Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 1033 - Merekrut Teman Lama


__ADS_3

Shinobu mulai menjelaskan semua hal tentang Ragnarok secara rinci sehingga reaksi yang ia dapatkan dari Yuri tidak jauh dari datar karena dirinya memang jarang sekali memperlihatkan ekspresi sama seperti Asuka.


"Sekarang Yuri mengerti kenapa Koko meminta bantuan ku untuk menyempurnakan semua Mecha Neko..." Yuri langsung menepuk wajahnya beberapa kali.


Shinobu dan teman-temannya sempat memasang ekspresi khawatir ketika melihat Yuri melangkah dengan kedua kakinya yang lemas, walaupun tidak bisa menunjukkan ekspresi apapun sebagian tubuhnya tetap bisa memperlihatkannya.


Shinobu melangkah mendekati Yuri lalu ia menggenggam erat tangannya, "Kita semua akan bersatu menjadi satu pihak yang sama, mencoba untuk bertahan hidup dalam perang akbar ini."


"Rasa ketakutan hanya akan menghambat perjuangan kita semua, lebih baik kita mempersiapkan banyak sekali rencana dan strategi untuk bisa meraih kemenangan..."


"...kami membutuhkan kekuatan Malaikat yang dapat menciptakan banyak sekali persenjataan canggih serta pasukan Robot untuk menjaga barisan paling depan bersama Mecha Neko."


Semangat yang diberikan oleh Shinobu berhasil memberikan Yuri ketenangan sampai ia mulai memperlihatkan senyuman ikhlas kepada Shinobu lalu memberinya sebuah kecupan di pipi.


"Ahh!?"


"Kalau begitu, Yuri akan berjuang... demi memenangkan Ragnarok untuk masa depan Touriverse dan tentunya kita berdua." Yuri mencoba untuk memberinya kecupan lagi tetapi Asuka dan Akina tiba di lokasi dalam waktu yang kurang pas.


"Mama mencarimu kemana-mana, Yuri." Kata Asuka yang baru saja menyadari Yuri selama ini sedang membantu Shinobu bersama yang lainnya.


"Ahh, Koko... apakah Koko datang untuk menandatangani kontrak pernikahan dengan Yuri?" Tanya Asuka dengan ekspresi datar.


"Koneko masih belum bisa mengerti dengan apa yang kalian berdua bicarakan, tetapi---"


"Kita bahas yang lain saja dulu, kalian saat ini sedang apa?" Tanya Akina yang mengganti topik agar ia bisa menyebabkan putrinya sendiri untuk menjadi gadis yang normal seperti menyukai seorang pria.


Akina dan Asuka dapat melihat sebuah pabrik besar dimana banyak sekali Mecha Neko yang sedang mengalami penyelidikan untuk memeriksa kembali semua kelemahan yang terdapat di dalam robot itu.


"Kenapa kamu masih ingin memeriksa Mecha Neko di pabrik ini, Shinobu?" Tanya Akina.


"Karena mendadak, Koneko tidak bisa mengurusi semuanya sendirian... itulah kenapa aku meminta bantuan Yuri agar ia mau menyempurnakan semua robot yang berbentuk sepertiku."


Shinobu mengingat perkataan Korrina untuk tidak menjelaskan Ragnarok kepada seseorang yang bisa dibilang dekat dengan Neneknya sendiri.


Kebetulan keberadaan Korrina bersama yang lainnya sudah bisa Shinobu rasakan, ia langsung membahas topik lainnya untuk menghindar pembahasan tentang Ragnarok.


Yuri juga tidak memberitahu Asuka dan Akina tentang Ragnarok karena Shinobu meminta dirinya untuk membiarkan mereka sampai mengetahui Ragnarok yang akan diberitahu oleh Korrina.


Beberapa menit kemudian, Akina menerima sebuah panggilan dari beberapa Malaikat yang meminta dirinya dan Asuka untuk segera datang menuju pusat bangunan teknologi.


"Asuka, kita sepertinya memiliki urusan lain yang belum diselesaikan, ayo." Akina terbang ke atas langit menggunakan sayap malaikatnya itu lalu ia bergegas menuju pusat bangunan.


"Hehh... lelah sekali." Sayap Asuka bergerak dengan sendirinya untuk mengikuti Akina tanpa harus membuang tenaga apapun.


