Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 218 - Tiada Henti Baginya


__ADS_3

Semua partikel biru dan merah yang melambangkan sihir [Vanish] itu mampu membuat Komi tercengang, ia benar-benar tidak menyangka bahwa mortal seperti diri-nya akan bertambah jauh lebih kuat dari dirinya yang masih belum bisa menggunakan [Vanish's Barrier], sepertinya ia baru saja melakukan kesalahan kritis karena membuat diri-nya mengamuk.


"H-Hebat... Ini pertama kali-nya aku melihat Vanish's barrier secara langsung, sungguh mengerikan... semua serangan apapun mampu hancur seolah-olah menghapus sesuatu dari kenyataan, tekanan-nya juga tidak jauh lebih hebat-nya sehingga membuat gravitasi semesta ini menjadi berkali-lipat." Haruka menatap Korrina dan ia langsung menatap kembali dirinya dengan tatapan yang sangat tajam.


Haruka sendiri bahkan ketakutan ketika melihat tatapan-nya, tubuhnya bergetar hebat hingga keringat dingin mengalir keluar dari dalam tubuh-nya, "Bawa mereka pergi, jangan coba-coba untuk mengganggu diriku..." Korrina mencabut beberapa helai rambut-nya lalu ia memberikan-nya kepada Haruka untuk menyelamatkan Virra yang masih bisa diselamatkan.


"S-Siap..." Haruka mengangguk lalu ia bersama Honoka membawa Virra pergi di tempat itu, mencari tempat yang jauh lebih aman dari medan tempur itu.


"Berani-beraninya kalian melarikan diri... tidak ada yang bisa melarikan diri dari-ku..." Komi menatap mereka bertiga lalu menunjuk mereka dengan ekspresi yang kesal.


Komi melebarkan mata-nya ketika Korrina berada tepat di hadapan-nya, "Kau tidak berhak memandang arah lain kecuali diriku..." Korrina menghantam wajah Komi hingga ia terlempar ke atas udara.


Mortem mencoba untuk membantu Komi tetapi ia langsung menatap diri-nya hingga ia jatuh pingsan, sebuah kubus biru tua muncul lalu mengurung Mortem di dalam sana agar ia bisa berhenti ikut campur dengan urusan-nya sendiri.


Korrina lalu mendaratkan satu pukulan di wajah Komi hingga ia terseret jatuh di tanah dengan tubuh-nya yang terkena tusuk oleh semua senjata yang Korrina ciptakan menggunakan sihir Sacred dan Crimson-nya, semua senjata yang menusuk tubuh-nya mampu membuat dirinya tidak bisa bangkit atau bergerak sehingga ia melebarkan mata-nya ketika melihat Korrina yang menciptakan Keris sebesar satu semesta.


"Aaaaaaahhhhhhhh...!!!!" Teriak Korrina keras hingga Keris itu melesat menuju arah Komi, untung-nya ia sempat untuk menggunakan ilusi yang dapat mengubah tubuh-nya yang masih tertusuk itu menjadi ilusi, ia berhasil melarikan diri dan saat ini berada tepat di belakang Korrina.


Keris yang melesat itu membelah Kamitouri menjadi dua, Komi meluncurkan beberapa sihir sehingga semua sihir itu langsung menghilang begitu saja ketika menyentuh tubuh Korrina, "Menyedihkan...!!!" Korrina menyerang Komi dengan melakukan serangan kombinasi bersama ilusi yang berbentuk diri-nya.


Korrina mengakhiri serangan kombinasi itu dengan menendang perut Komi secara terus menerus hingga dia mengerang kesakitan, sikap tersembunyi Korrina mulai terlihat dimana ia sekarang bermain-main dengan musuhnya melainkan langsung membunuh-nya saja, ketika Haruka selesai memulihkan Virra, ia melihat Korrina perlahan-lahan berubah menjadi sesosok yang berbeda dengan sikap busuk itu.

