Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 795 - Terluka Bersama


__ADS_3

Organ tubuh Shinobu yang berserakan di sekelilingnya wilayah mulai berubah menjadi cahaya yang menghidupkan kembali Shinobu tepat di hadapannya, dua nyawa telah hilang ketika sampai menyisakan hanya 7.


"Itu tadi sakit sekali..." Kata Shinobu dengan ekspresi yang terlihat kesakitan karena pelukan seharusnya berakhir penuh kasih sayang tetapi bagi Magnus.


Pelukan tersebut berakhir brutal sampai meremukkan tubuhnya dan memaksakan seluruh organ tubuhnya untuk keluar, Shinobu melepaskan sinar flashbang melalui kedua tapaknya sampai membutakan kedua pandangan Magnus seketika.


Shinobu langsung melarikan diri menuju luar angkasa untuk mengunjungi Koizumi kembali, ia juga perlu merancang strategi untuk mengalahkan dirinya dengan beberapa petunjuk yang ia dapatkan sebelumnya.


"Senar... apa kaitannya dengan senar...? Apa tubuhnya terbentuk dari senar? Tidak mungkin Barbaric Legenda bisa lahir dalam era seperti ini."


Shinobu melihat pesawat luar angkasa yang besar itu menghilang seketika sampai membuat dirinya memasang tatapan kebingungan karena mereka terlihat seperti melarikan diri entah kemana.


"Saya sudah melacak keberadaan pesawat itu... mengalami kecepatan cahaya untuk membawa mereka menuju semesta kan yaitu Xuutouri." Peringat Tech.


"Kalau begitu tanda saja dulu... kita perlu mengurus Barbaric Legenda itu sebelum masalah bertambah kacau... menurutku dia yang paling berbahaya..." Kata Shinobu.


Semua pemberontak mundur seketika karena menerima misi lain dari beberapa guru untuk segera mengejar pesawat luar angkasa itu yang pergi entah kemana.


"Shinobu! Apakah kita akan membiarkan mereka pergi...?! Pesawat itu mengandung Anti-sihir kuat yang dapat memperkuat pertahanan di sekelilingnya."


"Kita biarkan saja... yang lebih mengancam adalah Legenda itu." Shinobu menunjuk Magnus yang saat ini terbang tinggi ke atas langit selagi mengangkat planet Saturnus.


"A-Apa yang dia lakukan...?" Ako memasang tatapan yang terlihat kaget ketika Magnus mengangkat sebuah planet yang akan ia lempar menuju arah mereka semua.


Untungnya Shinobu langsung melepaskan sinar cahaya yang begitu cerah melalui kedua tapaknya sampai matahari mulai membantu dirinya, pada akhirnya Magnus tidak bisa melihat lagi sampai ia langsung melepas Saturnus tersebut.


"Kita perlu melawan dirinya bersama-sama... jika bisa hancurkan tubuhnya menjadi kepingan kecil." Kata Shinobu yang mulai membuka bungkus daun di belakangnya.


"Urk... Shinobu..." Koizumi menatap Shinobu lalu memegang erat tangannya sampai mulutnya terus mengeluarkan darah dan ia bertambah kesulitan untuk nafas.


Shinobu segera mengambil daun yang tumbuh melalui pohon kecil, setelah itu ia ambil dan menatapnya sampai ia berhasil menumbuhkan daun yang sempurna untuk dijadikan sebagai obat penyakit paru-paru Koizumi.


"Kakak, ayo... cepat makan daun herbal ini..." Shinobu menyentuh kepala Koizumi lalu membantu dirinya untuk memakan daun tersebut.


"Nrrgghhh...!!!" Koizumi kesulitan untuk memakan daun tersebut karena ia mencoba untuk bertahan dengan menghirup Lenergy yang berubah menjadi oksigen untuk ia hirup.


"Tidak ada pilihan lain... waktu kita sangat terbatas..." Shinobu memakan daun herbal tersebut lalu mengunyahnya sehingga ia mendekati bibirnya kepada bibir Koizumi sampai keduanya saling bertemu.


"Wahhhh..." Konomi memasang tatapan yang terlihat kaget ketika Shinobu baru saja bersikap berani tanpa kesadarannya.


"N-Nobu...?!" Wajah Ako memerah seketika sampai ia mulai menutup kedua matanya ketika melihat pemandangan yang begitu memalukan.


Bantuan Shinobu berhasil membuat Koizumi menelan semua daun yang sudah dikunyah itu sehingga Shinobu langsung memberikan dirinya nafas buatan yang mampu menyembuhkan Koizumi sedikit demi sedikit.


Tubuh Koizumi langsung memancarkan cahaya matahari karena menerima pemulihan dari Shinobu yang begitu sempurna, ia dapat mengumpulkan nafas tanpa masalah sekarang.


