Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 762 - Lambang dari Rasi Bintang


__ADS_3

"... ..." Koizumi merasakan beberapa keberadaan yang mulai mendekati mereka semua, di malam hari seperti ini mereka tidak bisa lengah dengan apapun.


Kejadian yang terjadi selama beberapa hari yang lalu menyebabkan mereka untuk terus bertahan dan tidak tidur selama berjam-jam lebih, mereka membutuhkan pengawasan.


"Sudah tiga hari... kita mengalami tidur yang kecil ya..." Kata Ako sambil memegang tongkat dengan ikan panggang yang sedang di bakar oleh api unggun itu.


Hanya Koizumi dan Ako yang mendapatkan bagian pengawasan karena sebelumnya Konomi dan Shinobu baru saja selesai mengawasi, semuanya terlihat baik-baik saja.


Namun, di tengah malam pukul dua ini cukup mencurigakan bagi Koizumi yang bisa merasakan banyak sekali keberadaan berbeda mendekati mereka semua dalam jarak yang lumayan jauh.


"Ako... apakah kau merasakannya?" Tanya Koizumi yang mulai bangkit dari atas kayu itu, menghabiskan ikan panggang yang baru saja ia pegang karena perasaannya bisa merasakan bahaya mulai mendekat.


"M-Merasakan apa...?" Tanya Ako.


"Keberadaan seseorang... banyak sekali dan semuanya sudah mempersiapkan kekuatan mereka, jarak mereka tidak jauh... mendekat sedikit demi sedikit." Peringat Koizumi.


Berbeda dengan perjalanan mereka ketika di mulai, Koizumi tidak terlalu fokus dengan merasakan keberadaan seseorang sampai kelima gadis pemberontak itu sering mendapatkan serangan mendadak.


Kali ini semuanya berjalan lancar ketika Koizumi terus fokus dengan sekeliling menggunakan indera yang sangat kuat, kelima kesatria Zodiak yang mencoba untuk menyerang mereka secara diam-diam...


...terpaksa harus mundur dan membatalkan rencana sampai mereka menemukan suatu jalan untuk bisa menghadapi mereka lalu menghentikannya dengan mengakhiri nyawa keempat gadis kecuali Shinobu.


Intinya pekerjaan seorang Kesatria yang bernama Senzu dengan kemampuan teleportasi hebatnya itu, ia ingin membawa Shinobu pergi secara langsung ke dalam kerajaan Leonial agar bisa berpapasan dengan Leon dan Cordelia.


Koizumi menatap ke depan lalu dirinya tercengang ketika melihat obor api yang di angkat tinggi ke atas, jarak mereka sangat jauh sampai ia hanya bisa melihat cahaya melalui obor api itu.


"... ...!!!" Koizumi menggunakan kemampuan penghentian waktu lalu ia melakukan satu putaran ke belakang yang di campur dengan satu tendangan.


Tendangan itu mengenai wajah seorang kesatria, ketika waktu kembali berjalan, kesatria tersebut terhempas ke depan dengan zirah di bagian kepala yang langsung hancur.


Tendangan tadi juga sudah cukup untuk menjatuhkan kesatria itu sampai ia pingsan dan tidak bisa menyerang Koizumi secara diam-diam, ternyata malam hari ini akan berjalan sangat panjang.


Serangan mendadak telah di mulai, kali ini Koizumi dapat merasakan sesuatu yang lebih buruk akan datang, bukan perorangan melainkan seluruh pasukan datang untuk membalas dendam.


"Koizumi, t-tadi itu apa?!" Tanya Ako yang terlihat kaget karena ia tadi sempat merasakan embusan angin yang mengenai rambutnya.


"Kita di serang---"


Koizumi melebarkan matanya ketika ia melihat satu panas terlepas dari atas langit sampai mengenai leher Ako, untungnya Koizumi sempat menghentikan waktu untuk mengambil panah itu sebelum menusuk lehernya.


"... ..." Koizumi menatap panah tersebut lalu ia menoleh ke atas dan melihat sebuah rasi bintang yang membentuk lambang zodiak Sagitarius.


"Waktu kembali berjalan." Koizumi menjalankan waktu kembali lalu ia melihat panah tersebut mengeluarkan rasi bintang kecil yang indah.


"Ako, tetaplah fokus dan jangan sampai lengah..." Koizumi membakar panah tersebut menggunakan sihir Crimson lalu ia melemparnya ke depan.


Ako menatap ke arah panah tersebut lalu ia bisa melihat Crimson itu melepaskan cahaya merah yang membantu dirinya untuk melihat kumpulkan pasukan di depan dengan senjata mereka.


Semuanya terlihat seperti seorang Kesatria, pakaian yang mereka kenakan mengeluarkan rasi bintang zodiak, kemungkinan besar penyergapan ini di sebabkan oleh Zodiac Crusaders.

