Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 491 - Menekan Persentasi lebih Atas


__ADS_3

Bam! Bam! Bam! Bam! Bam!


Shuan melepaskan beberapa bola energi emas ke arah seluruh planet dan berhasil menghancurkannya tanpa sisa sedikit pun, ledakan emas terjadi dimana-mana.


Shuan melakukan putaran ke depan lalu ia mendarat di atas asteroid dengan ekspresi yang terlihat serius, ia mengepalkan kedua tinjunya, mencoba untuk mendorong tubuhnya menginjak kekuatan neutron itu kembali.


"Grrrgghhh... Aku harus bisa... merasakan kekuatan itu lagi, Neutron Ascension. Satu-satunya kekuatan yang dapat membantuku untuk melampaui Kakak dan Ayah!" Shuan melepaskan Shining Hope ke belakang.


Gelombang emas itu melesat lurus dan menembus beberapa planet sehingga menyebabkan ledakan yang begitu dahsyat di hadapannya.


"Nrrrgghhhh...! Masih belum cukup---"


"Shuan..."


Shuan terkejut dan menghentikan latihannya ketika mendengar suara Kou, ia menoleh ke belakang dan melihat Kou menghampiri dirinya dengan sebuah senyuman lebar di wajahnya.


"Kamu berlatih cukup baik ya... Jangan sampai memaksakan diri dan melukai dirimu sendiri." Kou tersenyum, ia mulai mendekati Shuan lebih dekat lagi.


Tiba-tiba muncul seorang iblis yang di halangi dengan kegelapan, iblis itu menarik Kou lalu menghantam kepalanya sampai hancur, membuat Shuan melebarkan matanya.


"K-Kou!?" Jantung Shuan mulai berdetak cepat, kedua matanya memancarkan cahaya merah yang mampu membangkitkan kembali amarahnya itu.


Bukan hanya Kou saja yang di bunuh oleh iblis itu tetapi Shuan melihat Minami datang, mencoba untuk bertarung tetapi berakhir gagal sehingga kepalanya di injak sampai hancur.


Seolah-olah Shuan merasa tidak dapat menggerakkan tubuhnya karena dipenuhi dengan rasa kejutan ketika melihat kedua orang yang sangat penting dan ia sayangi mati tepat di hadapannya.


Pikirannya menyebar kemana-mana, merasakan hal yang negatif sehingga ia menganggap kejadian itu sebagai hal yang asli, bukan ilusi semata.


Iblis itu mendekati Kou lalu melahap seluruh tubuhnya sampai habis, membuat Shuan menjerit keras sehingga Beast di dalam dirinya mengaum begitu keras.


***


"Shucchi...! Hei, Shucchi!" Minami mencoba untuk membangunkan Shuan yang saat ini sedang mengalami mimpi buruk yang sangat mengerikan.


"Aku bunuh kau...!!! Aku bunuh kau...!!! Aku tidak akan memaafkan dirimu, brengsek...!!!"


"Bangun, Shucchi!" Seru Minami sehingga Shuan melebarkan kedua matanya lalu ia bangkit dari atas kasur, bersiap untuk melancarkan beberapa serangan.


"Aku tidak akan memaafkan dirinya...!!!"


"Tenang lah... Kamu mengalami mimpi buruk." Kata Minami, Shuan terkejut ketika melihat Minami berada tepat di hadapannya.


Emosinya yang dipenuhi amarah dan kekesalan mulai hilang seketika melihat Minami berdiri tepat di hadapannya dengan ekspresi yang terlihat kebingungan.


"Aku membiarkan iblis itu membunuh dirimu dan Kou..."


"Mimpi yang cukup mengerikan... Itu juga bisa di jadikan sebagai salah satu latihan untuk mengontrol amarah dan ketakutan mu sendiri." Minami mulai meraba kening Shuan.


"Ternyata sebuah demam... Mungkin kamu masih membutuhkan istirahat lebih lama lagi, ayo, kembali berbaring." Ucap Minami, Shuan tidak membantah karena ia sendiri memang merasa kelelahan.

__ADS_1


Shuan berbaring di atas kasur dan Minami mulai menyelimuti tubuhnya dengan selimut, Shuan mencoba untuk menenangkan dirinya sendiri terutama mentalnya.


"Kakak... Apakah kita akan berlatih setelah aku bangun?"


"Tentu saja. Kita akan melakukannya dengan mengerahkan semua yang kita miliki." Minami mulai mengelus kepala Shuan pelan-pelan agar ia bisa tertidur dengan tenang.


"Aku akan mencoba untuk beristirahat dengan tidur... tapi... rasanya sulit juga karena aku terus menghadapi mimpi buruk yang sama..." Shuan memejamkan kedua matanya, tertidur pulas begitu cepat karena elusan Minami.


