
"Memory Mortem...?" Rxeonal mulai terlihat bingung ketika Zoiru memanggil Master dengan sebutan [Memory Mortem].
Master atau Mortem segera muncul di depan Zoiru dan memberitahu kepada Rxeonal bahwa nama asli-nya adalah Mortem, jadi sepertinya tidak perlu menjaga identitas dirinya yang asli karena Rxeonal sudah pasti tidak akan memiliki hubungan apapun dengan nama Memory Mortem.
"Jadi... Apakah kau sudah melihat semesta tercinta kita yang bernama Touri itu?" Mortem mulai berbicara dengan sarkasme.
"Ini pertama kalinya aku melihat seorang mortal yang mencoba untuk mendeklarasikan perang antar semesta bersama dengan pasukan yang ia kumpulkan. Tetapi bangsa iblis memang berkesempatan besar untuk bisa melakukan-nya karena mereka hanyalah ras-ras yang lebih mementingkan peperangan dan penaklukan." Zoiru bangkit dari tahta-nya.
Rxeonal masih berlutut di depan Zoiru, ia mencoba untuk bangkit tetapi tidak bisa karena tubuhnya masih belum terbiasa dengan esensi dan tekanan yang dimiliki oleh Zoiru.
"Kau mencoba untuk mendeklarasikan perang antar semesta tetapi kau lemah dihadapan-ku, kau beruntung, iblis. Aku tidak bisa lagi mengunjungi dunia luar berkat segel yang terdapat di dimensi ini sangatlah mutlak." Zoiru memegang erat tanduk Rxeonal dan ia mulai mengangkat kepalanya agar dirinya bisa menatap Zoiru.
Rxeonal menatap dirinya dengan ekspresi yang terlihat kesal, Zoiru hanya bisa tersenyum jahat karena tatapan yang ia berikan kepada dirinya membuat Zoiru yakin bahwa mortal ini memang tidak bercanda untuk mendeklarasikan perang. Sepertinya dia sudah mengetahui tentang konsekuensi dalam mendeklarasikan perang antar semesta.
"Perang yang kau coba lakukan itu hanya akan merugikan seluruh populasi Touri termasuk dirimu... Jika kau mencoba untuk mendeklarasikan perang maka kau pasti memiliki sebuah tujuan yang terdengar cukup menyenangkan."
"Apa tujuanmu, iblis...?"
"Untuk meraih kedamaian. Menggunakan kedamaian itu untuk menyelimuti semesta Zuusuatouri, aku mengerti kenapa kita bangsa iblis tidak pernah meraih kedamaian. Penyebab-nya adalah seluruh ras termasuk dengan dewa-dewi yang tidak melakukan pekerjaan dengan baik, mereka hanyalah parasit yang selalu saja menganggap iblis itu rendahan...!" Ucap Rxeonal.
Zoiru mencoba untuk menahan tawa-nya ketika mendengar tujuan yang benar-benar tidak logis, sepertinya Rxeonal masih belum mengetahui betapa bahayanya perang antar semesta itu. Mortem mulai tidak menghiraukan mereka karena ia segera pergi menuju sel dimana Bamushigaru berada, ia segera menyusup masuk untuk bertemu dengan anak dari Bamushigaru yang bernama [Bamushi].
"Tertawalah semau-mu, semua mortal pasti memang memiliki tujuan untuk meraih kedamaian. Bahkan beberapa dari mereka sampai mengorbankan seseorang yang mereka cintai termasuk aku yang sudah membunuh istri-ku demi bisa melaksanakan tujuan ini, jika dia hidup maka dirinya hanya akan mengganggu rencana-ku." Rxeonal bisa melihat raut wajah Zoiru yang berubah, ia mencoba sekuat mungkin untuk tidak tertawa.
"Perang hanya akan membuat dirimu semakin gila, aku bisa merasakan-nya sendiri, tidak ada pencapaian apapun dalam melaksanakan perang. Tujuan kedamaian-mu akan kau lupakan ketika perang sudah dimulai, kerakusan dan kehausan terhadap kekuasaan lah yang akan mempengaruhi dirimu sendiri."