__ADS_1


"Hanya dua kerajaan tersisa... kalian memutuskan untuk menyerang kita dengan semua pasukan itu sebelum mengunjungi kerajaan Leonial?" Tanya Koizumi kepada mereka semua.


Tidak ada jawaban sama sekali, barisan paling belakang mempersiapkan serangan panah lainnya, kali ini secara bersamaan agar mereka tidak bisa menghindarinya dengan mudah.


"Ako, bangunkan yang lain... kita akan membasmi semua pasukan itu." Koizumi mengeluarkan belatinya lalu ia menjilat bibirnya karena merasa tidak sabar.


"Kalian tahu... mengawasi bahaya itu cukup membosankan, tetapi melihat kalian semua datang hanya untuk menyerang kami... membuat rasa bosan itu hilang."


Koizumi mulai melayang ke atas lalu mengayunkan belatinya sampai menghancurkan panah yang di lepaskan oleh rasi bintang Sagitarius, ia yakin bahwa salah satu dari mereka pastikan terjadi kesatria Zodiak yang kuat.


"Sagitarius..." Koizumi memegang erat belatinya lalu memunculkan aura Crimson nya yang mampu melepaskan dorongan ke depan.


Barisan kesatria paling depan yang sedang memegang perisai sempat merasakan tekanan dan dorongan sampai mereka akan bersiap-siap untuk bertarung demi menunjukkan rasa loyal kepada Leon.


"Koizumi!" Panggil Konomi.


Koizumi menoleh ke belakang, melihat keempat rekannya telah bangun, mereka terlihat serius dalam keadaan seperti ini sampai salah satunya tidak memperlihatkan sisi ingin tidur lagi.


"Serangan apa lagi ini... jumlah sebanyak itu hanya akan membuat diriku bertambah semangat!" Hinoka mulai memukul tapaknya sendiri.


Shinobu dapat melihat dari jarak yang sangat jauh berkat sihir cahaya dan mata buatannya itu, ia bisa melihat banyak sekali kesatria yang memiliki aura rasi bintang mulai menyebar sampai mengepung mereka.


Shinobu juga sempat melihat lambang kerajaan di bagian bahu mereka, "Mereka dari kerajaan Leonial..."


"Sudah aku duga, pasti mereka mencoba untuk mencegah dan membunuh kita di sini agar penyihir itu bisa melarikan diri." Kata Koizumi.


"Apa yang harus... kita lakukan sekarang?" Tanya Ako.


"Kita harus tetap maju dan melawan! Terobos semuanya...! Tidak peduli seberapa sulit dan kuatnya musuh itu!" Seru Koizumi dengan ekspresi serius sampai mereka setuju dengannya.


Mereka semua terlihat bersemangat, berbeda dengan Shinobu yang hanya diam saja karena ia sempat membaca salah satu dari pikiran mereka bahwa tujuan utama mereka untuk tidak membunuh Shinobu melainkan keempat pemberontak itu.


Di balik tujuan tersebut terdapat sebuah niat yang jelas bahwa mereka membutuhkan Shinobu sebagai sandera agar ia dapat bertemu dengan Leon secara langsung.


"Begitu... ya..." Kata Shinobu yang mulai menatap kedua tapaknya sampai ia yang berada di paling belang mulai melihat kedua sepupu dan temannya.


"Kalian memang kuat ya... Koneko..."


"...akan berjuang!!!" Seru Shinobu yang terlihat bersemangat untuk bertarung, darah Shiratori mengalir deras di dalam dirinya karena tidak sabar untuk melawan semua pasukan itu.


"Pasukan! Lepaskan hujan panah---" Seorang pemimpin pasukan pemanah yang memerintah seluruh kesatria untuk melepaskan serangan panah itu tiba-tiba menerima satu tebasan.


Tebasan yang cukup untuk menjatuhkan kepalanya sampai mereka dikejutkan oleh keberadaan Koizumi yang berada di dekat mereka dengan kedua mata bersinar merah.


Tanpa memberi sedikit perkataan, ia langsung mengayunkan belati dan melancarkan beberapa pukulan ke arah mereka sehingga formasi kesatria rasi bintang itu mulai mengalami kekacauan.


Panah yang sudah di lepas oleh pasukan barisan belakang itu tiba-tiba meledakkan tanpa menyisakan apapun karena Hinoka yang mengubahnya.


Hinoka melompat ke atas langit, semua pasukan yang berada di baris depan langsung mempersiapkan perisai mereka untuk menahan serangan tetapi ketika Hinoka mencoba untuk mendekat.

__ADS_1


Ia melepaskan satu pukulan penuh tenaga sampai tinju yang mengenai daratan di hadapan mereka langsung melepaskan ledakan yang mampu mementalkan mereka semua ke arah yang berbeda.


