
"Ibu..." Korrina tersenyum ketika melihat Koura, ia menghampiri-nya pelan-pelan sehingga ketika Korrina mencoba untuk memeluk diri-nya... Koura menghilang bersama seluruh anggota keturunan Comi itu. Apa yang dia harapkan dengan metode latihan baru ini... ia harus bisa menahan diri-nya untuk tidak berbicara dengan mereka semua, ia harus melawan rasa ketakutan-nya sendiri yaitu kehilangan semua orang yang ia cintai.
Korrina melanjutkan perjalanan sehingga tekanan ruangan itu terasa semakin berat, ia harus berlutut di atas air itu untuk menenangkan jiwa-nya serta jantungnya yang terus berdetak dengan cepat. Korrina melebarkan kedua mata-nya ketika merasakan sentuhan lembut di belakang-nya, sentuhan itu bisa ia tebak berasal dari ibu-nya sendiri yang selalu menyentuh-nya seperti itu.
Ketika perasaan takut melanda, ibu-nya selalu ada untuk menyentuh lembut punggung-nya serta mengusap-nya pelan-pelan dan memberitahu semua-nya akan baik saja-saja. Sentuhan itu tiba-tiba hilang sehingga Korrina terjatuh di atas tanah dengan ekspresi yang terkejut, ia mendadak tidak bisa menggerakkan tubuh-nya... mencoba untuk bangun saja tidak bisa.
Setelah mencoba dengan susah payah untuk bangkit, ia melihat Koina, Konami, dan Koura yang berdiri tepat di depan-nya bersama seluruh gadis yang berasal dari keturunan Comi sehingga mereka semua langsung masuk ke dalam tubuh Korrina sehingga tubuh-nya merasakan kekuatan yang menyebar, "Aagggghhhhhhh...!!!!! A-Apa ini...!!!"
"Haruka... sebenarnya apa yang kamu sarankan kepada diri-ku ini...!!!" Tubuh Korrina terus bergetar sehingga memancarkan cahaya putih serta partikel-partikel perak yang mampu membuat kedua mata-nya bisa melihat cahaya dimana-mana, walaupun ruangan itu gelap sekali seperti kegelapan... Korrina hanya melihat cahaya di ruangan tersebut sehingga kedua telinga-nya mendengar suara.
Korrina berbalik badan sehingga sekarang ia menatap langit-langit yang dipenuhi dengan kehancuran... ia merasa seperti melihat kehancuran yang telah disebabkan oleh Komi, semua-nya bisa terjadi karena Komi dan dia adalah inti penyebab dari semua kegilaan ini bisa terjadi. Hanya Komi yang bisa lihat dan itu membuat-nya kesal.
"Apakah... apakah aku bisa bertarung... apakah aku bisa menang... melawan dewi segala-nya seperti dia...? Kekuatan yang dia miliki benar-benar tidak terbayangkan, sungguh mengerikan... sungguh menakutkan sampai aku tidak mengetahui kenapa diri-ku dengan gegabah-nya masih terus ingin melawan diri-nya..." Korrina mulai berbicara dengan diri-nya sendiri.
"Apakah kalian semua bisa melihat-ku... apakah kalian semua kakek dan nenek moyang-ku melihat semesta Touri yang sekarang... apa yang kalian rasakan ketika melihat konflik yang segila ini...?" Korrina melebarkan kedua mata-nya sampai kedua mata-nya mengeluarkan sinar cahaya putih, ia mendengar suara kakek dan nenek moyang-nya bahkan Zangges sendiri.
"Semua ini... ini adalah permulaan untuk menjalani masa depan yang cerah dan indah... percaya-lah kepada harga dirimu sebagai seorang Legenda dan bangkit..."
"Jangan pikirkan semua ciptaan yang telah kita buat dan rawat... biarkanlah hancur agar kalian bisa membangun-nya kembali dari nol... sesuatu yang jauh lebih baik dari sesuatu yang hancur itu..."
"Bawa kembali cahaya itu... gunakan-lah cahaya itu untuk mengubah segala-nya..."
~Shira~
__ADS_1
Shira mengalami sesuatu yang sama seperti Korrina, ia hanya menakuti satu hal yaitu kehilangan semua orang yang ia percayai dan cintai, banyak sekali Legenda yang ia lihat bahkan seluruh teman-temannya yang gugur karena serangan Konari... ia bisa melihat teman-temannya dari setiap semesta sehingga mereka semua memberitahu diri-nya untuk tetap semangat dan bangkitkan jiwa Legenda-nya agar bisa menang.
Terdengar jelas suara kedua orang tua-nya yang terus menyemangati diri-nya, mereka juga mengatakan sesuatu tentang wujud dan kekuatan sekarang masih belum cukup kuat... walaupun dia mendapatkan banyak perkembangan pada saat Shinku dan Rxeonal menyerang, itu semua masih belum cukup untuk mengalahkan dewa dan dewi seperti Zangetsu dan Komi yang berada di level berbeda.
Shira sempat kecewa kepada diri-nya sendiri bahwa ia tidak bisa bertambah kuat lagi dan lagi... ia awal-nya sudah dipenuhi motivasi tetapi cara untuk terus berkembang dan bertambah kuat itu bukan melalui latihan saja melainkan jiwa-nya dan mental-nya harus tetap tenang, ia juga harus bisa menghabiskan waktu bersama keluarga-nya sendiri.
"Pikirkan lagi... semua yang pernah kau katakan untuk pertama kali..."
"...sebelum kau masuk ke dalam dunia Touri, semua perkembangan dan kekuatan akan datang... hanya menunggu hasil dari usaha dan kerja keras-mu..."
