
Kuharu memejamkan kedua matanya dan mengumpulkan beberapa kubus waktu di sekitarnya selagi menyentuh kening Haruka menggunakan jari telunjuk-nya, ia bisa merasakan kekuatan waktu yang mengalir di seluruh tubuhnya, kemampuan waktu Haruka benar-benar membuat Kuharu merasakan sensasi kenikmatan karena ia bisa bertambah kuat bahkan lebih kuat dari apapun, ia juga berani untuk menantang anak dari sang pencipta yang bernama Zenzaku itu.
Semua kubus waktu itu merekam semua peristiwa yang terjadi dari masa terciptanya Touriverse sampai titik saat ini untuk menyempurnakan ritual, Kuharu membuka kedua matanya dan seketika tercengang melihat Haruka yang menatap dirinya dengan tatapan yang terlihat mati, ia awalnya mengira bahwa ia kembali seperti semula tetapi sepertinya tidak, mungkin karena kubus waktu yang ia kumpulkan itu mulai memberi Haruka sebuah reaksi.
"Sebentar lagi... aku dapat menciptakan waktu dan realitaku sendiri menggunakan semua kubus waktu itu, aku akan menjelajahi semua waktu dan dimensi untuk menyempurnakan sihir waktuku, setelah itu... aku akan menghancurkan garis keturunan Comi dan Touriverse, lihat saja dengan kedua matamu dan dengarkan dengan kedua telingamu, Haruka. Aku tahu kau bisa mendengar dan melihat tetapi tidak bisa melakukan sesuatu." Kata Kuharu sambil mengelus kedua pipi Haruka
Semua kubus waktu itu mulai merasuki tubuh Kuharu sehingga ia bisa merasakan seluruh kekuatan dan Lenergy besar yang terkumpul di dalam tubuhnya, wilayah waktu itu sendiri menunjukkan banyak waktu yang bergerak cukup cepat sampai Realm of Time kembali menjadi wilayah yang sangat stabil ketika Kuharu menyerap seluruh kekuatan dan kemampuan yang berada di dalam tubuh Haruka.
"Hehh... Lihat saja nanti, Kou... apakah kau bisa melawan waktuku yang berada di titik segalanya!?"
***
Perjalanan mereka menuju restoran Arata seperti biasanya tiba dengan selamat, Okaho memesan beberapa hidangan untuk teman-temannya, setelah itu ia mulai berdiskusi bersama Arata tentang Realm of Time itu, wilayah yang sangat berbahaya bahkan Arata sendiri tidak yakin bahwa Okaho bisa menyelamatkan Haruka tanpa bantuan orang dewasa, Okaho terus mengubah pikirannya bahwa semuanya akan baik-baik saja karena ia sendiri adalah orang dewasa yang menyamar menjadi anak kecil.
Arata mengalihkan pandangannya kepada Kou, ia baru saja mendapatkan informasi tentang kekuatan dan kemampuannya yang sebenarnya sehingga ia yakin bahwa Kou benar-benar penerus Korrina suatu saat nanti, ia akan mengijinkan Hana dan Rokuro pergi dengan satu syarat dimana ia ingin bertarung melawan Kou dan melihat kekuatannya secara langsung.
Okaho menatap Kou yang saat ini sedang memakan hidangan yang dipenuhi dengan tema madu, semoga saja ia dapat bertahan melawan seorang Legenda kuat seperti Arata tetapi Okaho sendiri langsung mempercayainya bahwa The Mind yang Kou miliki pasti akan membantu dirinya dan membawa dirinya menuju puncak kemenangan, Okaho setuju dan ia langsung menikmati makan siangnya.
__ADS_1
Mereka menghabiskan beberapa waktu sebelum latih tanding Arata melawan Kou di mulai, awalnya Ophilia menolak permintaan Arata untuk melawan seorang gadis kecil yang memiliki fisik lemah tetapi Okaho menjelaskan kemampuan Kou kepada Ophilia sehingga ia sendiri tidak mempercayai apa yang baru saja, mereka memilih untuk latih tanding di depan halaman rumah Arata.
