
Arata memikirkan kembali pertarungan-nya ketika mencoba untuk melawan Kou, ia tanpa sengaja baru saja membuat dirinya pusing dan itu sudah pasti mempengaruhi fisiknya yang lemah, ia hanya bisa berharap bahwa suatu saat nanti Kou bisa mendapatkan fisik yang normal dan menggunakan kekuatan itu untuk melindungi kedamaian Touriverse. Arata menghampiri Hana dan Rokuro, ia mengijinkan mereka berdua untuk pergi menuju wilayah waktu demi menyelamatkan Haruka.
Okaho melihat Kou yang sedang memegang kepalanya, ia segera menghampiri dirinya lalu meraba kening-nya, Okaho sontak kaget ketika suhu tubuh Kou kembali naik, mungkin dia terlalu banyak bertarung hari ini sehingga ia menggendong Kou agar lalu menempelkan sebuah perban dingin di kening-nya agar suhu tubuhnya bisa turun, "Kou, tidur dulu ya... kita pergi besok atau dua hari dari sekarang mungkin."
Kou mengangguk lalu ia memejamkan kedua matanya, ternyata pertarungan Kou melawan Arata benar-benar membuat Kou kelelahan, mungkin itu semua karena faktor kecepatan dan kekuatan yang dimiliki Arata benar-benar besar dan hebat, semoga saja suatu saat nanti tubuh dan pikirannya dapat beradaptasi dalam pertarungan yang panjang. Suhu tubuh Kou kembali semula sekarang ketika ia beristirahat sebentar, ia mulai membawa dirinya kembali masuk ke dalam restoran.
"Kamu benar-benar Kakak yang baik ya, Okaho." Ophilia terkekeh.
"Tidak juga... aku hanya melakukannya demi Kou saja, tidak untuk siapapun." Jawab Okaho.
"Seharusnya kamu juga ingin diperlakukan seperti itu, Rokuro... ketika kamu sakit, aku akan menggendongmu ya." Kata Hana sambil tertawa.
"Tidak! Tidak untuk seumur hidup!" Jawab Rokuro.
Arata terkekeh mendengar percakapan anak-anaknya sehingga ia mulai berlutut lalu mengusap kepala mereka dan memberi mereka motivasi untuk menjadi seorang Legenda yang bermakna suatu saat nanti karena ancaman Touriverse semakin lama bisa saja semakin berbahaya dan kuat, ia juga membutuhkan kekuatan dari anak-anaknya karena orang tua suatu saat nanti harus pensiun dan menikmati kehidupannya dengan beristirahat tetapi Arata masih belum berpikir untuk pensiun melainkan ia masih ingin terus bertarung.
"Aku mengijinkan kalian berdua untuk pergi, dengan syarat... kalian harus kembali dengan selamat dan menceritakan semuanya kepadaku. Aku mempercayai kalian, nak, karena suatu saat nanti... kalian pasti akan membuatku bangga." Kata Arata, Hana memeluk Arata erat dan Rokuro hanya diam sambil menyilangkan kedua lengannya. Mereka setidaknya mendapatkan dorongan untuk bertambah kuat dan layak, mereka sudah pasti akan berusaha keras di wilayah waktu itu.
Mereka masuk ke dalam restoran karena Arata akan membuat sebuah jus dingin di cuaca panas seperti ini, Okaho langsung sadar ketika Kou merasa pusing dan suhu tubuhnya bisa naik seperti itu, cuaca panas juga adalah kelemahan dirinya karena dia setengah ras Astral yang tidak bisa menahan matahari, "Kou... seharusnya kamu memberitahu Kakak jika kamu ingin mengubah cuaca-nya menjadi sejuk." Kata Okaho.
__ADS_1
Kou mengeluarkan sebuah layar yang memiliki tulisan, 'Cuaca panas seperti ini penting untuk mereka yang sedang melakukan aktivitas, bunga dan tanaman serta hewan juga membutuhkan cuaca panas seperti ini... tidak apa, aku baik-baik saja jika beristirahat sebentar dan menerima perban dingin ini.'
Okaho menempati dirinya di atas lantai dan sekarang Kou terlihat lebih sehat dan bugar dari sebelumnya, ia sudah siap untuk melawan siapapun tetapi ia akan mencoba untuk tidak memaksakan dirinya sendiri sama halnya ketika ia bertarung melawan Arata, Hana dan Rokuro sudah mendapatkan izin dari Arata itu artinya mereka bisa melanjutkan perjalanan mereka untuk bertemu dengan Shira.
Mereka menghabiskan gelas jus mereka lalu berpamitan dengan Arata dan Ophilia, Arata memberi beberapa motivasi dan dorongan kepada anaknya sedangkan Ophilia hanya memberikan beberapa pelukan dan ciuman karena ia pasti akan merindukan kedua anaknya, semoga mereka bisa pulang dengan selamat dan meraih kedamaian itu untuk Touriverse.
"Aku bangga kepada kalian, nak... semoga kalian pulang dengan selamat ya~ Tunjukkan seluruh kemampuan dan kekuatan yang masih bersembunyi di dalam diri kalian." Kata Ophilia, mereka mengangguk lalu berpamitan untuk terakhir kalinya kepada orang tuannya dan pergi meninggalkan restoran itu untuk mengunjungi tempat selanjutnya yaitu rumah Shira karena Shira baru saja menghubungi Okaho beberapa menit yang lalu.
