Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 341 - Menghabiskan Waktu itu Bukan Tujuan


__ADS_3

Rokuro dan kelompoknya menghabiskan waktu yang sangat panjang untuk menunggu Asuka bersama yang lainnya menyelesaikan latihan mereka di kuil percobaan. Hana dan Honoka sampai tertidur karena mereka merasa sangat bosan dalam menunggu, beberapa menit kemudian Rokuro bisa merasakan keberadaan Asuka yang sudah pergi meninggalkan kuil percobaan.


Rokuro mulai membangunkan mereka dengan menghantam tembok sampai mengejutkan mereka berdua, Honoka mulai menatap Rokuro yang terlihat tegas bahwa ia tidak memiliki banyak waktu untuk beristirahat dan tertidur seperti mereka karena tujuan utamanya adalah menyelamatkan Haruka, cara seperti ini benar-benar menghabiskan waktu sampai ia ingin menyelesaikannya dengan cepat.


"Rokuro... kamu tidak perlu membangunkan kami seperti itu... kaget tahu." Kata Hana sehingga Rokuro pergi meninggalkan mereka, Honoka sempat terkejut karena ia tidak pernah dikejutkan seperti tadi ketiak sedang tidur, Hana mulai membantu Honoka lalu ia mengelus punggungnya untuk membuat dirinya tenang, "Maaf ya, Honono, sepertinya Rokuro benar-benar menghadapi apapun dengan serius sampai ia selalu bersikap dingin seperti itu."


"Santai saja, mungkin Rokuro benar-benar mengkhawatirkan tentang Kakakku, jika dipikirkan lagi itu terdengar menggemaskan." Honoka terkekeh sehingga Hana mengerti apa yang baru saja Honoka katakan, sepertinya Rokuro benar-benar serius di saat-saat seperti ini, jarang sekali ia mengatasi sesuatu dengan sangat serius seperti ini. Mereka mulai mengikuti Rokuro dari belakang dan Hana memikirkan tentang Rokuro yang sepertinya sangat peduli dengan Haruka.


Hana sampai menahan tawa-nya karena adiknya kadang suka menyembunyikan perasaannya, ia terlihat dingin dan tidak peduli tetapi di dalam dirinya terdapat sikap yang sangat peduli dengan teman-teman yang ia percayai. Honoka dari tadi menatap Hana dengan ekspresi yang terlihat kebingungan karena ia terus tertawa, ia mulai mendekati Honoka lalu berbisik kepada dirinya dan menebak bahwa Rokuro sepertinya memiliki rasa peduli tinggi kepada Haruka.


Honoka awalnya tidak mengerti apa yang baru saja Hana katakan tetapi ia langsung menjelaskan kepada intinya bahwa Rokuro menyukai Haruka, wajah Honoka mulai berubah menjadi merah karena ia tidak menyangka laki-laki yang dingin seperti Rokuro akan menyukai Haruka, sepertinya ketika mereka berdua menghabiskan waktu di akademi, mereka terlihat sangat tidak akur tetapi di dalam perasaan mereka pasti mereka memiliki perasan yang sama.


Honoka tidak bisa mengatakan apapun kecuali melakukan tingkah yang salah, ia tidak menyangka bahwa Kakaknya nanti akan direbut oleh seorang laki-laki dan ia tidak akan lagi tinggal bersama dirinya, "Jika prediksiku benar maka Haruru dan Rokuro pasti akan memiliki garis keturunan baru... garis keturunan Comi bisa bertambah lebih kuat terutama garis keturunan Shimatsu juga."


Honoka tersenyum lalu ia setuju dengan dirinya sehingga mereka terus berbicara sambil terbang mengikuti Rokuro dari belakang, mereka bisa melihat segerombolan malaikat yang berangkat menuju arah timur. Sepertinya pertarungan terakhir akan dimulai dan Rokuro bisa melihatnya ketika ia menatap kubus waktu itu, ia sebisa mungkin menjauhi pertarungan yang akan disebabkan oleh Malaikat Technoven karena mereka hanya perlu mencari kubus hitam lainnya.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian, pertarungan antara Malaikat suci melawan Malaikat Technoven di mulai. Lagi-lagi Akina melawan sebuah robot besar sendirian dengan kekuatan dari [Fallen Angel], Hana tercengang melihat Akina benar-benar hebat dalam mengatasi robot besar itu dengan mudah menggunakan kekuatannya yang terus meningkat seiring waktu berjalan. Asuka saat ini sedang bertarung Sage, pertarungan yang terlihat berat sebelah karena kemampuan yang dimiliki Asuka sangat hebat.


