
Brimgard melesat maju ke depan lalu menghajar semua pasukan itu satu per satu dengan serangan kombinasi fisik, senjata, serta sihirnya yang menjalar luas sehingga tebakan Shinobu ternyata benar.
Bukan karena jumlah dan kehebatan yang dimiliki pasukan berbeda itu melainkan Brimgard memiliki keuntungan yang begitu besar dalam segi apapun, ia juga mengincar pasukan Giblis terlebih dahulu agar mereka tidak beradaptasi.
Gildritch juga langsung dilepaskan banyak sekali pusaran Nothingness yang menjebak mereka di dalam ciptaan kekosongan yang dibuat oleh Brimgard sampai ketiga Gildritch tidak bisa melakukan perlawanan apapun.
"Awal eksperimen memang tidak akan berjalan begitu baik, setidaknya mereka sudah cukup untuk terus menahan Brimgard sampai ia kewalahan menggunakan semua kemampuan dan sihir itu..."
Shinobu terus memperhatikan Brimgard yang berhasil membantai habis pasukan Giblis sehingga sekarang ia mulai menerima banyak sekali serangan sihir elemen yang berada dari pasukan Elemental.
Dengan dua tangannya yang memegang dua belati materi gelap serta kedua tinjunya yang diselimuti oleh Nothingness, ia terus melenyapkan segala pasukan Elemental menggunakan tinjunya.
Brimgard melancarkan serangan kombinasi menggunakan kedua belati itu sehingga terjadi ledakan materi gelap di sekitarnya yang menjalar luas, ia juga langsung menyatukan kembali kedua belati itu menjadi tombak yang ia putarkan.
Shinobu terus memperhatikan Brimgard yang melesat maju ke depan lalu mengayunkan tombak itu beberapa kali sampai menghancurkan seluruh pasukan Mecha Neko serta Beast Mecha Neko.
Brimgard melompat ke atas lalu ia melakukan satu putaran yang dicampur dengan tebasan gelombang materi gelap sampai melenyapkan pasukan Elemental di hadapannya, "Sungguh petarung yang mengerikan..."
"...kau benar, dia membantai semua itu sebelum tiga detik sudah terlewati. Kecepatannya juga terasa sepeti meningkatkan mungkin karena bantuan dari persentase yang ditingkatkan."
Shinobu memegang dagunya sendiri karena ia sekarang dapat memprediksi pertarungan itu bisa berjalan lama karena Mecha Neko itu dapat membelah diri karena logam yang Shinobu temukan menggunakan Golden Alchemist.
Shinobu terus memperhatikan medan perang itu selagi memikirkan rencana dan strategi lainnya untuk menahan Brimgard agar tidak lepas dari perhatian mereka semua, "Berpikir Koneko... berpikir..."
"...apa yang akan kau lakukan dalam masa-masa seperti ini? Kenapa rasanya bingung sekali untuk bisa terlepas dalam masalah ini?" Tanya Shinobu selagi menyentuh wajahnya sendiri.
"Sepuh, lebih baik kau tenangkan pikiran dan jiwamu itu karena pasukan makhluk halus akan terus mengulurkan waktu lebih lama dari pasukan lainnya." Kata Sakti.
Shinobu memejamkan kedua matanya untuk melakukan pemanggilan makhluk halus besar, salah satunya adalah pocong dengan berukuran besar sekali sampai Brimgard dapat melihatnya dari depan.
Pocong itu langsung meludahi Brimgard tetapi ia berhasil melenyapkan air ludah bersama pocong itu dengan melepaskan gelombang Nothingness melalui tombaknya itu.
"Banyak sekali makhluk halus yang memiliki keunikan masing-masing, bukan hanya di Indonesia saja... masih terdapat banyak sekali makhluk halus yang belum kau gunakan dalam sejarah berbeda."
Shinobu hanya bisa diam karena ia sendiri sudah tahu melepaskan lebih banyak bawahannya tidak akan pernah bisa mengubah hasilnya, tetapi ia langsung mencobanya dengan membangkitkan banyak sekali makhluk halus yang berbeda.
