Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 392 - Kambuh


__ADS_3

[Ciumanmu terlalu agresif... tidak salah lagi kamu di panggil sebagai Neko Legenda...], Kou menunjukkan layarnya itu karena ia baru saja menerima banyak ciuman yang sangat agresif dari Shuan di bagian bibirnya itu, Shuan berbaring di sebelah Kou yang terlihat begitu menikmati ciuman tadi, di siang hari ini mereka bukannya melakukan sesuatu yang bermanfaat tetapi malah menghabiskan waktu dengan berciuman.


[Hei, orang sadis.].


"Ada apa?"


[Aku ingin segera memberanikan dan mempersiapkan diri.... ingin segera disentuh olehmu... Apa mungkin aku ini bejat ya...? Apa semua Kakakku dan Ibuku jatuh cinta, jadi begini ya...?].


"Mungkin?"


[Pastinya, syukurlah, tapi gara-gara ciuman... tubuhku jadi gatal dan geli... seluruh tubuh, termasuk dalam celana dalam... jadi panas... padahal belum pernah aku sentuh, apa aku sudah jadi aneh...?].


"Tidak kok, mungkin proses ciuman tadi dan kita yang sudah menginjak tingkat kedewasaan." Shuan sebenarnya tidak menyangka bahwa Kou akan mengungkap semua yang ia rasakan saat ini, berduaan saja di kamar dan di atas kasur membuat semuanya bertambah semakin berbahaya saja.


[Luar biasa ya, ciuman saja, kalau lebih dari ciuman... aku nantinya bagaimana ya...?].


"Yahhh... beranikan dirimu saja."


[Kalau aku mencoba untuk terus memberanikan diri, apa aku terkesan jadi orang bejat?].


"Tidak kok, karena aku juga tidak sabar... Pengalaman yang baru itu pantas untuk dirasakan, kau tahu."


[Sama dong.].


Mereka mulai melakukan aktivitas mereka masing-masing seperti Shuan yang terus berlatih sedangkan Kou terus melihatnya dengan wajah yang terpesona, Honoka terlihat begitu senang bahwa adiknya memiliki sepasang kekasih yang begitu kuat bahkan peduli dengan dirinya. Kakak dan adiknya sudah memiliki sepasang kekasih dan ia belum tetapi setidaknya masih ada Minami yang belum memiliki pasangan juga, ia mulai menyentuh dagu Minami dan mendekati wajahnya.


"Minami, kucing tersesat... bolehkah aku merasakan dirimu lebih dekat lagi...?"

__ADS_1


"Tidak!!! Kau mengerikan....!!!"


***


Shuan baru saja selesai melaksanakan latihannya, ia mulai mengusap seluruh keringatnya dengan handuk, ia melihat Kou yang mendekat lalu ia menggunakan kekuatan pikirannya untuk membuat Shuan menurunkan tubuhnya agar ia bisa berciuman dengan dirinya itu, setelah itu Shuan dikejutkan dengan sebuah layar yang memiliki tulisan.


[Ciuman terakhir dari aku yang masih perawan, malam... kita lakukan ya... aku sudah siap... mulai malam hari, aku akan jadi milikmu. Begitu juga denganmu], mendengarnya saja sudah cukup untuk membuat Shuan merasa bersemangat karena sangat menantikan pengalaman yang baru dalam menciptakan kenangan yang tidak akan bisa ia lupakan bersama Kou.


"Biarkan aku merasakan lagi Kou yang masih perawan..." Kata Shuan dan Kou mengangguk, mereka kembali berciuman kali ini Honoka melihatnya sehingga ia tidak menyangka bahwa adiknya begitu agresif dalam ciuman dengan Shuan, mereka terus berciuman tanpa henti sampai mulut mereka sama-sama dipenuhi dengan air liur yang sama.


Seakan-akan mereka tidak peduli berciuman di halaman, bisa saja Shira dan Megumi pulang, tidak sengaja melihat mereka berdua berciuman seperti itu. Sudah beberapa menit, mereka masih tetap berciuman, ciuman terakhir Shuan dengan Kou yang masih perawan. Kou merasa melayang ketika selesai berciuman dengan dirinya karena kekuatan pikirannya mempengaruhi dirinya juga untuk terus saling membagi kasih sayang dan cinta karena mereka adalah kekasih yang bebas untuk melakukan apapun.


[Sudah ya?], ketika Kou menunjukkan layar tulisan itu, Shuan masih tetap menyerang dengan mencium bibirnya dan menghisap-nya lebih dalam lagi sampai Kou menerimanya dengan sebuah senyuman. Mereka kembali berciuman sehingga Shuan mengangkat tubuh Kou lalu membawa dirinya ke dalam kamarnya sambil berciuman, Kou mulai memeluk leher Shuan dan menikmati lebih dalam lagi soal ciuman itu.


"Biarkan aku meminum air liurmu..." Kou langsung tersipu merah ketika mendengarnya.


[Bukan minuman loh... enak aja minta... meskipun kekasih sendiri, enggak bisa ya enggak bisa...].


[Padahal pas ciuman tadi... sudah minum sedikit, kan? Tetap kurang?].


"Bukan begitu, aku ingin minum langsung..."


[Shuan sadis, sebelum malam kenangan, mencoba untuk berbicara apa sih!?], Kou mengembungkan pipinya.


