
Semua pengikut kepercayaan Dewa elemen merasakan peningkatan kekuatan besar di dalam tubuh mereka masing-masing, semuanya melonjak begitu tinggi di mulai dari kekuatan sampai titik Lenergy.
Para Saint juga menerima berkah yang sama, semua itu pasti disebabkan oleh Demetrio dan para kandidat yang berhasil menggunakan kartu as terakhir untuk memperbaiki semua kekacauan yang disebabkan oleh kelima pemberontak.
"Apakah ini kesempatan kita untuk menyebarkan kepercayaan itu sekarang...?! Aku merasakan kekuatan yang terus melonjak tinggi di dalam diriku ini...!" Seru salah satu pengikut angin yang merasakan tubuhnya bergerak mulus.
"Ini dia...!!! Berkah Dewa...!!! Berkah dewa!!!"
Semua pengikut dari negara yang berbeda merasa sangat senang karena menerima berkah itu, mereka semua secara langsung menyembah kepada Dewa itu sendiri dengan bersujud di hadapan patung itu.
Dewa yang berada di setiap Realm bisa merasakan tubuh mereka kembali stabil, kelemahan yang dirasakan mendadak hilang bahwa sebentar lagi mereka semua berhasil untuk membuka gerbang baru dimana para Dewa bisa bebas.
Bukannya gerbang Realm of Elements terbuka tetapi Kamitouri bisa saja menjadi alam semesta khusus Dewa dan Dewi yang bisa berkeliaran seperti biasanya.
Beberapa Dewa dan Dewi yang tinggal di Kamitouri mendadak tidak bisa pergi keluar dari semesta itu karena menerima segel yang sama dengan setiap wilayah sihir yang akan menyebar.
Sihir yang menyegel energi berjenis Dewa agar bisa menjebak Dewa dan Dewi itu di dalam tanpa berkeliaran seenaknya seperti dulu, tetapi gerbang segel itu tidak lama lagi akan rapuh karena perbuatan Demetrio.
Di dalam Realm of Wind, Erion sekarang bisa membuka celah dimensi yang dapat membawa dirinya menuju Realm lain sampai ia berpapasan dengan Dewa agung api.
"Ignatius... sudah lama sekali ya, sepertinya kandidat kita berhasil melakukan pelepasan segel gerbang itu." Kata Ignatius yang mulai memanaskan tubuhnya.
"Jika bukan karena bantuan dari Manusia dan rencana Demetrio maka kita akan membusuk di dalam wilayah sihir... gerbang sialan itu akhirnya akan rapuh sampai kita bisa membelah jalan keluar menuju Touriverse." Kata Erion.
"Karena era kerajaan sudah bangkit... sebentar lagi, kebangkitan para Dewa dan Dewi akan dimulai dimana kita bisa berkeliaran seperti biasanya." Ucap Ignatius.
***
Semua Legenda fanatik mulai turun tangan dan bergerak, mencoba untuk menyebarkan kepercayaan terhadap Dewa di seluruh alam semesta sampai sebagiannya nekat pergi keluar dari inti semesta Touri.
Menyebarkan semua kepercayaan dengan lembut awalnya, tetapi satu tolakan saja sudah mendapatkan ancaman sampai mereka yang tetap menolak akan menerima hukum yaitu kematian.
Di saat itulah, semua pemberontak dan raja dari seluruh kerajaan sadar bahwa pasukan Legenda fanatik mulai beraksi untuk mengumpulkan pengikut sebanyak-banyaknya.
Terjadilah kekacauan di seluruh alam semesta yang disebabkan karena para Legenda fanatik yang berkeliaran, perang juga mulai terjadi di tempat sembarangan sampai berita itu menyebar ke setiap wilayah, negara, planet, dan alam semesta itu sendiri.
Yang lebih buruknya lagi adalah pandangan setiap ras dari alam semesta berbeda terhadap Legenda semakin buruk bahwa mereka juga memiliki kepercayaan terhadap Dewa.
Sungguh era yang sudah berubah sampai terjadi kekacauan dan kehancuran di tempat yang berbeda tetapi tidak seluruhnya karena di setiap planet juga pasti memiliki lindungan yang dijauhkan dari Legenda fanatik dan kerajaan.
***
"Gawat..." Haruka melihat kubus waktu yang ia pegang di kedua tangannya, gambaran di dalam kubus itu memperlakukan Legenda fanatik yang sedang berperang dengan Legenda kerajaan.
