
Shou memunculkan gerhana bulan di atasnya, kali ini bulan tersebut telah terbakar dengan api hitam yang memiliki suhu panas bahkan seluruh penonton bisa merasakannya.
Mereka semua terpaksa membeli sebuah minuman dingin sebelum rasa panas itu membuat mereka semua dehidrasi, Shou melempar bulan api itu ke arah Shuan.
"Golden Neptunus...!!!" Shuan mulai melepaskan pusaran badai dingin yang mampu menghempas seluruh api itu ke sekitarnya.
Namun, suhu di dalam arena itu bertambah semakin panas, membuat Shuan merasakan tekanan yang lebih besar lagi. Ia harus menahan suhu ekstrem itu dan tekanan serta gravitasi yang terus menghambat dirinya.
Pikiran Shuan mulai mengalami kesulitan untuk konsentrasi bahkan nafasnya terasa berat, penuh dengan rasa lelah. Ia mencoba untuk menenangkan dirinya dengan mengingat perkataan Minami.
Shuan dan Shou mulai menatap satu sama lain dengan aura cahaya dan api mereka yang terus bertambah besar sedikit demi sedikit, tubuh mereka juga dipenuhi dengan luka karena menerima banyak serangan fatal.
""Haaaaarrrgggghhh!!!"" Shuan dan Shou melesat menuju arah satu sama lain, saling mengadu kedua hantaman dari kening mereka.
Menyebabkan daratan di sekitar mereka retak dan membuat seluruh serpihan batu serta debu hitam mulai melayang dan berputar di sekitar mereka karena pusaran api dan angin emas yang mereka lepaskan.
Kening Shuan dan Shou mulai berdarah, Shuan mencoba untuk menyerang dengan cara lain yaitu melancarkan satu tendangan tetapi Shou menundukkan kepalanya.
Shuan menyambut Shou dengan tendangan lainnya sampai ia terhempas ke atas langit, Shou mencoba untuk mengikat tubuh Shuan tetapi Shuan melepaskan gelombang emas dari belakang untuk bergerak laju ke depan.
Shou menciptakan dua tongkat rantai lalu ia melancarkan beberapa serangan menuju arah Shuan tetapi ia berhasil menghindari semua serangan itu dengan melarikan diri menggunakan sihir cahayanya.
Shuan melepaskan Shining Justice ke bawah sehingga ia terhempas ke atas lalu melesat maju ke arah Shou, melancarkan satu serangan dahsyat menggunakan kedua tinjunya sampai kerangka Shou hancur dan kepalanya mengeluarkan banyak darah.
Shou mengerang keras lalu ia menarik ekor Shuan dan menghantam dirinya di atas tanah, genggaman Shou terasa begitu kasar bahkan sampai membuat Shuan lumpuh seketika ekornya diperlukan kasar seperti itu.
Shou mencoba untuk menghantam Shuan dengan kedua bulan yang muncul di sebelahnya tetapi Shuan berhasil menghancurkannya dengan melepaskan jeritan keras yang mengeluarkan suara Beast di dalam dirinya.
Shou menutup kedua telinganya lalu ia menendang Shuan sampai ke belakang, setelah itu Shou melancarkan beberapa rantai melalui punggungnya dan daratan yang memunculkan beberapa rantai.
"Golden Jupiter...!!!" Seru Shuan keras, menyebabkan gravitasi di sekitar bertambah berat sampai tubuh Shou diselimuti dengan warna emas.
Shou tidak bisa melakukan apapun kecuali melarikan diri dari efek Golden Jupiter yang terus menahan dirinya, Shuan melepaskan Shining Justice ke arah Shou tetapi Shou berhasil memunculkan sebuah tembok rantai.
Baammmm!!!
Shou melesat ke atas dengan tubuh yang melepaskan banyak api hitam, kali ini ia dapat bergerak bebas karena tekanan yang di hasilkan Golden Jupiter hanya mempengaruhi perlindungan dari api itu.
Shou melempar beberapa meteor api hitam ke arah Shuan, dengan cepat ia mulai menghancurkan semua meteor itu dengan melemparkan beberapa cincin emas kecil yang langsung membelahnya menjadi beberapa bagian.
