
"Grrgggghhh!!!" Regulus terus merapatkan giginya sampai kedua lengannya mulai menonjolkan beberapa urat karena ia merasakan kesulitan ketika menahan naga itu.
Aduan antara palu dan naga Leviathan itu sampai menyebabkan dorongan terlepas kemana-mana termasuk dengan hujan badai yang di tambah petir begitu dahsyat sampai menyambar kemanapun.
"Mrrggghhhh!!!" Hana terus mendorong palu itu menggunakan tinjunya sampai ia bisa merasakan dedaunan emas mulai melayang di sekeliling tubuhnya itu.
"... ...?!" Hana mendapatkan sedikit motivasi ketika melihat dedaunan itu, apa yang ia pikirkan sekarang adalah Minami mungkin sedang melihat dirinya berjuang di atas sana.
Naga itu terus mendorong mundur palu Regulus sampai menghancurkan daratan di sekitar wilayah itu sampai mengeluarkan beberapa air lahar yang berubah menjadi berbatuan dan Obsidian karena terkena hujan badai.
"REGULUS...!!! AKAN AKU TINGGALKAN LUBANG DI DADAMU ITU!!!" Sayap Leviathan muncul di belakang punggungnya lalu ia mengerahkan lebih banyak kekuatan dan tenaga.
Sayap Leviathan itu terus berkibar sampai menjatuhkan beberapa partikel emas yang perlahan-lahan mengubah tubuh Leviathan menjadi emas seperti mendapat perlindungan cahaya emas agar bisa menahan semua petir itu.
"... ...!?" Hana melebarkan matanya ketika tinjunya di sentuh oleh cahaya berbentuk Minami yang sedang tersenyum kepada dirinya, senyuman yang dipenuhi rasa percaya bahwa ia dapat mengatasi masalah tersebut.
"Minami..." Hana meneteskan beberapa air mata lalu zirahnya berubah menjadi emas sehingga ia maju ke depan dan terus mendorong mundur palu itu menggunakan tinjunya yang sudah berdarah.
"DASAR PENDOSA BRENGSEK...!!! KAU BERANI SEKALI MEMPERMAINKAN KAISAR SEPERTIKU!!!"
"HANYA PENDOSA BODOH YANG BERANI MENYENTUH SANG KAISAR!!!" Jerit Regulus keras sampai tubuhnya menerima sambaran petir yang membuat dirinya bertambah kuat.
"Haaaaahhhhhhhh!!!" Lengan kanan Hana mulai menonjolkan beberapa urat karena ia telah mengalirkan semua kekuatan dan tenaganya ke dalam satu tinju itu agar bisa mengakhiri Regulus.
Cahaya yang berbentuk Minami mulai menyentuh palu itu juga lalu menatap Hana untuk tetap berjuang karena ia hampir saja berhasil.
"...berjuanglah." Minami tersenyum.
"NNNGGGHHHHH!!!" Kedua mata Hana memancarkan cahaya emas sampai kekuatannya melonjak cukup tinggi karena ia ingin mengakhirinya masalah tentang Regulus dengan cepat.
Shuan membuka kedua matanya, melihat langit-langit yang begitu hitam menurunkan hujan badai yang terasa cukup menyengat bagi tubuhnya karena terkandung aliran listrik di dalamnya.
Palu listrik itu terus bertambah besar sampai membuat tubuh Hana melemah seketika, lengan kanannya mulai bergetar karena rasa lemas yang ia rasakan sudah tidak dapat di tahan lagi.
Jika ia berhenti sekarang maka palu itu akan langsung membawa dirinya menuju dunia kematian, bertemu secara langsung dengan Minami yang sudah pasti akan kecewa dan terlihat sedih.
"Aku tidak boleh gagal untuk hari ini...! Janji sahabatku...!!! Janji Minami...!!!"
"Harus aku tepati... untuk hari ini saja...!!! Hari ini...!!! Grrrggghhh...!!!" Dosa Envy Hana langsung menyerap semua rasa iri Regulus karena ia tidak bisa menghentikan Hana dalam hitungan detik.
"... ...!!!" Hana melebarkan kedua matanya sampai Leviathan itu mulai meraung cukup keras dengan penuh kekuatan sampai mengejutkan Regulus.
"DORONGAAAAANNNN!!! PENUUUUUH!!!"
