Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 1083 - Potensi Terbuka secara Paksa


__ADS_3

Hana melepaskan banyak sekali Leviathan yang terbuat dari air menuju arah ketiga Kitsuna itu sampai menyerang dirinya dari arah yang berbeda tetapi semua itu berhasil dihempas menggunakan kipas yang mereka pegang.


Koizumi melesat menuju arah Orihime lalu ia melancarkan banyak sekali tebasan menggunakan pedang Greed itu agar ia bisa menghindari serangan sakral yang akan melemahkan dirinya hampir setiap detik berlalu.


Untungnya Hana datang dalam waktu yang tepat untuk menyingkirkan semua efek itu berkat bantuan dari sihir airnya, Yuri dan Ako juga datang untuk membantu karena mereka sempat dikepung oleh pasukan Kitsuna yang sekarang hanya menyisakan tiga.


"Yume...! Horime...! Lepaskan semua serangan yang dapat kalian lakukan kepada mereka semua, jangan membiarkan satupun selamat karena kita membutuhkan kekuatan gabungan untuk melawan ketiga Legenda yang terus menahan leluhur!"


"Baik, ratu...!" Seru mereka berdua yang langsung menggunakan topeng Kitsune itu sampai melepaskan banyak sekali dorongan yang menghempas mereka semua ke belakang kecuali Koizumi yang masih bertarung dengan Orihime.


"Aku kira seseorang yang dapat memegang kekuatan dari tujuh dosa besar itu hanya pria tampan yang dinamakan sebagai Shimatsu Arata..."


"...tetapi sepertinya Korrina Comi memang cerdik dalam merancang strategi dan rencana sampai ia sendiri mencoba untuk menipu kami semua."


"Kau tidak akan pernah bisa mengetahui kebenaran yang tersimpan di dalam Touriverse, kekuatan ini hanya sekedar warisan yang berjalan sesuai dengan kontrak...!"


Koizumi melepaskan aura sakral menuju arah Orihime sampai mendorongnya ke belakang dengan luka tebas yang sudah mengenai tubuhnya karena pedang Greed yang dapat menghisap semuanya.


Koizumi melepaskan pedang Wrath menuju arah Orihime sampai menusuk perutnya lalu mendorong dirinya ke belakang, "Gawat... aku tidak begitu bisa mengendalikan kekuatan dari topeng ini seperti dirinya."


"Tetapi... demi mendapatkan kehormatan dan ketangguhan yang diberikan oleh Brimgard, setidaknya kekuatan topeng ini akan terus membantu diriku menuju puncak untuk melampaui mereka semua!"


Koizumi menatap pedang Greed dan Gluttony yang selalu saja menghasilkan kombinasi yang begitu mematikan, ia sendiri dapat merasakan kehebatan dari kekuatan tujuh dosa sampai dirinya hanya bisa menyeringai.


Koizumi mengerutkan dahinya ketika melihat Orihime melepaskan banyak sekali cakar perak menuju arah dirinya yang langsung menahan semua itu menggunakan kedua pedangnya, "Oh tidak semudah itu..."


Ketiga ekor Orihime langsung melancarkan beberapa serangan menuju arah Koizumi yang menyelimuti tubuhnya dengan api neraka sampai membakar ekor yang dimiliki olehnya.


"Kau mencoba untuk menghancurkan tubuhku...? Kekuatan dan cara bertarung yang perlihatkan padaku tidak memiliki perbedaan apapun dengan pengalaman yang aku rasakan ketika melawan Shinobu."


Koizumi menarik ekor Orihime sampai mengejutkan dirinya karena tarikan itu cukup kasar, ia langsung memutar tubuhnya seperti baling-baling bambu menggunakan lengan kirinya lalu ia melemparnya ke arah lain.


Orihime kembali bangkit dengan ekspresi kesal, "Sungguh daya kekuatan yang begitu mengerikan... sialan, kau ini sebenarnya seorang pria atau gadis ketika memilih kekuatan sebesar ini?"

__ADS_1


"Aku? Sudah jelas aku ini seorang gadis dilihat dari penampilanku, tetapi yang membedakannya adalah diriku mengalami latihan yang lebih keras dibandingkan pria lainnya...!"


Koizumi melesat menuju arah Orihime lalu jarum jam di kedua pupilnya bergerak maju agar bisa memprediksi serangannya itu, "Ternyata aku masih bisa melihat masa depan kemungkinan sebanyak sepuluh detik..."


"...mungkin aku gunakan untuk menyerang dan menahan."


Yume mulai dikepung oleh Yuri dan Ako yang melepaskan banyak sekali tembakan panah yang mereka pegang, "Percuma saja... serangan jarak jauh seperti itu tidak memberikan mempan apapun...!"


Yume menghempas semua serangan itu menggunakan kipasnya tetapi Ako dan Yuri terus menekan musuhnya dengan melepaskan jutaan panah yang mengandung sihir berbeda di dalamnya.


"Mungkin topeng itu tidak membantu dirimu untuk meningkatkan daya tahan itu, kita hanya perlu berhati-hati dengan serangan sakral yang dapat melemahkan musuhmu." Kata Ako.


"Mungkin karena kalian masih belum mengerti kekuatan yang terkandung di dalam topeng itu maka kekuatan itu terlalu menekan diri kalian masing-masing sampai memberikan celah untuk kami semua...!" Ucap Yuri.


Yume menggerakkan tiga ekor itu yang melepaskan banyak sekali api sakral menuju arah mereka berdua, tetapi Yuri berhasil menghilangkan semua itu dengan membawanya langsung menuju arah lain karena bunga mawarnya.


