Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 189 - Pertemuan yang Tidak Terduga


__ADS_3

Rokuro pergi meninggalkan akademi itu untuk berlatih di suatu tempat yang cukup aman karena dia ingin sekali berlatih di sebuah tempat dimana tidak ada satupun orang yang melihat-nya dan mengganggu-nya. Tanpa disadari oleh dirinya, Haruka mengikuti dirinya dari belakang sambil menunjukkan ekspresi yang terlihat penasaran.


"Kenapa kau datang mengikuti-ku...?" Rokuro melirik ke belakang dan melihat Haruka, "Jika kau ingin berlatih di tempat yang aman dan sepi maka aku juga ingin ikut dengan-mu, akan sangat merepotkan jika latihan kita dilihat oleh banyak orang 'kan?"


"Begitulah... Aku tidak mau latihan-ku diganggu oleh siapapun termasuk dirimu, Haruka. Aku lebih memilih untuk berlatih sendiri agar aku bisa terus bertambah kuat tanpa meminta bantuan siapapun." Rokuro menambahkan kecepatan terbang-nya dan Haruka sudah berada tepat di sebelah-nya karena menggunakan sihir waktu-nya.


"Apakah rekaman tentang murid yang berhasil mengalahkan semua murid dari akademi tingkat tinggi itu membuat dirimu takut...? Mereka semua dapat membuat-mu kesal dan takut, di dalam hati-mu... kau menyembunyikan rasa dimana kau tidak akan bisa menang melawan mereka semua." Kata Haruka, kedua mata-nya berubah menjadi jam dengan jarum jam yang terus berputar.


"Apa yang kau tahu dari-ku!? Aku tidak suka orang seperti-mu, kau hanya mengatakan sesuatu yang bertentangan dengan diriku---"


"Jangan berbohong, aku bisa merasakan semua perasaan makhluk hidup dengan menggunakan tatapan mata-ku saja, dua orang gadis... Apakah kau bertanya-tanya kenapa kedua gadis itu sangat kuat hingga dapat membunuh murid yang sangat baik...?"


"Apakah kau pernah bertanya-tanya, kenapa tidak ada yang mencoba untuk menghentikan mereka walaupun mereka itu berbahaya...?" Haruka mengatakan sesuatu yang terdengar cukup misterius hingga Rokuro terbang ke atas langit lalu ia melesat menuju puncak gunung yang sangat tinggi.


Haruka muncul dihadapan Rokuro dengan ekspresi yang terlihat serius, "Mereka memilih sihir ilusi yang dapat mengubah pikiran seseorang... contoh-nya seperti mengubah sudut pandang seseorang..."


"...yang aku maksud adalah kedua murid itu mampu mengubah sudut pandang seseorang yang melihat pembunuhan terhadap itu menjadi suatu hal yang sangat biasa dan dimaklumi. Bukan-nya sihir itu terdengar menyebalkan?" Tanya Haruka.


Rokuro melepaskan dorongan besar hingga rambut Haruka bergerak, dorongan itu bisa ia rasakan... hanya amarah yang bisa dirasakan dan juga rasa kesal di dalam dorongan itu, Haruka langsung menyerang Rokuro dengan melepaskan tinju yang bertubi-tubi hingga Rokuro berhasil menahan semua serangan itu menggunakan kedua tangan-nya.


"Tempat yang cukup sepi, kita bisa berlatih di tempat ini tanpa harus mengetahui apa arti dari menahan diri...!!!" Haruka dan Rokuro mulai melesat ke atas langit hingga kecepatan mereka mulai meningkat sampai berada di tingkat yang setara, mereka melepaskan pukulan dan tendangan yang sama.


Semua serangan yang mereka lakukan mampu melukai lawan mereka, Haruka menggunakan lompatan waktu tetapi Rokuro dapat menganalisis sihir waktu tingkat rendah itu hingga ia dapat menahan serangan Haruka ketika ia menggunakan sihir lompatan waktu itu, tetapi hanya beberapa sihir waktu saja yang bisa ia tahan.


Seorang gadis tersenyum ketika melihat mereka berdua sedang berlatih, mereka sepertinya mempersiapkan diri untuk mengikuti tes persaingan itu, "Rokuro, jarum jam sebelas!!!" Seru Haruka keras hingga ia melepaskan bola meteor Crimson ke arah seorang gadis yang sedang melihat mereka berdua bertarung.

__ADS_1


Baaaammmmmm....!!!!


Ledakan meteor itu yang tadi-nya memiliki asap hitam yang besar tiba-tiba menipis dan menunjukkan dua gadis yang sedang tersenyum, mereka berdua sudah sepenuh-nya siap untuk bertarung melawan Rokuro dan Haruka karena tes persaingan itu tidak ada arti-nya bagi mereka berdua.


"Ternyata kalian...!!!" Rokuro hampir saja melesat menuju arah mereka tetapi Haruka menghalang diri-nya, "Tahan dulu...!"


Rokuro mulai menatap kedua gadis itu dengan tatapan yang terlihat serius, sesuatu yang janggal bisa ia rasakan dan keberadaan mereka terasa seperti mirip seseorang tetapi ia tidak bisa mengetahui siapa itu... Haruka melebarkan mata-nya ketika menatap kedua gadis itu dalam waktu yang lama, kedua jarum jam-nya mulai berputar mundur.


"Oi...! Apakah kau melihat sesuatu...!?"


"Ti... tidak mungkin...!" Haruka menghalang mata kanan-nya.


"Senang bisa bertemu dengan kalian, para Legenda tangguh. Sepertinya besok kita akan melakukan tes persaingan ya, tetapi sayang sekali... hari ini adalah hari dimana kalian akan segera menikmati rasa kenyamanan di dalam kubur." Seorang gadis yang memiliki rambut pendek merah itu mulai berbicara.