Jerit Hana keras sehingga pukulannya berhasil menembus palu itu sampai ia bersama Leviathan melesat dengan kecepatan penuh ke arah Regulus.
JBAAAASSSSHHHHH!!!
"HAHHHH!?" Regulus memasang tatapan kaget sehingga ia tidak mampu untuk melakukan reaksi apapun karena pukulan Hana mengenai dadanya.
Leviathan itu mulai menembus dada Regulus sampai seluruh tubuhnya menerima tsunami yang mampu mengupas semua kulitnya karena sengatan dari tabrakan tsunami itu terasa sangat menyakitkan.
"HWAAAAHHHHHHHHH!!!" Jerit Regulus keras yang merasa kesakitan.
BAAAMMMMMM!!!
Palu yang berhasil Hana tembus mulai meledak tepat di hadapan Regulus sampai menyebabkan ledakan yang begitu dahsyat di atas langit yang mampu memindahkan planet Legenia ke arah lain.
Letak planet itu sekarang mulai berpapasan dengan planet yang terdekat, jika saja kedua planet itu sempat bertabrakan maka akan terjadi nyawa yang beterbangan karena ledakan yang begitu dahsyat.
"Kakak...?" Rokuro memasang tatapan kaget melihat Hana dapat menggunakan kekuatan sedahsyat itu untuk mengalahkan Regulus dengan kekuatan dari Saint dan semua penduduk.
Hana melayang di atas langit dengan gelembung yang melindungi tubuhnya, ia mulai mengumpulkan nafas karena dirinya telah menghabiskan semua kekuatan dan tenaga itu.
__ADS_1
"Grrrggghhh... Hahhhh..." Kedua lengan Hana tidak bisa digerakkan seketika, semuanya terasa begitu keram sampai ia sendiri tidak bisa turun dari atas langit.
Asap yang menghalang langit-langit mulai menipis seketika sampai menunjuk Regulus dengan tatapan bengong karena tubuhnya saat ini dipenuhi dengan daging, tidak ada kulitnya yang tersisa.
Terdapat lubang yang begitu besar tepat di dadanya sampai mengeluarkan banyak darah tetapi ia terlihat baik-baik saja, keberadaannya masih terasa sangat jelas bahwa dirinya masih belum mati.
"Hughhh...?" Regulus menatap Hana.
"Wah, wah... ternyata kau memang sulit untuk dikalahkan sebagai Ancient Legenda...!" Hana melebarkan kedua sayapnya lalu ia melesat ke arah Regulus yang terlihat bengong.
Hana mulai menyerang Regulus beberapa kali menggunakan kedua kakinya karena hanya itu yang dapat ia lakukan, semua serangan itu terasa cukup efektif karena daging Regulus mulai terbuka sampai menunjukkan isi dagingnya yaitu tulang perak.
"HRAHHHH!!!" Hana menendang wajah Regulus sampai terdorong ke belakang.
"Kedua lengan Hana... sepertinya tidak bisa digunakan lagi karena kekuatan yang ia lakukan sebelumnya." Asriel mulai berbicara.
"REGULUS!!!" Teriak Hana keras selagi melesat ke arahnya, Regulus kembali fokus sehingga ia menangkap kaki kanannya itu.
Lengan kanannya langsung mengalirkan listrik suci ke dalam tubuh Hana sampai ia menerima semua sengatan itu sampai organ tubuhnya mulai tertebas satu per satu dari dalam.
"AAAAAAAAHHHHHHHHHHH...!!!"
"Aaaagggghhh.... Grrrgggghhhh!!!" Hana merapatkan giginya lalu ia menatap kedua mata Regulus dengan tatapan mengancam sehingga ia bisa merasakan sentuhan cahaya di punggungnya.
"Hnggghhhh...!!!"
"Huh...?" Regulus memasang tatapan kesal melihat Hana masih bertahan ketika menerima semua aliran listrik yang dapat menghancurkan organ tubuhnya.
"HAAAAHHHHHHHH!!!" Hana melepaskan kekuatan penuh lainnya sampai aura airnya yang berwarna lautan muncul seketika.
"LIGHT OF HOPE...!!!"
Seketika Hana menggunakan kemampuan peningkatan yang hanya di miliki oleh keturunan Shiratori, ia menggunakan kemampuan sementara itu untuk memenuhi janji Minami.
