Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 197 - Pertanyaan dan Jawab


__ADS_3

Haruka berjalan sendiri di sebuah ruangan yang hampa, ia tidak bisa merasakan keberadaan apapun... makhluk hidup yang tinggal di tempat itu memiliki keberadaan yang sangat berbeda dengan masa yang akan datang, masa lalu memang mengerikan jika Haruka mencoba untuk menjelaskan-nya secara rinci.


Inti-nya, semua makhluk hidup biasa atau mortal yang tinggal pada zaman dimana Zangges masih hidup, mereka memiliki keberadaan dan kekuatan yang setara dengan dewa segala-nya... level atau kemampuan mereka sendiri sudah mampu melampaui Komi sendiri. Ukuran sendiri tidak bisa dibandingkan dengan makhluk hidup di zaman yang akan datang karena...


Haruka berhenti berjalan ketika melihat beberapa makhluk hidup yang bergerak melewati diri-nya, semua makhluk hidup itu berukuran sangat besar... dibandingkan dengan ukuran Haruka itu seperti membandingkan gajah dengan semut. Haruka menghela nafas-nya pelan... karena batasan yang dia miliki, dia tidak dapat mengubah dirinya menjadi ukuran segala-nya.


Haruka memejamkan kedua mata-nya untuk menjalankan waktu dengan cepat, keberadaan yang ia tempati mulai mengalirkan beberapa kekuatan dan tenaga untuk Haruka hingga diri-nya langsung berubah menjadi wujud dewasa-nya... sekarang batasan ia bisa lewati untuk beberapa saat karena dia ingin mencari tahu alasan tentang Komi yang menyerang.


Berkat bantuan dari Aiko... reinkarnasi dewi kuno yang ada pada zaman Zangges membantu diri-nya untuk masuk ke masa lalu yang sangat jauh sekali, ia juga ingin melihat kembali orang tua-nya yang asli. Waktu terbatas untuk Haruka karena sebentar lagi Zangges mungkin menyadari keberadaan Haruka, walaupun dia sudah mati di masa yang akan datang... Zangges akan selalu ada dan melihat apapun yang ada termasuk perkembangan.


"Dengan ini... aku dapat melihat kembali Okaho, Aiko, dan diri-ku di masa kuno seperti ini. Satu-satunya misteri yang ingin aku ketahui---" Haruka melebarkan matanya ketika diri-nya tiba-tiba dipindahkan ke sebuah galaksi besar dimana ia bisa melihat proses pembuatan galaksi tersebut, keberadaan yang sangat mengerikan dan juga besar langsung membuat Haruka berubah menjadi bayi.


"... ...!!!" Haruka benar-benar kaget, keberadaan seseorang yang sangat berbahaya... tubuh-nya sendiri bahkan tidak bisa menahan rasa takut dan keberadaan tersebut.


"Ternyata kau datang terlalu awal ya... seperti-nya kau mendapatkan inti ingatan dari Okaho dan Aiko... kau menggunakan sihir waktu itu untuk menciptakan sebuah kubus yang dapat membawa-mu ke masa lalu yang sangat jauh seperti sekarang ini." Suara bisa terdengar jelas oleh Haruka, suara yang terdengar sangat berat dan juga sangat... tidak salah lagi bahwa suara itu berasal dari Zangges yang saat ini melayang di belakang-nya.


"Guuu..." Haruka sama sekali tidak bisa berbicara, seluruh tubuh-nya secara refleks diam sampai ia tidak bisa menggerakkan-nya karena keagungan dari Zangges.


"Ha ha ha... seperti-nya cucu-ku sendiri memang tidak bisa menahan keberadaan ini ya..." Zangges mengontrol tubuh Haruka hingga ia menengok ke belakang dan melihat ukuran Zangges yang sangat besar... ukuran-nya tidak terbatas sampai tidak bisa dibandingkan dengan apapun, ia mulai mengangkat Haruka menggunakan jari kelingking-nya sehingga Haruka terasa seperti menginjak sebuah semesta.

__ADS_1


"Kau terlalu berbahaya untuk hidup seperti ini, cucu-ku... Kemampuan waktu-mu sangat agung dan berkuasa dalam segi apapun, sayang sekali kau mengorbankan diri-mu dua kali untuk melakukan reinkarnasi ke setiap dunia yang ada. Jika saja kau melawan anak-ku yang mencoba untuk membunuh maka masa depan untuk Touri bisa saja berbeda." 


"Ka... kek..." Haruka akhir-nya bisa berbicara karena ia sudah mulai terbiasa dengan Zangges, tetapi dia baru saja sadar bahwa Zangges mengubah keberadaan-nya menjadi seorang mortal agar Haruka bisa bergerak dan berbicara tanpa harus tertahan oleh rasa takut dan tekanan yang besar.


"Ada apa... cucu-ku...? Kenapa kau berani-beraninya datang ke tempat seperti ini? Apa tujuan-mu dan apa kebutuhan-mu untuk menemui kakek-mu ini?"


"Apakah kakek benar-benar hidup...? Apakah kakek ada dimana-mana?"


"Hehe... pertanyaan yang sangat baik, kalau begitu kakek akan memberikan-mu tiga jawaban dari tiga pertanyaan yang kau berikan, setelah itu kakek akan membawa-mu ke tempat dimana kau akan bertemu dengan orang tua-mu dan calon orang tua-mu yang akan merawat-mu hingga sekarang..." Zangges tidak bisa menjawab semua pertanyaan Haruka karena ia bisa saja menciptakan sebuah paradoks yang besar, jika terus meladani Haruka dan jika Haruka terus berada di kubus waktu itu maka paradoks bisa saja muncul di kedua dimensi Touri yang berbeda.