"Kau tidak perlu khawatir, Shuan. Kita pasti bisa menyelesaikan masalah kedua iblis itu..." Minami tersenyum, memberi adiknya sebuah kecupan di kening lalu melanjutkan meditasinya.


Setelah Shuan tertidur cukup puas, kedua saudara itu kembali melanjutkan latihan mereka di luar angkasa dengan saling melancarkan beberapa serangan yang terus beradu.


Serangan mereka begitu cepat dan kuat bahkan sampai menciptakan dorongan yang begitu besar di sekitar mereka, bukan hanya itu saja ini pertama kalinya mereka berlatih tanpa menahan diri.


Menahan diri yang di maksud adalah tidak perlu mengkhawatirkan tentang semua planet atau bintang yang berada di sekitar mereka karena kubus waktu ini hanya sebuah ruangan buatan replika yang diciptakan oleh Haruka.


Walaupun replika, terlihat sangat asli dan mirip dengan hal yang asli tetapi jauh lebih kuat.


Shuan dan Minami melancarkan serangan yang sama sehingga kedua serangan mereka langsung di tahan dengan tapak mereka masing-masing.


Mereka telah menghabiskan banyak waktu berlatih kali ini, tanpa mengandalkan istirahat lagi. Shuan dan Minami melesat ke belakang, mencoba untuk mengumpulkan nafas karena tubuh mereka yang sangat kelelahan.


"Hah... Hah... Hah..." Nafas Shuan terasa begitu berat, ia bisa melihat Kisetsu yang ia kenakan telah terbakar sebagiannya dan robek karena bertarung penuh dengan kekuatan melawan Minami.


Minami juga sama dan ia masih memiliki banyak tenaga karena instingnya sebagai segala hewan, "Lelah ya...?"


"Aku masih belum selesai...!" Shuan melesat ke arah Minami, latihan mereka kembali berlanjut sehingga Minami merasakan sesuatu yang berada dari dalam tubuhnya.


"Cara dirinya bertarung juga mulai terlihat persis seperti hewan, berkembang begitu hebat. Tidak akan lama sampai Shuan menjadi Neko Legenda yang jauh lebih hebat dariku." Ungkap Minami.


Shuan menendang perut Minami sampai ia memuntahkan banyak darah tetapi Minami berhasil menyerang balik dengan menendang wajah Shuan sampai ia terdorong ke belakang.


Satu tendangan tadi sudah cukup untuk menghentikan Shuan, seluruh kekuatannya hilang seketika tetapi Minami dikejutkan dengan Shuan yang masih ingin bangkit dan melanjutkan pertarungan.


"Dia memang sudah berubah... Sejak dulu, satu saja merasakan kekalahan maka dia akan menyerah tetapi sekarang... Walaupun terus jatuh dan kalah, Shuan akan tetap bangkit seperti Legenda yang layak." Minami tersenyum bangga.


"Hah... Hah... Ahahaha... Mari kita hentikan latihannya sampai titik ini, sudah waktunya untuk beristirahat, kita sudah menghabiskan 10 jam berlatih di sini..."


"10 jam latih tanding seperti ini sama setaranya dengan 100 tahun di dunia luar." Minami sudah merasa lelah tetapi Shuan mencoba untuk bangkit dan melanjutkan pertarungan.


"Istirahat dulu ya..." Minami membalikkan tubuhnya, bertujuan untuk kembali ke tempat istirahat agar ia bisa memulihkan tubuhnya yang merasakan banyak kelelahan dan kesakitan.


"Tunggu, Kakak..." Shuan mulai berbicara, melepaskan tekanan yang begitu besar sehingga Minami bisa merasakan tarikan yang kuat di dalamnya tetapi ia dapat mengontrolnya.


Minami melihat Shuan mengalami Legend's Boost yang begitu besar karena auranya yang emas kali ini mulai diselimuti dengan warna biru abu-abu, kekuatan melalui Neutron telah kembali mengalir di dalam tubuh Shuan.


"Mari kita lanjutkan..." Tubuh dan pikiran Shuan di serang dengan berbagai macam tekanan juga stres karena sangat sulit untuk mengendalikan kekuatan dari neutron itu sendiri.


Minami sontak kaget karena kekuatan neutron kali ini jauh lebih kuat dari sebelumnya, ia sekarang mulai menyadari tentang Shuan yang selama ini menyembunyikan potensi yang begitu besar dan kuat di dalam dirinya.

__ADS_1


"Sekarang aku sadar... Sudah pasti bahwa Shuan memang akan menjadi penerus Ayah, satu-satunya Legenda yang dapat menghentikan seluruh iblis dengan kekuatan mematikannya itu." Ungkap Minami.