Dadanya sudah tidak terasa sakit lagi, ia langsung melebarkan matanya ketika melihat Shinobu terus memberikan nafas melalui mulut ke mulut sehingga ia berhenti dengan ekspresi kelelahan.


"Hah... Hah... Kakak... sudah baikan...?" Tanya Shinobu yang mulai tersenyum polos karena ia sendiri tidak sadar bahwa dirinya tadi melakukan sesuatu yang begitu memalukan sampai mengubah wajah Koizumi menjadi semerah tomat.


"Uhh... ya... baik... aku sudah bisa bernafas tanpa masalah sekarang... terima kasih..." Kata Koizumi selagi mengusap bibirnya.


"Kita perlu mengurus Magnus sekarang, bersama!" Shinobu langsung melepaskan pembakaran melalui kedua kakinya untuk terbang menghampiri Magnus.

__ADS_1


"Ya...! Jangan melupakan seni bela diri yang aku latih kepada kalian...!!!" Seru Koizumi yang terbang laju menghampiri Magnus sehingga mereka juga melakukan hal yang sama.


Hinoka di sisi lainnya masih beristirahat di dalam pesawat kucing, berbeda dengan kedua teman dan sepupunya yang bertarung penuh luka untuk menghentikan Magnus sebelum menghancurkan Yuutouri.


"BERTARUNG...!!! HOOOOOOAAAAAHHHHHH!!!" Magnus melesat menuju arah mereka sampai melepaskan dorongan besar melalui tubuhnya sendiri.


Setiap pergerakannya mengandung dorongan yang begitu besar sampai mendorong tubuh mereka dan mengacaukan pergerakan mereka seketika, ia mulai menghantam wajah Ako menggunakan sikutnya.


Setelah itu, satu tendangan Magnus arahkan kepada Konomi sampai mengenai dadanya, Koizumi mencoba untuk menyerang dari belakang tetapi perutnya menerima satu hantaman dari kepalanya.


"HAAARRGGGHHH!!!" Magnus melepaskan teriakan yang langsung melempar Shinobu ke belakang, pertarungan yang lama hanya akan memperkuat fisik Magnus.


Mereka tidak memiliki kesempatan apapun untuk bertarung melawan seorang Barbaric Legend yang sangat besar sampai ia menganggap mereka seperti serangga yang menyenangkan untuk diajak bertarung.


Magnus mengepalkan tinju kanannya sampai menonjolkan banyak sekali urat, setelah itu ia melancarkan satu pukulan ke depan sampai melepaskan dorongan yang cukup untuk menghancurkan tulang dan organ mereka.


Koizumi langsung menangkis dorongan tersebut menggunakan tapak kanannya sampai kulitnya mengupas seketika, "Kerahkan semua kekuatan kalian sampai titik akhir..."


""Baik...!""


"Menyenangkan... jadi ini Legenda... Legenda era sini... kalian...! Kalian tetap bertarung!!!"


"Ya!!! Aku suka bertarung...!!! Sekarang.... BERTARUNG LAGI!!!" Seru Magnus yang mencoba untuk menyemangati mereka agar bisa memberikan pertarungan yang menyenangkan.


Magnus melesat maju ke depan sampai menyebabkan dorongan yang menggerakkan rambut mereka seketika, keempat gadis itu langsung menyerang Magnus dari arah yang berbeda.


Magnus melompat menuju arah Koizumi seketika lalu menggerakkan pergelangan tangan kirinya yang mampu menghantam leher Koizumi sampai Magnus membawa dirinya menuju planet Jupiter lalu menghantamnya di atas tanah.


BAAAGGGGG!!!


"Tapi..."


Konomi lari menuju arah Magnus yang mulai mendekati dirinya juga, Magnus menyentuh kedua bahu Konomi sehingga ia langsung diam ketika Konomi melancarkan satu tendangan yang hanya mengenai dagunya saja.


"HAHHHHH!!!" Magnus melempar tubuh Konomi ke atas lalu menendang perutnya sampai ia terpental keluar angkasa.


Shinobu mencoba untuk menyerang tetapi Magnus menabrak tubuhnya selagi dalam perjalanan menuju Ako, pada akhirnya Shinobu terpental ke belakang.


Ako melepaskan beberapa panah menuju arah Magnus tetapi semua serangan tersebut tidak memberikan efek apapun kepadanya karena masih mengandung sihir.


Magnus menyentuh kepala Ako lalu menggusur dirinya di atas tanah sampai menyebabkan retakan di atas planet yang luas, setelah itu Magnus melempar Ako ke depan sampai retakan tersebut bertambah semakin besar.


"Ako!"


Magnus melirik ke belakang lalu ia menggusur tubuh Koizumi dan Konomi dengan menghantam leher mereka menggunakan kedua pergelangan tangannya sampai ia menabrak tubuh mereka masuk ke dalam planet itu.


BAAGGG!!! BAGGG!!! BAGGG!!!!