Brimgard merasa begitu senang karena ia dapat meratakan semua pasukan bawahan Shinobu tanpa kesulitan apapun, semuanya dapat ia lakukan hanya dengan ketangguhan yang selalu ia perkuat.
Shinobu terus memperhatikan medan perang itu dengan mengerutkan dahinya sampai ia langsung menunjuk Brimgard tetapi serangan materi gelap mulai menghampiri dirinya dengan kecepatan penuh.
__ADS_1
Untungnya harimau putih melompat keluar dari dalam tubuh Shinobu hanya untuk menyingkirkan semua serangan yang menghampiri dirinya, "Aku lupa bahwa diriku juga memiliki Khodam..."
"...tetapi masih belum diperkuat, pada akhirnya aku tidak bisa melakukan performa yang cukup baik seperti ketiga Legenda legendaris itu untuk menahan Brimgard."
"Aku terasa menjadi seperti seseorang yang menggunakan bawahannya sebagai pion untuk dilepaskan dalam medan tempur hanya untuk bertarung sampai mati."
"Jangan berpikir seperti itu, sepuh. Lagi pula semua bawahanmu termasuk diriku rela mengorbankan apapun hanya demi menumbuhkan rasa bangga padamu."
"Terutama lagi mereka tidak akan pernah menyesal untuk bisa mati selagi melakukan perjuangan, bukannya mereka mendapatkan bimbingan darimu untuk mengikuti harga diri bangsa Legenda?"
"Mungkin saya juga bisa setuju dengan itu, Anda seharusnya mengangkat kepalamu lalu berikan semua bawahan itu kepercayaan besar darimu." Kata Cyber.
Shinobu memasang tatapan serius lalu ia mengangkat kepalanya ke atas sehingga dirinya langsung melepaskan cahaya emas melalui tubuhnya sampai memberikan peningkatan kekuatan besar kepada mereka semua.
Brimgard langsung mengerutkan dahinya karena ia sekarang dapat merasakan bahaya yang tidak bisa dianggap enteng, pergerakannya bertambah semakin agresif ketika mencoba untuk melenyapkan semua pasukan itu.
"... ...!!!" Shinobu melebarkan matanya karena ia baru saja mengingat sesuatu, semua pasukan itu berhasil menekan Brimgard sekarang sampai ia tidak bisa memandang Shinobu terlalu lama.
"Touriverse's Hope..." Shinobu langsung menghubungi semua pasukan Touriverse melalui pikiran mereka untuk melepaskan semua harapan dan kepercayaan kepada dirinya.
Tubuh Shinobu langsung menerima banyak sekali dari seluruh pasukan Touriverse yang bersedia untuk memberikan dirinya kepercayaan serta harapan, ia dapat melihat semua pasukan yang menyerang Brimgard terus berkurang secara drastis.
"Supernova Inducement...!" Shinobu merubah gumpalan emas itu menjadi Supernova emas yang sudah siap untuk dilempar agar bisa meledak tepat di hadapan Brimgard agar bisa melukai dirinya lalu menariknya ke dalam alam gaib secepatnya.
Brimgard melakukan satu putaran terakhir hanya untuk melenyapkan seluruh pasukan Shinobu tanpa menyisakan apapun, sekarang ia dapat melihat cahaya yang begitu silau dari atas langit.
"Kerahkan semuanya, Shinobu Koneko...!!!" Teriakan Brimgard langsung melepaskan dorongan yang mengenai wajahnya sendiri sampai rambutnya juga mulai bergerak cepat karena embusan itu.
Shinobu merapatkan giginya lalu ia melempar Supernova itu menuju arah Brimgard sehingga ia langsung mengulurkan lengannya ke depan sehingga berhasil menghentikan pergerakan dari sihirnya yang mencoba untuk mendatangi dirinya.
Shinobu menurunkan kedua lengannya lalu ia melepaskan semburan sinar cahaya menuju arah Supernova itu sehingga berhasil mendorongnya, kedua bahunya juga memunculkan kedua lengan teknologi yang ikut menembak.
