Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 193 - Korrina = Komi


__ADS_3

Doppleganger of Touri - Unknown Place


Beberapa dewa dan dewi masuk ke dalam ruangan dimana hanya terdapat Korrina yang sedang berada di wujud segalanya bersama sesosok makhluk yang menggunakan jubah, ruangan itu sangatlah rahasia dan hanya digunakan untuk tempat perkumpulan bagi para dewa yang berada di puncak segala-nya atau paling atas.


 Dan ini pertama kalinya Korrina ikut karena ia merasakan firasat yang buruk, "Apa-apaan ini... Apa masih terdapat sebuah dimensi dimana semesta Touri itu ada...?" Tanya Korrina.


"Tentu saja, Korrina. Kau adalah Korrina yang berasal dari dimensi palsu, itu artinya kau palsu juga, tetapi seseorang yang palsu seperti dirimu... tidak kusangka bahwa kau akan memiliki kekuatan dan sihir segalanya. Bahkan kau berada di titik dimana semesta Touri di dimensi palsu itu tidak bisa mengalahkan bahkan menyentuh dirimu." Ucap seorang dewa dan Korrina mulai menatap-nya.


Ia melihat sebuah lambang nama di bagian kerah bajunya lalu ia membacanya, "Hy... dra...?" Korrina mulai tercengang ketika membaca nama dewa itu adalah Hydra sedangkan kedua dewa dan dewi yang datang bersamanya bernama Skooth dan Darkon.


"A-Apa ini... Semua dewa dan dewi ini memiliki keberadaan dan kekuatan yang sama denganku... Apakah mereka ini dewa dan dewi segalanya...? Sama sepertiku? Itu tidak mungkin..." Ungkap Korrina gugup sehingga ia dikejutkan dengan disentuh di bagian bahunya.


 "Kyah...!" Korrina mengangkat kedua bahunya lalu ia menatap sesosok yang memakai jubah itu dengan tatapan yang mengancam.


 "Kita semua juga sama seperti-mu Korrina... Kita berasal dari dimensi yang berbeda... Touri... Reaoum... Palouce... Kita juga dilarang untuk bertindak karena kita adalah segalanya. Pertemuan ini adalah pertemuan semua dewa dan dewi segalanya yang masih hidup dan ada saat ini...!!!" Ucapnya sehingga ia melepas jubahnya lalu beberapa bola dimensi lainnya muncul di tempat itu dan membuat Korrina melebarkan matanya.


"A-Apa ini...? Sebenarnya berapa banyak semesta yang pernah ada! Ini sangat membingungkan...!!!" Tanya Korrina dengan ekspresi yang terlihat kesal karena ia muak melihat semua dimensi yang menunjukkan berbagai semesta itu, ia sudah menebak bahwa di setiap semesta pasti terdapat konflik dan masalah yang mengorbankan ribuan bahkan jutaan nyawa.


"Ini adalah tempat diskusi kita dan pengawasan kita terhadap semua dimensi itu, salam kenal, namaku adalah Zenzaku, aku adalah anak dari sang dewa yang lebih berkuasa dari kita semua yaitu Zangetsu." Ucap Zenzaku dan Korrina hanya bisa diam karena ia mengenal Zangetsu adalah sesosok pengganti dari seorang dewa yang menciptakan segalanya yaitu Zangges.


"Anak dari Zangetsu...? Itu mustahil, apakah beliau masih hidup?" Tanya Korrina.


"Tentu saja, tapi sayangnya dia sedang beristirahat. Ia sudah lelah mengurus ketiga inti semesta itu. Ayahanda juga bahkan berencana untuk menciptakan semesta yang lebih besar dari Touri dan ketiga kembaran-nya." Zenzaku menyilangkan kedua lengannya lalu ia tersenyum sinis dan membuat Korrina merasa tidak nyaman.


Ia merasa seperti berkumpul dengan para penjahat walaupun ia berlagak seperti dewi segalanya karena ia tidak mau identitas-nya diketahui oleh semua orang termasuk suaminya, "Di perkumpulan ini, kalian sudah resmi akan mengikuti rencanaku yaitu menghapus semua dimensi-dimensi yang tidak pantas dan tidak layak untuk bertahan." Ucap Zenzaku.


