Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 373 - Apa yang dapat Waktu lakukan?


__ADS_3

Iris mata Honoka memancarkan warna merah tua dan ia sudah sepenuhnya siap untuk bertarung satu lawan satu melawan Kuharu, ia juga memperingati Kou untuk tetap diam dan beristirahat karena ia tidak ingin penyakit Kou kembali kambuh. Awalnya Honoka dan Kou tiba di Realm of Time terlebih dahulu karena tugas mereka selesai, melihat kubus hitam yang berubah menjadi hitam membuat Kou sadar bahwa Kuharu melakukan sesuatu.


Kou bisa membaca pikiran dan suasana beberapa menit ke belakang dan ia tahu bahwa Kuharu sedang berada di dalam kubus waktu prediksi masa depan dimana kelompok Asriel berada. Kesempatan itulah mereka merencanakan sebuah rencana tetapi hanya Kou saja yang merancang-nya dengan menggunakan kemampuan dari The Mind dimana pikiran mereka tiba-tiba mengetahui sesuatu yang baru berkat bantuan dari Kou.


Satu-satunya cara untuk menghentikan Kuharu hanya dengan mengandalkan realita dan bahkan melepaskan Minami dari jam pasir dimana ia tersiksa dan menderita di dalam jam pasir itu tentunya. Hana menyadari rencana baru ketika ia mencoba untuk memulihkan dirinya, selama ini Honoka dan Kou menyembunyikan keberadaan mereka untuk mempelajari Kuharu dan sepertinya mereka sudah mendapatkan banyak informasi karena Kou membaca seluruh riwayat pikiran Kuharu dan menemukan cara untuk menghentikan dirinya.


Rokuro sengaja menyerap seluruh kekuatan waktu itu dan ia juga mengarahkan seluruh serangannya ke arah kening-nya agar ia bisa menghancurkan jam pasir itu dan membebaskan Minami yang tersiksa di dalam sana. Sekarang rencana ini memiliki beberapa kesempatan untuk berhasil karena realita memiliki kekuatan dan kemampuan yang dapat melawan balik waktu, Honoka hanya perlu menggunakannya dalam waktu yang tepat menggunakan [Counter-Reality].


Kuharu melancarkan beberapa serangan tetapi serangan itu tertahan menggunakan kedua tangan Honoka dengan mudah, ia melemparnya ke atas dan mencoba untuk menghantam keningnya tetapi Kuharu menghindari serangan itu dengan melompat waktu lalu tiba tepat di belakang Honoka sehingga Honoka menyambut lompatan waktu itu dengan menghantam wajah Kuharu. Honoka melancarkan beberapa serangan yang terarah kepada keningnya tetapi Kuharu menahan semua serangan itu dengan melambatkan waktu.


"Counter... Reality..." Ucap Honoka pelan sehingga efek dari melambatkan waktu itu jadi terbalik, serangan itu tidak menjadi lambat melainkan bertambah cepat karena kemampuan realita yang mengubah suatu efek atau kemampuan menjadi terbalik. Kuharu terdesak dan ia melompat waktu lalu mencoba untuk menyerang Honoka dari belakang, Honoka berhasil menghindar dan ia melancarkan satu serangan ke arah keningnya itu.


Kuharu menghentikan waktu dan menghindari serangan itu, Honoka mengerutkan dahinya karena Kuharu benar-benar tidak memiliki batasan apapun dalam menghentikan waktu dan melompati waktu. Kuharu mulai mendekati Honoka dan Honoka langsung berbalik arah untuk menghantam Kuharu yang sedang menggunakan ilusi dan penghentian waktu, serangan Honoka mengejutkan Kuharu karena sihir realita benar-benar musuh abadi untuk waktu sendiri.

__ADS_1


"Jika kau terus melakukan sesuatu yang menyebalkan maka aku akan menambahkan semua kemampuan itu jadi lebih menyebalkan sampai membuat dirimu menangis...!!!" Seru Kuharu keras sehingga ia melompati waktu beberapa kali tetapi masih terkena serangan yang mengenai wajahnya, Kuharu menghentikan waktu dan mencoba untuk menendang perut Honoka tetapi ia dapat bergerak bebas dengan melompat ke atas lalu berputar seperti angin topan dan menendang wajah Kuharu sampai kepalanya terkena banting dengan daratan.


"Aku sendiri tidak bisa mengalahkan dirimu... aku mengakui itu tetapi aku mengenal seseorang, seseorang yang sudah kau rusak bahkan sampai membuat dirinya menderita di dalam sana!" Kuharu merapatkan giginya lalu mengerutkan dahinya, ia mulai menggunakan lompatan waktu beberapa kali tetapi setiap serangan yang ia lakukan berhasil dihindari oleh Honoka sehingga ia berhasil mengenai beberapa serangan kepada Kuharu.


Honoka menembak lompatan waktu selanjutnya dimana ia mengulurkan lengan kanannya ke depan dan berhasil mencekik leher Kuharu, ia melesat ke atas lalu mencoba untuk membanting dirinya di atas daratan tetapi Kuharu berhasil melarikan diri dengan menggunakan lompatan waktu, "Sihir ilusi... waktu... gunakan semuanya, aku hanya akan mengulur waktu. Bukannya kata-kataku terdengar ironis, Kuharu?"


"Ck...!!! Brengsek kau...!!! Benar-benar sampah...!!! Seharusnya aku ikut menghapus dirimu juga...!!!" Kuharu menggunakan kemampuan untuk menghentikan dan melompati waktu sekarang tetapi semua serangan yang ia lakukan selalu gagal dan Honoka-lah yang berhasil untuk mengenai serangan kepada dirinya lagi dan lagi sehingga jarum jam di keningnya mulai bertambah retak dan Honoka memiliki waktu yang terbatas karena kedua jam pasir-nya itu.


