
"Kou..."
"Kou..."
"Kou..."
Kou melebarkan matanya ketika mendengar suara lembut di ruangan operasi itu, pandangan hanya bisa melihat keputihan dengan aroma yang begitu wangi bahkan suhu udaranya terasa begitu nyaman bagi dirinya. Kou sadar bahwa tubuhnya saat ini bangkit dengan sendirinya tanpa dikendalikan oleh dirinya, ia melihat sekeliling dan tidak ada yang bisa ia lihat kecuali keputihan yang membuat matanya terasa begitu segar, seperti ia melihat matahari yang baru saja terbit.
Ruangan putih ini mengingatkan dirinya kepada surga, surga yang selalu ia lihat dan bayangkan menggunakan kekuatan pikirannya atau karena ia berharap bahwa penderitaannya bisa berakhir dengan cepat agar ia bisa hidup dengan tenang di dalam surga tetapi dirinya masih belum ingin pergi sebelum merasakan kepuasan besar bersama kedua kakaknya, teman-temannya, dan bahkan Shuan. Kou hanya bisa berdiri lalu menatap daratan yang ia injak itu terasa begitu dingin, ia bisa melihat dirinya sendiri karena daratan itu sebenarnya adalah air yang begitu jernih bahkan mampu melakukan refleksi terhadap dirinya sendiri.
"...Ini." Kou melebarkan matanya ketika ia bisa berbicara di dalam ruangan itu, ia mulai menyentuh lehernya dan mencoba untuk mengatakan beberapa kata ternyata sangat mudah, tidak seperti biasanya dimana ia sangat sulit untuk mengeluarkan sedikit suara dan perkataan. Kou mencoba untuk bergerak ke depan tetapi ia terjatuh sampai ia menatap dirinya sendiri di air yang jernih, itu memperlihatkan tubuhnya yang dipenuhi dengan garis merah bermotif bunga.
"Kenapa... kenapa... rasanya... rasanya... masih... masih... terasa... terasa... menyakitkan... menyakitkan..." Ketika ia mencoba untuk berbicara, suaranya mulai menggema di ruangan itu, melihat garis yang memenuhi tubuhnya membuat dirinya merasa sedih karena tidak ingin merepotkan semua orang yang mengenal dirinya, ia ingin sekali menahan penyakit itu untuk dirinya sendiri bahkan ingin merasakan perasaan untuk memiliki kekuatan dan Lenergy seperti saudaranya agar dapat menahan kutukan tersebut.
"Kou..." Kou merasakan sebuah sentuhan telapak tangan yang menutup kedua telinganya, telapak tangan yang menutup telinga mampu memberi dirinya pendengaran dan bahkan telapak tangan emas itu mulai menutup kedua mata Kou sehingga ia bisa melihat ruangan keputihan itu lebih baik lagi, Kou mencoba untuk menggenggam tangan emas itu dan ternyata berhasil sehingga keemasan yang ia lihat mulai mengupas, menunjukkan kulit putih yang begitu mulus.
Mendengar suaranya membuat dirinya merasa sangat bersedih, air mata mengalir deras melalui kedua matanya karena tidak bisa menahannya lebih lanjut lagi, rasa rindu dan rasa kasih sayang yang belum ia dapatkan... masih belum cukup untuk seseorang yang telah merawat dirinya dari kecil sampai berumur 4 tahun, setelahnya orang itu hanya mementingkan urusannya walaupun itu adalah hal yang biasa ia lakukan demi ketiga anaknya.
"Ma... Mama..." Korrina memeluk Kou dari belakang lalu ia mengusap pipinya dengan pipinya, membuat Kou merasa nyaman bahkan apa yang ia rasakan benar-benar surga yang ia inginkan, kemungkinan besar kehidupannya sudah berakhir sekarang juga karena bisa melihat surga dengan jelas bahkan Korrina yang begitu bersinar, seperti bidadari yang akan terus menemani dirinya.
"Maaf ya... Mama masih belum bisa pulang, urusan... urusan untuk melindungi kalian dari atas sana, lagi pula Kou bisa merasakan kedamaian ini dengan tenang bukan? Walaupun Mama mengetahui penderitaanmu tentang penyakit dan kutukan yang selalu menyerang fisikmu yang lemah..."
"...Kou kecilku. Selama ini apa yang kamu inginkan...? Biarkan Mama mendengarkannya sebelum surga yang kamu lihat dan rasakan ini berakhir? The Mind yang kau miliki dapat membuat semuanya menjadi kenyataan sepertinya, potensi yang tidak begitu jelas bahkan Mama sendiri tidak mengerti... apa yang Kou dapat lakukan dengan The Mind?" Korrina mengelus kepala Kou pelan-pelan sampai ia menangis.
__ADS_1
"Aku menginginkan Mama... aku merindukan Mama... aku menyesal tidak bisa menghabiskan waktu lebih lama lagi, setidaknya... kembali... tetaplah bersamaku..."