Horime dikepung dengan banyak sekali ombak air yang terus menabrak tubuhnya sampai meninggalkan banyak sekali luka lecet yang dihasilkan oleh Hana.


Tubuhnya juga bahkan sampai menerima tabrakan dari Leviathan yang mencoba untuk memakan dirinya tetapi Horime berhasil menyingkirkan semua sihir itu dengan melepaskan angin tipis yang menghempas semua air itu.


"...kau harus bertarung demi bisa mengumpulkan banyak pengalaman dengan topeng itu serta berusaha keras agar bisa membuka kunci dari potensi yang terpendam di dalamnya."


Horime langsung menerima gelombang air yang menjebak dirinya di dalam pusaran ombak yang Hana ciptakan sampai dirinya langsung mengangkat kedua lengannya untuk memunculkan banyak sekali Hydra yang menyerang dirinya tanpa henti.


Ketiga Kitsuna yang sudah menggunakan topeng itu terus tertekan oleh mereka semua, kekuatan yang dihasilkan dari topeng itu juga sulit sekali untuk diakses sampai mereka hanya bisa menyerang sebisa mungkin.


Namun, Orihime memikirkan sebuah rencana yang cukup brilian sampai dirinya langsung melakukan telepati dengan kedua rekannya, "Yume! Horime! Kita akan langsung membuka potensi topeng ini secara paksa...!!!"


Ketiga Kitsuna itu langsung melepaskan topeng itu lalu melemparnya ke atas sehingga saling bersentuhan lalu memancarkan cahaya putih yang menghentikan serangan mereka semua karena pandangan yang terhalangi.


"Cih... sekarang apa...?!" Koizumi melihat Orihime yang sudah menghilang di hadapannya.


Ketiga Kitsuna itu mulai melesat menuju ketiga topeng yang bersatu sampai ukurannya membesar, Orihime bersama kedua rekannya langsung menyentuh topeng itu sehingga terjadi ledakan cahaya putih yang menghempas mereka semua.

__ADS_1


"Apakah mereka berhasil menemukan potensi kekuatan itu...?" Tanya Hana yang melihat cahaya bersinar putih dan hitam berkali-kali di hadapannya sampai ia memunculkan pertahanan air untuk melindungi dirinya bersama yang lain.


Mereka dapat melihat cahaya itu mulai membentuk seekor rubah yang terlihat begitu cerah, tiga kepala langsung tumbuh terutama lagi ekornya sekarang bertambah jumlah menjadi sembilan.


"Mereka berubah... kemungkinan besar menjadi Beast Neko Legend yang sama seperti digunakan oleh Nobu." Kata Ako yang mencoba untuk melancarkan banyak sekali panah menuju arah cahaya itu sampai semua serangannya langsung bersatu dengan cahaya tersebut.


"ROAAAAGGHHHH...!!!" Cahaya tipis itu langsung terlepas ke arah yang berbeda sampai memperlihatkan wujud mengerikan yang bernama Beast Kitsuna.


Mereka dikejutkan dengan ekor sembilannya terutama lagi kepalanya bertambah menjadi tiga, "Kenapa dia malah berubah menjadi rubah yang mirip sekali dengan Cerberus...?!"


Dorongan angin terlepas dari raungan Kitsuna itu sehingga berhasil menghempas mereka semua ke belakang lalu menerima efek kelemahan yang terus menurunkan seluruh atribut mereka.


"Greed...!" Koizumi menusuk tubuhnya sendiri untuk menghisap semua efek itu lalu mengubahnya menjadi keuntungan dengan memberikan satu sayatan kepada teman-temannya.


Ketiga Kitsuna itu berhasil bergabung lalu gabungan itu menghasilkan seekor rubah besar berekor sembilan dengan tiga kepala, mata mereka yang berwarna merah langsung memancarkan cahaya merah yang menarik perhatian Shinobu seketika.


"Whoa...! He-Hebat...!" Shinobu terlihat kagum ketika melihat wujud baru dari Beast Kitsuna sampai dirinya ingin sekali melawan mereka tetapi ia masih tertahan dengan pasukan Zerdians.


Rubah itu melepaskan banyak sekali tebakan sihir melalui ekornya yang menyebar di sekitar arena, tembakan yang begitu tipis bertujuan untuk menyerang titik lemah dan vital musuh.


Namun, mereka semua berhasil menghindarinya tanpa kesulitan apapun sehingga mereka berempat harus bekerja sama seperti biasanya agar bisa mengalahkan rubah yang berukuran planet itu tetapi dengan daya kekuatan dahsyat.


Hana melepaskan naga Leviathan menuju arah rubah itu tetapi ia langsung memakannya lalu melepaskan gelombang cahaya putih menuju arah mereka berempat yang langsung menghindarinya.


"Hati-hati... cahaya putih itu mengandung Nothingness, kita bisa saja berubah menjadi kekosongan ketika menerima serangan gelombang dari mulutnya." Peringat Koizumi yang dapat merasakannya.


Ako melepaskan tiga panah besar yang mengenai tiga wajah rubah itu sampai membekukannya, "Setidaknya dia tidak memiliki resistensi terhadap---"


Semua es itu menghilang seketika sampai memberikan rubah itu kekuatan yang lebih besar untuk melepaskan gelombang cahaya putih melalui ketiga mulutnya tetapi Koizumi langsung melempar pedang itu ke depan sampai menghisap ketiga sihir itu sekaligus.


"Ternyata benar... kekosongan, kenapa banyak sekali penghuni Kountraverse yang sudah menguasai Nothingness secepat itu..."


"Kalau begitu, kita hanya perlu berhati-hati dengan serangan gelombang itu..."

__ADS_1


"...mati kita melakukannya bersama, bangsa Legenda!!!"


__ADS_2