Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 377 - Musim Sejuk


__ADS_3

"Selamat pagi, seluruh penghuni Yuusuatouri dan selamat menikmati kegiatan anda di suasana yang begitu sejuk hari ini, sudah saatnya kita semua masuk ke dalam tanggal yang memiliki musim paling sejuk dan dingin di malam hari, tanggal yang memiliki banyak liburan berbeda-beda untuk dinikmati karena suasana yang begitu damaiĀ  dan tenang seperti ini." Seorang Legenda yang membawa acara itu mulai memberitahu seluruh berita terkini terutama hari-hari yang dapat dinikmati yaitu hari libur.


Berita itu akan muncul di seluruh Televisi yang ada termasuk layar Virtual yang sudah diciptakan oleh Korrina agar semua orang dapat mengakses dan melihat berita terkini yang sedang terjadi juga liburan yang ia sudah terapkan dulu sekali, sekarang tanggal sudah menempati musim sejuk dengan kedinginan yang begitu pas, semua orang menantikan musim ini terutama dengan suasana damai seperti ini semuanya terasa lebih baik.


"Musim sejuk ya, tanggal yang pas untuk mendapatkan banyak uang di musim ini karena banyak pelanggan datang untuk menikmati pesanan eksklusif itu ya." Kata Arata sambil memotong bawang bombai itu pelan-pelan selagi menatap layar virtual di hadapannya karena ia tidak ingin ketinggalan satupun berita atau informasi tentang musim sejuk ini karena dipenuhi dengan liburan yang cukup pas untuk dinikmati.


"Benar juga, sebentar lagi kita akan masuk hari perayaan orang tua seluruh semesta, Arata. Apakah kau ingat...? Itu artinya anak-anak pasti merencanakan sesuatu untuk kita, aku menantikan sebuah hadiah dan kasih sayang yang tinggi, hehehe." Ophillia tersenyum sambil menatap layar virtual kecil seperti ponsel di tangan kanannya.


"Sepertinya aku juga tidak sabar tentang hari itu, aku penasaran dengan Rokuro... apa yang akan dia berikan kepadaku, dia selalu memberikan diriku sesuatu yang tidak berguna dengan wajah dingin-nya itu."


"Hahaha, pantas seperti Ayahnya sejak dulu... musim sejuk seperti ini pantas sekali menghabiskan waktu dengan sesama tetapi kita tidak bisa, menghabiskan waktu dengan bekerja bersama dirimu sudah cukup." Ophilia tersenyum dan Arata mengangguk lalu berhasil menyediakan beberapa piring dipenuhi makanan, Hana menghampiri Arata untuk membantu dirinya mengambil semua piring itu dan membawanya kepada pelanggan.


"Ngomong-ngomong soal... perayaan orang tua..." Ophilia terlihat murung sekarang ketika mengingat seseorang yang tidak pernah kembali walaupun sudah lima tahun pergi merantau ke tempat yang sangat jauh yaitu melewati seluruh batas Touriverse, Arata menatap Ophilia dan ia bisa membaca raut wajahnya.


"Hari perayaan orang tua untuk anak-anak Comi 'kah? Haruka, Honoka, dan terutama Kou yang masih kecil... belum mendapatkan kasih sayang sedikitpun dari Ayah atau Ibunya, ibunya hanya memberi dirinya perhatian ketika bayi sedangkan di masa balita Korrina sudah sibuk menghadapi berbagai masalah untuk di masa depan nanti seperti mengunjungi Palouce dan Reaoum." Arata menyimpan seluruh peralatan-nya dan membersihkan meja kerjanya karena ia sendiri sebenarnya memikirkan tentang kedua orang tuanya yang membawa Korrina entah kemana bahkan sampai lima tahun tidak pernah kembali lagi.


"Malang sekali ya... sebenarnya Korrina tidak ingin berurusan dengan sesuatu yang menyusahkan karena ia pernah bilang kepadaku... ingin menghabiskan waktu-nya sampai kehidupan terakhirnya dengan melihat perkembangan anak-anaknya tetapi ia terpaksa untuk melakukan semua tugas itu demi melindungi anak-anaknya." Ophilia menatap Arata dan Arata hanya bisa diam selagi menggelengkan kepalanya.


