
Shira dan Haruki masih tidak bisa mempercayai apa yang baru saja mereka lihat di hadapannya, Arata yang menghilang begitu saja mengartikan dirinya sudah gugur dalam perang Ragnarok yang memang mengerikan sekali.
"Sialan...!!! Apa yang dikatakan oleh Korrina ternyata benar, perang sialan seperti ini tidak bisa dibiarkan begitu saja...!!!" Shira sempat memancarkan cahaya emas melalui kedua matanya sampai ia langsung menghantam daratan.
"Shimatsu Arata telah mengorbankan dirinya hanya untuk membiarkan kita bisa memulihkan semua kekuatan yang hilang itu...!!!" Shira merapatkan giginya lalu ia mengerutkan dahinya karena saking kesalnya dengan perang Ragnarok.
"Berapa lama kita akan menghabiskan waktu, hah...!?" Shira bangkit kembali dari atas tanah lalu ia melihat Zephyra yang memperhatikan pertarungan mereka selama ini.
"Sayang sekali ya, Shiratori Shira... apakah kau tidak merasa malu dan takut dengan apa yang baru saja lihat? Kalian semua bukan tandingan Dewa Kountraverse."
"Terutama lagi Arata tidak sehebat dulu sekali dimana ia masih sangat murni akan pembantaian terhadap Dewa, itu semua karena dia sudah tua karena bersikap seperti kakek-kakek yang tertekan karena konflik di Touriverse..."
"...kontrak yang ia jalani dengan Kuro juga sudah habis, itu artinya tidak bisa dibilang lemah di hadapan Brimgard yang sudah hidup di zaman kuno sampai titik ini."
"Kau sendiri juga masih belum cukup untuk mengalahkan dirinya, dialah yang menguasai Nothingness." Peringat Zephyra sampai Shira langsung melepaskan Supernova emas menuju arahnya.
Zephyra menghela nafasnya sampai sihir itu langsung berubah menjadi kekosongan, "Semoga beruntung, Shiratori Shira..."
"...kamu tidak akan mengecewakan semua keturunan Shiratori yang sudah berjuang dalam Ragnarok bukan...?"
"Mungkin Arata salah satunya sudah mengecewakan kedua orang tuanya terutama lagi Kuro---"
"Kau salah, setiap Legenda akan memiliki waktu untuk beristirahat... salah satunya adalah kematian itu adalah cara dimana mereka menutup buku sejarah itu agar bisa dilanjutkan kepada seseorang." Jawab Shira.
"Dalam artian Legends Never Dies... itu benar, kami, bangsa Legenda tidak akan pernah mati karena kami semua akan hidup di dalam Legenda yang masih hidup, mereka adalah Legenda yang melanjutkan tekad dan buku sejarah yang tak terhitung itu!"
"Shimatsu Arata telah memilih jalan dimana ia menyerahkan seluruh kekuatan hasil usaha itu kepada cucunya terutama lagi tekadnya itu..."
"...dia masih belum mati karena dirinya akan tetap hidup dalam tubuh cucunya yaitu tekadnya sendiri!" Shira mengepalkan tinju kanannya sampai memancarkan cahaya emas.
Zephyra menyilangkan kedua lengannya lalu ia menatap Koizumi yang sibuk bertarung dengan rubah berkepala tiga itu, "Shimatsu Koizumi, keturunan Shimatsu dan Comi juga... tetapi dia bukan urusanku..."
"...Zangetsu sudah membunuh Haruka Comi, itu artinya dia lebih memilih adikku di bandingkan diriku yang sudah menjadi sasaran utama oleh dirinya." Zephyra menyeringai selagi memperhatikan Shinobu.
__ADS_1
"Apakah kau tidak mengetahui betapa mengerikan Shinobu Koneko itu sebenarnya, Shira? Singkatnya dia adalah perwujudan dari kekacauan... mungkin nanti akan menambah jika dia berkembang lagi..."
"Itulah kenapa aku memanggil cucuku sebagai kebanggaan diriku, jangan melihatnya dari luar karena di dalamnya terdapat seorang petarung yang dapat mengungkapkan segalanya!!!" Shira melepaskan cahaya emas melalui tubuhnya.
"Tetapi sekarang, untuk saat ini aku akan mencoba menggapai tekad Arata yang sudah gugur untuk mencoba mengalahkan dirimu, Brimgard...!!!" Seru Shira yang terlihat kesal sampai air mata sempat mengalir keluar dari matanya.
Shira menarik nafas dalam-dalam lalu ia menghembusnya pelan dengan ekspresi tenang, "Aku mengetahui jelas batasanku sendiri, jika saja aku sudah menguasai kekuatan dari Golden Hyperversal maka aku bisa memberikan dirimu sedikit tantangan."
"Namun, rasanya pertarungan ini tidak cocok untuk diriku... tetapi aku akan mencoba untuk bangkit dan melawan dirimu sebisa mungkin!" Shira mengepalkan kedua tinjunya sampai ia kembali menggunakan kekuatan Golden Multiversal.
"Haruki, kau masih memiliki waktu untuk beristirahat... aku bisa mempercayai pertarungan ini kepada dirimu." Kata Shira yang mulai menatap Haruki dengan ekspresi serius.
"Apa...?"
"Arata... kami akan mencoba sekuat mungkin untuk membawa Touriverse menuju puncak kemenangan." Shira mengingat kembali Arata yang dulunya ia anggap sangat kuat ketika pertama kali bertemu.
"Harga diri bangsa Legenda... sejarah dan tekad yang dilanjutkan kepada Legenda lainnya, ternyata kalian memang ras pertama yang dijadikan sebagai anak emas oleh Zangges ya." Kata Brimgard selagi menyilangkan keempat lengannya.