Kuharu terus menggunakan cara yang sama sehingga Honoka muak melihatnya, ia menghantam wajah Kuharu menggunakan keningnya sampai ia terlempar ke belakang, "Kenapa kau terus mengulang kemampuan yang tidak mempan kepadaku? Lebih baik menyerah saja sebelum kau menyebabkan keseimbangan dari waktu bertambah tidak stabil, Realm of Time tidak akan menahan semua kemampuan waktu yang kau gunakan, bodoh."


"HARRGGHHH!!!" Kuharu mengeluarkan beberapa letusan Crimson tetapi Honoka memejamkan matanya sehingga mengubah semua letusan itu menjadi hembusan udara yang membuat dirinya bertambah sejuk, ketika Honoka mencoba untuk bergerak itu terlalu lambat karena Kuharu berhasil mengenai satu serangan fatal yang mengenai jantungnya itu, "Ahaggghhh...!!!" Serangan fatal itu berhasil Honoka ubah menjadi darah sehingga ia bukannya terluka melainkan mendapatkan tambahan darah.


"Aku tidak berniat untuk menghentikan-mu... aku akan mencoba untuk memasukkan dirimu ke dalam jam pasir agar kau bisa merasakan takdir yang sama dengan Minami!" Jam pasir yang berputar di punggung Kuharu mulai memasukkan Honoka tetapi Honoka masih memiliki tubuh aslinya dan ia mencoba untuk menahan semua efek itu dengan mengubahnya menjadi sesuatu yang positif, ia mengerahkan seluruh kekuatannya untuk bertahan dari sihir ruangan waktu yang sangat berbahaya itu.

__ADS_1


"Kau tidak akan bisa bebas, Honoka. Bahkan jika kau terus melawan maka kau hanya akan menghabiskan banyak waktu untuk kehidupanmu sendiri...!" Kuharu tersenyum jahat lalu ia mengepalkan kedua tinjunya untuk mengecilkan jam pasir itu tetapi Honoka terlihat sangat tenang, ekspresi-nya tidak berubah sama sekali karena ia mencoba untuk tetap tenang dan fokus terhadap sihir air milik Hana yang bergenang secara pelan-pelan.


Kuharu menghentikan waktu untuk genangan air itu ditambah lagi ia melepaskan penghentian waktu yang besar untuk mereka semua, yang terpengaruh mereka dan Kou masih bisa bergerak. Kou ingin sekali melakukan sesuatu tetapi Honoka memberitahu dirinya melalui sihir telepati bahwa semua rencana sudah berjalan sampai titik akhir, "SEKARANG, HONOKA!!! APAKAH REALITAMU BISA MENGHENTIKAN BENDA MUTLAK DARI JAM PASIR!?"


Kuharu melancarkan satu serangan ke arah jam pasir itu, ia mencoba untuk menghancurkan-nya. Honoka tersenyum lalu ia menggunakan sihir realita untuk memindahkan kedua jam pasir yang berbeda, jam pasir yang menempel di kening Kuharu mulai berubah menjadi jam pasir milik Honoka sehingga ia tanpa disadari menghancurkan jam pasir dimana Minami berada. Satu pukulan sudah cukup untuk membuat kaca itu retak sampai cahaya emas terlepas keluar dari dalam kaca itu, cahaya yang tidak bisa dilihat oleh mereka semua.


Jam pasir yang melayang tepat di hadapan Kuharu hancur menjadi kepingan kecil, "KAU SUDAH MATI SEKARANG, HONOKA!!! TERJEBAK SELAMA-LAMANYA DI DALAM WAKTU...!!!" Seru Kuharu keras sehingga ia mulai tertawa terbahak-bahak dan tawa itu mulai ditambah dengan Honoka yang ikut tertawa juga.


"Ahahaha! Kau menyerang sasaran yang salah, Kuharu." Honoka masih bisa menahan dirinya untuk bertahan di dalam jam pasir itu, Kuharu melebarkan matanya dan jantungnya mulai berdetak cepat ketika ia mendengar suara Honoka, "Sihir realita-ku juga dapat memindahkan benda yang sama dengan mudah, sepertinya... kau menghancurkan kadang hewan buas loh, bersiap-siaplah untuk bermain dengan dirinya."


Mengetahui Kuharu baru saja menghancurkan jam pasir dimana Minami berada itu sudah cukup untuk membuat Kuharu merinding dan ketakutan, ia merasakan hawa membunuh yang besar dan tekanan besar entah darimana. Keberadaan Minami tidak bisa ia rasakan dan ia mencoba untuk berpitar positif, Kou bisa mengetahui posisi dimana melalui pikiran dan ia menggunakan kekuatannya itu untuk menghapuskan semua mental Minami yang sudah rusak jadi ia tidak akan menjadi gila.


Satu-satunya pikiran yang tidak Kou hapus hanyalah rasa benci dan ingatan terhadap kematian yang ia rasakan, cahaya yang keluar dari dalam jam pasir itu mulai menampakkan diri dan membentuk kembali Minami dengan tatapan yang terlihat sangat mengerikan dan mematikan. Iris mata yang berubah menjadi warna merah dan memancarkan sinar merah, Kuharu mengetahui keberadaannya yang berada tepat di belakang dirinya. Keringat mengalir deras di sekitar tubuhnya, "Honoka... aku membenci kau..."

__ADS_1


Minami menepuk punggung Kuharu dengan sangat keras, "Woi... *******... ****... anjing... brengsek... keparat... sialan... ******... *****... monyet... sampah... kotoran... biadab... entah sebutan apa itu... semuanya pantas untuk dirimu..."


"...aku, Shiratori Minami, akan memberikan dirimu hukuman yang setimpal."


__ADS_2