu, iblis... Kau hanya mengalahkan penjaga tingkat rendah dimana siapapun bisa mengalahkan-nya." Ucap penjaga itu.
"Hohhh... Kalau begitu mari kita coba kau." Rxeonal mengangkat pedang-nya ke atas tetapi Master menghentikan-nya dengan menghalang dirinya.
Beberapa penjaga mulai mengalihkan pandangan mereka kepada Master, mereka mulai menatap dirinya dengan ekspresi yang terkejut. Esensi dirinya mampu dikenal jelas oleh semua penduduk Oath itu atau bisa disebut dengan [Oather], Master melepas topeng dan jubah-nya untuk menunjukkan identitas aslinya agar mereka bisa berhenti menyerang Rxeonal.
"Kenapa kalian menyia-nyiakan nyawa dengan menyerang seseorang yang akan membawa keadilan kepada semesta Touri." Master mulai berbicara.
Seluruh penjaga sontak terkejut, beberapa dari mereka termasuk penjaga tingkat rendah mulai melakukan tindakan bunuh diri ketika melihat wajah Master di balik topeng itu. Beberapa penjaga yang masih hidup segera bersujud kepada Master.
"S-S-Selamat datang kembali, Master...!"
"A-A-A-Apa yang membawa dirimu kemari...!?"
Rxeonal sontak kaget melihat semua penduduk Oather seketika berlutut kepada dirinya seolah-olah dia adalah pemimpin mereka semua. Mereka semua segera menghilang senjata mereka dan beberapa penjaga lainnya bahkan memberi Rxeonal dan Master segelas air berwarna hijau.
"Apa yang... terjadi...?" Rxeonal terlihat bingung, ia segera meminum air itu dimana seluruh tubuhnya mulai diselimuti dengan aura hijau.
Master tersenyum sinis, "Kau benar-benar tidak mengetahuinya ya, dasar raja iblis bodoh..."
__ADS_1
"Beraninya kau berbicara seperti itu...!"
"Aku adalah seorang dewi yang dikenal oleh banyak penduduk dari dimensi yang berbeda. Wajar mereka tidak mengenal-ku di semesta yang ada di Touri tetapi di setiap dimensi sihir, aku sangat terkenal dan sangat ditakuti oleh mereka karena diriku pernah melawan seluruh dewa agung di wilayah tersebut dan menang..."
"...hanya sekali sih." Master menyilangkan kedua lengan-nya.
Rxeonal tersenyum sinis dan merasa sangat beruntung untuk bisa mengikuti rencana-nya, dia tidak memiliki rasa penyesalan apapun untuk berada di pihak Master. Sepertinya rencana-nya dalam meraih kedamaian untuk semesta Zuusuatouri akan terkabulkan dalam waktu yang dekat jika Master mengenal banyak penduduk dimensi sihir.
"Berhenti menghabiskan waktu-ku, aku ingin bertemu dengan dewa agung kalian yang bernama [Zoiru]." Master mulai berbicara.
Seluruh penjaga dengan senang hati membawa Master bersama Rxeonal pergi melewati pilar hijau di sekitar mereka, pintu besar yang berada di depan mereka mulai terbuka lebar sampai tubuh Rxeonal mulai merinding karena ia merasakan esensi yang sangat besar dan berbahaya di balik pintu itu. Dia juga bisa merasakan hawa membunuh yang lebih besar dari Giblis.
"Orang yang bernama Zoiru ini, dia adalah kunci kita semua untuk bisa memulai perang semesta. Dia sudah berpartisipasi mengikuti perang antar semesta sebelumnya dan dialah yang membunuh banyak korban sampai pernah menghabisi seluruh populasi semesta Touri seorang diri bersama dengan peliharaan-nya."
Rxeonal melebarkan matanya, Ayah-nya pernah menceritakan sejarah seorang dewa Oath yang pernah hampir menghabisi seluruh populasi semesta Touri. Dia sangatlah berbahaya sampai dia sekarang tidak bisa keluar dari wilayah ini karena terkena segel oleh seseorang, itulah yang ia ketahui dari Ayah-nya.
Untungnya semua populasi semesta Touri kembali ketika beberapa dewa dan dewi kehidupan mulai ikut campur untuk menciptakan kembali populasi yang sudah hilang, masih banyak sejarah yang belum Rxeonal ketahui sampai ia juga tidak pernah mempercayai beberapa sejarah yang sudah tertulis oleh dewa dan dewi sejarah.
"Kau pasti berpikir bahwa semua sejarah yang kau ketahui itu mustahil, bukan...?"
"Itu benar, tetapi inti semesta yang bernama Touri ini bisa kembali berkat bantuan dari segalanya dan juga dewi waktu yang setara dengan segala-nya."
"Cih... Apakah aku bisa berada di puncak seperti mereka..." Rxeonal mengepalkan kedua tinju-nya.
"Entahlah, takdir hanya bisa diketahui oleh dewa dan dewi takdir yang saat ini sedang menulis di batu takdir."