"Kalian bisa melarikan diri dan kami bisa mengejar kalian, tidak ada cara untuk melarikan diri dari kematian mereka. Perkenalkan nama-ku adalah M dan teman satu-ku ini bernama V, dipersatukan menjadi MV!" M mulai menaikkan aura-nya hingga tubuhnya mulai terbakar dengan api berwarna hitam.


"Haruka, sudah saat-nya kau menunjukkan jati dirimu yang asli. Kau sudah tidak memiliki kesempatan apapun lagi untuk melarikan diri karena kami sudah mencegat-mu, kau akan membayar-nya karena sudah menciptakan kehancuran sebesar ini...!!!" V mulai berbicara hingga ia melesat menuju arah Haruka.


"... ..." Haruka menunjukkan ekspresi yang terlihat bersalah ketika melihat V yang mencoba untuk menyerang diri-nya.


V melototi Haruka, membuat Haruka hampir saja masuk ke dalam ruangan ilusi milik-nya... ia segera menyambut V dengan melayangkan beberapa pukulan tetapi V berhasil menahan semua serangan itu menggunakan kedua lengan-nya.


"Apakah kau melupakan diri-ku, Haruka...!? Apakah kau hidup dengan damai di dunia satu ini...!?" Kata V sambil melakukan serangan kombinasi yang mampu membuat Haruka hanya diam sambil menahan semua serangan itu, tanpa berpikir dua kali lagi Haruka mulai menyerang V dengan satu tinju dahsyat yang mampu melempar V menuju daratan.


Kekuatan yang selama ini Haruka tahan akhirnya ia keluarkan karena dia sudah tidak memiliki rasa keseganan apapun untuk menyerang seorang gadis yang ia kenal sejak dulu, V terlempar menuju permukaan tanah di sekitarnya retak dan hancur menjalar luas hingga radius hampir seratus meter.

__ADS_1


M menyaksikan hal tersebut dengan ekspresi yang terlihat biasa, ia sudah sering melihat kekuatan dan kemampuan yang dapat Haruka lakukan hingga ia sendiri tidak berniat untuk bertarung dengan Haruka karena satu-satunya yang ia incar adalah Rokuro yang saat ini sedang menyaksikan pertarungan antara Haruka dan V.


"Dia benar-benar terlihat persis seperti dirinya... Aku tidak menyangka bahwa dia akan memiliki-nya dengan cepat." Kata M hingga ia melesat menuju arah Rokuro dan Rokuro segera melepaskan beberapa kegelapan yang berbentuk duri hingga semua sihir itu langsung M bakar dengan hanya satu tatapan.


Rokuro secara mendadak muncul di hadapan M yang ekspresi mulai berubah menjadi kaget ketika menyaksikan kecepatan Rokuro yang bertambah cukup pesat karena kekuatan dosa yang ia miliki yaitu [Greed], dengan sihir kerakusan-nya... ia dapat merebut sihir api hitam milik M dan mengubah-nya menjadi sumber kecepatan dan kelincahan.


Rokuro menendang perut M hingga ia terdorong ke belakang dengan ekspresi yang tercengang, Rokuro muncul tepat di depan-nya sambil mengepalkan tinju kanan-nya... ia segera melayangkan pukulan itu ke arah kepala M tetapi gadis itu langsung menahan serangan tersebut menggunakan api hitam yang ia ciptakan menjadi sebuah perisai.


Rokuro bersama M terdorong beberapa meter ke belakang dengan ekspresi yang terlihat sama serius-nya, "Kau siapa... kenapa bisa aku merasakan sesuatu yang janggal di dalam diri-mu, dosa kerakusan-ku mendeteksi sesuatu aneh di dalam dirimu, gadis."


V melayangkan serangan bertubi-tubi kepada Haruka tetapi ia menggunakan sihir penghentian waktu hingga V melebarkan mata-nya lalu Haruka melakukan salto ke depan dan menendang wajah V hingga ia terdorong ke belakang dan mendarat di atas tanah dengan ekspresi yang terlihat kesal.


"Sihir waktu-mu sepertinya masih menyebalkan... Aku benar-benar tidak menyangka bahwa kau akan hidup damai di dunia seperti ini, Haruka." V mengusap darah di mulut-nya.


"Sebenarnya kalian ini siapa...!? Kenapa kalian mengenal Haruka!?" Tanya Rokuro yang mulai terbang mundur dari M.


"Kau tidak akan bisa mengerti... penjelasan-nya akan rumit untuk makhluk hidup seperti dirimu, kami berasal dari sebuah dimensi alternatif yang jauh, keberadaan kami bisa muncul karena kedatangan dari Haruka Comi... ditambah lagi dimensi satu ini adalah dimensi yang lebih pantas untuk hancur karena kedamaian yang pernah dirasakan!" V mulai berbicara dengan raut wajah kesal.


"Kenapa kau bisa datang ke dimensi seperti ini..."


...Virra?" Haruka mulai memanggil V dengan nama [Virra].


"Virra...?" Rokuro mulai menatap Haruka dengan ekspresi yang bingung hingga M mulai terkekeh sambil menatap wajah Rokuro yang terlihat kebingungan, "Kau terlihat bingung, anak muda..."


"Kau... Siapa kau...!? Beritahu aku nama-mu!" Seru Rokuro.

__ADS_1


"Kamu bisa memanggil-ku Mama kok karena aku bisa disebut sebagai ibu angkat-mu, salam kenal, Rokuro..."


"...namaku adalah Shimatsu Methode." Methode tersenyum.


__ADS_2