Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 297 - Kekuasaan Segala Waktu


__ADS_3

Konari dan Haruka sedang berada di sebuah ruangan yang dipenuhi dengan jam juga waktu, perlahan-lahan tubuh Okaho mulai kembali pulih sehingga ia bangkit hidup kembali, kekuatan waktu Haruka sedang tidak dihalang oleh batasan apapun sehingga ia dapat membalikkan keadaan dan mengundurkan waktu untuk Okaho sebelum ia terbunuh dan terluka.


Okaho melebarkan kedua mata-nya karena ia tiba-tiba kembali hidup, sebelum-nya ia tiba di sebuah ruangan putih tetapi sekarang ia kembali ke dalam ruangan itu yang sekarang dipenuhi dengan waktu. Mengetahui hal itu, Okaho baru saja sadar ia terbunuh dan Haruka menyelamatkan diri-nya dengan menghancurkan Limiter-nya itu.


"Tidak... Kakak... apa yang kau lakukan, kau menghancurkan Limiter itu..." Okaho terlihat kecewa tetapi ia lebih kecewa dengan diri-nya sendiri yang gagal untuk bertahan hidup dan menahan Haruka agar ia tidak menggunakan Limiter-nya itu.


Haruka saat ini hanya diam dan membiarkan Konari untuk menggunakan seluruh kekuatan penuh-nya bahkan ia juga mengijinkan diri-nya untuk menghancurkan Limiter-nya karena pertarungan selanjutnya pasti akan berjalan cukup membosankan bagi-nya, "Aku masih memiliki banyak waktu karena aku waktu, gunakan waktu-mu dengan benar maka aku akan memanfaatkan-nya." Haruka mulai duduk di atas langit.


"Hohh...!!! Kau meremehkan-ku!?!?!" Konari mulai meningkatkan seluruh kekuatan dan kemampuan-nya sampai menginjak tingkat kekuatan penuh, Limiter yang terdapat di kening-nya hancur dan itu artinya tidak ada satupun batasan yang akan menghalang diri-nya itu.


Haruka dan Konari menatap satu sama lain, Konari mencoba untuk menyerang Haruka tetapi ia tiba-tiba kembali ke tempat sebelum-nya secara tiba-tiba. Haruka mengangkat kaki-nya lalu menempati-nya di atas pahanya sambil menahan pipi, "Ada apa...? Kau mencoba untuk menyerang-ku? Coba sentuh aku..." Kata Haruka sehingga Konari mulai kesal dan menggunakan sihir realita-nya yang tiba-tiba hancur karena sihir Haruka.


"Time Reality... Gunakan-lah realita semau mungkin karena aku akan mengubah realita itu menjadi dominasi waktu-ku." Haruka memutarkan jari telunjuk-nya dan masih ingin melihat Konari yang mencoba untuk menyentuh-nya... Konari menggunakan segala cara untuk mendekati Haruka tetapi ia berakhir di tempat yang sama.


"Kekuasaan-ku adalah segala waktu... lihatlah apa yang telah kau perbuat kepada-ku, kesabaran-ku habis dan Limiter-ku hancur... mungkin aku akan menikmati-nya karena satu Limiter yang terdapat di kening-ku sudah sepenuhnya hancur!!!" Haruka mengangkat tubuh Konari sehingga ia tidak bisa bergerak karena berada di sihir [Time-Lag], walaupun Konari adalah gabungan dari Komi dan Korrina, ia masih tidak bisa melawan Haruka.


Limiter-nya yang ia hancurkan dan juga kekuatan penuh yang ia gunakan terasa tidak berguna ketika melawan Haruka di wujud seperti ini, sungguh mengerikan bahkan Konari tidak diberikan kesempatan apapun padahal Haruka sudah menyediakan dia beberapa waktu, "Sekarang... apakah kau menyesal untuk melihat-ku seperti ini, Konari? Terlambat untuk kembali ke jalan kebenaran loh."


Okaho melebarkan kedua mata-nya ketika melihat tubuh Konari yang mulai tersiksa habis-habisan karena Haruka mencoba untuk memutarkan anggota tubuh Konari secara 360 derajat sehingga tulang-tulang yang ada di dalam tubuhnya hancur. Haruka juga mengembalikan waktu agar Konari bisa merasakan kesakitan yang dahsyat itu terus menerus karena dia sudah melukai adik kecil-nya itu.