"Aku tidak menyangka Malaikat juga akan bertarung hebat seperti ini ya..." Kata Honoka sehingga ia melebarkan matanya ketika melihat kubus hitam mulai menempel di kening robot yang sedang di lawan oleh Akina, Rokuro dan Hana bisa melihatnya sehingga mereka mulai memikirkan sebuah rencana. Kekuatan dari kubus hitam itu berjalan sangat lambat jadi satu orang sudah cukup untuk mengalahkan kubus hitam itu, Hana bangkit lalu ia memberitahu Rokuro dan Honoka bahwa ia ingin bertarung bersama Akina.


"Jangan bertindak ceroboh, Kakak. Sebaiknya kau menghentikan robot itu secepatnya!" Kata Rokuro dengan ekspresi yang terlihat serius, Hana mengangguk lalu ia terbang menuju arah Akina untuk membantu dirinya bertarung. Rokuro dan Honoka sekarang hanya perlu menjaga situasi karena kubus hitam itu bisa muncul kapanpun.


Akina melihat seorang Legenda datang untuk membantu dirinya, ia merasa tidak keberatan sama sekali karena kekuatan dan Lenergy yang dimiliki oleh Hana sangat besar sehingga ia bisa menjadi bantuan yang cukup berguna bagi Akina. Mereka mulai menyerang Roboten dengan melancarkan beberapa serangan tetapi Roboten langsung berubah menjadi asap dan melakukan perpindahan tempat, Rokuro melebarkan matanya ketika melihat robot itu memiliki kemampuan tambahan karena kubus hitam itu.


Hana sepertinya tidak memiliki pilihan lain selain menggunakan kekuatan tujuh dosa besar yang bernama [Water of Envy], beberapa gelombang air mulai menyelimuti tubuhnya lalu ia mengerang keras sehingga menyebabkan kota Technoven hancur dan berguncang dahsyat. Rokuro tersenyum serius bahwa kakaknya benar-benar hebat dalam pertarungan melawan seorang raksasa karena ia memiliki kemampuan tersembunyi di dalam dirinya.


"Rokuro, sudah saatnya kita bergerak juga..." Kata Honoka, ia menunjuk kedua mata robot yang disebut dengan nama The Virus, terdapat empat kubus hitam yang menempel di anggota tubuhnya, di bagian kedua mata dan kedua bahunya sedangkan Roboten memiliki tiga kubus hitam yang terletak di kening serta kedua lengannya. Tugas ini harus mereka laksanakan dengan hati-hati karena kubus hitam itu melepaskan banyak sekali kekuatan yang sangat berbahaya dan menyengat.


Hana membiarkan Roboten untuk terus menyerang karena ia menunggu sistem seperti dirinya mengalami sesuatu yang error dimana ia sekarang tidak bisa mengenai Hana sama sekali, Hana mengepalkan kedua lengannya sehingga gelombang air yang mulai membentuk sesuatu mulai menyelimuti kedua lengannya itu. Akina tidak bisa melukai Roboten karena kubus hitam itu sudah memberi banyak kekuatan untuk dirinya sehingga ia menendang Akina ke belakang dan Hana bisa merasakan air yang mengalir di seluruh tubuhnya.


"Baiklah... aku akan mengakhiri semuanya cepat! Aku ingin bertemu dengan temanku... apakah kau dengar, temanku!!! Haruru!!!" Hana terbang ke belakang lalu ia melesat menuju arah Roboten dan Roboten mencoba untuk menyerangnya tetapi meleset sehingga Hana mengepalkan tinju kanannya. "Summon: Leviathan! Habisi musuhku sekarang juga!!!" Hana menghantam perut Roboten sampai ia menembus ke belakang, gelombang air yang menyelimuti tubuhnya mulai membentuk seekor naga Leviathan yang terbang ke atas langit lalu berputar dan menyebabkan hujan deras.