"Kau seharusnya bisa menatap realita bahwa kau hanyalah iblis... yang mencoba untuk merugikan seluruh populasi Touri."
"Tutup mulut busuk-mu...!!!" Rxeonal mulai merasa kesal sampai ia melepaskan dorongan besar yang mampu mendorong Zoiru mundur, Rxeonal kembali berdiri sambil menunjukkan ekspresi yang terlihat kesal karena ia tidak mau mendengar Zoiru berbicara tentang perang.
"Aku melakukan semua ini hanya demi diriku...! Istriku...! Dan bahkan anakku...! Setiap makhluk hidup pasti memiliki tujuan yang tidak akan bisa dimengerti oleh makhluk hidup lainnya, seharusnya kau dewa berhak diam dan tidak mengurus urusan mortal seperti diriku...!" Rxeonal menarik pedang-nya keluar dari sarung-nya.
__ADS_1
"Hmph, aku suka semangat-mu, mortal. Kau terlihat persis seperti diriku ketika muda." Zoiru tersenyum dengan sinis dan ia menunjuk pedang Rxeonal sampai pedang-nya diselimuti dengan aura hijau dimana Rxeonal mulai merasakan beban yang besar di dalam pedang tersebut, ia segera melepasnya karena dia sudah tidak tahan untuk mengangkat-nya lagi.
"Ck..."
"Untungnya aku tidak mudah terbawa emosi seperti dirimu, mortal. Aku masih bisa menjaga kesabaran-ku untuk membunuh-mu dengan hanya mengandalkan tiga detik."
"Lebih baik kalian berhenti berkelahi..." Mortem muncul di sebelah Rxeonal, Zoiru membulatkan matanya ketika ia melihat Mortem yang membawa Bamushi keluar dari kandang-nya, untungnya makhluk yang sama kuatnya seperti Bamushigaru itu jinak sampai ia tidak menyerang dirinya dan Rxeonal.
"Oi, Rxeonal... Kita datang ke sini bukan untuk bertarung..." Mortem menyilangkan kedua lengan-nya.
"Hmph..." Rxeonal mengalihkan pandangan-nya ke arah lain.
"Biar aku tebak, Mortem. Kau pasti akan menawarkan diriku hal yang sama demi bisa merekrut beberapa pasukan terkuat-ku...?" Tanya Zoiru.
"Itu benar sekali, aku juga akan membawa Bamushi keluar dari kandang-nya, dia bisa saja menjadi senjata mematikan yang dapat membunuh setengah dari populasi semesta Touri. Dari ukuran-nya saja dia sudah sebesar satu planet bahkan lebih besar ketika ia terus bertarung atau memakan sebuah planet." Master mulai menepuk-nepuk wajah Bamushi.
"Groooooooo...."
"Bahkan jika diriku harus membawa semua kejahatan di dunia ini, itu tidak masalah. Jika itu dapat menyelamatkan dunia, maka aku dengan senang hati akan menerimanya." Rxeonal mengepalkan kedua tinju-nya sampai uratnya menonjol keluar.
"Jadi, Zoiru...? Apakah kau mau memberi-ku semua pasukan terkuat-mu untuk memulai perang antar semesta ini...? Dengan kekuatan bangsa iblis dan pasukan Oather maka kemenangan sudah pasti akan berada di pihak Rxeonal." Ucap Mortem, ia mulai menunjuk Bamushi sampai makhluk itu berubah menjadi cahaya hijau lalu Mortem menyerap-nya.
Mortem memejamkan kedua matanya dan ia segera memunculkan beberapa gadis seksi dan cantik di belakang Zoiru, Zoiru mengalihkan pandangan-nya ke belakang dan ia bisa melihat banyak sekali gadis yang sudah berkumpul dan siap untuk Zoiru jadikan sebagai mainan. Sepertinya tawaran Mortem memang selalu membuat Zoiru segera memberi apa yang dia mau.