"Sungguh ras yang menakjubkan, aku tidak sabar untuk melatih semua pasukan Legenda yang berada di layer Touriverse, itu juga jika aku bisa menang."
"Terdengar menarik, tetapi aku tetap akan melakukan perlawanan demi kebebasan dari perbudakan layer ini...!" Shira melesat maju menuju arah Brimgard dengan kecepatan tak terukur.
Serangan yang dilakukan oleh Shira berhasil mengenainya tetapi ia tidak menerima kesakitan apapun sehingga ia sekarang dapat melihat pergerakan Shira, dengan itu ia langsung melancarkan banyak sekali serangan menuju arah dirinya.
Shira menahan beberapa serangan dari Brimgard lalu ia melancarkan pukulan emas lainnya yang berhasil melukai dirinya sekarang, keseimbangan Shira sempat kacau ketika Brimgard terus menyerang dirinya.
Shira melakukan backflip ke belakang lalu ia melepaskan banyak sekali semburan sinar gamma yang berhasil Brimgard tangkis menggunakan kedua lengannya yang diselimuti dengan materi gelap.
Shira melihat Brimgard melesat menuju arah dirinya tetapi ia langsung muncul di belakangnya sampai perutnya menerima satu hantaman melalui sikutnya yang menyebabkan dirinya untuk memuntahkan banyak sekali darah.
Wajah Shira langsung menerima satu pukulan dari Brimgard yang menghempas dirinya ke belakang, "Grrgghhh... hah... hah..."
Kekuatan Golden Multiversal itu menghilang seketika sampai Shira tetap melanjutkan serangannya dengan melesat maju menuju arah Brimgard lalu melancarkan banyak sekali ke arahnya.
__ADS_1
Semua serangan itu berhasil di tahan oleh Brimgard sampai ia langsung menendang Shira lalu menjatuhkan dirinya yang sempat mengulurkan lengan kanannya ke depan hanya untuk melepaskan semburan sinar gamma lainnya yang terisap ke dalam Nothingness di tapak kanannya itu.
Shira bangkit dari atas tanah lalu ia menahan satu pukulan yang Brimgard lepaskan menggunakan lengan kanannya itu, "Nrgghh... aku memang harus belajar banyak, terutama lagi kekuatan Nothingness ini..."
"Kau cukup hebat, walaupun seorang Legenda legendaris yang dapat mengalahkan Bamushigaru, kau tetap saja masih ingin belajar dan bertambah kuat."
"Itu adalah ketangguhan...!!!" Brimgard menghantam perut Shira sampai ia langsung memuntahkan darah segar lainnya lalu wajahnya menerima banyak sekali pukulan yang dilepaskan oleh dirinya.
"Hngghhh..." Shira mulai memfokuskan semua kekuatan dan Lenergy itu ke dalam tinju kanannya yang diam-diam mengumpulkan semua kepercayaan dan harapan dari seluruh pasukan Touriverse.
Shira melancarkan banyak sekali tendangan tetapi Brimgard berhasil menghindarinya sampai ia mendapatkan satu sasaran yang begitu jelas dimana wajah Shira menerima pukulan lainnya sampai meretakkan tengkoraknya itu.
Shira melihat Brimgard mengarah kepalanya lagi tetapi ia berhasil menahannya, ia memberikan celah lainnya kepada Brimgard dimana perutnya menerima pukulan lainnya sampai ia langsung mengalami kekacauan dengan pertahanannya sendiri.
Kepala Shira terus menerima pukulan beruntun yang dilepaskan oleh keempat pukulannya itu sampai ia dapat melihat jelas perbedaan kekuatan mereka yang begitu jauh.
Shira langsung dijadikan sebagai samsak oleh Brimgard yang terus memukul kepalanya beberapa kali tetapi ia masih bisa bertahan karena tekad yang dirinya pegang membantu Shira untuk tetap melawan.
Shira melompat ke belakang tetapi Brimgard sudah berada di hadapannya dimana ia langsung menghajar kepalanya lagi menggunakan keempat tinjunya itu yang berjalan mulus.
"Hugghhh...!!!" Shira terdorong ke belakang lalu perutnya menerima satu pukulan cukup dalam yang disebabkan oleh pukulan kekosongan itu.
"Kau sudah lulus, hanya saja kau tidak berada di tingkatan yang sama denganku... tubuh tidak menerima pengaruh apapun dari Nothingness itu artinya kau memang sudah berjuang dari nol sampai titik sejauh ini, mortal!"
Wajah Shira menerima pukulan lainnya sampai ia terdorong ke belakang lalu menerima pukulan lainnya yang terus dilancarkan oleh Brimgard sampai Shira tidak memiliki cara lain untuk melawan dan menahannya.
Melarikan diri juga bukan pilihan yang baik karena dirinya sudah sepenuhnya terjebak dalam pukulan beruntun itu, ia menatap Brimgard yang menghentikan serangannya itu.
"Kau memang kuat... hebat sekali..." Pandangan Shira yang buram tidak melihat wujud Brimgard begitu jelas tetapi ia sendiri dapat merasakan kekuatan yang sudah siap jadi di tapak kanannya.
Wajah Shira menerima pukulan itu untuk terakhir kalinya sampai cahaya di tapak tangannya melesat menuju arah Haruki tanpa sepengetahuan Brimgard yang memang tidak bisa melihat atau merasakannya.
"Sekali pukulan lagi, kau tidak akan pernah bisa belajar untuk mengimbangi dirimu... mungkin dunia selanjutnya masih bisa membiarkan dirimu berlatih." Brimgard mengepalkan tinju kanannya yang diselimuti kekosongan.
__ADS_1
"Haaaaarrrgggghhh...!!!"