__ADS_1


Leviathan itu melesat menuju arah Roboten lalu mengikat tubuhnya dengan tubuhnya yang besar sehingga Leviathan menarik keluar kubus hitam itu lalu melemparnya ke arah Hana, ia mengambilnya lalu ia memerintah naga-nya itu untuk segera menghabisi Roboten. Hana mengalihkan pandangannya ke arah Rokuro yang sedang bertarung bersama Asuka melawan wujud sempurna The Virus, ukurannya bertambah besar seiring waktu berjalan dan itu mengerikan.


Hana sontak kaget ketika melihat Hikari dan Honoka sedang bertarung, sepertinya Hikari yang ia lihat hanya sebuah palsu yang tercipta karena rekaman kubus waktu ini. Honoka mengumpulkan kekuatan besar untuk menciptakan kristal waktu yang dapat membantu dirinya untuk menarik kubus hitamnya, ia menghindari beberapa serangan dari Hikari dan senjata yang melesat ke arah dirinya berubah menjadi gelembung sehingga Honoka tersenyum lalu menghancurkan kristal merah yang ia pegang.


Hana sepertinya tidak perlu mengkhawatirkan tentang Honoka yang baru saja mengikat kubus hitam itu menggunakan rantainya, ia menarik itu dengan cepat sehingga Hikari jatuh pingsan untuk sementara. Itu artinya kubus yang tersisa bisa diserahkan kepada Rokuro dan Hana yang berpikir untuk mengeluarkan naga dapat mereka panggil. Leviathan milik Hana baru saja menghancurkan Roboten dan ia memerintah naganya untuk menggigit lengan kiri robot The Virus itu sedangkan Rokuro mengeluarkan monster yang melambangkan dosanya juga yiatu [Mammon].


Mammon itu menyerang lengan satunya lagi sehingga The Virus tidak bisa bergerak karena selanjutnya bisa diserahkan oleh Asuka dan Hikari yang baru saja bangun, mereka melakukan serangan secara bertubi-tubi ke arah The Virus tetapi tubuhnya sangat keras sehingga Honoka terbang lalu menggunakan sihir ilusinya untuk melakukan [Counter-Reality] dimana tubuh The Virus sekarang terasa sangat lembut sehingga tidak bisa bertahan melayang di luar angkasa.


Pertarungan berakhir dengan cepat karena kekuatan kombinasi mereka, Rokuro bersama kelompoknya tidak ingin menghabiskan banyak waktu karena Haruka adalah yang terpenting dan secepatnya harus mereka selamatkan sebelum terlambat. Semua kubus hitam itu langsung mereka kumpulkan dan gabungkan menjadi satu sehingga menciptakan satu kubus suci yang berputar cukup cepat.


"K-Kita berhasil...!" Honoka tersenyum ketika melihat kubus berputar itu, ia mulai memegangnya dan sekarang mereka harus secepatnya pergi dari wilayah itu sebelum mereka mencari Rokuro dan yang lainnya, mereka pergi meninggalkan wilayah itu lalu bersembunyi di sebuah bangunan yang sudah hancur, sebelum mereka pergi... mereka ingin melihat keberhasilan Asuka bersama yang lainnya.


"Kita sepertinya berhasil ya, jika kubus hitam mempengaruhi seseorang dan kita turun tangan, sepertinya kubus waktu ini masih akan tetap berjalan stabil." Kata Hana, ia melihat Asuka dan Akina mulai berpelukan lalu berciuman. Melihat adegan itu langsung membuat Hana dan Honoka melebarkan kedua matanya bahkan wajah mereka berubah menjadi merah, Rokuro sendiri terlihat terkejut tetapi ekspresinya terlihat seperti menatap sesuatu yang menjijikan.


"Jorok...!"

__ADS_1


__ADS_2