Shou mulai di hadapan Shuan selagi melancarkan dua serangan tongkat tetapi Shuan berubah menjadi cahaya untuk melarikan diri dan tentunya menipu Shou.
__ADS_1
Cahaya itu kembali terbentuk Shuan yang sudah mengepalkan tinju kanannya, satu pukulan ia lepaskan sampai mengenai wajah Shou, membuat diri terpental ke belakang selagi menerima serangan partikel cahaya Shuan.
Shou berputar lalu mendarat di atas lantai selagi menunjuk Shuan menggunakan kedua tapaknya, kedua tapaknya itu melepaskan meteor api dan bulan kecil yang akan membesar ketika mendekati sasarannya.
Shuan hanya bisa maju ke depan dan menghantam semua sihir itu menggunakan akan kedua lengan, ia tidak memiliki rasa peduli apapun jika tubuhnya terus menerima kesakitan.
"Ck...!" Shou terbang ke atas langit dengan lengan kirinya yang ia angkat ke atas, terciptalah sebuah bukan dengan api hitam di sekitarnya.
"Pertarungan berakhir...!!! Shuan!!!" Seru Shuan keras sampai ia bisa melihat Shou melempar meteor itu dengan kecepatan penuh.
Shuan melepaskan dorongan yang besar di sekitar tubuhnya bahkan ia mulai memunculkan sebuah neutron kecil lalu melemparnya ke arah bulan itu, menyebabkan bulan tersebut hancur tanpa sisa.
Shou tersenyum serius dan Shuan juga ikut menunjukkan senyumannya, "Aku cukup terkesan, Shuan... Kau sepertinya memang seorang Neko Legenda yang hebat untuk memiliki kecepatan dan kekuatan seperti itu."
"Tidak juga, justru berkat dirimu... Pertarungan ini bisa aku jadikan sebagai pengalaman dan pertarungan untuk menahan seluruh beban dan tekanan dari gerhana bulan!" Shuan mengepalkan kedua tinjunya, merasakan tubuhnya mulai lelah karena menerima tekanan gravitasi besar.
"Apa ini!? Apakah pertarungan masih bisa di lanjutkan dengan kedua peserta yang sudah terluka parah...!?" Seru Jorgez keras.
Seluruh penonton mulai menyemangati Shou dan Shuan agar bisa bertarung dengan seluruh semangat yang mereka kumpulkan karena para penonton kali sangat menikmati pertarungan yang di berikan Shou dan Shuan.
Shou melancarkan beberapa pukulan ke arah Shuan tetapi ia berhasil menahannya dan memegang kedua tinjunya itu dengan penuh tenaga.
"Tidak ada yang harus kau khawatirkan...! Lebih baik kau mengkhawatirkan dirimu sendiri sebelum mengakhiri pertarungan ini...!"
Ketika mendengar itu, Shou merasa kesal sampai ia menendang perut Shuan lalu menghantam wajahnya sampai ke belakang karena keturunan Shiratori akan terus maju dan bangkit sampai puas.
Serangan Shou kali ini terlihat begitu agresif dan penuh rasa kesal karena harga dirinya tadi serasa di sia-siakan dan permainkan oleh Shuan.
Untungnya Shuan berhasil menahan semua serangan itu menggunakan kedua tapaknya lalu ia memegang erat kedua tinju ya dan tersenyum serius.
"Kita sudah menghabiskan waktu yang cukup panjang ya... Jika saja kau tidak menggunakan efek dari gerhana itu maka kecepatan cahayaku bisa terus membuat dirimu bingung!!!"
Shuan menghantam wajah Shou menggunakan sikutnya lalu mengakhirinya dengan menghantam puncak kepalanya, Shou langsung terjatuh di atas tanah.
Shou menghela dan muncul tepat di belakang Shuan, ia mencoba untuk menoleh ke belakang dan satu pukulan mengenai wajahnya.
"Chains of Reclipse!" Seru Shou keras sehingga daratan melepaskan rantai gerhana matahari yang melesat menuju arah Shuan.