"Kakak, hentikan semua ini sekarang juga dan cepat habisi dia sekarang---" Haruka langsung memasukkan Konari ke dalam jam pasir-nya itu, ia menoleh kepada Okaho sambil menunjukkan ekspresi yang terlihat kecewa juga karena tidak bisa menjaga janji-nya untuk tidak menghancurkan Limiter-nya itu.


"Maafkan aku, Okaho..." Haruka menundukkan kepala tetapi Okaho mulai menepuk bahu-nya, mencoba untuk menenangkan diri-nya dan menyadarkan dirinya bahwa semua ini terjadi karena kesalahan Okaho sendiri yang kalah melawan Konari, seharusnya ia bertahan melawan Konari tetapi sepertinya dari ekspresi Haruka, sesuatu pasti terjadi.

__ADS_1


"Jangan-jangan... kau tidak memberitahuku kelanjutan dari cuplikan masa depan itu, apakah karena aku mati terbunuh...?" Tanya Okaho sambil menunjukkan ekspresi yang terlihat kaget, Haruka mulai diam lalu ia mengangguk karena ia sudah mencoba segara cara untuk mencegah hal itu terjadi tetapi hanya satu jalan yang dapat mengembalikan Okaho kembali yaitu... menghancurkan Limiter-nya.


"Aku benar-benar lemah ya... walaupun aku sudah diberkahi sihir Realita, kelemahan-ku sendiri justru sihir itu sendiri, aku benar-benar harus berlatih dan membiasakan diri ketika bertemu dengan musuh yang memiliki kekuatan sama. Nanti aku akan coba-coba berlatih di Realm of Reality." Okaho mengepalkan kedua tinju-nya lalu ia menatap Haruka yang tersenyum dan mengangguk, Limiter yang terdapat di kening-nya sudah hilang.


"Kakak... maafkan aku..."


Haruka menyentuh bibir Okaho, "Kamu tidak bersalah kok, kita sama-sama lemah... kita memiliki batasan kita tersendiri tetapi dengan melihat semua ini, lain hari kita harus berlatih dan mempersiapkan diri untuk menyambut ancaman lain-nya, aku berharap ancaman ini adalah ancam yang terakhir..." Haruka memberi Okaho sebuah kecupan di kening-nya.


"Ancaman terakhir... ohh, itu ya..." Okaho menundukkan kepala-nya sehingga Haruka mulai meraba kedua pipi Okaho lalu tersenyum, "Ayolah... tersenyum, peluang menang kita... aku yakin peluang menang kita bertambah jika aku menjadi seperti ini, Konari sudah kalah dan kita hanya perlu menunggu Mama serta kondisi di luar sana."


Haruka meraih tangan kanan Okaho lalu ia mulai memberikan diri-nya beberapa kubus waktu serta kristal waktu untuk bisa ia gunakan ketika mereka berdua masuk ke dalam medan pertempuran, Okaho menatap kristal dan kubus waktu itu bahwa ia bisa menggunakan-nya dalam keadaan darurat. 


"Okaho..."


"Kakak...?" Okaho menatap Haruka lalu ia mulai memeluk diri-nya dengan sangat erat, "Aku menyayangi-mu... adik kecil-ku..." Haruka tersenyum sehingga mereka mulai memancarkan cahaya hijau lalu lambang jam mulai melingkari mereka sehingga Okaho sadar bahwa pertarungan terakhir akan dimulai sekarang juga, waktu itu akan membawa mereka keluar dari dalam ruangan tersebut.


***


Shira muncul tepat di hadapan Zangetsu lalu ia menendang wajah-nya sehingga ia terlempar ke belakang, Zangetsu mulai mengayunkan kedua lengan-nya sehingga sepuluh jari-nya meluncurkan kilat hitam yang mencoba untuk menyambar-nya tetapi Shira berubah menjadi cahaya lalu berhasil menghindari serangan itu dengan mudah sehingga ia langsung muncul di hadapan Zangetsu.


"HAAHHHHHHHH!!!" Shira meluncurkan gelombang emas tepat di hadapan Zangetsu sehingga ia terlempar ke belakang sambil menunjukkan ekspresi yang terlihat sangat terkejut karena seorang Mortal seperti diri-nya mampu memberi dirinya luka yang cukup menyakitkan.


Mereka kembali muncul di atas luar angkasa lalu mereka mulai melayangkan beberapa pukulan sehingga serangan mereka yang bertubi-tubi mulai saling beradu, Zangetsu berhasil mencekik leher Shira lalu ia melempar-nya ke bawah sehingga ia melebarkan kedua mata-nya untuk melepaskan gelombang hitam yang mulai mengenai punggung-nya.

