
"Aku akan memusnahkan seluruh umat Manusia!"
Perkataan Shinobu langsung mengejutkan mereka semua karena rasanya cukup langka untuk mendengar dirinya memiliki tujuan mengerikan seperti itu tanpa segan mengatakannya.
"Memusnahkan...?" Ako memasang tatapan bingung.
"Ya... tidak ada lagi umat Manusia yang waras sekarang, semuanya sudah mati sampai menyisakan mereka yang cocok untuk dibasmi sampai habis."
"Lebih baik kita memberikan perlawanan yang lebih buruk yaitu menyebabkan kepunahan untuk seluruh umat Manusia yang tidak berguna di dunia ini."
Shinobu lagi-lagi mengatakannya tanpa segan sampai membuat mereka tidak percaya apa yang baru saja dengar, cukup langka sekali tetapi Koizumi hanya bisa tersenyum dan senang dengan misi selanjutnya yang ia berikan tadi.
"Mungkin kita memang tidak harus menahan diri lagi sekarang, aku selalu siap ketika hati itu tiba, Shinobu. Kamu yakin dengan pilihan itu?" Tanya Koizumi untuk memastikan.
"Kakak... sekali kepercayaanku di sia-siakan seperti itu maka mereka akan menerima akibatnya, terutama lagi jika mereka mencoba untuk menghancurkan duniaku maka aku bersumpah pada surga aku menghancurkan mereka lebih parah lagi."
Shinobu bangkit dari atas kursi lalu ia menatap mereka semua dengan tatapan Beast sampai Koizumi bersama yang lainnya terlihat begitu kaget karena keseringan yang ia berikan kepada mereka saat ini sangat mengerikan.
"Koneko akan maju... memusnahkan mereka yang sudah menyiakan apa yang aku berikan, awalnya aku mengira umat Manusia masih bisa terselamatkan ketika pihak aliansi dan kemanusiaan itu berbeda."
"Tetapi sekarang... tidak ada untungnya untuk melindungi mereka, lebih baik melawan sebagai seorang musuh dan monster yaitu memunahkan seluruh umat Manusia tanpa menyisakan sedikit pun."
"Jangan membiarkan satu selamat karena aku ingin mereka semua mati... tanpa harus menunjukkan rasa belas kasihan lagi, kesempatan mereka yang digunakan dengan sia-sia sudah habis." Shinobu mengepalkan kedua tinjunya.
"Banyak sekali sejarah... menceritakan Manusia tidak pernah menghindari yang nama kerugian antar satu sama lain..."
"...tidak ada lagi yang namanya ampunan dan permintaan maaf, solusi terakhir adalah membunuh mereka tanpa memberikan apapun yaitu kematian."
"Gawat... dia benar-benar serius, aku tidak pernah mendengar dirinya seserius ini soal kemusnahan..." Batin Koizumi, ia tidak menyangka sepupu kecilnya akan berubah menjadi sesosok Legenda mematikan seperti ini.
"Apakah aku baru saja melihat sesuatu yang baru dari Nobu...? Aku tahu ketika dia melawan Dewa berbeda, tapi mendengar dirinya ingin memusnahkan seluruh umat manusia itu rasanya..."
"Koneko... Koneko telah bangkit dari kepolosan menjadi sesosok mesin pembunuh yang mematikan...? Atau emang ini yang selalu ia simpan di dalam dirinya pada waktu tertentu?" Batin Hinoka.
"Mengerikan sekali... sekali kepercayaannya di sia-siakan maka semuanya memang akan berakhir untuk mereka semua, takdir kematian yang rasanya semakin mendekat ketika berurusan hal yang salah dengannya."
"Jangan salah paham ya..." Shinobu sempat menunjukkan senyumannya kembali sampai mereka menatap dirinya yang kembali memasang ekspresi mematikan seperti siap untuk memakan mangsanya.
"...aku memang seperti ini, jika masih ada kesempatan untuk mengalami perubahan maka aku berikan waktu. Tetapi sekarang sudah terlambat, hanya menyisakan satu solusi yang mengaitkan kemusnahan."
"Pada awalnya aku memang sudah merencanakan hal seperti ini, memusnahkan umat Manusia tanpa menyisakan satu pun agar mereka tidak perlu membuat onar dengan urusan luar semesta."