"Setelah ini, aku akan mandi."


[Boleh kok...].

__ADS_1


"Aku rasa... kalau bisa minum air liurmu sebelum manis, pasti aku bisa menahan untuk tidak masturbasi. Pasti lebih banyak kapasitas-nya karena air liurmu yang begitu bergizi daripada minuman sehat apapun itu..."


Kou menutup wajah Shuan dengan layarnya itu karena ia baru saja mengatakan sesuatu yang memalukan, kekasihnya bertambah semakin mesum dan ia tidak begitu keberatan melainkan merasa lebih malu dari sebelumnya, "Aku membutuhkan pertolongan ini, Kou, air liurmu... boleh kan?"


[Aku kadang tidak bisa mengerti apa yang kau inginkan...].


"Air liurmu..."


[Ya sudah deh...!], Kou mengumpulkan air liur di dalam mulutnya lalu ia memejamkan kedua matanya sehingga mereka mulai berciuman lebih dalam dan agresif, saling merasakan air liur satu sama lain dengan menukarnya. Ciuman itu terasa lebih panjang dari sebelumnya dan bahkan mereka merasa begitu menikmatinya, Kou dan Shuan sebentar lagi akan menginjak tingkat kedewasaan dengan melompati tangga kedewasaannya.


***


Mereka menghabiskan waktu dengan melakukan aktivitas masing-masing lagi, Shira dan Megumi sudah pulang sehingga membuat Kou merasa lebih khawatir karena malam hari, ia bersama Shuan akan melakukan sesuaut yang mesum. Bukan asal sembarangan, memberanikan diri untuk melakukan **** bersama kekasih itu adalah hal yang sulit karena ini adalah pengalaman pertama dan baru bagi Kou sendiri, memikirkannya saja sudah cukup untuk bikin dirinya panas.


Kou memikirkan kembali tentang ciuman, ciuman sudah terasa begitu nikmat dan nyaman, bagaimana dengan level selanjutnya yaitu ****, ia merasa penasaran dengan rasanya. Ia berpikir bahwa awalnya akan terasa sakit tetapi untuk Shuan akan baik-baik saja walaupun dia sadis dan mengerikan, ia pasti akan membantu dirinya untuk terbiasa dengan rasa kesakitan itu, Kou tersenyum mengingat ciuman dengan Shuan.


Beberapa kali setelah ciuman Kou kadang membuka mata duluan, ia bisa melihat wajah keren Shuan ketika menghisap bibirnya itu, seperti kucing yang meminta whiskasnya. Makanya Kou tidak bisa menolaknya dan itu terus terulang sampai ingin menjilati semua air liur yang terdapat di bibir Shuan, tidak ingin berhenti sama kali. Mungkin itu hal biasa saat melakukannya dengan kekasih, Kou juga merasa penasaran dengan Haruka, pasti ia bersenang-senang bersama Rokuro.


Malam pertama dengan kekasih, itu yang Kou pikirkan sampai tidak sabar untuk melihat matahari secepatnya terbenam, memikirkan-nya saja sudah membuatnya semakin panas. Kou harus berterima kasih kepada Shuan karena sudah mengubah hidupnya menjadi lebih berwarna, ia jadi merasa lebih mandiri sekarang dan Shuan pantas untuk menerima hadiah **** darinya.


Di tengah malam, mereka hampir saja berhasil melakukannya karena gejala yang tidak terduga muncul secara tiba-tiba untuk Kou yang langsung merasakan kesakitan di seluruh tubuhnya, fisiknya yang begitu lemah itu tidak meminta dirinya untuk melanjutkan-nya sehingga Shuan merasa menyesal karena Kou selama ini menahan diri dalam menyembunyikan fakta bahwa fisiknya tidak dapat menahannya lebih lama lagi.


Hasilnya demam Kou bertambah parah, membuat Shuan merasa sangat bersalah karena tidak bisa melakukan apapun kecuali menyelimuti dirinya dengan selimut dan ekornya itu, suatu hari nanti ia akan berhati-hati jika Kou meminta sesuatu yang tidak bisa ia sanggupi maka Shuan akan menolaknya.


Sampai sekarang ia tidak bisa tidur karena suhunya yang terus bertambah panas, suhu ruangan itu terasa panas sekarang bahkan sudah cukup untuk membuat Shuan dipenuhi dengan keringat, ia terus menghapus keringat Kou dengan sapu tangan dan berharap keesokan hari ia bisa merasakan kondisi yang lebih baik.


Setiap jam Shuan tertidur dan terbangun karena rasa khawatir yang berlebihan kepada Kou, suhunya tidak pernah turun melainkan bertambah semakin panas, lebih dari sebelumnya sampai ia sudah meminta Kou untuk meminum beberapa obat tetapi efeknya tidak begitu manjur.

__ADS_1


"Kou... Seharusnya kau memberitahu diriku, tubuhmu begitu lemah dan kau seharusnya tahu... Melakukan hal seperti itu membutuhkan tenaga dan tubuh yang kuat." Kata Shuan sambil mengusap seluruh keringat-nya itu, Kou sekarang terlihat kesakitan bahkan ia bisa melihat garis dari motif bunga itu mulai membesar dan menyebar menuju perutnya.


"Kou..."


__ADS_2