
Grace memegang erat pedang berlian itu lalu ia melancarkan banyak sekali tebasan lubang hitam menuju arah Yusa dan Vania yang mencoba sekuat mungkin untuk tidak tersedot ke dalamnya.
Vania melepaskan banyak sekali darah menuju arah lubang hitam itu untuk menahan tarikannya, "Kita memiliki berapa waktu sampai Ragnarok selesai...? Rasanya kita sudah jutaan tahun lamanya di dalam dunia ketiadaan ini."
"Jangan banyak mengeluh, Yusa. Mereka juga sudah pasti ingin mengakhiri semuanya dengan cepat, tetapi tidak ada yang mengetahui jelas kapan Ragnarok akan berakhir."
Vania mengangkat lengan kirinya ke atas sampai mengumpulkan banyak sekali darah dari seluruh pasukan yang sudah gugur, semua darah itu berubah menjadi paku tajam yang melesat menuju arah Grace.
Grace mengulurkan lengan kirinya ke depan sampai menciptakan berlian yang menghempas semua serangan sihir itu, salah satunya adalah menyedot satu paku darah agar ia juga bisa menggunakan sihir manipulasi darah.
"Kita hanya akan membuatnya bertambah lebih kuat dari sebelumnya jika terus melepaskan banyak sekali sihir." Kata Yusa yang melihat berlian lainnya muncul di kening Grace.
Setiap ia mengganti posisi berlian di keningnya maka dirinya dapat menggunakan kekuatan itu satu per satu, ia tidak bisa menggunakannya sekaligus karena terdapat kemungkinan berlian itu akan pecah berkeping-keping.
"Kita hanya perlu menyerangnya dengan kekuatan fisik dan senjata ini... dia juga tidak bisa menggunakan semua sihir yang ia keraskan menjadi berlian sekaligus." Vania memegang erat kapak besar itu.
"Luz Formation I!" Yusa melepaskan tebasan beruntun menuju arah Grace yang berhasil melindungi tubuhnya dengan kristal yang melapisi setiap kulit dan dagingnya sehingga terjadi benturan keras.
"Apakah kalian mencoba untuk merencanakan sesuatu yang dapat mendekatkan kematian itu kepada kalian berdua...?"
Yusa mulai menahan Grace dengan melepaskan banyak sekali tebasan yang terus menekan dirinya sampai ia tidak bisa melakukan serangan apapun karena pedang Luz Demonio yang terus menebasnya sampai satu serangan mengenai tubuhnya.
"Terkutuk kau..." Grace tidak mengetahui cara untuk lepas dari tebasan beruntun yang menahan dirinya.
Satu kristal sempat pecah di bagian pinggang sehingga tebasan itu mengenainya lalu menghentikan serangan Yusa seketika, Grace menggunakan kesempatan itu dengan memunculkan banyak sekali gunung kristal di sekeliling mereka.
"Aku akan membunuh kalian di tempat ini sekarang juga demi bisa membawa kejayaan besar untuk duniaku sendiri...!"
"Ya, kami juga!" Jawab Yusa yang melepaskan formasi lainnya sehingga tebasan itu mulai mengikuti Grace yang melarikan diri lalu memperkuat zirah kristal itu agar bisa menahan tebasannya.
"Sebuah tebasan yang akan terus mengejar dan menyerang sampai diriku menerima luka ya...? Tetapi risiko yang cukup besar bisa aku tanggung jika menerima serangan itu secara sembarangan."
Grace melompat menuju arah Yusa sampai kristal zirah itu mulai pecah sehingga ia menerima beberapa tebasan dari serangan formasi Luz Demonio.
__ADS_1
Vania melihat Yusa mulai dikejar oleh Grace yang melepaskan banyak sekali pusaran lubang hitam menggunakan pedangnya, "Bagus... dengan luka tebasan yang ia terima maka aku bisa menggunakannya."
Yusa menginjak daratan sekuat mungkin sampai menumbuhkan banyak sekali tukang yang mulai menghalangi pusaran lubang hitam itu agar tidak menarik dirinya.
"Berlian yang menempel di keningku akan memberikan dirimu sebuah keadilan yang akan membawa dirimu langsung menuju neraka...!" Grace melepaskan aura prisma yang begitu besar sampai mengejutkan Yusa seketika.
Pedang Grace mulai dilapisi dengan prisma hitam sampai ia memunculkan pusaran lubang hitam yang mulai membesar sedikit demi sedikit sampai Yusa mulai mundur ke belakang dengan melepaskan banyak sekali sihir tulang.
"Kau bisa lari, tetapi kau tidak bisa menghindari serangan ini...!!!" Grace berhasil menyedot semua tulang yang mencoba untuk mengalihkannya perhatiannya.
Grace melepaskan satu tebasan lubang hitam menuju arah Yusa yang membalasnya menggunakan formasi Luz lainnya dimana pedang itu juga melepaskan gelombang tebasan merah yang langsung menabrak dengan pusaran lubang hitam itu.
"Cih...!!!" Yusa dapat melihat serangannya mulai tersedot sedikit demi sedikit ke dalam, tetapi ia mencoba sekuat mungkin untuk menahannya agar tidak bisa mendekat.
"Kau dengan kemampuan berlian yang dapat mencuri kekuatan seseorang...!!! Sungguh menyebalkan...!!!" Yusa melepaskan banyak sekali sihir tulang melalui kedua tapaknya.