Formasi di barisan depan mengalami kerusakan karena Hinoka yang menyebabkan pukulan ledakan dahsyat, Konomi dan Ako mulai maju secara bersamaan dari depan.


"Magic Bow: Frostbite Pierce!" Ako mengeluarkan senjata sihir yang dapat membentuk menjadi model apapun.


Ia mengubah senjata sihir itu menjadi panah yang melepaskan beberapa panah ke depan sampai mengenai kepala pasukan yang mencoba untuk melempar tombak mereka ke arah dirinya bersama Konomi.


Setiap panah yang menusuk kepala mereka akan menyebabkan pembekuan yang dahsyat, Lenergy mereka terkuras dan Ako langsung mengarahkan satu panas es ke atas langit.


Panah es yang terlepas menuju atas langit berubah jumlah menjadi ratusan sampai berjatuhan di daerah yang berbeda lalu mengubahnya menjadi wilayah es.


Terdapat beberapa pasukan yang menunggangi seekor naga agar mereka dapat menyerang musuh dengan mudah tetapi Shinobu yang mengurus barisan paling atas berkat bantuan alatnya itu.


Kacamata Shinobu menandakan beberapa kepala naga dan kesatria itu, semuanya telah tertanda sampai kedua lengannya mengeluarkan senapan api yang meluncurkan roket emas.


Semua kesatria itu mencoba untuk menghindar tetapi mereka menerima ledakan roket itu lebih cepat sampai tidak memiliki kesempatan apapun, Shinobu melesat ke depan lalu menghajar kesatria lainnya satu per satu.


Di sisi lainnya, Hinoka mulai maju dan bertarung seperti bom yang berjalan dimana pukulannya itu mengandung efek kemampuan yang dapat memasang bom.


Satu pukulan yang mengenai tubuh mereka akan mengubah salah satu anggota tubuh atau organ menjadi ledakan hitung mundur sampai Konomi mulai membantunya.


Konomi melempar senjatanya ke depan sampai menusuk jantung semua kesatria itu lalu menyalakan bom yang berada di dalam mereka sehingga terjadi ledakan dahsyat.


"Konomi, bantu aku di sini!" Seru Hinoka yang maju ke depan lalu mengubah semua kesatria itu menjadi bom yang akan meledak ketika menerima serangan kedua.


Konomi mulai menggunakan kemampuan sihirnya untuk memunculkan senjata Railgun yang dapat menembakkan peluru energi dengan daya serangan yang cukup besar.


Mampu untuk menghancurkan tubuh target yang terkena tembakan hingga tidak bersisa sedikit pun, mereka berdua bekerja sama dengan sangat baik.


Koizumi dan Ako juga sempat melakukan kerja sama dengan Koizumi yang berada di paling depan untuk mempercepat waktu dan melompati waktu agar bisa memutuskan leher mereka satu per satu.


Koizumi muncul di sebelah Ako lalu ia menyentuh kepalanya dan menghentikan waktu sampai dirinya tidak terpengaruh dengan penghentian waktu itu.


"Lepaskan semuanya...!" Seru Koizumi yang mulai memegang bilah belatinya sampai memancarkan aura Crimson lalu ia menariknya keluar sampai menciptakan ratusan belati yang terbentuk dari aura Crimson.


"B-Baik!" Ako melepaskan beberapa panah ke depan sampai kecepatannya jauh lebih tinggi di bandingkan Koizumi.


Waktu kembali berjalan sampai semua panah itu mengenai beberapa kesatria lalu membuka mereka, semua belati Crimson yang Koizumi lempar menusuk tubuh mereka sampai mengubahnya menjadi cairan yang meleleh.


Kelima kesatria zodiak asli sebenarnya berada di Medan pertempuran sedang melihat keadaan, mereka menemukan apa yang mereka inginkan yaitu Shinobu.


Senzu mencoba untuk maju tetapi Liberon langsung menghentikan dirinya, "Aku akan menggunakan kemampuan kasat mata itu kepadamu..."


"...ingat, jangan sampai kau tertangkap---"


Kelima Kesatria itu tercengang ketika melihat Shinobu mendarat di hadapan mereka dengan ekspresi polosnya, kebetulan mereka semua sedang menggunakan kemampuan Liberon yang tak kasat mata.


Namun, Shinobu terlihat seperti mengetahui keberadaan mereka, Scorch mencoba untuk menyerang menggunakan ekor kalajengking terapi Shinobu mundur.

__ADS_1


"Anu... kenapa kalian diam saja di sini...?" Shinobu mulai menyentuh jarinya sendiri dengan ekspresi gugup.


"...kenapa tidak bertarung?"


__ADS_2