
"T-Tidak mungkin... bagaimana bisa kau hidup--- tunggu, tidak... sepertinya kau cukup beruntung itu bisa menjadi seorang ras Astral ya." Kata Shira, mereka semua mulai menatap Alvin dengan ekspresi yang terlihat terkejut, "Tsk, tsk... kalian meremehkan keberuntungan-ku, intinya aku kembali dan aku harap aku dapat membantu kalian merebut Touri kembali." Alvin mengangkat kedua lengan-nya sehingga dua sabit muncul di kedua tangan-nya.
Arata, Arisu, dan Haruki mendarat di sebelah mereka sambil menunjukkan ekspresi yang terlihat tenang, "Sekarang kita telah mendapatkan banyak kekuatan lagi, dengan bantuan Alvin... aku yakin kesempatan kita untuk menang di pertarungan akhir nanti bertambah." Arisu tersenyum.
"Aku tidak menyangka dewa seperti-mu akan memiliki keberuntungan tinggi..." Kata Arata yang sedang menatap monster di depan mereka, "Yahh... setidaknya kita semua bersama mungkin bisa mengalahkan monster Netherian itu!" Haruki melakukan kuda-kuda berpedang-nya sehingga mereka semua mulai terbakar dengan semangat untuk terus berjuang.
"Baiklah, mari kita lewati pemanasan-nya dan langsung ke inti-nya saja!!!" Alvin melempar kedua sabit-nya ke depan dan monster itu berhasil menghindari-nya, monster itu baru saja disambut oleh serangan lain-nya yaitu Arata dan Haruki yang mulai melakukan serangan kombinasi yang mampu melukai monster itu.
Monster yang berukuran raksasa dengan tubuh-nya dipenuhi dengan api, kepala-nya berbentuk seperti gunung berapi yang akan meledak, kemungkinan besar monster itu terbuat dari lahar yang sangat panas. Monster itu menghantam daratan beberapa kali sehingga daratan itu mengeluarkan gelombang lahar yang mengejar mereka semua, dengan cepat mereka menghindari serangan gelombang itu lalu menyerang balik dengan mengeluarkan sihir mereka masing-masing.
Shira melompat ke atas lalu menghantam kepala monster itu sampai hancur, sekali anggota tubuh monster itu hancur maka ledakan akan muncul sehingga Shira terlempar ke belakang, walaupun monster itu sudah kehilangan kepala-nya... kepala-nya kembali karena monster itu memiliki kemampuan untuk meregenerasi.
"Tidak baik... dia dapat meregenerasi diri---" Mereka semua langsung terkejut ketika monster itu membelah diri-nya menjadi beberapa bagian kecil sehingga sekarang jumlah monster itu menjadi ribuan dan ukuran mereka sekarang sama persis seperti mereka, jumlah sebanyak itu hanya membuat para Legenda bersemangat sehingga mereka terbakar dengan kekuatan.
"Jangan lupa tujuan kita... kita harus mengakhiri semua ini dengan cepat..." Shira mengangkat kedua lengan-nya, "Tolong berikan aku waktu, aku akan mengumpulkan cahaya yang dimiliki oleh Palouce ini agar aku dapat membasmi mereka dengan cahaya ilahi!"
""Ya!"" Alvin maju ke depan lalu menambahkan sebuah rantai di kedua kenop sabit-nya agar ia bisa menyerang mereka semua dari jarak yang sangat jauh, ia memegang rantai-nya lalu menggerakkan kedua sabit-nya ke arah mereka semua... semua monster itu hancur menjadi beberapa bagian kecil dan Alvin segera menggunakan sihir Crimson-nya untuk membakar sisa-sisa monster itu agar mereka tidak melakukan kemampuan regenerasi lagi.
Arata beradu pedang dengan seorang monster di depan-nya, aduan pedang itu mampu membuat mereka berdua terdorong ke belakang tetapi Arata berhasil menarik kaki monster itu lalu ia menusuk kepala-nya hingga hancur dan mengakhiri dengan membakar-nya menggunakan api amarah.
__ADS_1
Haruki menendang kepala monster yang ada di depan-nya sehingga monster tersebut menabrak monster yang lain-nya, setelah itu ia melempar kedua pedang-nya ke arah tubuh mereka sampai tertusuk lalu mengakhiri-nya dengan melepaskan sihir Chaos yang mampu menghapus mereka secara langsung.
Arisu melakukan salto ke depan lalu mencabik-cabik semua monster yang ada di hadapan-nya menggunakan kedua aura yang berbentuk pedang di kedua lengan-nya, setelah itu ia mengakhiri mereka semua dengan meluncurkan [Shiromura Eclipse], semua monster itu setidak-nya berkurang sedikit demi sedikit sehingga pemilik inti pusat itu mulai tercengang ketika melihat mereka mampu mengalahkan monster ciptaan mereka.
Yuuna berhasil memotong dua tangan monster yang ada di hadapan-nya menggunakan pedang-nya lalu ia melakukan salto ke atas sehingga monster itu terlempar ke belakang, semua arwah yang ada di dalam pedang Yuuna langsung ia ubah menjadi gelombang sihir yang mampu membakar mereka semua.
"Oi... oi... oi... bagaimana bisa mereka mengalahkan monster-monster hebat-ku itu?! Tidak mungkin... ini tidak mungkin...!" Pria itu mulai panik sehingga ia mencoba untuk melepaskan monster lebih banyak lagi tetapi semua yang ia lakukan itu percuma karena semua monster itu langsung mereka basmi dengan mudah.