"Jelaskan aku." Korrina mulai turun tangan sehingga semua dewa dan dewi menatapnya dengan ekspresi yang terlihat serius.


"Korrina Comi." Ucap Darkon dan Korrina langsung menatap Darkon dengan tatapan yang tajam.

__ADS_1


"Kalau tidak salah... aku baru saja mendapatkan informasi bahwa kau adalah seorang Legenda dengan darah Succubus. Itu artinya kau menjadi dewi segalanya karena melakukan hubungan intim bersama suami-mu yang bernama Alvin Ghifari bukan...?"


"Benih kehidupan itu membuat-mu menjadi segalanya!" Sindir Darkon dan itu membuat Korrina mengepalkan kedua tinjunya sampai menonjolkan beberapa urat karena ia merasa kesal mendengarnya.


Ia juga mulai tersipu dan merasa malu bahwa semua dewa dan dewi mulai menertawakan Korrina, "Baiklah... HENTIKAN!!!" Teriak Korrina sehingga menciptakan dorongan besar yang mampu membuat mereka semua terdorong ke belakang.


Semua dewa dan dewi merasa terkesan melihat dorongan yang dikeluarkan berdasarkan kekuatan yang dimiliki oleh Korrina, Zenzaku juga mulai merasa tertarik bahwa Korrina adalah seorang mortal biasa yang mendapatkan kekuatan dewi segalanya karena suaminya.


"Kita mulai dari mana ya... Yahhh, semua ini disebabkan oleh satu orang sih." Zenzaku tersenyum lalu ia menunjuk kening-nya sendiri menggunakan jari telunjuk dan tengah, hal itu membuat Korrina langsung tercengang karena Zenzaku sama sekali tidak berbohong atau bercanda karena ia bisa membaca pikirannya dengan mudah.


"T-Tidak mungkin..." Ungkap Korrina.


"Apakah kau merasa penasaran tentang satu orang itu...? Dia ini... pernah bersamamu dalam waktu yang cukup lama, tetapi sekarang dia sudah tidak ada karena mengorbankan dirinya demi dimensi palsu-mu dan bahkan..."


"...secara tidak langsung ia mencoba untuk melarikan diri dari dimensi-nya itu." Zenzaku terus berbicara, Korrina mendapatkan beberapa teori tentang seseorang yang dibicarakan oleh Zenzaku dan itu tidak jauh dari Haruka.


"Iya. Jikanaru Haruka, putri dari Jikanaru Mertiana dan Jikanaru Touma. Dewa dan Dewi waktu yang sebenarnya ditugaskan untuk membunuh putri mereka sendiri atas perintah Zangetsu. Perintah itu terdengar cukup logis dan masuk akal jika kau berpikir lebih dalam lagi, Korrina." Ucap Zenzaku yang berjalan menuju arah Korrina lalu ia berjalan di sekeliling-nya.


Korrina merasa cukup terkejut bahwa Haruka sebenarnya anak dari Mertiana dan Touma, dua sosok dewa dan dewi yang memiliki kekuatan waktu terkuat dan terhebat.


"Perintah itu sebenarnya untuk menyelamatkan masa depan dan masa lalu... Demi ketiga semesta inti... Demi keadilan... Demi keseimbangan yang harus tetap terjaga... Haruka harus mati atau dia akan membuat semua tujuan Zangetsu hancur bahkan keseimbangan-pun juga..."


"...Haruka pasti akan menganggapnya remeh karena Zangetsu melihat serpihan masa depan dimana Haruka mengubah semuanya termasuk menghancurkan keseimbangan yang seharusnya terus terjaga sampai akhir."


"Di saat itulah Zangetsu memerintah Mertiana dan Touma untuk membunuh Haruka sebelum semuanya terlambat, apa yang Zangetsu harapkan adalah semuanya berjalan lancar, tetapi ia baru saja di jebak oleh sihir waktu Haruka yang mampu membuat Zangetsu diam selama beberapa menit..."


"...ketika hal itu terjadi Zangetsu marah besar lalu ia menghancurkan sihir waktu itu sampai ia mendapatkan berita bahwa Haruka melarikan diri." Ucap Zenzaku.