"Sudah aku bilang... umat Manusia sudah jatuh ke dalam kebodohan yang perlu disembuhkan dengan kematian mereka sendiri."
"Apakah kalian mau melakukannya denganku...? Koneko bisa melakukannya sendiri, tetapi rasanya akan sia-sia untuk membiarkan banyak nyawa tidak kalian habiskan bukan?" Senyuman yang ia berikan kepada mereka langsung menyebabkan tubuh merinding.
"Kalau begitu... kau memang tahu apa yang terjadi ya, aku sendiri tidak terlalu peduli dengan yang dinamakan keselamatan bagi umat Manusia jika sudah bermasalah dengan bangsa Legenda." Kata Koizumi.
__ADS_1
"Aku siap kapan saja, adikku." Koizumi mengelus kepala Shinobu sampai ia terkekeh lalu mereka berdua menatap yang lainnya.
"Ya, kami akan selalu mengikuti dirimu, Shinobu. Kita sudah lama teman sejak kecil bukan...? Jika kamu menganggap hal ini sangat benar, aku akan ikut." Kata Konomi yang mempercayai dirinya sejak awal.
"Aku juga... untuk Nobu, aku akan melakukan apapun untuk membuatnya senang." Ako terkekeh.
"Dan~ aku seorang Idol akan mencatat sejarah baru dimana umat Manusia akan mengalami serangan jantung ketika melihat kecantikan yang aku miliki."
Semuanya setuju dengan rencana yang ia sudah pikirkan sejak awal, ternyata polanya hanya bisa sampai ke titik C sehingga ia tidak bisa melanjutkannya menuju D melainkan turun kembali menuju A dengan dua pilihan.
Melindungi Umat manusia hanya untuk memberikan mereka kesempatan atau memusnahkannya saja agar tidak berniat seenaknya terhadap seluruh alam semesta karena mereka memang memiliki sedikit kuasa dalam situasi seperti konsep yang hilang.
"Kalau begitu sudah diputuskan... tidak ada yang bisa menghentikan kita karena sudah melanggar keseimbangan..."
"...tetapi aku tidak pernah melihat yang namanya keseimbangan lagi ketika mengetahui konsep sihir sudah musnah, itu artinya aku sudah tidak perlu menahan diri untuk mengubah sesuatu."
"Kita musnahkan saja umat Manusia sampai punah... ketika konsep sihir kembali maka akan aku hancurkan alam semesta Yuutouri agar bisa memperbesar Yuusuatouri."
Shinobu meminta Cyber untuk memunculkan hologram yang membentuk planet Bumi dan Mars karena Manusia menduduki kedua planet tersebut untuk berlindung serta melaksanakan rencana.
"Pikiran yang ketahui dari Jenderal bernama Mitler itu, dia sendiri tidak tahu siapa yang menyebabkan konsep sihir menghilang..."
"...tetapi sekarang aku tahu kenapa kalian menghabiskan waktu yang cukup lama ketika berhadapan dengan Manusia yang berada di pesawat markas itu."
"Fallen Angel dan Dark Elf memang berurusan dengan Manusia... bisa dibilang wajar karena mereka tidak pernah sekalipun memiliki masalah dengan Manusia."
"Untuk sekarang aku bisa memaafkan kedua ras itu, hanya saja yang harus diutamakan adalah umat Manusia terlebih dahulu karena pikiran Mitler mengatakan..."
"...aku tidak begitu yakin jika dia memiliki fisik yang sama dengan Manusia biasa ketika mengetahui dirinya berhubungan dengan Fallen dan Dark Elf."
"Dark Elf dan Fallen Angel... teknologi mereka sangat canggih sehingga cocok untuk dijadikan sebagai persenjataan umat Manusia." Kata Ako.
"Itu benar... semua [Battle-Suit] yang mereka kenakan sudah pasti mengalami pembaruan ketika melihat kak Koizumi bersama yang lainnya menyusup ke dalam pesawat markas itu..."
"...pakaian teknologi itu pasti akan membantu umat Manusia yang tinggal di planet Mars untuk menghadapi kita dengan sistem serta teknologinya."
"Mereka juga mengandalkan obat terlarang yang diolah kembali dengan kekuatan kerja sama ketiga ras yaitu Manusia, Dark Elf, dan Fallen Angel..."
"...menghasilkan obat yang mencoba untuk mengubah fisik Manusia menjadi abnormal agar bisa menandingi kita soal bela diri."