__ADS_1


Korrina menghantam perut Komi dengan kemampuan yang dapat memperkuat serangan-nya, satu pukulan saja sudah mampu membuat Komi memuntahkan darah yang sangat banyak tetapi ia melepaskan dua ilusi yang berbentuk dirinya hingga Komi yang ia pukul hanyalah ilusi, Korrina memejamkan kedua mata-nya hingga semua ilusi itu hancur lalu leher Komi tiba-tiba muncul di genggaman tangan Korrina.


"A-Apa---" Korrina menghantam tubuh Komi di atas tanah, "Teruslah menggunakan ilusi...!!! Ilusi-mu tidak ada banding-nya dengan diriku, sekarang aku telah menjadi seorang ratu...!!! Ratu yang memimpin semua marga Comi!!!" Korrina menghantam tubuh Komi beberapa kali di atas tanah.


Setelah itu ia melempar-nya ke atas dan memegang seluruh tubuh-nya lalu ia menghantam punggung-nya keras menggunakan lutut-nya sehingga tulang-tulangnya langsung retak, dengan satu pukulan terakhir ia mampu menghantam perut-nya sehingga Komi memuntahkan banyak sekali darah lalu menjerit kesakitan.


"Aaaaaahhhhhhhh...!!!!" Korrina menutup mulut Komi lalu ia menatap-nya dengan ekspresi yang terlihat tenang, "Baguslah... kau masih hidup, akan sangat mengecewakan jika kau kalah begitu saja."


Korrina menghantam tubuh Komi di atas tanah lalu ia menginjak perut-nya dengan sangat keras, "Mari kita melanjutkan pertarungan ini..." Korrina mengangkat lengan kanan-nya tetapi Haruka datang lalu menghentikan diri-nya dengan memegang tangan-nya dengan ekspresi yang terlihat khawatir.


"Mama, hentikan..." Kata Haruka, Korrina melirik ke belakang lalu menatap diri-nya dengan ekspresi yang terlihat serius, "Jangan menghalangi diriku..."


"Aku tidak menyangka bahwa Mama akan melakukan tindakan rendahan seperti ini, bukan-nya Mama sangat membenci tindakan dalam menyiksa musuh-mu sendiri...? Wujud ini, Grimoire of Crimson telah mengambil alih tubuh-mu dan mengubah diri-mu menjadi seseorang yang kejam dalam menyiksa seseorang, sejujur-nya itu menyedihkan karena Grimoire of Sacred itu telah salah memilih pemilik yang menyiksa musuh-nya sendiri." Ucap Haruka.


"... ...!" Korrina melebarkan mata-nya sehingga Vanish's Barrier-nya langsung menghilang, ia kembali sadar dengan perkataan Haruka karena ia baru saja menyiksa diri-nya yang palsu habis-habisan.


"Sudahlah, Mama... biarkan hati dan jiwa-mu itu menenangkan diri-nya, buku sihir itu bisa saja menghapus keberadaan-mu karena kau baru saja melakukan tindakan yang dibenci oleh buku tersebut." Haruka berjalan melewati Korrina hingga ia mengangguk pelan lalu menatap Haruka dengan ekspresi yang kelelahan.


Haruka berdiri tepat di hadapan Komi yang sedang berlutut, ia menatap diri-nya dengan ekspresi yang terlihat tenang... ia tidak memiliki rasa balas dendam atau amarah kepada Komi karena Korrina sudah mengajarkan kepada dirinya bahwa amarah dan balas dendam itu tidak akan mengubah apapun.


"Komi... tidak, Mama... lebih baik kau hentikan saja emua kegilaan ini, tidak ada guna-nya jika kau mencoba untuk menciptakan konflik dan ancaman baru, konflik apapun itu... kau sudah pasti akan merugikan kita semua, kedua belah semesta asli dan palsu yang saat ini bergabung menjadi satu." Haruka berlutut di depan Komi lalu ia mengulurkan lengan kanan-nya sambil menunjukkan ekspresi belas kasihan.