"Apakah kau benar-benar yakin Kou bisa bertarung, Okaho?" Arata bertanya lagi untuk berjaga-jaga agar ia tidak sengaja melukai Kou, sekali saja ia mengenai satu serangan kepada Kou maka dia bisa saja menerima luka yang sangat fatal karena fisiknya itu. Okaho mengangguk dan Kou sendiri bahkan melompat-lompat penuh dengan perasaan semangat dan senang bahwa perutnya sudah kenyang, ia sudah siap untuk menghadapi siapapun sekarang.
Arata tersenyum serius karena ia bisa melihat semangat Kou yang tinggi, itu artinya ia sudah siap untuk latih tanding dan menerima semua konsekuensi yang ada. Arata mengeluarkan memanggil pedang Wrath dan Gluttony sehingga Kou tersenyum lebar sambil bertepuk tangan karena ia merasa tertarik melihat bentuk pedang itu walaupun ia tidak mengetahui kekuatan apa yang dimiliki-nya, itu termasuk kekurangan yang Kou miliki dimana ia tidak bisa merasakan kekuatan dan mengukur kekuatan apapun termasuk sihir.
"Kalau begitu aku akan maju duluan!!!" Arata melesat cepat menuju arah Kou sehingga ia melewati tubuh Kou secara tiba-tiba, pergerakan-nya yang setara dengan suara mampu membuat dirinya tidak sadar bahwa ia baru saja melewati targetnya sendiri, awalnya dia sudah mengarahkan kecepatannya ke arah Kou dan mempersiapkan satu serangan untuk dirinya, "Firasat apa ini... tidak... ini tidak mungkin firasat yang aku rasakan melainkan pikiranku baru saja memperingati diriku tentang sesuatu."
Arata menoleh ke belakang dan ia sontak kaget melihat Kou masih berada di posisi yang sama sambil tersenyum dan bermain dengan kupu-kupu yang terbang mengelilingi tubuhnya. Kemampuan pikiran yang diceritakan oleh Okaho sangat akurat bahkan Arata tidak bisa mengontrol tubuhnya untuk mengikuti pikiran yang tidak bisa ia kendalikan, pikirannya yang berubah dan mengalami penolakan itu seolah-olah terjadi secara natural dan itu benar-benar mengerikan.
Kou menatap Arata dan ia langsung tersenyum serius, Arata memegang erat pedangnya karena ia yakin bahwa Kou memiliki potensi yang sangat besar dan ia tentu tidak akan kalah dengan mudah. Arata melesat menuju arah Kou lalu meluncurkan beberapa serangan menggunakan kedua pedangnya, semua serangan itu tidak mengenai Kou melainkan serangannya hanya menghancurkan daratan, serangan yang Arata pikirkan sudah akurat ternyata melesat beberapa kali karena penolakan pikiran itu, "Aku tidak merasakan pergerakan atau sihir apapun yang masuk ke dalam tubuhku...! Sebenarnya apa yang terjadi...!?" Arata melompat ke belakang.
Kou tersenyum lebar sehingga Arata yang mengosongkan pikirannya tiba-tiba mendapatkan pikiran secara tiba-tiba, ia tidak menyadarinya untuk beberapa detik tetapi ketika serangan yang mengikuti instingnya melesat, ia langsung sadar bahwa Kou benar-benar memiliki kekuatan dan kemampuan yang bersangkutan dengan pikiran, ia terkejut dan merasa terkesan melihat garis keturunan Comi ini dapat membuat dirinya kebingungan dan dikejutkan oleh beberapa kemampuan, "Ternyata benar... jadi dia yang akan mengganti Korrina suatu saat nanti? Aku bisa melihat dirinya di dalam Kou walaupun fisiknya lemah seperti ini." Ungkap Arata.
Arata sekarang yakin dan masih ingin melanjutkan tahapan lainnya dimana ia memanggil tujuh pedang dosa itu untuk melancarkan beberapa serangan kombinasi ke arah Kou, semua serangan itu melesat seperti biasanya dan Arata terus berpikir keras sampai memaksakan pikirannya untuk mengarahkan satu serangan saja yang dapat mengenai Kou tetapi ia gagal lagi dan lagi sehingga ia berakhir melepaskan pedang itu karena penolakan pikirannya.