"Apakah kedua Mama Yuri akan mengetahui kebenaran tentang Ragnarok?" Tanya Yuri.


"Begitulah... maka dari itu kita tidak bisa menghabiskan sedikit pun waktu, gunakan semuanya secara efektif!" Ucap Shinobu yang mulai memeriksa setiap Mecha Neko itu sebelum ia menyusul Korrina.

__ADS_1


***


Akina dan Asuka dapat merasakan keberadaan yang begitu mencurigakan sampai tubuh mereka menerima banyak sekali tekanan yang menumbuhkan rasa gugup serta ketegangan.


"Siapa tamu kita?"


"Seorang Legenda... dia juga pernah disebut sebagai ratu Touriverse."


Mendengar julukan ratu Touriverse langsung memberikan ingatan yang jelas untuk Akina bahwa ratu itu adalah teman lamanya yang dulu sering menghabiskan waktu bersama semasa akademi permohonan dimulai.


Akina membuka pintu di hadapannya lalu ia bisa melihat keempat Legenda yang sedang menunggu di dalam ruangan penuh asap rokok itu, "Uhugh! Uhugh! Uhugh!"


"Kenapa Asuka mencium bau yang sangat menyengat..." Tanya Asuka selagi menutup hidungnya lalu ia dapat melihat asap itu datang dari mana.


"Korrina..." Akina menatap Korrina yang sedang menunggu di atas kursi selagi memikirkan cara untuk menjelaskan tentang Ragnarok kepada mereka berdua.


"Akina, sudah ratusan tahun lamanya kita tidak bertemu dan berinteraksi ya... seperti biasanya kau memang tidak akan pernah bisa berubah dari pandanganku." Ucap Korrina.


"Kau kemana saja...?"


"Perjalanan panjang dimana hasilnya tidak memberikan keuntungan apapun melainkan kerugian yang menjatuhkan kalian ke dalam masalah itu sendiri..."


"...aku tidak bisa membicarakan sesuatu yang tidak berguna kepadamu sekarang karena kita tidak bisa menghabiskan waktu." Korrina bangkit dari atas kursi lalu ia mendekati Akina sampai ia menerima sebuah pelukan.


"Ehh?"


"Kenapa Asuka merasakan perasaan yang memberatkan hati ya..." Ucap Asuka selagi menatap Korrina dengan tatapan datar sehingga ia menyadarinya.


"Akina, apa yang kau lakukan?! Seharusnya kau perlu menjaga jarak denganku baik-baik." Kata Korrina yang berhasil melepaskan pelukan Akina sampai ia langsung menghapus air matanya.


"Rasanya sepi sekali tanpa adanya dirimu yang selalu memimpin Touriverse untuk meraih kemenangan..."


"... semenjak kamu pergi jauh, Touriverse telah mengalami banyak perubahan yang cukup mengecewakan terutama lagi kamu telah---"


"Aku sudah tahu... itulah kenapa aku datang menemui kalian yang aku kenal untuk mendengar berita buruk itu, berita yang aku dapatkan ketika sedang pergi jauh sekali." Korrina mencoba untuk memikirkan sebuah perkataan.


"Satu bulan dari sekarang kita semua akan mengalami perpindahan menuju dunia ketiadaan dimana seorang Dewi yang bernama Zephyra akan menghakimi semua perbuatan kita..."


"...penghakiman itu adalah Ragnarok, hari pengakhiran untuk penghuni yang tidak bisa bertahan ketika menerima hukuman yang akan kita berikan yaitu bertarung sampai mati."


Semua penjelasan yang Korrina berikan kepada Akina dan Asuka hanya menumbuhkan rasa ketakutan yang besar seketika bahkan tubuh Akina langsung diambil alih oleh Hikari untuk mengingatkan kembali Ragnarok.


"Ba-Bagaimana bisa Ragnarok telah kembali untuk ketiga kalinya...?! Perang akbar seperti itu sudah menjatuhkan banyak sekali nyawa!" Seru Hikari.


"Aku gagal mencegah Eo'syl untuk memberikan kebebasan bagi seluruh Singularitas, kebebasan yang membuka gerbang untuk Zephyra agar bisa melaksanakan Ragnarok..."


