Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 438 - Alat Pelacak


__ADS_3

"M-Maaf... aku tidak bisa mengatakan informasi seperti--- Aaahhhhhhhhhhh!!!!!" Golem itu menjerit ketika Shuan membuku mulutnya lebar dan menunjukkan taringnya yang begitu tajam, Asriel mulai menahan dirinya untuk tidak kelepasan membunuhnya.


"Shuan... tahan dulu, jika kau tidak tahan dengan sikapnya maka ciptakan Golden Earth agar ia bisa bertahan ketika menerima serangan darimu." Kata Asriel.


Shuan mengangguk lalu ia menciptakan Golden Earth lalu menghantam wajah Golem itu beberapa kali sampai ia mau mengatakan informasi penting tentang Morgan dan rencana yang ia sembunyikan dari semua murid.


"B-Baiklah...! Aku akan bicara... tolong... tolong... berhenti... aku janji akan memberikan semua informasi yang kalian butuh kan, sumpah!"


Golem itu memohon kepada Shuan dan mereka lalu mengangkat tubuh Golem itu untuk duduk di atas kursi agar mereka bisa meminta beberapa informasi penting kepadanya dengan damai, jika dia menolak maka semuanya harus diselesaikan dengan sebuah pukulan.


"Morgan itu gila... dia merencanakan semua ini demi mencari murid yang benar-benar layak dan pantas untuk dijadikan sebagai murid akademi permohonan ini bahkan ia tidak ingin memberikan kubus permohonan itu kepada sembarang murid yang lemah dan tidak menggunakan pikiran mereka untuk bisa bertahan di akademi ini."


"Yang aku ragukan itu kenapa ingin menyesuaikan semua ujian ini untuk murid-murid bahkan sampai memberikan kesempatan untuk mereka melakukan tindakan licik dengan menyediakan gedung informasi dan pasar gelap yang dipenuhi dengan alat ilegal yang dapat membantu mereka untuk menguasai sistem poin dan nilai termasuk memaksa seseorang untuk bertarung..."


"...Morgan tidak begitu peduli dengan pembunuhan atau nyawa yang hilang karena sudah sepakat kepada seluruh murid bahwa mereka harusĀ  menanggung semua risiko yang akan terjadi kepada diri mereka masing-masing.


"Yang mati dan gugur adalah sampah di mata Morgan bahkan ia menyesal karena mengundang mereka."


Ketiga Legenda itu langsung mengepalkan tinju mereka, merasa kesal bahwa Morgan ini adalah manusia egois yang hanya ingin melihat seluruh murid menderita dan menguasai semua ujian yang ia berikan, Shuan sekarang mulai berpikir apa yang akan dipikirkan oleh Megumi dan Shira, dulu Solicitation tidak berjalan seperti ini.


"Berbeda seperti dulu ya... Generasi ketiga..."


"Itu benar... sekarang ia lebih mementingkan murid yang benar-benar berpotensi dan layak, ia ingin sekali melihat seluruh bakat dan potensi yang dimiliki setiap murid. Potensi dan bakat yang ia anggap besar itu seperti seseorang yang masih bertahan sampai sekarang sedangkan yang gugur dan mati adalah sampah di matanya."


"Dia Manusia ya...? Kita bunuh saja dan mengakhiri semuanya, bagaimana?" Tanya Rokuro selagi mengepalkan kedua tinjunya.


"Tidak, tahan dulu, Rokuro. Jika kita membunuh dirinya maka semua murid akan menganggap dirimu sebagai buronan, Morgan itu adalah Manusia yang cukup terkenal bahkan sama seperti Korrina."


"Dia dihormati oleh mereka semua karena sebenarnya pandangan Solicitation dari luar itu terlihat baik sedangkan di dalamnya dipenuhi kekacauan yang selalu ia rahasiakan." Kata Asriel.


"Sebenarnya Morgan memang sudah belajar dari kesalahannya, ia menginginkan Solicitation ini sebagai yang terakhir karena tiga generasi sebelumnya itu sangat mudah, anggap saja seperti tingkat kesulitan meningkat setiap generasi dan sekarang kalian menginjak tingkat kesulitan yang sangat tinggi."


"Semua yang terjadi saat ini adalah keinginan Morgan sebelum mengakhiri segalanya, ia ingin melihat semua murid mengatasi ujian dan menunjukkan bakatnya di kota permohonan alias kota ketat yang mengandung sihir segel."


"Ia tidak terlalu peduli dengan pemberontakan atau pembunuhan... ia hanya menginginkan murid yang terus bertahan sampai akhir dan terdaftar di turnamen!"

__ADS_1


"Hanya itu saja yang aku ketahu tentang Morgan, dia sendiri selalu membahasnya dengan semua orang terutama diriku yang seharusnya menjadi sumber poin juga jika di laporkan tetapi aku lebih menguntungkan karena menjual alat-alat ilegal untuk membantu mereka."


"Sekali saja alat ilegal diketahui maka kalian akan mendapatkan pengurangan poin yang besar."


"Aku juga ingin memberitahu kalian tentang sesuatu yang harus kalian lakukan... bermain licik dan kotor, Morgan memperbolehkannya bahkan ia sudah menjamin bahwa cara licik dan kotor dapat membawa beberapa murid menuju puncak paling atas."


"Katanya ingin memperlihatkan bakat dan kemampuan tetapi kenapa cara licik memiliki kesempatan tinggi untuk terdaftar!?" Tanya Rokuro kesal.


"Aku sudah bilang sebelumnya bukan...!? Morgan itu gila dan manusia yang tidak bisa kita mengerti...!"