Korrina mulai berkeringat dingin bahwa semua yang Zenzaku katakan cukup masuk akal karena Haruka benar-benar penyebab dari turunnya keseimbangan semesta Touri yang palsu itu, "Apa yang terjadi selanjutnya...?"

__ADS_1


"Haruka melarikan diri menuju dimensi palsu dimana tempat tinggalmu berada Korrina, dialah sesosok bayi yang membuat banyak dimensi buatan atau palsu demi merusak keseimbangan yang harus dijaga..."


"...dia saat ini masih hidup, pengorbanan-nya itu membuat dirinya tereinkarnasi kembali ke dimensi Touri yang asli dan saat ini dia masih berusia bayi. Jika dia terus melakukan tindakan yang menghancurkan keseimbangan itu maka masalah dan konflik akan terus terjadi untuk dimensi yang kau sangat cintai itu." Ucap Zenzaku.


"Bahkan... Kau akan merasa menderita karena dimensi yang asli, Korrina. Dimensi palsu-mu itu berada di ambang kehancuran karena masalah atau konflik yang terus berdatangan. Jika kau berhasil menghancurkan dimensi yang asli maka dimensi palsu-mu itu akan bertahan selamanya bahkan bisa saja disebut sebagai dimensi asli yang baru." Bisik Zenzaku sehingga membuat Korrina memejamkan kedua matanya.


Ia merasa dikhianati oleh Haruka karena semua masalah dimulai dari Rxeonal lalu diakhiri oleh Bamushigaru yang disebabkan oleh Haruka yang menghancurkan keseimbangan, "Dimensi palsu itu sangat sensitif sekali tentang keseimbangan... Sekali saja ada yang melanggar keseimbangan maka konflik akan muncul... Konflik itu bisa disebut sebagai konsekuensi."


"Kenapa aku tidak menyadarinya sejak awal...? Apakah ini yang sebenarnya aku incar...? Membunuh anak adopsi yang bernama Haruka itu...? Jika dia tidak membuat dimensi palsu itu maka aku bersama keluarga-ku tidak akan pernah mengalami penderitaan yang besar melainkan kita semua akan hidup damai dan tidak merasakan sedikitpun dari kesenangan atau kesedihan... Lebih bagus begitu karena... Hidup tidak nyata itu cukup menyenangkan." Ungkap Korrina, ia mengepalkan kedua tinjunya lalu ia menunjuk dimensi asli dari Touri.


"Apa yang terjadi jika aku menghancurkan dimensi asli ini...?"


"Dimensi palsu-mu akan menjadi dimensi yang asli, itu artinya kau akan menjadi sesosok dewi Touri yang resmi, sesosok yang bisa melakukan apapun terhadap inti semesta-nya sendiri dan segala dimensi yang ada." Jawab Zenzaku.


"Aku akan melakukannya demi kebebasan... Demi kedamaian abadi untuk semua keluarga yang aku miliki." Ungkap Korrina.


"Apakah kau ingin berurusan dengan dimensi asli itu...? Ingat, terdapat Legenda yang bernama Korrina Comi seperti-mu tetapi dia sangat berbeda dengan diri-mu... Rambut-mu sekarang itu berwarna perak sedangkan dia pendek dan juga berwarna merah..."


"...sudah aku bilang bahwa dimensi asli itu memiliki kembaran-nya sendiri hampir sama seperti dimensi palsu itu. Korrina yang berada di dimensi asli sangat berbeda karena ini seorang mortal dan sikapnya juga jauh berbeda darimu." Kata Zenzaku.


Korrina menemukan beberapa informasi lagi tentang dimensi asli itu bahwa keluarganya termasuk Alvin pasti ada di dimensi itu, tetapi sikap mereka akan jauh lebih berbeda dari dimensi palsu miliknya.


Korrina mengepalkan kedua tinjunya, "Akan aku lakukan..."


"Kau membutuhkan julukan... Jika terdapat dua Korrina di dimensi yang sama itu artinya keseimbangan akan hancur dan memberikan dampak yang buruk bagi dimensi palsu-mu itu." Ucap Zenzaku.


"Baiklah... sekarang aku akan mengubah nama-ku sendiri menjadi..."


"...Komi!"

__ADS_1


__ADS_2