Supernova itu berhenti di tengah-tengah karena dorongan yang dilakukan oleh kedua petarung itu sehingga mereka sekarang dapat merasakan Supernova di hadapannya akan pecah serta menimbulkan ledakan yang dahsyat.
Shinobu dan Brimgard melesat menuju arah Supernova itu sehingga mereka langsung masuk ke dalam lalu saling berpapasan dengan tinju yang sudah mereka perkuat.
"Perlihatkan ketangguhan itu kepada diriku, Shinobu Koneko...!!!"
"GOLDEN...!!!"
__ADS_1
Brimgard melebarkan matanya ketika ia melihat tubuh Shinobu meleleh karena selama ini yang mencoba untuk menyerang dirinya adalah tanah liat yang membentuk menjadi Shinobu sampai berhasil menipu dirinya.
"Ini bukan ketangguhan melainkan tipuan..." Shinobu menjentikkan jarinya sehingga Supernova itu langsung meledak sampai melukai tubuh Brimgard cukup parah karena daya kekuatan itu didapatkan dari seluruh pasukan Touriverse.
Ledakan itu dahsyat sekali sampai melepaskan dorongan di sekitar medan perang, cahaya juga terlepas dari dalam ledakan tersebut sampai memulihkan seluruh luka yang dimiliki oleh pasukan Touriverse.
Shinobu menurunkan kedua lengannya lalu ia dikejutkan dengan Brimgard yang berhasil melindungi tubuhnya dengan sayap kekosongan yang begitu lebar dan panjang sampai dirinya langsung menyeringai.
"Kau pikir aku tidak akan mengetahui rencana dan strategi itu...? Kau ini dipenuhi dengan banyak sekali kejutan, tetapi akan aku balas lagi dengan kejutan yang lebih besar!"
Brimgard melebarkan sayapnya sampai melepaskan banyak sekali titik laser yang mengarah menuju arus dirinya, "Khodam...!"
Khodam itu muncul di hadapan Shinobu lalu menahan semua serangan yang dilepaskan oleh Brimgard, kedua telinganya bergerak seketika ia mengetahui musuhnya sudah berada di belakangnya.
"Tidak ada jalan lari...!!!"
"Santet...!!!" Seru Shinobu sehingga keempat lengan Brimgard pecah karena benda tajam yang terlepas keluar sampai mengenai dirinya sendiri.
Brimgard meringis kesakitan lalu ia melangkah satu tendangan yang mengenai perut Shinobu sehingga ia terpental ke belakang lalu memuntahkan banyak sekali darah, ia tergeletak di atas tanah lalu bangkit karena bantuan Khodamnya.
Brimgard melesat secepat mungkin menuju arah Shinobu tetapi Zephyra langsung menepuk tangannya sehingga terjadi pertukaran secara acak dimana mereka yang berada dalam posisi itu langsung berubah dengan berbeda.
Salah satunya adalah Shinobu yang berpindah menuju tempat aman dimana ia tadi hampir saja menerima serangan mematikan lainnya dari Brimgard, "Hah... Hah... Hah..."
Brimgard mengepalkan keempat tinjunya yang sudah pulih dengan kesal ketika Zephyra melakukan pertukaran secara mendadak, "Ternyata dia memang memperlakukan siapapun dengan netral..."
Brimgard langsung melihat seorang gadis yang baru saja membunuh Zerdians di hadapannya lalu menggusurnya ke dalam pintu neraka, "... ..."
Brimgard melihat gadis itu langsung menatap dirinya dengan ekspresi kaget, "Brimgard...!"
"Dan kau adalah...?"
Shinobu berhasil bangkit dari atas tanah lalu ia melihat seorang pria yang memiliki empat tangan juga sedang berada di depannya selagi memupuk tubuhnya, "Jika bukan karena pertukaran itu..."
"...aku sudah pasti akan mati---" Pria itu melihat Shinobu lalu ia langsung melancarkan satu serangan yang berhasil menembus tubuh halus Shinobu.
"Kau adalah adiknya Brimgard...!"
"...Zeindall Zio!"
__ADS_1