Percakapan kecil itu berakhir ketika mereka masuk ke dalam pintu besar yang terdapat di depan mereka, seluruh pasukan Oather itu mundur dan menutup pintu tersebut. Bulu kuduk Rxeonal mulai naik bahkan jantung-nya berdetak sangat cepat ketika ia masuk ke dalam ruangan dimana ia hanya bisa melihat warna hijau tua dan juga pilar yang berbaris di depan mereka berdua.
"Kau pasti tidak terbiasa dengan esensi yang kau rasakan bukan...?" Master tersenyum sinis.
"Apa yang sebenarnya aku rasakan...? Apakah semua rasa takut yang tubuhku rasakan adalah kelemahan...?"
"Bukan, kau hanyalah sesosok mortal yang memiliki keberanian tinggi untuk masuk ke wilayah dimana hanya dewa dan dewi bisa akses. Kau hanya perlu terbiasa dengan semua tekanan dan esensi yang kau rasakan, kau bisa mati jika kau tidak mampu menahan semua itu. Di depan kita... Kita sebentar lagi akan melihat makhluk yang paling berbahaya dan mematikan di seluruh inti semesta." Master melangkah maju.
__ADS_1
"Seluruh inti semesta...? Apa yang kau maksud, bukannya dunia kejam ini hanya terdapat satu inti semesta yaitu Touri...?" Rxeonal mulai penasaran ketika Master mengatakan seluruh inti semesta.
"Masih ada inti semesta lain, intinya dunia yang kita tinggali ini sangat luas dan tidak ada batasan yang menghalangi-nya. Inti semesta yang aku tahu hanya tiga... [Touriverse], [Palouceverse], dan [Realoumverse]."
"Jadi... Kita semua tinggal di sebuah wadah yang besar, apakah kau mengetahui nama dari luar inti semesta...?"
"Entahlah, tidak ada yang tau."
Master dan Rxeonal berhenti berjalan ketika mereka berdua melihat sebuah tahta besar dimana seseorang yang mereka ingin temui sedang duduk di tahta tersebut sambil menunjukkan ekspresi wajah yang terlihat serius. Rxeonal melebarkan matanya ketika seluruh tubuhnya menenang karena tekanan yang diberikan dewa itu sangatlah besar.
Rxeonal sampai berlutut tanpa sebab, Master hanya bisa tersenyum karena ia akhirnya bisa bertemu dengan Zoiru yang sedang duduk di tahta-nya selagi menatap sebuah bola kristal yang menunjukkan inti semesta Touri. Zoiru sudah mengetahui mereka yang akan datang jadi dia segera bangkit dari tahta-nya dan menatap Rxeonal dengan tatapan yang terlihat terkesan.
"Aku cukup terkesan untuk melihat mortal iblis seperti-mu mampu memulai perang antar semesta. Ternyata kau sungguh yakin untuk bisa meraih kedamaian itu ya, hmph... Bangsa Iblis memang memiliki kesempatan besar untuk memulai perang antar semesta bahkan memenangkan-nya."
"Gragggghhhhh...!!!" Terdengar suara monster yang keras mencoba untuk menghancurkan sel yang ada di depan-nya tetapi tidak bisa karena sel itu disegel oleh Zoiru.
Rxeonal tidak bisa berbicara, ia menatap seorang dewa yang ada di depannya bernama Zoiru. Penampilan-nya terlihat seperti manusia tampan yang biasa tetapi ia pasti memiliki sisi monster di dalam dirinya. Rambut hijau tua yang berantakan, tubuh yang kekar sampai ia tidak perlu memakai baju karena tubuhnya dipenuhi dengan simbol sihir [Oath].
"Graaggggghhhhhhh...!!!" Monster di balik sel itu mencoba untuk menyerang Rxeonal tetapi tidak bisa.
"Tenangkan dirimu, Bamushigaru. Dia bisa kita sebut sebagai penulis sejarah yang baru, dia itu salah satu dari kita." Zoiru melirik ke belakang dan menarik sebuah rantai hijau untuk membuat peliharaan-nya tenang.
Rxeonal sontak kaget, seluruh tubuhnya merinding dan keringat dingin mengalir keluar dari tubuhnya melihat peliharaan Zoiru yang memiliki ukuran sangat besar bahkan besar-nya itu lebih dari inti semesta Touri, ia sungguh ketakutan ketika menatap peliharaan Zoiru yang bernama Bamushigaru.
"... ...!" Rxeonal ingin sekali berbicara tetapi tidak bisa karena rasa takut-nya yang terus membuat dirinya merinding sampai ia tidak tahu cara untuk berbicara.
"Kau tidak perlu takut dengan Bamushigaru, dia jinak bersama-ku. Tetapi dia juga bisa disebut sebagai makhluk paling mengerikan di seluruh alam semesta." Zoiru tersenyum sinis.
"Kau memang anak pintar, Bam-bam..." Master menghadapi Bamushigaru dan ia segera mengelus-elus kening-nya sampai Bamushigaru kembali tidur karena dia sudah mengenal Master cukup lama sampai ia menganggap dirinya sebagai ibu-nya.
Zoiru mulai merasa kesal ketika Master dengan mudah membuat Bamushigaru tertidur begitu saja, ia sendiri bahkan tidak bisa membuat Bamushigaru untuk tidur.
"Apa urusan-mu ke sini..."
__ADS_1
"...Memory Mortem!"