Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 805 - Dibalik Jubah


__ADS_3

Hinoka mengubah awan di atasnya menjadi rudal, ia melemparnya menuju arah senar yang mencoba mengikat sampai membentuk sesuatu yang tidak asing.


Rudal tersebut langsung meledak dari jarak yang begitu dengan senar tersebut sehingga Hinoka sendiri bisa melihat senar itu berhenti bergerak, entah kenapa ia merasa jijik karena pergerakan senar tadi seperti cacing.


"Ahhh... begitu saja ya eksperimen kristal kekacauan di dalam Magnus, dia tidak bertahan melawan seseorang yang mengendalikan realitas."


"Sekecil ini... Hinoka sudah bisa mengubah apapun menjadi ledakan... ahh~ dia pasti akan menjadi seorang idola yang membuat semua laki-laki muncrat~" Ungkap Anastasia selagi menyentuh pipinya sendiri.


"Tetapi... eksperimen ini sudah cukup menyenangkan, kekacauan terhadap waktu berbeda... Barbaric Legenda, ayah dari segala Legenda melawan Legenda pengendali realitas."


"Apakah suatu saat nanti dia dapat menguasai Reality seperti Honoka Comi?" Anastasia mengalihkan pandangannya kepada yang lain dimana mereka mulai bertarung di arah yang berbeda.


Anastasia memastikan Hinoka untuk tidak ikut campur jadi ia langsung mengeluarkan sebuah piano yang dimainkan pelan-pelan sampai setiap suara yang keluar membentuk nota kecil.


Nota kecil itu merasuki kedua lubang telinga Hinoka, mempengaruhi pikirannya untuk tetap tenang sampai kedua matanya terasa berat dan pada akhirnya ia terjatuh menuju lautan tetapi Anastasia membantu dirinya.


"Sungguh gadis yang malang... trauma itu masih mempengaruhi dirimu ya." Kata Anastasia selagi mengangkat tubuh Hinoka, ia mulai menempati dirinya di atas nota lagu yang berbentuk seperti kasur lalu menyembunyikannya di tempat aman.


***


"Ini akan menjadi sulit... entah kenapa pergerakannya terasa tidak asing." Koizumi mengusap pipi kanannya lalu memutar belatinya sehingga ia melihat sesosok berjubah di hadapannya ikut memutar sabitnya.


Shinobu terdorong ke belakang dengan tubuh yang menerima beberapa luka, ia mulai menatap sesosok berjubah di hadapannya sempat mengeluarkan cahaya dari balik penutup kepalanya.


Konomi menendang mundur sesosok berjubah di hadapannya lalu ia melepaskan ratusan tembakan Railgun ke arah dirinya tetapi sesosok berjubah itu langsung menghentikan semua pergerakan peluru itu dengan membekukannya.


"Kakak, ini gawat..." Shinobu mulai berbicara, mereka semua langsung menatap dirinya karena ia sudah jelas mengetahui situasi lebih cepat dari mereka.


"Hentikan waktu sekarang juga." Peringat Shinobu, Koizumi mengangguk lalu ia mencoba untuk menghentikan waktu tetapi tidak bisa karena efek dari kristal kekacauan di dalam tubuh mereka.


"Konsep waktu tidak berpengaruh dengan mereka... hampir sama seperti aku melawan Magnus sejak itu." Koizumi menghindari serangan sesosok berjubah yang menggunakan sabit lalu ia mencoba untuk menyerangnya.


"Mereka semua tidak memiliki akal..


 Anuu... hanya saja mereka memiliki sedikit perintah atau sumpah yang mengendalikan mereka untuk bertarung dengan kita."


"Hampir sama seperti Magnus, hanya saja identitas mereka tidak begitu kita ketahui karena jubah..."


"...tetapi---" Shinobu melihat gelombang emas yang terlepas dari mulut sesosok berjubah di hadapannya, ia langsung menyerap cahaya tersebut menggunakan kedua tapaknya.


"Ini jelas gawat..." Shinobu memasang tatapan sedih karena ia sendiri merasa tertahan untuk tidak mengatakan identitas asli mereka karena ia ingin mereka mengetahuinya sendiri.


Sesosok berjubah yang memegang sabit itu langsung menyerang Koizumi tetapi ia berhasil menangkisnya sampai dirinya langsung menyerang balik sampai merobek rubah itu sedikit.


Rasa penasaran Koizumi tubuh lebih tinggi ketika melihat sesosok jubah di hadapannya bertarung layaknya seperti seseorang yang melatihnya sejak kecil yaitu Ayahnya sendiri sampai ia mulai menggunakan kekuatan tato Greed di lehernya.


Koizumi menendang perut sesosok jubah itu menggunakan sikutnya lalu ia menendangnya ke depan, mereka berdua langsung menghilang dan bermunculan di atas langit selagi melancarkan serangan menggunakan senjata mereka.


Setiap serangan yang beradu mampu mengeluarkan suara bising keras sehingga tubuh mereka juga sempat tertusuk dan ditebas menggunakan senjata itu.