"Haaaaaarrrggghhh--- aaaahhh..." Shuan pingsan seketika, kekuatan itu tidak dapat menganggap Shuan siap untuk menggunakannya karena terlalu berbahaya dan kuat.


"Shuan! Apakah kau menyerah begitu saja!?" Seru Minami, kali ini ia memiliki tujuan baru untuk membantu Shuan agar ia bisa menggunakan kekuatan itu secepat mungkin.


Minami mulai mendekati Shuan yang mencoba untuk melepaskan seluruh kekuatan di dalam tubuhnya, ia terus memaksakan dirinya sendiri agar batasan yang menghalanginya bisa di tembus dengan cepat.


Minami menyentuh dada Shuan, melepaskan sihir cahaya yang mampu membuat dirinya kesakitan sampai ia menahan dadanya itu.


"Uhugh...! Uhugh...! Uhugh...!" Shuan mulai batuk dan setiap ia batuk, hanya darah keluar melalui mulutnya itu.


"Kau ini kuat, Shuan. Hanya saja hatimu masih kekurangan hati seorang pejuang sejati, masih ada kesempatan untuk menggapainya..."


"Hanya saja kekuatan itu seperti menganggap dirimu tidak kuat karena aku sebagai Kakakmu tahu bahwa kau pasti akan bersikap sombong dan berhenti berlatih."


"Ingat, Shuan. Masih ada langit di atas langit, hal itu sangat penting dan kau harus tetap fokus memperhatikannya, bersiap untuk menghadapi langit yang lebih atas lagi."


"Walaupun kau mendapatkan kekuatan neutron itu, kau masih harus menginjak tingkatan yang lebih tinggi lagi, jauh lebih dahsyat di bandingkan bintang neutron!"


"Jika kau menguasai Neutron Ascension maka kau akan merasakan perasaan yang begitu berbeda dan itu adalah arogan... Kau pasti akan menikmatinya terlalu dalam sampai melupakan latihan juga musuh yang akan datang."


"Jika kau kalah maka kau hanya akan mengulangi dirimu yang dulu, merasa putus asa dan tidak mau menerima kesalahan serta kekalahan itu sendiri."


"Bukannya memang menggunakan kekuatan itu tetapi arogan membuat dirimu lengah..."


"Tidak penting seberapa kuat dirimu, kau akan tetap kalah. Musuh kita yang terkuat adalah diri kita sendiri, itu yang aku ingat..."


"Jadilah Legenda yang layak! Tanpa memedulikan musuh apa yang kau lawan, kau harus bisa melawannya dengan semua kekuatan dan kemampuan yang kau miliki!!!"


"Baiklah, Kakak... Kali ini, aku tidak akan mengulangnya. Aku akan mencobanya..." Shuan memejamkan kedua matanya, tubuhnya di selimuti dengan cahaya emas yang melepaskan dorongan begitu besar.


"Haaaaarrrggggggghhhhh!!!" Shuan melepaskan teriakan yang begitu keras sehingga teriakannya terkalahkan dengan suara mengaum dari Beast yang berada di dalam tubuhnya.


"Jangan menatap yang lebih tinggi dulu saja, aku ingin kau menyempurnakan Golden Solar System itu!!!"


"Nrrrgghhhh...!!! Ggggghhhhh...!!!" Shuan mengepalkan kedua tinjunya, beberapa sirkuit sihir mulai bermunculan di sekitar tubuhnya.


"Tunjukkan kekuatan Golden Solar System yang kau sudah kuasai secara keseluruhan, setelah itu kau bisa melanjutkan proses menuju kekuatan Neutron!"


Semua planet emas yang berada di tata Surya mulai bermunculan melalui sirkuit sihir itu lalu mengelilingi leher Shuan sehingga ia bisa merasakannya, tidak ada lagi tekanan atau amarah yang mencoba untuk menguasainya.


Kedua pupil Shuan memancarkan cahaya yang begitu indah sehingga tubuhnya melepaskan gelombang emas ke atas angkasa sehingga Minami tersenyum karena merasakan kekuatan yang baru di hadapannya sekarang.


"Hehehe... Ini yang aku tunggu, Shuan." Minami melihat planet tata Surya yang melayang tepat di belakang punggung Shuan, planet emas itu berputar, menciptakan cincin emas yang begitu indah.


Minami juga bisa melihat kedua warna iris mata Shuan lebih menonjol dengan warna luar angkasa bahkan Shuan sempat menciptakan neutron yang berbentuk sangat kecil di atas jari telunjuknya.


"Bagaimana...? Apakah kekuatan ini yang kau mau lihat, Kakak?"

__ADS_1


"Ya..." Minami tersenyum bangga.


"...100% dari Golden Solar System."


__ADS_2