Aura lainnya yaitu emas mulai muncul di luar aura airnya sampai mengejutkan Shuan ketika melihat Hana dapat melakukan kemampuan peningkatan seperti itu.
"Hnggghhhh!!! TINGKATAN SERATUS!!!" Hana menendang lengan Regulus lalu ia melakukan satu putaran yang dilanjutkan dengan sebuah tendangan penuh kekuatan sampai menghapus daging di kepalanya.
Tendangan itu juga sempat meretakkan tengkorak Regulus dan menghempas dirinya menuju daratan sampai cincin di belakang punggungnya menghilang bersamaan dengan mantel dan mahkotanya itu.
"Hah... Hah... Hah..." Banyak sekali batasan yang berhasil ia hancurkan tetapi kali ini tubuhnya membutuhkan istirahat panjang sampai ia terjatuh menuju daratan.
Rokuro muncul tepat di bawah Hana lalu ia berhasil menangkap dirinya dengan tatapan yang terlihat kaget karena Kakaknya baru saja menggunakan kemampuan yang sama dengan Shuan.
"Hah... Hah... Hah..." Hana tersenyum lalu ia melirik ke atas, melihat cahaya yang begitu terang dan hanya dirinya saja yang bisa melihat hal tersebut.
"...terima kasih sudah membantu, Minami..."
"...aku menyayangimu."
Shuan mulai mendekati Hana lalu ia mengeluarkan Golden Earth yang ia simpan di atas tubuhnya sampai semua luka yang ia terima kembali pulih tetapi tidak untuk kekuatan dan tenaganya.
"Bagaimana bisa, Hana...? Kenapa kau dapat melakukan Light of Hope...?"
"Minami... Minami melihatku... Minami mempercayaiku... mungkin karena efek gabungan, aku sudah bergabung dengan Megumi dan Minami sampai sihir cahaya itu muncul di dalam diriku..."
"...hanya sedikit dan tidak permanen, sementara... setidaknya... masalah kita sudah selesai sekarang." Hana menghela nafas dengan rasa lega karena keberadaan Regulus menghilang seketika.
Semua Legenda yang saat ini sedang berperang di planet Legenia seketika menyadari tubuh mereka tidak menerima sengatan apapun, semuanya kembali seperti biasa tetapi perang tetap berlanjut.
Semua kerajaan saling berperang karena ingin mengetahui siapa yang menjadi penyebab kemunculan listrik yang membunuh semua penduduk mereka satu per satu karena aliran listrik yang begitu kuat.
"Apakah kita benar-benar berhasil...?" Tanya Asriel yang mulai menatap Regulus yang saat ini masih berbaring tepat di atas tanah dengan tubuh yang menyisakan daging dan tengkorak.
__ADS_1
"Dimana... bangsa Neko Legenda yang lainnya...?" Tanya Hana, ia bisa merasakan banyak sekali keberadaan bangsa Neko Legenda yang mulai berpencar.
"Pedulikan dirimu terlebih dahulu... kau bisa saja lumpuh untuk selamanya karena nekat menggunakan Light of Hope." Kata Shuan selagi menumbuhkan beberapa tumbuhan emas di tubuhnya.
"SHIMATSU...!!!"
"...MIZUHANAAAGGGGHHH!!!"
Regulus menjerit nama Hana begitu keras sampai seluruh Legenda yang berada di Yuusuatouri dapat mendengarnya, tubuhnya melakukan regenerasi begitu cepat dengan aliran listrik yang keluar melalui tulangnya.
Suaranya yang menggema itu bahkan sampai mengeluarkan aliran listrik yang menyambar hampir ke seluruh planet, membunuh makhluk hidup yang memiliki kesialan.
Mereka semua langsung menatap Regulus yang kembali bangkit dengan petir suci yang begitu besar menyambar tubuhnya sampai melayangkan semua berbatuan dan pepohonan di sekelilingnya.
"HWAAAAAAAGGGHHHHHH!!!" Regulus menjerit sangat keras sampai aliran listriknya terus tersebar kemana-mana sampai dorongan yang ia sebabkan dari amarahnya berhasil menyengat tubuh mereka.
"Ugh...!" Kulit di lengan kanan Shuan terkupas seketika sehingga menunjukkan dagingnya saja.