Shuan menghindari semua rantai itu di lanjutkan dengan menghancurkannya satu-satu menggunakan sihir dan serangannya, ia bisa melihat Shou melempar beberapa bulan ke arah Shuan.
Shuan merapatkan giginya lalu menghantam semua bulan itu sampai hancur menjadi kepingan kecil, Shou melihat satu celah serangan dan ia mengerahkan semua kekuatan terakhirnya ke dalam satu pukulan.
__ADS_1
Pukulan itu menghantam wajah Shuan sehingga melepaskan dorongan yang besar melalui punggung Shuan.
Shou melebarkan matanya ketika melihat pukulannya itu tidak memberikan efek apapun kepada Shuan karena ia terlihat biasa saja dan masih berdiri tegak di posisinya.
"Shou..." Shuan mengangkat lengan kanannya lalu ia menunjuk dada Shou.
"...pertarungan yang baik bukan?" Shuan langsung melepaskan satu pukulan dengan penuh tenaga yang mampu menghempas Shou ke belakang sampai mengenai batasan.
Setelah itu, ia terjatuh dan keluar dari arena ketika menerima satu pukulan yang mampu menghentikan seluruh fungsi dari kekuatan dan sihirnya.
Shou yang sudah terjatuh dari arena adalah sebuah penentuan terakhir bahwa Shuan berhasil meraih sebuah kemenangan yang mengejutkan para penonton terutama juri dan wasit.
"Pe-Pe-Pe..."
"...PEMENANGNYA ADALAH PESERTA SHUAN DENGAN MELANCARKAN SATU PUKULAN YANG BEGITU DAHSYAT!!!" Seru Jorgez keras.
Semua penonton langsung bersorak keras dan bertepuk tangan, meneruskan pertarungan yang sangat hebat kepada Shuan dan Shou yang bertarung cukup lama sampai memberikan hasil penentuan yang tidak terduga.
"Shuan menang... H-Hebat..." Kou tersenyum dan melihat Haruka yang mulai datang sendirian, ia telat melihat pertarungan Shuan melawan Shou tetapi ia dapat melihatnya kapan pun.
"Siapa yang menang? Shuan ya...? Sepertinya dia memang sudah berkembang sejak itu." Haruka mengangguk.
"Shiratori Shuan, aku tidak menyangka dia memenangkan pertarungan ini dengan hanya melepaskan satu pukulan tadi. Seperti pukulan itu bukan hanya sekedar pukulan biasa..." Ucap Methode selagi memegang dagunya.
"Intinya Shuan telah memenangkan pertarungan ini dan dia akan memasuki final untuk melawan Rokuro, aku merasakan kebanggaan yang begitu besar dari Shuan." Minami tersenyum bangga.
Ia mengingat kembali tentang perjuangan Shuan dari nol dan dulunya yang selalu merasakan kelelahan, sekarang ia sendiri yang memberi semua kekalahan itu.
Terakhir kali Shuan bertarung dengan Shou, itu memberikan hasil yang kurang memuaskan dan sekarang semuanya telah berubah bahwa Shuan memiliki kekuatan yang jauh lebih besar di bandingkan Shou.
Perbedaan yang tidak begitu jauh karena Shou sendiri sama kuatnya dengan Shuan berkat bantuan dari Lunar Eclipse yang dapat menyebabkan tekanan dan beban besar di dalam tubuh seseorang ketika menerima sebuah serangan.
Shuan menghampiri Shou yang terluka cukup parah, untungnya ia menggunakan Golden Earth untuk memulihkan dirinya sendiri dan Shou.
"Hmph... kau memang sudah berkembang, Shuan. Sungguh mengesankan, sepertinya kau belajar dari siksaan yang aku berakhir sejak itu..." Shou tersenyum serius.
"Ya... kali ini, aku akan meraih kemenangan lebih lanjut lagi dan tentunya aku akan bertambah kuat!" Shuan menunjukkan tinjunya kepada Shou.
"Itu semangat yang aku inginkan... tetaplah positif seperti ini dan kalahkan lawan terakhirmu yaitu Rokuro!" Shou dan Shuan mulai mengadu jotos seperti sahabat.
"Tentu saja...!"
__ADS_1