"Tidak bisa..."
"Kenapa...?"
"Jika Mama kembali maka sesuatu yang buruk akan terjadi untuk kalian, melindungi kalian adalah prioritas utamaku bahkan kalian sudah memiliki pelindung itu sendiri, dimanapun kalian pergi... Mama akan selalu mengawasi kalian dari segala arah termasuk dirimu Kou, kamu memiliki Kouko... arwah yang bisa dibilang sebagai kutukan Eternalmu, arwah yang menemani dirimu dan bahkan bisa berubah wujud menjadi diriku... kamu tidak bisa melihatnya tetapi mereka bisa, menakuti mereka karena kamu memiliki pelindung dari surga..."
Korrina maju ke depan dan menunjukkan penampilan dirinya yang terbuat dari cahaya, membuat Kou terkejut karena suasana yang ia rasakan benar-benar surga, surga dalam segi keturunan Comi yang pernah ia ceritakan sebelumnya. Mereka yang menggapai surga dapat melihat apapun dan menginginkan apapun di dalam sana terutama Kou, dengan The Mind ia dapat memasuki surga dengan mudah tetapi tidak bisa mendapatkan kekuatan yang tertera di dalamnya, surga ini adalah tempat yang cukup nyaman untuknya karena semua penderitaan itu menghilang seketika.
Korrina perlahan-lahan melayang ke atas lalu menatap Kou dengan tatapan yang terlihat bangga karena ia masih memiliki semangat untuk hidup bahkan sampai menemukan seseorang yang ia menerima apa adanya dan melindunginya dari dekat, Kou masih menangis karena ia tidak menyangka dapat melakukannya, memindahkan dirinya bersama pikiran aslinya ke dalam surga hanya untuk melihat Korrina, waktunya sudah hampir habis ketika melihat Korrina dengan keemasan yang menyelimuti tubuhnya perlahan-lahan melayang ke atas untuk pergi.
"Aku sisakan selanjutnya kepadamu, Kou... terutama kedua kakakmu yang sudah mau menjaga dirimu dengan baik dan penuh kasih sayang..." Korrina tersenyum bangga.
"Kou... Mama ingin sekali menghabiskan waktu terakhirku bersama kalian, menghabiskan waktu seperti keluarga yang damai tanpa harus mengurusi masalah apapun. Mengetahui informasi penting dari Nenekmu, Mama sadar bahwa bahaya menantikan Touriverse dalam waktu yang lama... lebih baik untuk mencegahnya terlebih dahulu sebelum semuanya terlambat..."
"...ketika aku meninggalkan kalian semua, meninggalkan Touriverse sejauh mungkin. Keberadaan kita sebagai keturunan Comi bisa dibilang sebagai kutukan... pembawa masalah, lebih baik kita mengubahnya... mengubah takdir agar kita tidak bisa dipanggil sebagai kutukan yang merugikan melainkan kutukan yang menguntungkan. Terima kasih, Kou... terima kasih karena sudah mau terus bertahan hidup tanpa Mama..."
"...tidak ada salahnya membenci Mama karena selama ini aku adalah orang tua yang buruk." Korrina meneteskan air mata yang berubah menjadi partikel emas, partikel itu memunculkan beberapa air terjun untuk memperluas ruangan itu menjadi lebih baik, seperti surga yang begitu indah bahkan Kou tidak bisa mempercayai apa yang ia lihat sekarang. Perkataan yang keluar dari mulut Korrina seperti menandakan sesuatu tetapi ia tidak mengerti, surga yang ia masuki pasti memiliki hal positif yang dinantikan untuk masa depan.
"Ini adalah kebahagian yang benar... semua ini memang harus terjadi seperti ini, sudah takdir, tidak perlu khawatir. Aku akan pulang... untuk sekarang, Mama ingin kalian hidup selamanya sampai Mama pulang." Korrina tersenyum, ia perlahan-lahan melayang ke atas langit yang begitu cerah, kecerahan yang menyinari dunia itu bahkan tubuhnya sendiri, ketika tubuhnya bersinar ia sadar bahwa Korrina sudah menghilang.
Kou hanya bisa diam lalu bangkit dan menunjuk ke atas, langit bertambah semakin cerah bahkan menunjukkan seluruh keturunan Comi termasuk dirinya yang sedang duduk di setiap awan emas itu, tersenyum dan merasakan kebahagian yang mereka inginkan di surga. Kou terkejut karena tidak bisa melihat Korrina, ia hanya bisa melihat dirinya bersama kedua saudaranya yang sedang duduk di atas awan emas itu tersenyum kepada dirinya.
__ADS_1
Rasa menyakitkan menyerang hatinya ketika ia tidak bisa melihat Korrina, ia hanya bisa melihat seluruh keturunannya dan itu membuat dirinya bingung karena ia melihat dirinya sendiri duduk di tengah-tengah kedua saudaranya. Awan emas itu berubah menjadi putih bahkan membentuk kembali Korrina yang mengulurkan lengan kanannya, mencoba untuk mengajak Kou ke atas dan menyemangatkan dirinya agar ia bisa menahan penyakitnya itu.