"Korrina memang sudah seperti itu, egois seperti biasanya. Alasan egois yang memiliki latar belakangan kebaikan untuk sekitarnya tetapi aku merasa cukup malang juga untuk mereka, lima tahun tidak pernah merasakan perayaan bersama kedua orang tua mereka." Arata duduk di sebelah Ophilia untuk mengambil layar virtual-nya dan menggunakan mode membaca agar ia bisa membaca seluruh berita dengan cepat lalu kembali bekerja seperti biasanya.


"Apakah kita perlu mengundang mereka di malam perayaan orang tua itu...? Setidaknya buat mereka merasakan suasana kebersamaan bersama orang tua." Tanya Ophilia dan Arata setuju dengan anggukan tetapi ia mengingat satu hal penting bahkan ia sampai tersenyum kecil lalu mengalihkan pandangan-nya ke arah pintu keluar dan melihat Rokuro baru saja masuk ke dalam restoran dengan pakaian yang terlihat mewah juga keren.

__ADS_1


"Ahhh... aku mengerti tatapan itu, cinta yang tidak lama lagi akan melekat dan bersatu." Ophilia tersenyum bangga ketika melihat Rokuro yang sekarang mulai menghadapi mereka dengan tatapan yang terlihat serius, ia mencoba untuk menyembunyikan sebuah fakta tetapi sepertinya tindakan itu percuma ketika melihat kedua orang tuanya menyengir seperti itu.


"Aku akan pergi dulu, kembali malam. Apakah diperbolehkan, Ayah dan Ibu?" Tanya Rokuro.


"Tentu saja, datanglah kapanpun yang kamu inginkan, Rokuro. Nikmati waktumu bersama dirinya." Ophilia tersenyum, senyuman itu membuat Rokuro merasa malu dan canggung bahkan wajahnya merah sedikit karena kedua orang tuanya dapat membaca dirinya seperti buku.


"Hmph... aku pergi..." Rokuro dengan cepat pergi meninggalkan kedua orang tuanya dengan tatapan dingin sehingga Arata mulai mengatakan sesuatu kepada Rokuro sebelum ia pergi dan ia mendengar jelas apa yang ia katakan.


"Jalankan lah hubungan dengan sehat jika kau sudah menembus hatinya, nak."


"Berisik, pak tua!!!"


***


"Kou, berikan kepada diriku!!!" Seru Honoka, Kou melompat ke atas untuk menghindari semua benda virtual yang mencoba untuk menabrak-nya, ia melempar bola virtual itu ke arah Honoka dan Honoka berhasil menangkapnya lalu memasukkan bola itu ke dalam gawang sehingga mencetak skor yang cukup tinggi karena kekuatan dan juga refleks mereka yang mampu menghindari semua perangkap dan atraksi yang disediakan oleh virtual itu.


Mereka bermain permainan yang tercipta dari Virtual Reality berkat bantuan dari Tech, Honoka dan Kou terus menghabiskan waktu berjam-jam karena permainan ini cukup efektif untuk melatih refleks bahkan sampai mengeluarkan beberapa keringat. Mereka terlihat lelah sekarang bahkan Kou terlihat begitu senang untuk bisa melaksanakan hari-hari tanpa penyakit yang selalu kambuh di dalam tubuhnya itu.


"Kerja bagus, Honoka, Kou, kalian mencetak skor paling tinggi sekarang." Kata Tech sehingga seluruh alat virtual itu menunjukkan beberapa benda yang melepaskan partikel emas dan kembang api sebagai peringatan seseorang yang sudah mendapatkan pencapaian besar, Honoka dan Kou melakukan satu tepukan tangan lalu mereka pergi keluar dari ruang permainan itu untuk beristirahat di lantai sepuluh yaitu ruang santai dan kamar mereka masing-masing.


Haruka saat ini berada di kamarnya sedang dandan dan memakai lipstik karena ia hari ini memiliki sebuah janji bersama Rokuro untuk menyambut musim sejuk ini dengan berkencan walaupun mereka masih belum menjalankan hubungan sebagai pacar, semoga saja hari ini semuanya dapat berubah agar mereka dapat menjalani hubungan yang baru karena lima tahun ini mereka selalu saja terganggu dan malu untuk mengatakannya sehingga kata yang keluar dari mulut mereka hanya perkataan dingin dan kejam.