"Suntikan itu, aku bisa menebak efeknya memiliki hal-hal yang berbeda..."
"...bukan hanya memperkuat fisik, itulah kenapa kita memang harus bisa memancing apa saja yang dapat mereka lakukan di planet tersebut."
"Lebih baik kita menyingkirkan semua sampah yang berada di bumi dulu, tidak menyisakan yang namanya Manusia lalu memunahkan negaranya tanpa sisa." Shinobu mengepalkan tinju kanannya sampai bumi hologram itu menunjukkan semua negara merah.
"Kalian juga perlu berhati-hati soal Vile Energy... lebih baik mengerahkan apa yang kita punya untuk bisa menyingkirkan efek tersebut, energi yang lemah masih bisa kita lawan dengan sesuatu besar."
__ADS_1
"Apakah kau yakin? Kita tidak perlu menahan diri lagi sekarang?" Tanya Koizumi.
"Kita hanya perlu meningkatkan persentase kekuatan itu maka Vile Energy tidak akan bisa menyesuaikan tubuh kita karena tertekan dengan kekuatan murni itu sendiri..."
"Setelah kita mengurusi bumi, apa sudah seharusnya menyelesaikan intinya yang kamu maksud sebelumnya yaitu markas utama pihak aliansi?" Tanya Konomi.
"Tidak... kita tidak boleh menyerang Mars begitu cepat, itulah kenapa kita hanya membersihkannya bumi terlebih dahulu agar bisa menarik perhatian seluruh pihak aliansi."
"Kita menggunakan anggota pihak aliansi itu untuk menyamar di planet Mars, dengan alasan untuk mencari tahu persenjataan apa saja yang mereka pegang..."
"...kita juga perlu menipu mereka semua dengan dianggap gugur dalam pertarungan ketika memusnahkan seluruh umat bumi agar John mengira bahwa tidak ada lagi masalah yang perlu ia urus."
"Itu artinya dia pasti akan melaksanakan strategi selanjutnya dengan menyerang bangsa yang ia anggap sudah menurunkan derajat umat Manusia."
"Apa yang bisa aku prediksi adalah John memang memakai semua umat Manusia di bumi sebagai pion untuk mencari kita semua..."
"...jika keadaan memburuk, hampir sama seperti Jenderal Mitler yang melarikan diri dari Kak Koizumi."
"Yang bisa aku tebak adalah bumi akan dilepaskan dengan banyak tembakan laser dari Mars atau kemungkinan lebih buruk lagi adalah rudal nuklir agar kita tidak bisa pergi menuju Mars."
"Serangan pembantaian hanya akan menyebabkan seluruh umat Manusia panik terutama lagi John pasti akan mengira bahwa kita sudah menggali informasi lebih dalam lagi soal dirinya dan markas itu."
Mereka semua mengangguk sampai berpikir bahwa tebakannya selalu benar seolah-olah ia sudah pernah mengetahui apa yang terjadi selanjutnya, tetapi soal pengkhianatan ini mungkin dirinya juga tahu akan datang tetapi tak terduga secepat itu.
"Kamu membaca pikiran Koizumi dan Jenderal itu untuk mengetahui semuanya?" Tanya Konomi.
"Iya, benar. Kak Koizumi membawakan Jenderal itu kepadaku... aku langsung saja menggali isi pikiran Jenderal itu demi bisa mendapatkan sesuatu yang penting."
"Ternyata cukup menguntungkan, kita bisa melakukannya demi membuat semua umat Manusia panik---"
"Putri kecil." Cyber mulai memanggil tanpa perintahnya, biasanya ia akan bertindak sesuai dengan apa yang ia perintahkan.
"Ada apa? Jarang sekali kamu berbicara duluan seperti itu..."
"Ini sangat penting, mungkin Anda perlu memeriksa tentang ini." Hologram yang menunjukkan bumi itu memunculkan sebuah layar besar yang menunjukkan wajah Shinobu bersama teman-temannya.
...[MOST WASTED]...
...[Shinobu Koneko]...
...[Shimatsu Koizumi]...
...[Shizukaze Hinoka]...
...[Shichiro Konomi]...
...[Shichiro Ako]...
__ADS_1
...[Bounty: Yuusuatouri]...
"Kita sudah masuk Bounty dengan harga yang bodoh sekali..."