"Apa yang kamu lihat... adalah kenyataan... surga adalah takdir yang begitu indah untuk dilihat melalui pandanganmu sendiri, sebagian orang akan melihat surga seperti kesedihan dan ketakutan termasuk Mama... itulah kenapa Mama tidak dapat menggapai potensi asli dari keturunan Comi untuk menggapai surga, hanya dirimu saja, Kou... keturunan yang akan meneruskan diriku bersama dengan kedua kakakmu yang memiliki surga tetapi tidak bisa mereka lihat dan rasakan." Korrina menatap Kou dengan tatapan yang terlihat sedih, Kou hanya bisa menatap dengan tatapan yang terlihat terkejut karena tidak menyangka surga yang ia lihat bias seindah ini.
"Berkat dirimu... aku juga dapat merasakan arti dari surga yang sebenarnya, sungguh menyenangkan untuk bisa bertemu dengan seluruh keturunan bahkan nenek moyang kita yaitu Koina Comi... Kou... mari, ikut Mama agar kamu bisa merasakannya lebih lanjut lagi." Kou menggapai tangan Korrina dan tubuhnya mulai diselimuti dengan cahaya ilahi emas yang memiliki partikel biru mudah di sekitarnya bahkan iris matanya yang emas berubah menjadi warna biru muda menandakan dirinya sudah merasakan potensi surga.
Tubuhnya melepaskan cahaya emas yang membentuk awas emas, ketika Korrina membawa dirinya lebih atas lagi, ia bisa melihat seluruh keturunan Comi di sisinya bahkan Honoka dan Haruka berada dekat di sisinya selagi tersenyum, kedua iris mata mereka juga berubah menjadi warna biru muda. Korrina menatap ketiga anaknya lalu ia tersenyum dan memberi mereka semua sebuah kecupan di kening, setelah itu mereka mendapatkan semua pelukan hangat yang mempengaruhi tubuh asli mereka semua.
"... ...!!!" Honoka melebarkan matanya ketika tubuhnya tiba-tiba melepaskan cahaya emas secara tiba-tiba, tubuhnya terasa kaku bahkan tidak bisa digerakkan sedikitpun, ia ingin menjerit tetapi tidak bisa karena mulutnya terasa tertutup rapat. Ia juga bisa melihat Kou melepaskan cahaya yang sama tetapi ia terlihat begitu tenang, ia tersenyum di tidurnya sampai mengejutkan Honoka ketika ia melihat detak jantung Kou berhenti seketika.
"... ..." Kedua iris matanya yang berwarna merah tua berubah menjadi biru muda, menandakan surga yang Kou lihat karena pikirannya bersatu dengan pikiran saudaranya sendiri, menyebabkan mereka merasakan surga itu yang langsung mempengaruhi tubuh mereka semua. Detak jantung Honoka berhenti seketika lalu ia terjatuh di atas lantai dan bahkan Rokuro yang sedang bersama Haruka terkejut ketika ia ikut terjatuh, meninggalkan cahaya emas yang menyentuh tubuh Rokuro.
Alam sadar Haruka, Honoka, dan Kou terbawa menuju surga oleh Korrina yang menunggu mereka di atas langit yang begitu emas, mereka hanya bisa melihat keindahan di sekitar mereka bahkan tidak ada satupun pertanyaan yang keluar melalui mulut mereka karena saking terkejut-nya untuk bisa melihat Korrina dan surga yang pernah diceritakan oleh dirinya. Arwah mereka sementara dicabut untuk mengunjungi surga, hal itu dapat dilakukan karena kekuatan pikiran Kou yang begitu kuat sampai mengubah semua imajinasi dan apapun itu menjadi kenyataan.
"Keberadaan kita semua muncul karena sebuah takdir yang begitu menyakitkan, kutukan dari takdir dan takdir dari kutukan..." Kata Korrina.
""Mama... sebenarnya... ini dimana...?"
"semua yang kalian lihat dan akan rasakan dalam waktu yang dekat, arwah kalian... yang akan disucikan oleh surga itu sendiri berkat kekuatan pikiran dari Kou yang membagikan seluruh pikirannya kepada kalian, ini adalah potensi asli dari Comi, sesuatu yang harus kalian banggakan karena bisa menggapai-nya..." Korrina tersenyum bangga kepada anak-anaknya.
"...arwah kalian akan merasakan kesucian yang begitu besar, kekuatan yang kalian dapat gapai dari surga itu. Ya, melihat proses terjadinya saja sudah membuat Mama bangga karena harapan besar menunggu kalian... Mama bisa melaksanakan tugas untuk melindungi kalian lebih tenang sekarang karena kalian sudah menggapai..."
"...Heaven."
__ADS_1