Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 1009 - Kita Kembali Sebagai Tim


__ADS_3

""Korrina Comi...?!""


"Ahh... lama sekali untuk menyadarinya, kalian bertiga memang tidak akan pernah bisa berhenti bercanda dengan diriku ya."


"Bukan itu maksudnya... lagi pula kami akan dikejutkan dengan hal mendadak seperti ini dimana kau pulang tanpa memberi kami semua pemberitahuan apapun." Ucap Haruki.


"Luar jangkauan, aku tidak bisa menghubungi kalian secara sembarangan... lagi pula aku juga mengalami hal yang sama yaitu mendadak terlempar kembali menuju Touriverse."


"Sudah ratusan tahun lamanya kau pergi, apakah kau menyadari itu?" Tanya Arata.


"Ya... aku dengar dari istri kalian bahwa perjuangan kalian tetap tidak akan pernah berubah ya, mencoba untuk menghentikan semua konflik dan masalah yang menyerang Touriverse."


"Banyak sekali sejarah yang sudah kalian catat, sayang sekali aku tidak berada bersama kalian sejak hal itu terjadi." Korrina tersenyum pahit karena masih menyesal.


Senyuman itu dapat Shira lihat sebagian kepalsuan sampai ia memikirkan sebuah lelucon untuk menaikkan mood menjadi sesuatu yang lebih tenang tanpa harus menanggung beban apapun.


"Korrina, apakah kau menyadari dengan banyak sekali perubahan di Touriverse...?" Tanya Arata dengan ekspresi serius.


"Aku tahu... semua itu adalah salahku..."


Mereka melebarkannya matanya ketika melihat Korrina sujud di hadapan mereka untuk menunjukkan rasa bersalahnya sampai ia ingin meminta maaf kepada mereka yang sudah ditinggalkan dengan permintaan maaf yang berlebihan.


"Aku ingin meminta maaf sebesar-besarnya kepada kalian karena sudah pergi cukup lama sampai tidak membawa hasil baik apapun..."


"...pasti kalian merasa sangat kesal terhadap diriku yang tidak ingin memperjuangkan Touriverse menjadi sesuatu yang baik."


"Aku sangat menyesal, jika kalian ingin membenciku maka lakukan saja karena kebencian tidak akan menahan diriku untuk menjelaskan urusan penting kepada kalian." Kata Korrina yang masih bersujud di depak mereka.


"Oi, apa yang kau lakukan, Korrina...?! Kau tidak perlu meminta maaf berlebihan seperti ini." Kata Haruki yang merasa bersalah seketika.


"Seorang ratu Touriverse yang sudah menyatukan seluruh penghuni seharusnya tidak melakukan tindakan memalukan seperti ini." Arata mencoba untuk membantunya tetapi Korrina menolak.


"Tidak, setidaknya aku pantas untuk menerima semuanya karena sudah pergi jauh... kesannya seperti tidak bertanggung jawab karena aku membiarkan semua itu kepada kalian."


"Biarkan aku menanggung semua rasa memalukan ini sebagai seorang ratu yang egois dan tidak bertanggung jawab..." Korrina menurunkan kepalanya sampai wajahnya menyentuh lantai.


Rasa bersalah bertambah semakin besar kepada mereka bertiga karena masalahnya bukan tentang ada atau tidak melainkan mereka sudah berpikir lebih jauh lagi tentang dirinya yang pergi.


Kepergian dirinya mungkin saja memberikan sebuah tantangan kepada Shira dan seluruh penghuni Touriverse untuk tidak mengandalkan dirinya lagi yang berkemungkinan akan pergi jauh suatu saat nanti.


Tetapi mereka juga mendengar Korrina mengatakan sesuatu tentang penyesalan bahkan ia juga tidak membawa apapun yang baik kepada Touriverse ketika ia sedang pergi.


"Justru kami merasa bersalah melihat dirimu yang sudah kehilangan banyak hal bersujud pada kami dan meminta maaf..." Ucap Shira pelan.


"Kau tidak perlu melakukan tindakan sejauh ini, lagi pula aku tidak ingin kau terus menerima tekanan itu ketika sudah mengetahui beberapa hal yang menyedihkan di Touriverse."


"Terutama lagi ketiga putrimu... reputasimu... teknologimu... kau tidak perlu meminta maaf." Shira mencoba untuk membantu Korrina berdiri lalu dapat melihat dirinya menoleh ke atas.


