
Rokuro dan kelompoknya baru saja mengetahui bahwa Akina selama ini mencintai seorang gadis karena hubungan mereka terlihat jelas seperti orang yang sedang berpacaran. Tidak salah lagi, itu artinya anak yang dimiliki Akina yang bernama Yuri itu adalah anak dari Asuka dan Akina karena Yuri terlihat sama persis seperti Asuka sehingga mereka mulai kehabisan kata-kata dan pikiran mereka mulai kacau.
Honoka sendiri yang dapat mengendalikan realita tidak mengerti, bagaimana caranya mereka bisa membuat anak jika salah satu dari mereka tidak memiliki benih kehidupan. Mungkin semua ini terjadi karena keunikan dari bunga kebajikan, perkawinan silang dari dua bunga sehingga menghasilkan seorang bayi setengah malaikat dan bunga. Honoka tidak terlalu menghiraukan-nya sekarang karena kubus waktu itu yang ia pegang sudah siap untuk digunakan.
"Sudahlah, Hana. Kita bahas soal ini nanti kepada Tante Akina secara langsung karena tugas kita masih jauh dari kata selesai." Kata Rokuro sehingga ia mulai menatap Honoka sedang memejamkan kedua matanya, ia mulai membuat kubus itu melayang sehingga kubus tersebut langsung menciptakan sebuah portal hijau dimana mereka harus melompati masa lainnya juga.
"Kalau begitu, mari kita pergi." Kata Hana, ia menunjukkan ekspresi yang serius karena ia datang bersama Okaho hanya untuk menyelamatkan sahabat terbaiknya yaitu Haruka yang masih lumpuh. Mereka melompat masuk ke dalam portal itu lalu mengalami lompatan waktu sehingga mereka masuk ke dalam jalur lubang yang membawa mereka menuju tempat yang berbeda sekarang karena mereka bisa merasakan beberapa keberadaan Legenda yang tidak asing.
Rokuro menatap kubus waktunya dan kubus itu menunjukkan masa dimana mereka berada dari masa yang cukup jauh ke belakang, Honoka menatap kubus itu lalu ia melebarkan kedua matanya karena mereka baru saja tiba di sebuah dimensi yang berbeda sekarang. Rokuro menanyakan Honoka tentang dimensi apa yang ia maksud sehingga Honoka mulai menjelaskan tentang dua dimensi Yuusuatouri yang berbeda, itu artinya mereka saat ini sedang berada di dimensi milik Komi tetapi di masa yang dulu.
"Jadi kita berada di masa lalu dari dimensi milik Komi ya... untungnya kubus ini mereka beberapa peristiwa untuk kita pantau dan perbaiki jika terdapat sebuah kesalahan." Rokuro mulai menatap kubus waktu itu sehingga Hana bisa merasakan kekuatan besar yang sedang beradu di suatu tempat, Rokuro juga bisa merasakannya dan ia menebak bahwa seseorang pasti sedang bertarung habis-habisan.
Karena rasa penasaran mereka mulai menginjak puncak, Rokuro bersama kelompoknya segera pergi menghampiri sumber kekuatan yang mereka rasakan sehingga mereka berada di wilayah yang sangat sepi seperti padang pasir. Mereka bisa melihat dua orang Legenda sedang bertarun dan yang lainnya hanya menonton karena terluka parah, Rokuro melebarkan matanya karena ia melihat seseorang yang terlihat seperti Shinra sedang bertarung satu lawan satu melawan Alvin.
__ADS_1
"Aku tidak menyangka bahwa dimensi Komi memiliki sejarahnya sendiri, entah kenapa Shinra dan Alvin bertarung seperti mencoba untuk saling membunuh satu sama lain. Sungguh dimensi yang unik, aku penasaran sejarah apa saja yang ada di dalamnya." Rokuro menatap kubus waktu itu lalu hanya perlu memantau kubus itu selagi memperhatikan pertarungan antara Shinra dan Alvin yang sedang berlangsung.
***
Asriel, Mitsuki, dan Marie saat ini sedang berada di masa yang berbeda dimana mereka saat ini sedang menyaksikan perang antar iblis. Tidak disangka bahwa mereka akan melompati waktu dan menginjak masa lalu yang terjadi sebelum Rxeonal menyerang, mereka tentunya pernah mendengar tentang sejarah dimana Rxeonal mencoba untuk menciptakan perang antar semesta dan mereka tidak menyangka bahwa Rxeonal yang mereka lihat sedang bertarung satu lawan satu melawan raja Iblis lainnya.
"Apakah dia benar-benar Rxeonal jika dia bertarung hanya untuk melindungi kedamaian bangsanya sendiri? Aku dengar Rxeonal itu raja yang sangat egois dan akan hanya melindungi mereka yang benar-benar layak bagi diriku." Kata Mitsuki sambil melihat sekelilingi, dunia iblis ini benar-benar mengerikan bahwa satu ras yang menarik perhatian mereka adalah [Giblis] dimana mereka terus berdatangan dan kekuatan mereka tidak bisa dibayangkan lagi karena mereka dapat melakukan [Adaptability].