Shuan mengambil semua alat ilegal itu, sesuai dengan perkataan Golem itu, bermain dengan adil sepertinya tidak akan membawa mereka menuju puncak kemenangan karena semua angkatan kedua dan ketiga itu yang sudah bermain dengan cara kotor dan licik.


"Apakah terdapat alat yang dapat melacak seluruh murid?"


"Ada...! Itu barang terbatas dan sangat mahal untuk dibeli, silakan ambil! Aku ingin kalian bisa mengakhiri angkatan kedua dan ketiga agar mereka bisa menghentikan pikiran kotor mereka untuk membunuh."


"Seluruh angkatan ketiga berhak dikeluarkan karena aku yakin permohonan mereka itu egois!"


Shuan mulai mengambil alat pelacak memiliki bentuk seperti cermin, ia melihat banyak sekali titik merah yang berkumpul di hotel bahkan titik merah lainnya mulai berkeliaran di kota permohonan.


"Alat apa ini!? Jika seseorang memiliki alat ini maka ia sudah pasti akan menguasai segala sistem, kau memilih orang yang tepat untuk memberikan alat pelacak ini karena kami akan menggunakannya untuk menyingkirkan seluruh angkatan tiga." Kata Asriel.


"Tidak buruk juga, bagaimana menurutmu, Shuan? Apakah kita perlu menyingkirkan seluruh murid angkatan tiga agar akademi ini bebas dari pembunuh dan murid lainnya yang licik?" Tanya Rokuro.


Shuan mengangguk dan ia akan menggunakannya untuk membuat akademi permohonan menjadi tempat yang lebih baik dan adil karena ancaman dan pencipta konflik sebenarnya adalah angkatan ketiga.


"Kita sudah sepakat untuk menyingkirkan seluruh angkatan ketiga bukan? Kita juga perlu menggunakan alat ini dengan hati-hati."


"Jika kita tertangkap basah maka kita akan mendapatkan penalti besar yang mampu membuat kita dikeluarkan dari akademi, kita lakukan secara bertahap saja dan biarkan angkatan tiga bagian empat kepada Kakakku karena ia pasti akan menyingkirkan mereka."


Semua informasi yang mereka butuh kan telah diketahui, sekarang hanya perlu menyingkirkan Golem itu dengan melaporkan dirinya kepada Morgan agar mendapatkan jumlah poin yang banyak.


Bukan itu saja tetapi Golem tersebut merasa tidak begitu keberatan karena ingin beristirahat di rumah karena pekerjaan satu ini cukup menyebalkan karena secara tidak langsung membantu seorang pembunuh.


"Sepertinya kita tidak perlu mengunjungi gedung informasi itu jika sudah mendapatkan alat pelacak yang dapat memperlihatkan identitas seseorang." Kata Asriel.

__ADS_1


"Tidak, kita ganti rencana lain saja... kita harus menanyakan pemilik gedung ini tentang para murid yang sudah membeli informasi, kenapa?"


"Akan lebih baik jika kita mengincar murid angkatan ketiga yang mencoba untuk melakukan sesuatu seperti membunuh atau mencuri poin lagi karena aku yakin semua angkatan ketiga membeli informasi untuk bisa melakukan tindakan yang licik." Kata Shuan.


"Ditambah lagi wilayah yang kita tempati saat ini adalah wilayah milik murid angkatan ketiga... aku sendiri penasaran dengan informasi apa saja yang mereka jual jika tentang Kou maka aku tidak akan segan membunuh dirinya."


"Lagi-lagi kau bersikap terlalu protektif kepada dirinya, dia bisa melindungi dirinya dengan kekuatan pikirannya loh. Kau dulu belum lahir, sebenarnya Kou sangat hebat dengan kemampuan The Mind." Kata Asriel.


Shuan tidak terlalu peduli karena ia tidak ingin melihat penyakit dan kutukannya kembali kambuh, Rokuro hanya bisa diam dan terpaksa mengikuti apa yang Shuan mau karena ia sendiri hanya tertarik untuk menyingkirkan murid angkatan ketiga lainnya.


Mereka masuk ke dalam gedung informasi itu lalu melihat seorang Iblis yang sedang menunggu kedatangan pelanggan lain, ketika mereka menghampiri iblis itu.


Dengan cepat iblis itu mencoba untuk menutup pembelian informasi itu tetapi Shuan langsung memegang tangannya karena ia membutuhkan informasi penting darinya, ia ingin sekali mencari tahu tentang murid yang sudah membeli seluruh informasi itu.


"Apa yang kau mau, angkatan satu?"


"Kami ingin membeli informasi..."


"Informasi apa yang kau inginkan? Aku menyediakan semua informasi yang kalian butuh kan untuk dapat membantu kalian bertahan di kota dan akademi permohonan ini."


"Kau menjual berbagai macam informasi bukan?"


"Ya, tentu saja."


"Aku ingin membeliĀ  informasi tentang semua murid yang telah membeli informasi darimu... aku tidak akan membayar dengan poin tetapi..."


Shuan memunculkan Golden Earth lalu dan bumi emas itu mulai mengeluarkan berbagai macam material dan berlian yang terbuat dari cahaya.


Melihatnya saja langsung membuat Iblis itu tercengang karena ia pasti akan kaya jika menjual semua material dan berlian yang bercahaya emas ini.


"Dengan senang hati, aku akan memberitahu dirimu." Iblis itu tersenyum.


"Sepertinya kau lebih pantas untuk menyuap dan memulihkan luka seseorang dengan Golden Earth, Shuan... tanpa dirimu maka pertarungan tadi akan berakhir tidak menyenangkan jika tanpa siksaan." Kata Rokuro.


"Melelahkan juga untuk menciptakan bumi emas yang baru tahu."

__ADS_1


__ADS_2