__ADS_1


Haruka sendiri sekarang dengan panik mencoba untuk mempercepat proses dandan tetapi ia mengetahui suatu fakta dari Ibunya sendiri bahwa lukisan tidak dapat dipercepat untuk mendapatkan hasil yang bagus jadi ia dengan santai-nya terus mengoles bibirnya dengan lipstik merah agar ia terlihat lebih cantik dan dewasa karena sekarang ia sudah menginjak masa dewasa bersama seluruh teman-temannya.


Haruka baru saja selesai dan ia menatap dirinya sekali lagi di hadapan cermin sehingga ia bisa melihat refleks seorang gadis yang begitu cantik dan anggun karena rambut merah juga mata berwarna hijau-nya itu terlihat sungguh cocok dengan kombinasi dari pakaian yang ia kenakan seperti pakaian hangat berwarna merah.


Ia sudah mempersiapkan semuanya bahkan ia memiliki senjata rahasia di balik pakaiannya, satu-satunya persiapan yang belum ia siapkan adalah kacamata Tech di hadapannya untuk digunakan untuk melihat suasana dan mencari tempat yang pantas untuk mereka bermesraan, sekarang sudah saatnya untuk menjalankan rencana dengan pergi meninggalkan kamar itu secepatnya sebelum Honoka dan Kou melihatnya, menggunakan sihir waktu bukan hal yang baik karena Kou dan Honoka dapat dengan mudah mendeteksinya.


Dengan cepat Haruka membuka pintu kamarnya sehingga dikejutkan dengan Honoka dan Kou yang berada tepat di hadapannya selagi menunjukkan wajah mengerikan terutama Kou yang mengubah kepalanya menjadi hantu, Haruka hanya bisa diam dan memasang ekspresi datar karena ia bisa menebak-nya bahwa mereka akan melaksanakan permainan itu lebih cepat dari biasanya, sekarang ia hanya perlu memainkan drama agar tidak tertangkap basah.


"Kenapa kamu tidak terkejut...?"


"Tentu saja, trik itu murahan sekali, aku sudah terbiasa ketika melihat Kou melakukan trik seperti itu, bukan 'kah begitu, Kou?" Tanya Haruka kepada Kou dan Kou menjawabnya dengan anggukan cepat.


"Awww~ Adik kecil imut sekali sih~ Nanti Kakak belikan madu berkualitas baik ya~" Kata Haruka sambil meremas kedua pipinya dan Kou tersenyum lebar lalu melompat-lompat sehingga Honoka memasang wajah curiga kepada Haruka, pakaian mewah yang ia kenakan terutama lipstik yang terlihat jelas di bibirnya menandakan sesuatu yang berbeda di dalam diri kakaknya sendiri.


"Kakak, kau akan kemana di awal musim sejuk seperti ini? Pembukaan 'kah? Boleh aku ikut!? Ayolah, bersama kedua saudara imutmu ini, masa tidak sih~" Honoka mendekat Haruka lalu memeluk dirinya dan mengusap pipinya dengannya.


"Tentu saja tidak, aku hanya ingin melihat pembukaan itu sendiri, kalian memiliki tugas masing-masing yang harus dilaksanakan. Ingat ya, Kakak lebih berkuasa dan kalian harus menuruti apa yang Kakak katakan, mengerti?" Haruka merasakan perasaan yang lega di dalam hatinya karena ia berhasil membuat mereka percaya dengan kekuasaannya sebagai Kakak yang pertama.


Kou mengetahui jelas apa yang Haruka pikirkan tanpa sengaja karena ia merasa begitu penasaran kenapa ia ingin pergi ke pembukaan itu sehingga Kou sadar bahwa Haruka memiliki sebuah janji dengan Rokuro, ia memasang wajah yang terkejut bahkan mulutnya terbuka lebar, dengan cepat Kou langsung mengeluarkan layar virtual besar yang memiliki tulisan besar di dalamnya, Haruka dan Honoka dapat membaca sehingga mereka tercengang melihat Kou yang begitu bersemangat.


"Kakak... memiliki... janji dengan Rokuro!?" Honoka memasang wajah tertarik dan bahkan senang, ia mengangkat kedua jempol-nya kepada Kou dan Kou menjawabnya dengan satu kedip di mata kanannya.

__ADS_1


"S-Sial...! A-Aku lupa adikku dapat membaca pikiran dan perasaanku ini...!"


__ADS_2