Magnus terus menggusur Konomi dan Koizumi menuju planet yang terletak paling bawah, asalnya ia menyerang mereka dari ujung planet sehingga mereka sekarang tiba di letak planet yang paling bawah.


"Kakak! Konomi!!!" Shinobu segera mendekati Magnus tetapi perutnya langsung disambut oleh dorongan yang terlepas melalui pukulannya sampai Kisetsu bagian perutnya robek sampai mengusap kulitnya juga.


Shinobu terdorong ke belakang tetapi ia kembali bangkit dengan menghantam kedua tinjunya secara bersamaan sampai Lenergy di tubuhnya mulai ia fokuskan ke dalam kedua tangan buatannya itu.

__ADS_1


Shinobu melesat maju ke depan sampai tubuhnya menerima beberapa dorongan yang mampu mengupas kulitnya sampai merobek dagingnya tetapi ia tidak akan berhenti sampai melancarkan satu serangan yang berhasil melukainya.


Magnus terus melancarkan beberapa pukulan melalui kedua tinjunya yang terus melepaskan tembakan dorongan, Shinobu berada di mode pertahanan dimana kedua lengannya berhasil menciptakan perisai yang sudah hancur ketika ia berada di jarak tiga meter di hadapannya.


"HAAARRGGGHHH!!!" Magnus langsung melepaskan pukulan yang mengandung dorongan besar sampai melempar Shinobu menuju planet yang berdekatan dengan Jupiter.


Keempat gadis itu kalah begitu saja tanpa perlawanan apapun, mereka hanya bisa merasakan kesakitan dalam umur kecil seperti itu tetapi jiwa Legenda mereka tidak akan mati sampai menyebabkan mereka untuk bangkit kembali.


"Kekuatanku...!!! Kekuatanku adalah...!!! MAKSIMUM!!!" Aura Magnus bertambah semakin besar sampai menyebabkan dorongan besar di sekelilingnya.


Mereka semua mulai mengepung Magnus lalu menyerang dirinya secara bersamaan tetapi Magnus hanya bisa menghindari semua serangan itu untuk memberikan mereka kesempatan lagi.


"HAAAAAHHHH!!!" Magnus mendorong mundur Koizumi dan Shinobu dengan menghantam leher mereka lalu ia menerima sebuah serangan jarak jauh dari Ako dan Konomi.


BAAAAAMMMMM!!!


Koizumi langsung menyerang Magnus dari atas tetapi Magnus melakukan satu putaran yang dicampur dengan satu tendangan ke arah perut Koizumi sampai ia terpental keluar angkasa.


Magnus melesat maju ke arah Konomi dan Ako yang terus menyerang dari jarak jauh, ia mendorong leher mereka menggunakan kedua pergelangan tangan yang menjatuhkan mereka menuju atas daratan.


Setelah itu, ia mendarat di atas tanah untuk menendang perut Koizumi lalu melancarkan satu pukulan yang melepaskan dorongan sampai membawa dirinya keluar angkasa lagi.


Magnus menangkap peluru energi yang dilepaskan melalui Railgun Konomi lalu ia melemparnya ke arah Ako sampai menghempas dirinya ke belakang, setelah itu ia menghantam wajah Shinobu sampai mendorongnya ke belakang.


Shinobu menunjuk ke depan menggunakan kedua tapaknya, "Shining---"


Magnus langsung memegang kepala Shinobu dan mengangkat tubuhnya ke atas, "Mau pelukan...?"


Shinobu melepaskan cahaya yang berhasil membutakan Magnus lagi tetapi ia kali ini berhasil menyerang Shinobu ketika tidak bisa melihat apapun, ia langsung terdorong ke belakang dan terjatuh di atas tanah.


Magnus langsung mendarat di atas tanah, melihat semua gadis kecil itu tidak bisa melanjutkan pertarungan mereka karena terlalu lemah sampai tubuh mereka terus terasa nyeri karena luka yang diterima.


"Kakak..." Shinobu memanggil Koizumi.


"Apa..."


"...dia sangat kuat kuat..."


Magnus menggerakkan kedua kakinya untuk mendekati mereka, "Bertarung lagi---"


Magnus melihat seseorang muncul tepat di hadapannya, "Mmmm?!"


Koizumi melihat seseorang yang muncul di hadapannya adalah Hinoka yang langsung melancarkan satu pukulan yang mengenai dadanya sampai pukulan Hinoka sempat mengeluarkan suara benda yang terdengar pecah.


CRACKKK!!!


"HMMMMM!?!?!"


"HAAAHHHHH!!!" Hinoka langsung memukul Magnus sampai ke atas sehingga dadanya memancarkan cahaya Crimson.


"Bom..."


"...ledakan!" Hinoka menjentikkan jarinya.

__ADS_1


BAAAAAMMMMM!!!


__ADS_2