Semua tulang itu bergerak melewati kedua sihir mereka yang saling berbenturan sampai mulai menusuk punggung Grace beberapa kali, "Hanya luka sayat kecil tidak akan pernah bisa menghentikan diriku untuk membunuhmu...!!!"
Yusa mulai melangkah ke belakang sebisa mungkin ketika tubuhnya menerima banyak sekali tarikan ke depan, ia mulai memunculkan banyak sekali tembok tulang di hadapannya tetapi semua tertarik langsung ke dalam lubang hitam itu.
Yusa memiliki kesempatan besar untuk melepaskan banyak sekali formasi serangan dari Luz Demonio sehingga tubuh Grace menerima banyak sekali tebasan yang mampu melemahkan sihir lubang hitam itu.
"Kau sepertinya melupakan seorang Vampir yang dapat memanipulasi darah di dalam luka itu bukan...?!" Vania mendarat di belakangnya lalu memaksa keluar banyak sekali darah di dalam luka Grace.
"Agh...!!! Nrggghhh...!!!"
"Maaf untuk datang dalam waktu yang terlambat, bukan hanya lubang hitam yang kau curi dari Haruki bisa menyedot apapun melainkan diriku juga dapat menyedot semua darah itu sampai kau kering...!!!"
Vania mengulurkan lengan kirinya ke depan sampai menarik banyak sekali darah dari dalam luka Grace yang terletak di punggungnya itu, "Nrrgghh...!!! Persetan...!!! Iblis dan Vampir bangsat...!!!"
Semua darah yang Vania sedot mulai membentuk berbagai macam senjata tajam yang menusuk punggungnya beberapa kali sampai situasi yang dialami oleh dirinya cukup buruk karena ia juga harus menahan gelombang tebasan di depannya.
Tebasan yang dihasilkan oleh Luz juga terus menyerang tubuhnya tanpa henti sehingga situasi yang ia alami benar-benar darurat, "Kau memiliki daya tahan yang cukup baik juga..."
__ADS_1
Grace mulai mengeraskan daging di dalam tubuhnya menjadi berlian sampai semua serangan itu tidak akan menyerang jantung kristal di dalam tubuhnya itu, "Hah... Hah... Hah..."
Vania dan Yusa mencoba sekuat mungkin untuk membunuh Grace, tetapi ia masih bertahan sampai titik dimana dirinya tidak ingin melepaskan Yusa karena ia pasti akan menerima luka yang lebih menyakitkan lagi.
Vania terus melepaskan banyak sekali darah tajam yang terus menusuk punggung Grace tanpa henti lalu ia menyelimuti kapaknya dengan darah yang dimiliki oleh Grace untuk memperkuat serangan dan lemparan.
"GRRRGGGGHHHHH...!!!" Grace terdorong ke belakang ketika tubuhnya sempat mati rasa karena kehilangan banyak sekali darah karena terus disedot oleh Vania menggunakan jari-jarinya.
Vania melempar kapak itu menuju arah Grace sampai menusuk punggungnya, "AAAGGGGHHH...!!!"
Tebasan lubang hitam itu menghilang seketika sampai Grace langsung menerima tebasan gelombang dari Yusa yang mengenai tubuhnya, sekujur tubuhnya telah menerima banyak sekali yang menyebabkan dirinya menjerit kesakitan.
"Uaaagghhhh...!!!"
Vania melompat ke atas langit lalu ia melihat tebasan itu membawa Grace cukup jauh sampai mengenai pasukan Legenda dan Zerdian yang sedang bertarung, tetapi mereka masih bertahan.
Vania dan Yusa mulai segera memeriksa kondisi yang di alami oleh Grace sampai mereka dikejutkan dirinya yang masih berdiri di atas tanah dengan kedua kakinya yang bergetar karena merasa lemas.
Setengah dari tubuh Grace juga mulai mengeras menjadi kristal, "Aku tidak begitu mengerti dengan apa yang dimiliki oleh bangsa Gems, apakah kita hanya perlu membunuhnya seperti Manusia dengan menghabiskan darah itu?"
Kedua pupil Grace menghilang, ia juga mulai bernafas berat dengan tubuhnya yang sedang kehabisan darah, "Terkutuk... kalian... semua..."
Grace langsung berlutut di atas tanah sampai Vania mendekati dirinya hanya untuk mengambil kembali kapak itu sampai ia dikejutkan dengan punggung Grace yang sempat menumbuhkan banyak sekali lapisan kristal dan berlian.
"Aku sudah... memikirkannya...!!!" Grace melepaskan aura prisma yang langsung mendorong Vania ke belang sehingga pandangannya dapat melihat tubuh Grace yang menumbuhkan banyak sekali berlian, kristal, dan prisma.
Tubuh Humanoid itu berubah menjadi kristal sepenuhnya sampai hampir membentuk seperti zirah yang mencoba untuk melindungi tubuhnya, "Sialan...!!!"
Vania melompat menuju arah Grace hanya untuk melancarkan banyak sekali serangan kapak yang ia ayunkan beberapa kali, "MATI...!!! MATI...!!! MATI...!!! MATI...!!! MATI...!!!"
Vania memasang tatapan kaget ketika melihat tubuh Grace berhasil menahan semua serangan itu karena pengerasannya, ia juga langsung melepaskan berlian tajam yang menusuk perut Vania.
"Uhugh...!!!" Vania terhempas ke belakang bersama dengan kristal tajam itu yang mulai kembali tertarik menuju arah Grace yang mengalami perubahan menjadi manusia berlian dan kristal sepenuhnya.
__ADS_1
"Dia masih belum terkalahkan...!"