Shinobu melepaskan Golden Repulsor ke depan tetapi sesosok berjubah itu langsung menghindar dan muncul di sebelahnya dengan kecepatan cahaya sampai ia mulai menggigit bibirnya sendiri.

__ADS_1


Shinobu mencoba untuk menyerang tetapi ia langsung menghindarinya secepat cahaya sehingga serangan yang dilakukan oleh sesosok berjubah itu berhasil terhindar oleh Shinobu yang memiliki kecepatan cahaya persis.


Mereka berdua mulai saling menandingi kecepatan, untungnya Shinobu mendapatkan bantuan dari alatnya sendiri yaitu atom yang terbakar untuk mempercepat dan menyeimbangkan pergerakannya sendiri.


Pada akhirnya, sesosok berjubah itu menerima Golden Repulsor di bagian tubuhnya beberapa kali sampai ia terus terdorong ke belakang dan melihat Shinobu tidak memberi rasa ampun.


Namun, sesosok berjubah itu maju ke depan lalu mencekik leher Shinobu menggunakan ekor yang muncul di belakangnya, melihatnya saja membuat dirinya memasang tatapan yang terlihat murka.


"...Neko Legenda?" Shinobu melepaskan pembakaran besar melalui kedua tapak kakinya untuk terbang ke belakang.


Setelah itu, ia melihat sesosok berjubah itu melepaskan gelombang emas ke depan melalui kedua tapaknya tetapi Shinobu berhasil menangkapnya lalu melemparnya kembali dengan menciptakan gumpalan seperti matahari.


Sesosok berjubah itu langsung melepaskan gelombang emas melalui mulutnya sampai menghancurkan matahari kecil tersebut lalu ia maju ke depan untuk menghajar Shinobu lagi.


Konomi melepaskan jutaan peluru energi ke arah sesosok berjubah yang berada dalam mode pertahanan, setiap peluru energi yang mengenai tubuhnya tidak memberi efek apapun karena kedua lengannya yang terlindungi dengan kristal es.


Ako yang berada di belakang Konomi langsung menarik panah es yang sangat besar dan melepaskannya kepada sesosok berjubah itu sampai ia langsung turun tangan untuk melawan balik.


Sesosok berjubah tersebut melepaskan lubang hitam kecil di atasnya sampai menarik semua serangan jarak jauh Konomi dan Ako, melihatnya saja membuat mereka terkejut seketika.


Konomi menerima satu tendangan diwajahnya yang melemparnya ke belakang lalu Ako menerima satu pukulan di bagian perut sampai ia terjatuh menuju lautan.


Tetapi, mereka maju secara bersamaan lalu mengeluarkan senjata tombak yang dilancarkan secara bersamaan sampai menusuk perut sesosok berjubah itu dan melemparnya ke belakang.


Mereka dikejutkan dengan bekas luka sesosok jubah tersebut yang mengeluarkan senar seperti cacing, tubuh mereka merinding seketika karena masih melihat lubang hitam kecil di atas kepalanya.


CLAAAANGGG!!!


Ia langsung muncul di belakang Koizumi dengan satu serangan yang dilepas tetapi Koizumi berhasil menahannya sehingga ia melihat dirinya menghilang lagi.


Koizumi yang terbiasa menggunakan sihir waktu pembaca masa depan mulai bisa memprediksi pergerakan musuhnya, sesosok berjubah itu terus bermunculan di sekeliling Koizumi agar bisa menyerangnya secara langsung.


Namun, Koizumi terus menghindar dan menahan bahkan nilai tambahannya adalah serangan yang ia lakukan berhasil mengenai sasaran karena kemunculan sempat ia tebak sampai mengenai luka tusuk yang lumayan dalam.


Luka tusuk di bagian perut sesosok berjubah itu mengeluarkan senar yang bergerak seperti ulat, ia mulai melempar belatinya ke depan tetapi sesosok berjubah itu langsung menghindarinya dengan cepat.


"Senar lagi..." Koizumi menyilangkan kedua lengannya lalu merasakan kemunculan sesosok berjubah di belakangnya, ia langsung melompat ke atas dan menendang wajahnya.


BAAAAMMMM!!!


Sesosok berjubah itu terjatuh di atas tanah sampai ombak mengenai tubuhnya, membawa arus jubah yang sudah robek di tubuhnya sehingga Koizumi mulai menatap dirinya dari jauh.


Dan sesosok berjubah itu adalah...!?


Ako terpental ke belakang dengan perut yang membeku karena menerima satu tebasan dari sesosok berjubah itu, serangan tadi melepaskan dorongan yang mampu menjatuhkan penutup kepala jubah itu.


Konomi muncul di belakang Ako lalu menahan tubuhnya agar tidak terpental lebih jauh lagi, kedua sesosok berjubah itu telah menunjukkan wajahnya mereka.