__ADS_1


Shira hanya melayang di bawah Zangetsu sambil melawan semua gelombang itu cahaya-nya yang terlepas dari tubuhnya itu, semua orang tercengang ketika melihat serangan gelombang Zangetsu terus menyerang Shira secara bertubi-tubi sehingga Shira tidak bisa bergerak karena ia terus ditahan oleh semua gelombang hitam tersebut.


Mereka semua sontak kaget ketika melihat Shira yang masih bertahan karena ia perlahan-lahan melayang menuju Zangetsu sambil menahan semua serangan-nya itu menggunakan cahaya yang melindungi dirinya sendiri, kedua lengan Shira mulai bergetar tanpa henti sehingga Zangetsu merapatkan gigi-nya karena ia sungguh kesal melihat Shira yang masih bertahan.


Shira menoleh ke atas lalu ia melebarkan kedua mata-nya sehingga cahaya lainnya terlepas melalui kedua matanya itu sehingga ia mampu menyerang balik Zangetsu, terlihat gelombang hitam dan putih yang saling beradu bahkan sebagian dari pasukan Zangetsu dan Touriverse hanya melihat pertarungan mereka yang sangat sengit.


"Zangetsu!!!" Shira melepaskan satu tinju emas ke arah-nya sehingga perut Zangetsu terkena satu serangan gelombang emas yang mampu membuat diri-nya memuntahkan banyak darah, "Haaaarrrrggghhhhhhh!!! Haaaahhhhhh!!!" Shira mulai meningkatkan seluruh kekuatan-nya sehingga cahaya yang ia miliki mampu menyinari Touriverse sehingga ia menciptakan semesta-nya sendiri yang terbuat dari seluruh cahaya yang ada di dalam tubuhnya.


Zangetsu terdiam ketika melihat cahaya semesta itu, "Shiratori Shira... apakah itu nama-mu? Cahaya ini, sungguh cahaya yang cukup menakjubkan untuk dilihat sampai aku tidak bisa mengatakan apapun tentang potensi seorang Legenda... ck, kenapa Kakek harus menciptakan ras seperti ini!?"


"Aku akan membalas itu dengan kekuatan yang sama!!!" Zangetsu mengerang keras sehingga di atasnya terdapat semesta yang ia ciptakan melalui kekuatan-nya sendiri, setelah itu ia mulai menunjuk Shira menggunakan kedua telapak tangan-nya karena tubuhnya telah sepenuhnya terbiasa ketika bertarung melawan Shira.


"BERAKHIR SUDAH!!!" Zangetsu melepaskan meteor hitam besar menuju arah Shira, Shira hanya diam sehingga rambut-nya mulai berubah menjadi warna emas yang sangat cerah dan kedua mata-nya juga bahkan terus melancarkan cahaya emas.


Swooossshhh...


Aura dan kekuatan Shira dan Zangetsu tiba-tiba hilang begitu saja sehingga mereka yang menyaksikan pertarungan itu terlihat kebingungan karena Shira tiba-tiba hilang entah kemana dan Zangetsu masih melayang di atas langit sambil menunjukkan ekspresi yang kebingungan. Kedua telinga-nya langsung mendengar suara aura tepat di belakang-nya sehingga ia pelan-pelan menoleh ke belakang.


Zangetsu melihat Shira yang sedang memegang meteor hitam tadi lalu ia mengubah-nya menjadi partikel cahaya, ia menoleh kepada Zangetsu dan mulai berjalan ke arah-nya sehingga ketika Zangetsu menyerang... tubuh Shira melepaskan berbagai cahaya yang mampu melukai Zangetsu, "Cih!!!" Zangetsu melancarkan serangan lain tetapi serangan itu malah mengenai diri-nya sendiri.


"Grrgghhh!!! Jyagghhh!!!" Zangetsu melesat ke depan sehingga ia melewati tubuh Shira yang tidak bisa disentuh sama sekali, tubuh Zangetsu langsung bersinar dan terkena serangan sinar emas yang melempar-nya ke depan.


"K-Kekuatan apa itu...?" Tanya Methode.

__ADS_1


"Cahaya itu... rambut yang emas yang terlihat sangat indah di tambah dengan kedua mata-nya yang memancarkan cahaya ilahi... adik kecil-ku memang hebat untuk bisa menampung seluruh cahaya tersebut, dia telah mencapai tingkatan yang lebih tinggi lagi..."


"...Shira the Light."


__ADS_2