"Penuhi jiwa-mu dengan ketenangan dan selalu buat pikiran-mu setenang air yang bergenang... jangan pernah menurunkan pertahanan-mu sedikitpun..."
"Jangan sampai lengah... kau bisa bangkit jika semua yang kau pelajari terus kau perdalami, cobalah sesuatu yang bau dan teruslah percaya dengan jiwa serta harga diri-mu..."
~Yuuna~
Tidak lama kemudian... semua arwah itu menangis dan menjerit kesakitan sampai Yuuna memejamkan kedua mata-nya lalu menutup kedua telinga-nya karena ia tidak tahan mendengar dan melihat mereka semua menderita seperti itu sehingga semua arwah itu berkumpul di atas langit lalu terbang masuk ke dalam tubuh Yuuna.
Tubuh-nya terasa lebih ringan, semua arwah itu memiliki harapan untuk Yuuna... memberi diri-nya harapan agar bisa membantu semua-nya dan memperbaiki Touri kembali, Touri sudah tua dan sekarang Yuuna bersama teman-temannya harus bisa mengubah Touri menjadi sesuatu yang baru... sesuatu yang lebih pantas untuk ditinggali.
~Haruki~
Haruki mengalami sesuatu yang berbeda... ia melihat sisi buruk-nya yang terus melawan diri-nya dan mencoba untuk menghentikan diri-nya berjuang... ia sudah melihat banyak sekali sesuatu yang mengerikan dan semua itu bercantum dengan putus asa, tetapi sisi buruk-nya tidak mengerti apa yang dipikirkan oleh Haruki sehingga ia terus mencoba untuk berjuang.
__ADS_1
Haruki dan sisi buruk-nya terus bertarung sehingga ia melihat banyak sekali kejadian buruk yang pernah ia lihat selama kehidupan-nya ini, di depan-nya dipenuhi dengan kesuraman berbeda dengan belakang-nya yang dipenuhi dengan cahaya bahkan Chloe disana bersama kedua adik-adik Haruki yang mencoba untuk menarik Haruki kembali menuju cahaya agar ia bisa menghindari kelemahan yang ada di depan-nya.
Haruki terus melawan... dia tidak mudah menyerah dan tidak akan pernah berhenti berusaha untuk melawan semua hal yang mengerikan itu walaupun dia melihat keluarga-nya yang dibunuh gara-gara sisi lain-nya itu, Haruki mengerang keras sehingga ia terus berjuang untuk melatih diri dan jiwa-nya yang dipenuhi dengan amarah karena wujud [Abyss Phantom]-nya itu.
~Arata~
Arata menyaksikan banyak sekali dosa-dosa yang telah dibuat oleh tiga inti semesta itu, semua dosa yang telah mereka perbuat terlihat sangat rendah bagi Arata sehingga ia menunjukkan ekspresi jijik ketika melihat semua dosa tersebut... bukan hanya mereka saja yang pernah melakukan-nya tetapi Arata sendiri pernah karena dia memiliki kekuatan [Seven Deadly Sins].
Arata sempat melihat dewa yang sangat ia benci yaitu [Eternal] mencoba untuk menculik Ophilia dan melakukan sesuatu yang tidak pantas untuk-nya sehingga ia terbakar penuh dengan amarah sambil Ophilia memeluk-nya dari belakang untuk bisa menenangkan jiwa-nya yang dipenuhi dengan amarah.
Proses latihan ini cukup membantu... membantu apapun dari segala cara agar jiwa mereka bisa tenang, jiwa yang setenang air bergenang akan memberikan hasil pertahanan tinggi dan juga kepekaan dalam menyaksikan serangan apapun itu, apa yang Arata lihat sekarang mulai hilang sehingga ia memejamkan kedua mata-nya lalu menggunakan kembali topeng-nya untuk bisa menenangkan diri.
~Arisu~
Arisu mengalami sesuatu yang sama seperti Shira, walaupun dia masih menjadi calon [Omni-Goddess], diri-nya masih tidak yakin... kenapa proses-nya masih lama dan kenapa diri-nya masih belum di angkat menjadi Omni-Goddess yang resmi? Semua ketakutan-nya muncul di hadapan-nya sendiri dimana ia melihat semua teman-teman dan keluarga-nya yang berasal dari dimensi palsu perlahan-lahan berubah menjadi partikel.
Arisu bahkan bisa melihat diri-nya sendiri juga yang berubah menjadi partikel, ia sangat takut dan khawatir bahwa suatu saat nanti ketika Touri damai... ia bersama yang lain-nya akan menjadi partikel dan eksistensi mereka akan hilang sehingga jiwa Legenda-nya membantu diri-nya untuk bangkitkan bahwa...
...kau bisa mati sebagai seorang pahlawan dibandingkan hidup lama menjadi seorang penjahat. Perkataan itu keluar dari ayah-nya sendiri yaitu Shinra, Arisu memejamkan kedua mata-nya agar tubuh dan jiwa-nya bisa tenang sampai cahaya mulai menyinari tubuh-nya.
***
Alvin mengedipkan kedua mata-nya beberapa kali, entah apa yang baru saja terjadi tetapi itu aneh... Korrina bersama yang lain-nya masih duduk dengan damai dan ekspresi mereka terlihat sangat tenang, sepertinya metode latihan yang baru itu telah mulai untuk mereka tetapi untuk diri-nya tidak sampai Arash sendiri terlihat kebingungan.
__ADS_1
"O-Oh... Tentu saja aku tidak bisa karena aku sudah mati, aku 'kan setengah Astral dan Legenda, aku tidak memiliki jiwa dan tubuh asli... Ahahaha!" Alvin tertawa sambil menggaruk-garuk kepala-nya.
"Entah kenapa, perkataan itu membuat kedua mata-ku jadi gelap... gelap sekali..."