"Tidak ada cara untuk melawannya ya... kalau begitu aku akan coba untuk meniru-nya...!" Ungkap Arata, ia melompat ke belakang lalu sadar bahwa kekuatan dan kemampuan pikiran yang dimiliki oleh Kou bukanlah sihir melainkan suatu kemampuan natural yang tidak bisa dihentikan oleh sihir atau dihancurkan oleh sihir, ia juga baru ingat bahwa Kou memiliki kekuatan dan sihir yang berada di titik nol.
__ADS_1
Ophilia kehabisan kata-kata melihat semua serangan Arata yang melesat, tidak mungkin Arata bisa melesat dalam menyerang dan itu adalah peristiwa yang sangat langka sehingga ia mempercayai apa yang Okaho katakan sekarang tentang pikiran itu. Okaho kembali menjelaskan soal The Mind yang dimiliki oleh Kou tidak memiliki kelemahan apapun, satu-satunya kelemahan yang ia miliki adalah dirinya sendiri, "Ini adalah generasi baru... era baru untuk Touriverse, kelahiran seorang anak yang akan menggantikan Mama, aku juga yakin kau mengerti tentang garis keturunan evolusi, Ophilia."
Ophilia mengenal jelas apa yang dimaksud oleh Okaho tentang garis keturunan evolusi karena keluarga Phoenix sering menceritakan tentang itu, itu artinya Kou adalah hasil dari garis keturunan evolusi itu dan mereka yang mendapatkan garis keturunan evolusi akan menggantikan ibu mereka sendiri, "Garis keturunan evolusi hanya berlaku untuk seorang Ibu, mungkin Hana akan menggantikan diriku suatu saat nanti tetapi kita lihat saja nanti sampai Hana membangkitkan potensi tersembunyinya."
"Benar sekali..."
"Tapi Ibuku bilang bahwa seorang keturunan yang menggantikan seorang keturunan garis evolusi maka dia akan mati dan meninggal suatu saat nanti, dalam waktu yang dekat... itu hanya mitos tetapi mendengarnya saja membuatku takut." Perkataan Ophilia membuat Okaho ikut khawatir juga karena Korrina saat ini sedang dalam perjalanan yang panjang dan ia berharap bahwa tidak terjadi sesuatu kepadanya.
"Tidak, tenang saja... Mamaku mengalami garis keturunan evolusi tetapi Nenekku masih hidup, hanya sekedar mitos." Kata Okaho.
Arata berhenti menyerang Kou ketika ia sadar bahwa dirinya tidak memiliki kesempatan untuk melukai dirinya, bukan lagi kesempatan untuk menang tetapi mengenai satu serangan saja sangat sulit. Ia mulai berlutut kepada Kou dan menepuk bahunya karena ia mengakui dirinya sebagai seorang Legenda yang suatu saat nanti akan meraih kedamaian sama halnya seperti Korrina menyatukan seluruh Touriverse, "Kau benar-benar layak, nak..."
"...tetapi ingat, kau juga harus memiliki teman yang layak, semoga kau dapat membawa anak-anakku menjadi selayak dirimu." Arata tersenyum.
Kou tersenyum lebar lalu ia mengangguk, 'Terima kasih, pertarungan tadi sangat hebat~ Aku harus menggunakan kekuatan pikiranku lebih dalam lagi tadi sampai aku sedikit merasa pusing sekarang, tehe~'
"Aku senang mendengarnya, setidaknya kau bekerja lebih keras tetapi jangan sampai kau memaksakan dirimu..." Arata pergi meninggalkan Kou lalu ia menatap langit-langit bahwa Touriverse sebentar lagi akan masuk ke era baru dimana semua orang pasti akan memiliki kekuatan yang sangat mengerikan.
__ADS_1
"Sepertinya pertarungan selesai... tidak ada yang menang atau yang kalah..."
"...hanya ada hasil dan kebanggaan."