Kubus waktu yang dipegang oleh Asriel menunjuk peristiwa dimana perang Iblis melawan Giblis ini akan berakhir sebentar lagi, mereka terpaksa harus untuk mundur, setelah itu perang terakhir akan dimulai dimana raja yang bernama Ceytamold itu akan berubah menjadi seorang iblis sempurna dengan jantung Giblis yang menempel di dadanya. Asriel bisa menebak bahwa Ceytamold pasti akan terpengaruh dengan kubus hitam itu sehingga memberi dirinya kekuatan yang tidak terbayangkan.
Mereka melebarkan mata mereka masing-masing ketika merasakan kekuatan yang sangat besar yang mulai mendekati, sebuah kristal merah melesat menuju arah Asriel tetapi Mitsuki langsung menghancurkan kristal itu menggunakan senjata yang ia pegang. Mereka menoleh ke arah seseorang yang menyerang mereka secara diam-diam, "Sial... aku tidak menyangka bahwa dia akan menyerang kita, kenapa harus dia?!" Tanya Asriel.
"Seharusnya kubus waktu itu menunjukkan seseorang yang bernama Master atau Mortem itu sedang mencoba untuk menyadari Rxeonal tentang cara meraih kedamaian dengan cepat." Kata Mitsuki, ia bisa melihat beberapa lambang jam hitam mulai bermunculan di sekitar mereka dimana mereka harus memperbaiki kejadian yang telah berubah ini dengan membawa Rxeonal dan Mortem saling bertemu agar mereka bisa berbicara.
__ADS_1
"Kita harus melawan dulu dan mengambil kubus hitam itu setidaknya, aku akan membantu kalian dari belakang menggunakan sihirku. Jika bisa, kalian akhiri semua ini dengan cepat sebelum kubus waktu ini bertambah tidak stabil karena firasatku mengatakan sesuatu yang kurang enak untuk dirasakan." Kata Asriel, ia memasukkan kembali kubusnya karena tujuan mereka sekarang itu menghentikan Mortem dan membawa dirinya kepada Rxeonal agar mereka bisa bertemu.
Mortem berlutut lalu menyentuh daratan sehingga beberapa celah merah muncul di sekitar merkea lalu mengeluarkan beberapa kristal Crimson yang mencoba untuk melukai mereka semua, "Berhati-hatilah dengan sihir Crimson itu, sekali saja kalian terkena maka efeknya terasa seperti tubuh kalian dimakan oleh bakteri kecil." Kata Asriel, Mitsuki dan Marie melesat menuju Mortem lalu mencoba untuk melancarkan beberapa serangan tetapi Mortem melindungi dirinya sendiri menggunakan aura Crimson.
Mortem terbang ke atas lalu meluncurkan beberapa gelombang merah pekat melalui kedua tapaknya, Asriel membekukan semua sihir itu agar ia bisa membantu Mitsuki dan Marie untuk mendekati dirinya. Mitsuki melakukan serangan [Triple Swift Strike] 3 tebasan cepat secara beruntun yang dapat menciptakan pendarahan semaksimal mungkin ke tubuh musuh, Mortem berhasil menghindari semua serangan itu dan mereka merasa sangat kesal dan merancang sebuah rencana untuk mengepung dirinya.
Asriel mencoba untuk menggunakan sihir es-nya agar ia bisa menjebak Mortem, tujuan mereka disini bukan untuk bertarung melawan dirinya melainkan merebut kubus hitam yang menempel di keningnya sebelum Mortem mendapatkan kekuatan yang sangat mengerikan. Mortem terus menjaga jarak dan melindungi tubuhnya dengan sebuah pelindung sehingga mereka tidak diberi kesempatan untuk menyerang karena Mortem yang terus melarikan diri sambil melepaskan beberapa sihir.
"Jika kita terus begini maka kita tidak akan bisa menyerang dirinya." Kata Marie sambil memperingati mereka bahwa beberapa pasukan Giblis mulai mendekati mereka semua, Asriel menahan semua pasukan Giblis itu dengan menciptakan beberapa duri es yang sangat besar sehingga menusuk kepala mereka, "Kita harus memikirkan cara untuk mengambil kubus hitam itu karena waktu kita tidak banyak..."
Asriel mengerutkan dahinya ketika ia melihat beberapa statistik muncul dengan lambang jam hitam yang berputar secara tidak beraturan, ia juga melihat langit mulai memiliki titik hitam dan titik itu menyebar sehingga mereka harus secepatnya memperbaiki suatu kejadian sebelum kubus itu menghilang dan menghapus mereka. Kuharu menyaksikan kubus yang dimiliki oleh Asriel dan ia langsung tersenyum karena mempengaruhi Mortem sepertinya dapat membuat pekerjaan menjadi lebih mudah.
Mortem tiba-tiba terbelit dengan sebuah rantai hitam yang menyerap seluruh kekutannya, ia mulai menjerit sehingga membuat Asriel dan yang lainnya terkejut bahwa seseorang baru saja menyerang Mortem. Mereka menoleh ke sebelah kiri dan melihat seorang gadis iblis datang untuk menyelamatkan mereka bertiga karena ia sendiri bisa merasakan ancaman yang lebih besar dari raja Ceytamold itu sendiri. Gadis iblis itu bernama [Oni Selvia].
__ADS_1
"Untuk sekarang..."
"...aku akan membantu kalian dalam mengalahkan Legenda satu ini."