Shinobu dapat melihatnya, ia langsung melepaskan Golden Repulsor yang besar melalui kedua tapaknya sampai mengenai jubah sesosok berjubah yang ia lawan dan membakarnya.


"Keberadaan ini...!? Wajah itu...!?" Koizumi memasang tatapan yang terlihat kaget ketika melihat identitas orang, ia mulai melayang ke atas langit dan saling berhadapan dengan dirinya.

__ADS_1


"A-Ayah...?" Ako memasang tatapan sedih dan khawatir ketika melihat sesosok di balik jubah itu ternyata selama ini adalah Asriel.


Anastasia langsung tersenyum ketika melihat pertemuan kecil mereka, bisa di bilang pertemuan yang mempersatukan hidup dan kehampaan karena ketiga sesosok berjubah itu tidak jauh berbeda dari Magnus.


"Eksperimen yang lebih menyenangkan akan di mulai..."


"...apakah kalian bisa memenuhi eksperimen yang selalu aku ingin lihat?"


"Hyaaannn~ rasanya ingin muncrat saja melihat keluarga saling bertemu tetapi dengan kontak yang berbeda~ mmmm~"


"Tidak mungkin... apakah semua ini berkaitan dengan senar itu!?" Koizumi terlihat kesal dan sedih ketika melihat Rokuro berada di hadapannya dengan kedua tatapan mati.


"Mereka bukan klon... robot... atau apapun yang berkaitan dengan kemampuan untuk menghidupkan mereka yang sudah mati." Shinobu mulai berbicara.


"Jika saja terdapat seseorang berani-beraninya menggunakan sihir pembangkit kematian maka keberadaan mereka akan di hapus oleh Dewa dan Dewi takdir."


"Bisa di bilang mustahil pembangkit sempurna... sihir pembangkit itu ada tetapi akan mengubah mereka menjadi Undead, Zombie, atau sesuatu yang berkaitan dengan tidak sempurna."


"Senar itu adalah tanda bahwa mereka tercipta melalui itu dan tentunya memerlukan syarat untuk bisa memiliki tampang yang sama dengan Ayah kita."


Shinobu berbicara selagi menghindari serangan Shuan karena kecepatannya saat ini melampaui dirinya berkat bantuan dari pembakaran yang saat ini ia lepaskan.


"Senar itu mengandung Lenergy melalui kawah... atau bisa di bilang eksperimen yang tercipta oleh seorang penyihir karena Legenda yang berjulukan penyihir dapat melakukan apapun dengan eksperimen dan sihir."


"Senar itu... berkaitan dengan penciptaan Boneka, itulah kenapa mereka tidak memiliki akal melainkan tubuh mereka hanya dipenuhi dengan senar yang menyesuaikan."


"Penyesuaian dengan tubuh yang ingin ditiru sampai senar tersebut dengan menirunya seperti yang asli, menjadikan sebagai boneka yang lumayan abadi karena senar itu sulit untuk dihancurkan."


Shinobu menghantam wajah Shuan sampai terpental ke belakang lalu ia melepaskan Golden Repulsor yang menghancurkan dadanya sampai beberapa senar terlepas keluar dan bergerak seperti cacing kepanasan.


"Sialan... aku tidak bisa... bertarung dengan seseorang yang mirip seperti Ayahku." Ucap Konomi selagi mengepalkan tinjunya.


"Entah kenapa... rasanya seperti latihan... tetapi jika menahan diri maka hukuman yang kau terima adalah kematian." Ucap Koizumi yang terlihat kesal.


Anastasia memasang tatapan yang kaget dan tertarik ketika mendengar percakapan Shinobu masuk akal sampai tepat sasaran dengan eksperimennya.


"Ternyata Shinobu Koneko memang gadis yang tidak bisa diremehkan soal kecerdasan... situasi membingungkan akan ia tebak dalam waktu yang singkat..."


"...nnhhh~ gadis yang pintar dan malang, kucing kecil yang selalu aku ingin jaga... ternyata kamu dapat memecahkan tentang senar yang membantu boneka ya."


"Senar yang aku ambil dari dalam kawah, hasil dari eksperimen bertahun-tahun lamanya yang dicampur dengan kristal kekacauan agar melarang kalian menggunakan sihir dan kemampuan..."


"...dengan mengambil sampel dari seseorang ingin ditiru seperti tubuh mayat mereka atau sedikit sihir sudah cukup untuk membuat senar itu berubah menjadi sampel yang diinginkan."


"Wah, wah, semuanya akan terasa lebih menyenangkan dan nikmat melihat mereka semua mengetahui lawannya adalah Ayah mereka sendiri..."


"... pertarungan berjalan secara mandiri dimana para kucing kecil tidak bisa menggunakan sihir karena kristal kekacauan di dalam tubuh Ayah mereka."


"Semua boneka itu tetap bisa menggunakan sihir yang sama dengan orang yang ditiru itu..."


"...fufufu, bertarung lah semampu kalian ya~ Kakak akan melihat dari jauh selagi memainkan lagi ketenangan~"

__ADS_1


__ADS_2