"Walaupun di masa yang kau tempati saat ini... keberadaan diri-ku ada dimana-mana, walaupun tempat ini adalah ciptaan-ku... aku dapat masuk ke setiap semesta atau dimensi yang ada.... semua kehidupan, aku bisa masuk kemanapun tanpa harus takut dengan batasan atau resiko karena aku adalah segala-nya, sang maha kuasa Zangges."


"Tetapi sayang sekali, aku tidak tertarik dengan menaklukkan atau bertarung... aku hanya tertarik dengan melihat perkembangan yang sangat hebat, melihat perkembangan ketiga inti semesta yaitu Touri, Palouce, dan Reaoum saja sudah membuat-ku puas apalagi sekarang dimensi mulai tercipta hingga Touri memiliki dimensi palsu yang memiliki perkembangan hebat juga."


Haruka mulai merasa bahwa mereka berdua berbicara tenang... ia bahkan diberi segelas teh hangat oleh Zangges, walaupun di wujud bayi-nya... Haruka masih bisa berbicara seperti orang dewasa dan pemikiran-nya masih tetap dirinya, sepertinya Zangges melarang Haruka untuk menggunakan wujud dewasa-nya sembarangan.


"Apakah jawaban-ku sudah puas untuk-mu?"


"Tentu saja..."

__ADS_1


Zangges tidak perlu menunggu untuk Haruka menanyakan pertanyaan lain karena ia dapat melihat isi pikiran-nya, ia sekarang memiliki ingatan dan pemikiran yang sama seperti Haruka karena dia adalah segala-nya, "Pertanyaan kedua-mu terdengar tertarik, cucu-ku."


"Kau berbicara tentang anak-ku ya...? Zenzaku dan cucu-ku yaitu Zangetsu... Apa yang kau prediksi itu kenyataan... bukan prediksi... hanya saja kenyataan... itulah yang kau dapatkan dan pikirkan saat ini di konflik yang mulai mengancam Touri, cucu-ku. Komi dan Korrina... dua cucu kesayangan-ku yang sangat hebat..."


"...memiliki karakteristik masing-masing dengan keunikan yang berbeda... satu seorang mortal, ya... dan satu-nya lagi adalah seorang dewi segala-nya. Kedua itu bisa dibandingkan, kekuatan yang berbeda tetapi mereka tetap satu dan masih bisa melawan satu sama lain tanpa merasakan kesulitan apapun." Zangges mengangguk.


"Anak-ku Zangetsu... merasakan sebuah masa depan, masa yang akan ditaklukkan oleh takdir yaitu Haruka... rasa takut menarik diri-nya ke jalan yang salah, jalan yang menarik amarah dan amarah sendiri itu menarik kebencian sehingga kebencian itu mengubah takdir-nya menjadi menderita."


"Aku sudah memberitahu Zangetsu bahwa dia belum siap untuk menjaga Touri... dia masih belum cukup dan takdir masih belum bisa menerima diri-nya. Takdir itu sendiri menerima Haruka dan Zangetsu merasakan-nya hingga ia menyuruh orang tua-mu untuk membunuh-mu jika tidak maka Zangetsu sendiri yang akan membunuh-mu."


Haruka hanya bisa diam, rasa amarah dan kebencian dapat membawa diri-nya ke jalan yang salah jadi dia hanya harus tenang dan diam saja, "Kenapa... Kenapa Zangetsu melakukan tindakan seperti ini? Ini semua salah-ku, jika saja aku tidak pergi dan melarikan diri seperti seorang pengecut maka aku tidak akan menciptakan dimensi dan galaksi yang baru."


"Ciptaan itu harus dan keharusan itu adalah takdir kenyataan untuk kita semua. Kau akan tahu jika kau tenang, dalam kedamaian, merendah... seorang wanita hebat seperti-mu menggunakan otak dan pemikiran-nya untuk melindungi, bukan untuk menyerang."


Jawaban dari pertanyaan kedua membuat Haruka mengerti sekarang, takdir yang berjalan sendiri dan semua yang ia pikirkan memiliki kesempatan tinggi untuk menjadi nyata. Pertanyaan terakhir adalah... apa jalan yang seharus-nya dia pilih dan apakah diri-nya pantas untuk menjadi seorang dewi waktu yang menguasai segala ruang dan waktu?


"Mulai dari sekarang... apa yang harus aku lakukan, kakek? Sebentar lagi, Komi akan menyerang... Komi dan Korrina adalah Mama-ku juga, aku tidak ingin mereka bertengkar... kesalahan pahaman, aku ingin menghancurkan-nya."


"Latihlah diri-mu untuk melepaskan... semua ketakutan yang kau rasakan dan muncul. Lampaui apa yang kau pelajari, kekuatan, kecerdasan, kemampuan, tetapi kelemahan, ketakutan, dan kegagalan... ya, kegagalan yang paling inti. Pelajaran terakhir kita yang dapat memperbaiki semua-nya kegagalan, kegagalan... Haruka, jalan bermunculan untuk kita pilih dan ciptakan... itu adalah jawaban yang harus kau perdalam."

__ADS_1


"... ..." Haruka meneteskan air mata-nya hingga ia tiba di sebuah tempat yang sangat sepi, masih dengan wujud bayi-nya, ia sadar bahwa Zangges sudah menghilang.


"Kakek..."


__ADS_2