__ADS_1


Komi yang dipenuhi dengan luka dan darah hanya bisa menatap Haruka dengan ekspresi yang terlihat seperti menahan diri, apakah semua yang ia lakukan itu tidak berguna...? Ia masih ragu-ragu dengan tindakan yang selalu ia buat, tetapi semua itu ia lakukan karena dia memiliki tujuan-nya sendiri bahwa seluruh populasi palsu telah menderita karena populasi asli.


Komi tidak menerima tangan Haruka karena ia sudah muak dan bosan melihat sikap belas kasihan-nya itu, ia terus saja dimaafkan oleh Haruka walaupun tindakan sudah cukup berlebihan karena membunuh semua dewa dan dewi, ia memulihkan diri-nya kembali lalu melayang di atas udara sambil menatap mereka berdua.


"Aku tidak ingin lagi melihat kalian berdua terus memberikan diriku belas kasihan, aku tidak membutuhkan-nya...!!! Ingat ini kalian berdua penghuni Touri yang asli, aku mau lagi melihat kalian semua memberikan diri-ku belas kasihan...!!! Inilah kenapa kalian itu lemah, inilah kenapa konflik yang berdatangan jauh lebih kuat dari kalian sendiri..."


"...dengan ini aku menganggap kalian semua sebagai penghuni asli yang benar-benar lembek karena membiarkan musuh begitu saja, dasar lemah... Ingat ini, Korrina Comi, kekuatan dan wujud yang kau dapatkan-nya hanyalah sekedar kebetulan, terima kasih karena sudah memberikan diriku beberapa informasi." Komi tersenyum sinis lalu ia tertawa terbahak-bahak sambil melepaskan Mortem dari dalam kubus itu.


Korrina membiarkan mereka berdua pergi karena ia harus mengurus penduduk-nya sendiri dari ancaman penduduk yang berasal dari dimensi palsu, ia merasakan firasat yang buruk bahwa Komi bisa saja melakukan sesuatu kepada populasi Touri yang palsu. Sebuah portal terbuka lebar dan mereka berdua langsung masuk ke dalam portal tersebut.


"Haruka... terima kasih." Korrina tersenyum lalu ia mengusap kepala-nya dengan lembut, "Aku melakukan semua hal yang aku pelajari dari-mu, Mama---" Haruka melihat Korrina yang perlahan-lahan terjatuh, untungnya ia sempat unntuk mengangkat tubuh-nya.


"Mama...?" Haruka menatap wajah Korrina, sepertinya Vanish's Barrier itu mampu membuat dirinya merasakan kelelahan yang dahsyat, "Beristirahatlah sebentar, kita akan pulang, mereka semua tidak akan menyerang-mu lagi kok." Haruka tersenyum lalu mencium kening Korrina.


***


Amarah Komi melonjak ketika Korrina hampir saja membunuh diri-nya, ia juga bahkan menyiksa dirinya sendiri sehingga harga diri-nya menurun secara drastis... dewi segala-nya dikalahkan dengan mudah oleh amarah seorang mortal, ia juga ikut kesal ketika melihat Haruka yang terus bersikap baik di hadapan-nya, ia tahu bahwa ia menggunakan sebuah topeng senyuman palsu.


"Lebih baik kita merancang sebuah rencana agar Mama bisa bertambah jauh lebih kuat lagi, semisal-nya mengumpulkan seluruh Grimoire yang ada di dimensi palsu? Jika kedua semesta Touri terbelah dan bergabung menjadi satu maka aku bisa memprediksi bahwa terdapat dua Grimoire yang sama..."


"Ahh, kau benar juga, Mortem. Ide yang bagus juga, baiklah." Komi tersenyum jahat.

__ADS_1


Mortem melebarkan matanya ketika sebuah aura yang berbentuk pedang menusuk dada-nya sampai menghancurkan jantung-nya, Komi baru saja menusuk-nya dari belakang.


"A... Apa...?"


__ADS_2