"Maaf ya... mungkin semua ini karena kutukanku, aku melibatkan kalian dengan banyak masalah." Korrina tersenyum canggung lalu mereka bertiga membantu dirinya untuk bangkit agar menetapkan harga dirinya sebagai ratu Touriverse.


Shira menepuk bahu Korrina, "Jangan bersedih, guru."


"Ehh? Guru...?"


"Apakah kau melupakan diriku yang sering dilatih oleh dirimu?" Tanya Shira yang langsung memikirkan sebuah lelucon.


"Kamu masih mengingatnya ya..."


"Awalnya aku mengira gadis yang sempat melewati kita adalah seseorang, karena aku tidak pernah melihat Korrina Comi merokok dan merubah gaya rambutnya." Sarkas Shira.


"Nrgghh..."

__ADS_1


Shira menurunkan lengannya lalu ia memeluk punggung Arata dan Haruki bersamaan, "Bukannya begitu, teman-teman? Awalnya aku mengira bahwa gadis yang lewat tadi hanya sekedar orang asing yang suka merokok."


"Lagi pula aku tidak mengingat guruku merokok."


"Seharusnya kau berbicara hal tersebut kepada dirimu sendiri yang kecanduan dengan kopi dan hal buruk lainnya seperti judi..." Sarkas Arata.


"Apa yang kau katakan, Arata? Bukannya kamu juga merasa asing ketika melihat seorang gadis merokok seperti itu sampai asapnya sudah memenuhi ruangan lorong ini."


"Hoh~ jadi mau seperti itu ya..." Korrina menghisap rokoknya sampai habis lalu ia mulai menyilangkan kedua lengannya selagi menatap Arata dan Haruki.


"Jadi begitu ya... Arata... Haruki... aku tidak menyangka Shira masih belum datang dalam urusan penting ini ya."


"Tunggu, apa?"


"Ahh, sungguh membawa diriku kembali menuju masa lalu dimana Shira masih memiliki tinggi lebih pendek dariku tetapi sekarang entah kenapa dia menjadi lebih tinggi."


"Dulunya dia sangat muda dan polos bahwa tidak mengenal percintaan melainkan tujuannya untuk menjadi seseorang yang kuat." Sarkas Korrina.


Shira tersipu seketika mendengar Arata dan Haruki mencoba untuk menahan tawa mereka ketika mengingat Shira yang dulunya masih naif dan muda sekali sampai tujuannya tidak jauh menjadi yang terkuat.


"Wah... kenapa dia menjadi seperti ini ya, kesan polosnya menghilang dari pandanganku bahkan aku seperti melihat seseorang yang cocok berada di dalam sel penjara." Sarkas Korrina.


"Hugh...!" Tubuh Shira tertusuk dengan perkataan Korrina yang membawa kata sel penjara bahkan Arata dan Haruki sudah tidak bisa menahan tawanya.


"Wah, wah..." Korrina menyentuh pipinya sendiri selagi menatap wajah Shira dengan ekspresi kecewa.


"Kemana ya muridku yang dulunya masih polos dan sangat mudah..."


"...kenapa dia sekarang menjadi seorang pria dewasa yang terlihat seperti om-om..."


"...bahkan istrinya juga anak kecil, ternyata kamu memang sudah tumbuh menjadi om-om pedofil ya, Shiratori Shira."


"Baiklah, kau menang..."


""Hahahahaha! Dia benar-benar menghancurkan dirimu ya.""


Mereka semua mulai menertawai dirinya lalu tidak lama kemudian Korrina mulai menghadapi mereka dengan senyuman penuh rasa bersyukur bahwa mereka masih hidup.


""Korrina Comi.""


""Selamat datang kembali, ratu Touriverse."" Mereka bertiga menundukkan kepalanya kepada dirinya sampai Korrina tersipu malu lalu menatap keluar jendela.


"He-Hentikan..."


"Wah, lihat siapa yang sudah kembali---" Shira mencoba untuk bercanda lagi tetapi Korrina langsung menepuk keningnya menggunakan jarinya.


"Sudah-sudah, yang paling penting adalah aku senang untuk melihat ketiga teman bodohku berkembang pesat."


""Apa...? Bodoh?!""