"...kita terpaksa harus melakukannya agar tidak terhapus dari sejarah oleh Zephyra, akan ada tumpahan darah lagi dan tentunya kita perlu bertahan di dalam medan perang."

__ADS_1


"Aku tidak tahan melihat banyak sekali korban yang berjatuhan, itu sangat mengerikan sampai aku tidak bisa melakukan apapun..."


"...apa yang harus kita lakukan sekarang, Korrina Comi? Bertarung seperti dulu lagi sampai kita kehilangannya seperempat penghuni dari Touriverse!?"


Hikari terlihat sangat tidak tenang karena rasa trauma yang ia miliki dalam Ragnarok pertama dan kedua dimana dirinya dapat melihat banyak sekali korban berjatuhan.


Teriakan penghuni yang lemah dan tidak berdaya juga dapat terdengar dengan jelas di dalam ruangan ketiadaan, yang lebih mengerikan lagi adalah anak-anak dan bayi terpaksa untuk bertarung juga.


"Sudahlah, Hikari... sesuai dengan penjelasan Korrina sebelumnya kita adalah budak dan pion yang dipermainkan oleh Zephyra dalam sebuah layer." Kuro mulai berbicara.


"Dengan memenangkan Ragnarok, kita akan mengalami transenden menuju dunia yang melampaui layer itu dengan tingkat dimensi tertinggi..."


"...jika kau memeluk rasa ketakutan itu terlalu erat maka yang kau berikan kepada Akina adalah kelemahan."


"Justru kekuatan Virtues akan melemah ketika mengikuti sebuah perang besar-besaran yang tidak memiliki kebaikan sedikit pun." Jawab Hikari.


Terjadi sedikit perdebatan di antara kedua perwakilan dosa dan kebajikan itu, tetapi Korrina berhasil menghentikan mereka bahwa ia akan mengatur strategi dan rencana dengan sempurna agar bisa meraih kemenangan lagi.


"Kita masih memiliki satu bulan untuk mempersiapkannya, yang paling penting adalah sekarang aku ingin meminta kalian berdua..."


"...teman malaikat yang aku ketahui untuk menjelaskan Ragnarok kepada seluruh malaikat agar mereka bisa menerima motivasi untuk menciptakan lebih banyak Android dan robot."


"Motivasi apa? Motivasi untuk berhenti dan merasakan depresi hampir setiap hari?" Tanya Hikari.


"Tolong jangan menyerah dan mengandalkan perasaan negatif terlalu dalam, kau tahu memperlihatkan ketakutan adalah hambatan besar yang akan menyebabkan kekalahan untuk kita..."


"...bangsa Malaikat terutama lagi Fallen Angel pasti akan mengerti dengan cepat, setidaknya jelaskan Ragnarok dengan cara yang positif agar mereka ingin berjuang!"


"Setelah semua penghuni Touriverse menerima informasi tentang Ragnarok maka Shinobu akan berbicara dengan kalian semua tentang Ragnarok..."


"...di era seperti ini, aku yakin sebagian dari mereka tidak mengetahui begitu jelas dengan Ragnarok sampai tidak ada satu pun rasa trauma yang mampu menghambat jalan mereka sendiri."


"Contohnya Asuka yang terlihat biasa saja."


"Justru Asuka takut jika hasilnya akan dipenuhi banyak sekali mayat berserakan, tetapi apa yang Korrina katakan justru benar tentang ketakutan."


Hikari menghela nafasnya lalu membiarkan Akina mengambil alih, mereka berdua mulai menatap satu sama lain untuk memikirkan cara agar bisa menjelaskan Ragnarok kepada seluruh malaikat.


"Baiklah, Korrina..."


"...kami akan mencoba sebisa mungkin untuk menjelaskan Ragnarok kepada seluruh Malaikat."


"Jika terjadi kesalahan maka kalian bisa menghubungi diriku, aku ada dimana-mana sekarang." Korrina bangkit dari atas kursi karena urusannya dengan Akina sudah selesai.


"Apa yang kamu maksud dengan ada dimana-mana...?"


"Aku adalah Dewi Touriverse..."

__ADS_1


"...itu artinya aku maha hadir di dalam layer ini."


__ADS_2