Beberapa menit kemudian, perjalanan mereka berjalan cukup cepat karena rumah Shira tidak jauh dengan lokasi restoran milik Arata. Shira merasakan keberadaan mereka dan ia langsung keluar melewati jendela dan menyambut mereka dengan sapaan hangat, ia segera menatap Kou lalu mengangkat tubuhnya untuk melakukan beberapa pemeriksaan, "Apa ini gadis yang akan menggantikan Korrina?"
"Bukan menggantikan, Papa... tetapi meneruskan, nya!" Kata Minami, "Jangan menggendong Kou seperti itu, kau membuatku cemburu, nya!"
"Ahh... maaf, sepertinya rasa penasaranku sudah menginjak tingkat paling atas ketika mengetahui soal kemampuan yang berkaitan dengan pikiran. Sebelum kita memulai latih tanding itu, aku ingin kau mencontohkan satu saja kemampuan pikiran itu, Kou." Kata Shira, Kou mengangguk lalu ia tersenyum sehingga Shira mulai memiliki beberapa pemikiran untuk bergerak dan itu muncul tanpa disadari dirinya.
"Apakah mau memulainya sekarang, Shira? Kau bilang besok tetapi kau menghubungi diriku untuk bertanding sekarang---"
"Aku membutuhkan bantuan, kita tunda pertarungan itu karena Megumi sudah tidak bisa berdiri, anak yang sedang ia kandung akan keluar sebentar lagi." Apa yang baru saja Shira katakan membuat mereka semua terkejut lalu dengan bersamaan mereka mengatakan 'Selamat!'
Bantuan yang dimaksud oleh Shira sepertinya Okaho harus menyuruh dokter Comi's Corporation untuk membantu Megumi melahirkan anak keduanya. Minami bergegas masuk ke dalam kamar Megumi dimana ia melihat Megumi sedang menahan rasa sakit karena putri yang berada di dalam perutnya terus mendorong karena ia sudah tidak tahan di dalam sana.
__ADS_1
"Mama! Bertahan lah, bantuan akan datang!" Kata Minami sambil menggenggam tangan Megumi, Shira bersama yang lainnya mulai melihat dari luar karena mereka tidak ingin suhu ruangan Megumi bertambah semakin panas. Okaho menghampiri Shira dan memberitahu dirinya bahwa dokter dan suster yang ia hubungi saat ini sedang sibuk mengurus beberapa pasien jadi ia akan melakukannya sendiri.
"Tunggu, apakah kau yakin bisa membantu Megumi?!" Tanya Shira.
"Terlalu lama berdagang sepertinya membuat dirimu melupakan kekuatanku ya, Shira. Aku dapat mengubah realita, aku mencoba sebisa mungkin untuk membuat Megumi tidak merasakan kesakitan ketika melahirkan seorang putra, mari kita mulai." Okaho berubah menjadi wujud dewasanya lalu ia menghampiri Megumi dan memejamkan kedua matanya selagi meraba perut Megumi.
"Aku serahkan semuanya kepadamu, Okaho... semoga kamu bisa membantu diriku melahirkan seorang putra yang sehat." Kata Megumi, ia memejamkan kedua matanya karena merasa sangat ketakutan. Okaho mulai mengatakan sebuah perkataan yang terdengar tidak jelas, mungkin ia mengatakan sesuatu yang bersangkutan dengan bahasa kuno sampai Kou sendiri bisa mengerti apa yang coba ia katakan.
Sebuah mantra untuk melahirkan seorang anak tanpa harus merasakan kesakitan, dengan mengubah beberapa realita, Megumi hanya diam karena Okaho menyuruh dirinya untuk tetap tenang dan mendorong keluar putra yang berada di dalam perutnya. Tidak menghabiskan waktu yang cukup lama karena lima menit kemudian Okaho menarik keluar putra Shira dan ia terlihat persis seperti dirinya karena satu helai rambut emasnya itu.
Bayi itu mulai menangis dan tangisannya membuat semua orang terkejut karena Okaho berhasil membantu Megumi untuk melahirkan putranya, Megumi merasa sangat senang ketika putranya lahir dengan sehat. Okaho memberikan putranya kepada Megumi dan ia langsung menggendong nya, Okaho memberitahu Shira untuk segera masuk ke dalam ruangan dan menyambut kelahiran putranya yang sehat.
"Megumi, kamu baik-baik saja?!" Tanya Shira.
"Hm! Lihat, Shira... dia memiliki satu helai rambut emas, imut sekali...!" Megumi menunjukkan bayi itu kepada Shira dan Shira langsung tersenyum lebar sampai air mata turun dari kedua matanya karena ia akhirnya memiliki seorang putra yang bisa saja meneruskan dirinya di masa depan nanti, Minami masuk ke dalam ruangan lalu ia melihat adiknya yang terlihat sangat imut walaupun ia seorang pria.
"Walaupun proses hamilnya lama tetapi dia memiliki ekor dan telinga kucing loh..." Kata Megumi, ia menunjukkan telinga dan kuping kucing itu sehingga Shira merasa lebih senang, setidaknya putra barunya akan mendapatkan kekuatan dan kemampuan Neko Legenda yang masih tersembunyi dan misterius.
"Sekarang bagian dirimu untuk menamakan anak kita, Shira... kamu memiliki ide?"
__ADS_1
"Hm! Tentu saja, aku sudah memilikinya sejak dulu sekali, jika seorang putra maka aku akan menamainya dengan nama yang pantas dengan marga kita..."
"...Shiratori Shuan."