"AAAAAAHHHHHHHHHHHH!!!" Teriak amarah Regulus sampai ia mengumpulkan semua kekuatan listrik dari seluruh alam semesta sampai ia mendapatkan banyak sekali peningkatan.
Dirinya juga menerima banyak luka fatal yang mengartikan dia mendapatkan Legend's Ultra Boost, dan ia juga selamat dari kondisi sekerat sehingga kemampuan alami itu terus bertambah kuat.
"HAHHHH...!!! HAHHHH...!!! HAHHHH...!!!" Regulus mulai mengumpulkan banyak pernafasan yang berubah menjadi petir bahkan langit-langit mulai terbelah sampai membuka celah dimensi petir hitam.
"Apa yang dia lakukan sekarang...!?" Tanya Asriel dengan tubuhnya yang merinding seketika.
"DENGAN KEHADIRAN KAISAR MAHA KUASA SEPERTIKU...!!!" Regulus mengangkat kedua lengannya ke atas.
"...REGULUS KHAN!!! APAKAH DUNIA INI MEMANG MEMBUTUHKAN DEWA DAN DEWI UNTUK MENYEIMBANGKAN SESUATU!?"
"KEBERADAAN DIRIKU ADALAH SUGESTI DARI SEGALA MASALAH, ITU ARTINYA AKU SANG KAISAR YANG MAHA AGUNG DAN PENGUASA BERHAK DI SAMBAR DENGAN PETIR KEADILAN!!!"
Semua listrik yang terkumpul dari seluruh alam semesta mulai muncul tepat di atas tubuhnya bahkan celah dimensi itu mulai mengeluarkan petir hitam yang di dapatkan dari masa alternatif.
Tubuh Regulus langsung menerima semua listrik, petir, dan kilat itu sampai tubuhnya bertambah semakin kuat dengan tambahan pertahanan yang begitu tebal.
Namun, Regulus yang sudah kembali pulih mulai mengalami perubahan karena ia sekarang menggunakan kekuatan dari Primal Legenda yang mengubah dirinya menjadi seekor gorila.
Ukuran tubuhnya mulai bertambah besar, wajahnya berubah menjadi tampang gorila dengan taring yang begitu tajam, kedua matanya tidak memiliki pupil melainkan cahaya perak yang terus mengeluarkan kilat.
Tubuhnya juga mulai menumbuhkan bulu yang berwarna perak dengan aliran listrik dan kilat, mahkota dan cincin peraknya kembali muncul bersamaan dengan mantel itu.
Rambutnya yang panjang dan terus melayang itu berubah menjadi aliran listrik yang terlihat sangat jelas berbentuk seperti petir yang dapat mengubah apapun menjadi debu.
"Kaisar apanya...?! Dia terlihat seperti monster di bandingkan diriku sebagai bangsa Neko Legenda!" Kata Shuan dengan tatapan kesal.
"Itu adalah Primal Legenda... julukan Legenda yang telah menemukan jalan yang dapat mendekati mereka dengan makhluk hidup seperti hewan, mengubah dirinya menjadi hewan tersebut."
"Kekuatan yang ia dapatkan terasa jauh lebih alami dan natural bahkan bisa di bilang Primal Legenda jauh lebih sempurna di bandingkan Neko Legenda..." Kata Hana.
"Percuma saja kita bertarung dan menyebabkan luka sefatal apapun untuk dirinya yang akan terus bertambah kuat..." Asriel mulai berbicara.
"...Kou sempat memberi kita sebuah solusi untuk menghentikan Ancient Legenda yang bisa di bilang abadi." Hana mulai menatap Asriel karena ia satu-satunya yang tidak mengetahui tentang hal itu.
"Satu-satunya cara untuk mengalahkan Ancient Legenda itu dengan menghancurkan akar kehidupan yang sebenarnya... bisa disebut [Origin] atau [Roots]."
"Hanya itu solusi yang harus kita lakukan... tetapi mencari akar kehidupan jauh lebih sulit jika melakukannya secara langsung dengan lawan sekuat dirinya."
"Semua puja..." Regulus mulai berbicara dengan penampilan barunya.
"...satu-satunya Kaisar Legenda..." Mahkota peraknya mulai berputar, mengumpulkan lebih banyak kekuatan melalui penduduknya sendiri.
"...REGULUS KHAN!"
__ADS_1