"Bercanda, kalau begitu aku ingin membahas sesuatu dengan kalian di ruangan pertemuan kecil." Korrina mengajak mereka semua pergi menuju pintu di depan.


"Tetap saja, Korrina. Rasanya kami tidak menyangka untuk melihat dirimu merokok, bukannya kau selalu bersikap feminin?" Tanya Shira.


"Entah itu sebuah pujian atau apa... tetapi kalian sempat menanggapi diriku sebagai seorang lelaki ketika rambutku pendek."


"Tomboy lebih tepatnya." Jawab Haruki.


"Ya, alasan aku merokok mungkin hanya untuk menenangkan jiwa dan perasaanku... aku tidak menyangka benda yang menghasilkan asap ini bisa membuatku lebih tenang pada saat perjalanan panjang."


"Kau sudah kecanduan, itulah kenapa semua yang kau anggap memberatkan hatimu dapat diberi solusi merokok." Jawab Arata.

__ADS_1


"Menikmati camilan lebih baik..."


"Oh ya...? Aku juga suka camilan untuk menenangkan diriku kok."


"Dan itu?"


"Bir."


"... ..."


"Sama saja..."


"Tenang saja, akal sehatku tidak akan kemana-mana terutama lagi kesehatan Legenda tidak berpengaruh berdasarkan apa yang mereka konsumsi." Korrina menyalakan rokoknya lagi lalu ia menawarkan satu bungkus.


"Mau juga?"


""Tidak, terima kasih."" Mereka semua langsung menolak tawaran tersebut.


"Sayang sekali, aku kira pria lebih menyukai rokok dibandingkan wanita seperti dirimu."


"Kau sejak awal memang kelainan---" Wajah mereka menerima embusan asap rokok dari Korrina.


"Sopan sekali ya membicarakan seorang wanita seperti itu." Korrina berhenti di hadapan pintu lalu ia kembali menghadapi mereka selagi memasang senyumannya.


"Senang kalian masih hidup sampai titik ini..."


"...dan tentunya sekarang aku sudah pulang untuk membantu kalian membangun Touriverse menjadi sesuatu yang lebih baik lagi."


"Biarkan aku memperbaiki semuanya kembali dengan dirinya yang kembali hadir bersama kalian sebagai seorang pemimpin."


"Mohon kerja samanya." Korrina menundukkan kepalanya lalu mereka membalaskan dengan tundukkan kepala juga.


"Setidaknya kita sekarang bisa bersatu kembali menjadi satu tim yang pernah melawan Zangetsu serta dirimu yang stres." Kata Haruki.


"Oh wow, diriku yang stres..." Korrina terkekeh.


Pembahasan yang mereka lakukan setidaknya dapat membantu untuk meringankan beban yang dirasakan bahkan Korrina sendiri berhasil membuat mereka lebih tenang sebelum membahas topik utama yaitu Ragnarok.


"Aku tahu kepergian diriku menyebabkan banyak sekali masalah dan perubahan pada Touriverse..."


"...dimulai dari kebangkitan Zoiru yang sudah menyebabkan banyak kekacauan sampai memakan Yuusuatouri yang palsu itu."


"Dia juga sudah menggugurkan banyak sekali nyawa termasuk seseorang yang kita sayangi, setelah masalah itu selesai..."


"...kalian masih menerima banyak sekali masalah seperti kebangkitan para Ancient Legenda yang disebabkan oleh Zenzaku."


"Masalah itu terus berdatangan tanpa henti sampai puncak dimana seseorang melakukan sesuatu yang berlebihan yaitu penghapusan konsep sihir."


"Itulah kenapa aku bisa kembali... penghapusan konsep sihir telah mengubah segalanya sampai memberikan dua hal dalam arti positif dan negatif."


"Tetapi sejarah memang harus tercatat karena kita adalah bangsa Legenda..."


"...kita adalah bangsa Legenda yang membangun Touriverse dan sejarah yang tak terhitung."


"Bagaimana, teman-teman?" Korrina mengulurkan tinjunya ke depan.


"Apakah kita masih satu tim sebagai bangsa Legenda yang memperjuangkan masa depan Touriverse?" Tanya Korrina yang mulai tersenyum kepada mereka.


""Ya!"" Mereka langsung saling adu jotos dan mengatakan perkataan tradisi bangsa Legenda yaitu...


""Legends Never Dies!""

__ADS_1


__ADS_2