Semuanya saling bermusuhan dan berselisih sehingga terjadi tumpahan darah, nyawa yang tidak bersalah juga terpaksa gugur karena menerima serangan destruktif dari mereka.
"Ternyata Kou benar... semakin maju, era akan berubah... tidak ada satu pun hal yang bisa kita ubah selain bertahan hidup untuk melihat puncaknya." Haruka memasang tatapan kesal.
__ADS_1
"Kandidat dan Dewa itu pasti akan di urus oleh anak-anak, semoga saja mereka berhasil---" Kedua alis Haruka terangkat ketika ia melihat sesuatu yang menarik perhatian dirinya.
"Apa...? Garis waktu lain...? Dimensi lain...?" Haruka memperbesar kubus itu untuk memperlihat gambaran yang berada di dalamnya agar bertambah semakin jelas.
"Ini...!?"
***
"Sebuah perang telah terjadi ya... Legenda fanatik dan Legenda kerajaan berperang secara langsung di Yuusuatouri." Kata Megumi yang sedang berada di Realm of Light.
"Semua ras dari luar Yuusuatouri juga terlibat oleh penyebaran kepercayaan itu... nama Legenda sudah pasti akan hancur, kita sama saja menyebabkan peperangan dengan ras lain."
"Apa yang sudah terjadi dengan dunia ini...? Mana yang benar dan mana yang bohong..."
...
...
...
Shira bersama kedua temannya sudah mengetahui soal peperangan itu, mereka memutuskan untuk membiarkan saja mereka agar bisa saling membunuh satu sama lain.
Dua sisi yang bisa dibilang bukan urusan mereka, apa yang perlu mereka lakukan adalah mendukung jalan yang mereka anggap benar dengan memberontak sampai bertahan hidup di dalam labirin konflik itu.
"Nyawa mulai gugur satu per satu... semuanya Legenda, aku tidak bisa mengakuinya sendiri..."
"...sebenarnya mereka ini apa? Manusia yang menyamar menjadi Legenda karena sikap mereka sudah sangat busuk." Kata Haruki.
"Insiden seperti itu cukup menarik... melihat kebodohan melawan kebodohan, semuanya saling membunuh satu sama lain untuk mengurangi populasi yang sudah membusuk." Kata Shira.
Shira sempat memasang tatapan kecewa karena ia tidak menyangka Yuusuatouri akan menjadi seperti ini, bukan hanya Yuusuatouri saja tetapi seluruh alam semesta yang berada di Touriverse berubah menjadi kekecewaan.
Semuanya berubah begitu cepat, perubahan yang ia buat juga berhasil diubah balik oleh penduduk yang berada di dalamnya, kekacauan dimulai sejak konflik Bamushigaru sehingga bertambah buruk tanpa jeda apapun sampai sekarang.
"Sejak Minami gugur... dunia semakin busuk dan hancur seperti ini, entah kenapa... rasanya tekad mereka semua yang gugur, tekad untuk mengungkapkan misteri dari labirin masalah ini menjadi sia-sia." Ungkap Shira.
***
Shinobu melihat ke atas langit lalu melihat banyak sekali sihir dari berbagai macam elemen terlepas menuju arah mereka yang sedang dalam perjalanan menuju planet Lemia.
Serangan kejutan itu berhasil Konomi dan Ako bekukan lalu ledakan oleh Hinoka, "Sungguh menyebalkan... aku tidak menyangka akan diberikan pemanasan oleh mereka semua!"
Keberadaan yang mereka rasakan adalah para Saint, Keith juga berada di sana sampai ia terus menandakan Shinobu yang sedang mengubah kacamatanya menjadi lensa mata yang ia pakai.
Mecha-Neko akan ia keluarkan dalam keadaan darurat untuk dijadikan sebagai serangan kejutan juga, untuk sekarang mereka disambut oleh Legenda fanatik yang dibawa oleh para Saint.
"Mereka semua terlihat sangat percaya diri... kita tidak tahu bahwa kalian semua akan bersikap agresif seperti ini." Kata Koizumi sambil meninju tapaknya sendiri.
__ADS_1
Shinobu bisa merasakan God Lenergy yang mereka miliki meningkatkan cukup drastis, rasanya mereka bertambah kuat karena suatu alasan.
"Berhati-hatilah... mereka turun tangan dan bersikap agresif seperti ini kemungkinan mendapatkan berkah dari Dewa." Kata Shinobu selagi mengenakan ikatan kepala.