"Ternyata apa yang mereka katakan benar... Legenda adalah ras yang mengerikan, mereka lebih gila dalam pertarungan apapun... Aku harus kabur...! Tapi inti pusat ini siapa yang akan menjaga-nya!?" Pria itu mulai berputar beberapa putaran di dalam ruangan-nya sambil mencoba untuk memikirkan sebuah rencana hingga Shira selesai mengumpulkan matahari besar di atas kepala-nya.
"Mari kita akhiri semua ini...!!!" Shira melempar matahari itu ke depan sehingga matahari itu langsung berubah menjadi partikel emas yang berubah menjadi gelombang cahaya, semua gelombang itu berjumlah sama dengan semua monster itu sehingga tubuh mereka langsung tertusuk-tusuk dengan gelombang cahaya milik Shira lalu mengubah mereka menjadi partikel cahaya yang tersedot ke dalam tubuh-nya.
"Ya, kita tunjukkan kepada mereka bahwa Legenda akan memiliki pengalaman pertarungan apapun..." Arata menghilang kedua pedang-nya, mereka menatap ke atas dan melihat seorang pria yang sedang mengintip, pria itu langsung ketakutan dan panik ketika mereka semua mengetahui diri-nya.
"Sial!!! Kabur-kabur-kabur-kabur-kabur!!!" Pria itu mencoba untuk kabur tetapi kedua kaki-nya langsung terikat dengan rantai milik Alvin dan Arisu, "Mau kabur kemana kau?" Tanya Alvin.
"Ahh...!!! Maafkan aku...!!!" Pria itu langsung bersujud kepada mereka semua, melihat dari sikap dan kepanikan-nya itu membuat mereka yakin bahwa pria ini seperti-nya salah paham, kedatangan Shira bersama teman-temannya menuju inti pusat ini hanya untuk meminta bantuan untuk melacak semesta Touri dan juga Reaoum.
Shira menjelaskan-nya kepada pria itu, ia memperkenalkan diri-nya dengan nama [Arash], sekarang Arash mengerti ketika Shira menjelaskan-nya, ia sampai bilang untuk memberitahu diri-nya sejak awal tetapi dia sendiri yang bodoh karena sudah melepaskan semua monster itu untuk menyerang mereka semua, Arash membawa mereka semua menuju ruangan yang menunjukkan sebuah tabung dengan kaca yang mengeluarkan partikel luar angkasa.
__ADS_1
"Aku beri nama tabung itu sebagai tabung ajaib yang dapat membawa kalian menuju semesta apapun dan galaksi apapun itu, [Tube of Transfer]. Sayang sekali, aku jarang sekali melihat penghuni Palouce menggunakan tabung ini untuk menjelajahi berbagai semesta jadi kekuatan dan tenaga-nya saat ini habis." Arash mulai menunjukkan empat lubang dari berbagai daerah, lubang itu seperti-nya untuk menghisap sumber tenaga dan kekuatan yang akan datang dari menara-menara itu.
"Bagaimana cara kerja-nya?" Tanya Arata.
"Mudah sekali... kalian harus bergiliran jika ingin pergi ke berbagai semesta, setelah kalian masuk ke dalam tabung itu maka sebuah layar virtual akan muncul di kaca itu menunjukkan kalian semesta yang akan kalian kunjungi." Arash membuka tabung itu lalu ia masuk ke dalam untuk memperlihatkan cara bekerja-nya.
"Hebat sekali... aku tidak pernah melihat tabung ini di Touri..." Alvin memegang dagu-nya lalu mulai mengintip setiap lubang itu dan ia bisa melihat menara yang sangat tinggi dan juga jarak dari menara itu sangat jauh, "Apakah kita harus pergi mengunjungi empat menara itu untuk membangkitkan tenaga dan kekuatan tabung tersebut?" Tanya Alvin.
"Ya... maafkan diri-ku yang ceroboh ini..." Kata Arash.
"Tidak apa, kita hanya perlu menunggu mereka yang sedang dalam perjalanan menuju menara-menara itu, itu artinya kita memiliki waktu untuk berlatih di ruangan yang ada monster-nya itu." Shira mulai masuk ke dalam ruangan yang tadi-nya dipenuhi dengan monster.
"Benar sekali, kalau tidak keberatan... bagaimana kalau kau melepaskan lebih banyak monster lagi Arash?" Tanya Yuuna.
"Tidak, jangan-jangan! Jika musuh kalian adalah dewa dan pasukan-nya itu sama tingkat-nya dengan dewa maka mari kita lakukan latih tanding. Kalian berlima melawan-ku, aku ingin membiasakan diri-ku dengan tubuh yang baru ini." Alvin mencoba untuk membuat penawaran dan mereka semua langsung menerima-nya dengan sebuah senyuman.
"Apakah kau yakin? Kau belum melihat perkembangan kami dan peningkatan kami 'kah, dewa?" Tanya Arata.
"Hohhh... tenang saja, dalam latih tanding itu... biarkan aku mengumpulkan banyak kekuatan dan informasi tentang perkembangan kalian semua!" Alvin tersenyum serius.
__ADS_1
"Baiklah, mari kita lakukan itu!" Kata Shira.