"Kalian tidak merasakannya?" Tanya Shinobu sampai jawaban yang mereka berikan adalah anggukan bahwa Lenergy mereka tidak bisa dirasakan begitu saja.
Anastasia mulai mendukung mereka dari belakang dengan memainkan piano yang memberikan mereka peningkatan juga, lagu merdu yang Anastasia mainkan bisa dijadikan sebagai sihir pendukung.
Berbeda dengan lagu yang terdengar keras dan kuat dapat menyerang musuh seperti mengendalikan suara, intinya Anastasia berpihak dengan Shinobu karena eksperimen yang ia lakukan berjalan lancar.
"Tidak aku sangka... Legenda fanatik akan menyebabkan kekacauan seperti ini yang bisa mempercepat kristal kekacauan." Anastasia tersenyum serius.
Semua pengikut itu terbang laju menuju arah mereka lalu menerima serangan tanpa ampun dari kelima pemberontak yang tanpa basa-basi membunuh mereka semua satu per satu.
Shinobu menghindari satu pukulan lalu ia menyerang balik dengan menggorok leher Legenda yang menyerangnya tadi menggunakan Keris.
Koizumi melompati waktu dan menyapu mereka semua dengan mengayunkan dua belati yang membelah tubuh mereka menjadi dua ketika waktu melompat selama sepuluh detik.
Konomi menggunakan kekuatan sihir yang dapat memanggil meteor berukuran besar ke arah lawan dan memiliki daya ledakan area, semua pasukan yang terkena ledakan itu langsung terbakar hangus karena akibat dari efek hantaman yang mengeluarkan hawa panas.
Ako melepaskan Serangan sihir es area yang mampu menurunkan suhu sebanyak -20°C, membekukan seluruh area secara instan, dan setiap serangan yang dilancarkan akan mengubah musuhnya menjadi es keras.
Ketika musuh ada di daerah sihir ini, musuh tidak bisa mengeluarkan sihir apapun dan seluruh Lenergy mereka diserap oleh sang pengguna sihir ini, Ako langsung menyebarkan tembakan panahnya sampai membekukan mereka.
Hinoka mendekati mereka dengan kedua tapaknya yang dilapisi dengan sihir Crimson, "Counter-Reality: Explosive...!!!"
Hinoka mengubah semua musuh yang membeku oleh Ako menjadi ledakan sehingga para Saint memasang tatapan kesal dan gugup bahwa mereka tidak bisa diremehkan dalam segi kekuatan.
"Apa yang kalian rencanakan sekarang!? Percuma saja memaksa semua orang untuk masuk ke dalam kepercayaan yang tidak menjamin keselamatan!" Seru Shinobu yang sedang melawan semua pengikut itu.
"Untuk menciptakan kedamaian besar untuk seluruh alam semesta, merekalah yang percaya terhadap dewa akan menerima keselamatan di dunia penuh labirin masalah ini." Kata Hazel.
"Semakin banyak kepercayaan maka semakin besar keselamatan... para Dewa membutuhkan bantuan kita semua untuk menghancurkan labirin masalah ini!" Kata Andou.
"Kalian semua memang bodoh...! Mempercayai Dewa bukan berarti sesuatu yang bagus, mereka bisa saja menjadikan kalian sebagai budak!" Kata Konomi.
"Entahlah, yang bisa aku katakan adalah... kami semua membenci Legenda pendosa dan munafik yang tidak memiliki kehormatan dan kepercayaan untuk seseorang berjulukan tinggi." Kata Lumi.
"Siapa pun yang berjuang untuk menyelesaikan setiap masalah tanpa mempercayai dewa... harus dimusnahkan!" Kata Aidan.
"Perbuatan kalian tidak ada yang bisa memaafkannya... itu benar, Dewa dan Dewi mampu memaafkan kesalahan apapun yang disebabkan pengikut!"
"Maupun itu membunuh dan membalas dendam gadis busuk sepertimu!" Seru Keith selagi menunjuk Shinobu.
"Kepercayaan yang bodoh..."
"Kekuatan Dewa yang bodoh...!"
__ADS_1
"Kita bangsa Legenda dengan semua harga diri dan usaha yang kita lakukan merasa sia-sia melihat kebodohan kalian membesar seperti ini!!!"
"Ras pejuang tidak memerlukan kepercayaan yang akan dilupakan oleh seorang Dewa...!!!"