Semua gadis itu Mortem culik dari berbagai semesta, mereka juga sudah berada di efek [Brainwash] dimana mereka sekarang hanya akan menuruti Zoiru saja. Yang dimaksud mainan adalah Zoiru dapat menciptakan pasukan yang jauh lebih kuat dengan hanya memerkosa semua gadis yang sudah dikumpulkan itu sampai mati, ia tidak berniat untuk menjadikan mereka sebagai istri karena dirinya sudah memiliki istri yang saat ini sedang berada di dimensi lain.
"Silahkan, bawalah pasukan terkuat-ku sebanyak-banyaknya." Ucap Zoiru.
Mortem dan Rxeonal pergi meninggalkan Zoiru sendirian agar ia bisa menikmati waktu-nya bersama semua gadis itu.
"Rxeonal...!" Panggil Zoiru.
__ADS_1
Rxeonal melirik ke belakang dan ia melihat sebuah kalung yang melayang menuju arahnya, Rxeonal segera menangkapnya lalu menatap wajah Zoiru yang terlihat serius.
"Gunakan-lah kalung itu jika kau ingin merasakan kekuatan dari sihir kuno [Oath]." Zoiru tersenyum dengan sinis.
"Terima kasih banyak, Zoiru..." Jawab Rxeonal dan ia menggenggam kalung itu selagi melangkah keluar, ia mulai tertawa dengan sangat jahat karena dirinya terus bertambah kuat berkat bantuan dari Mortem dan orang-orang baru yang ia temui.
Dengan kepergian-nya Mortem dan Rxeonal bersama, pintu ruangan Zoiru tertutup rapat dan dia segera bersenang-senang bersama semua gadis itu. Master mengumpulkan seluruh pasukan Zoiru dan memberitahu mereka bahwa Rxeonal akan menjadi pemimpin pasukan baru dimana dia akan mendeklarasikan perang antar semesta.
Seluruh pasukan Oather itu langsung setuju, tidak ada satupun pasukan yang melawan karena mereka merasa bosan menunggu di wilayah ini tanpa bertarung dan membunuh mortal yang berada di dunia luar. Seluruh pasukan itu segera bersujud kepada Rxeonal dan mengakui dirinya sebagai dewa perang yang akan memulai perang antar semesta yang baru.
""Hidup dewa Rxeonal...!""
Mortem sempat terkejut mendengar seluruh pasukan Oather mengakui dirinya sebagai dewa, sepertinya mereka menganggap pemimpin sebagai dewa. Rxeonal tersenyum lebar, ia tertawa terbahak-bahak karena dirinya sekarang mulai mengakui sebagai dewa perang.
"Ya...! Hidup dewa Rxeonal...!!! Dewa perang yang sudah lahir...!!!" Teriak Rxeonal keras.
Rxeonal memberitahu mereka semua untuk menyerang ketika ia membuka segel-nya, ia mengeluarkan sebuah buku sihir yaitu [Grimoire of Confine], seluruh pasukan Oather itu langsung mengerti dengan situasinya, mereka semua akan terjebak di dalam buku itu dan dikeluarkan oleh Rxeonal ketika waktu-nya sudah tiba.
Rxeonal membuka kunci buku tersebut lalu ia membuka-nya dengan sangat lebar sampai seluruh pasukan Oather itu terhisap masuk ke dalam buku tersebut, Rxeonal menutupnya kembali ketika semua pasukan sudah berada di dalam buku itu.
"Sepertinya sebentar lagi akan dimulai, Mortem..." Rxeonal tersenyum dengan sangat jahat.
"Baguslah, sepertinya sekarang kau tidak perlu membutuhkan bantuan-ku lagi..."
"Apa maksudmu...?"
"Aku akan pergi ke dimensi lainnya, kau hanya perlu melakukan apa yang kau mau sekarang. Memulai perang sekarang juga tidak apa-apa."
"Heh...?"
"Aku akan kembali, membawa sesuatu yang dapat membuat kesempatan menang kita menjadi tinggi." Aura Crimson mulai menyelimuti dirinya, ia segera membawa Rxeonal keluar dari [Oath Realm].
__ADS_1
Rxeonal membuka kedua matanya dan ia sadar bahwa dirinya dipindahkan ke kastil-nya, "Sekarang..."
"...Apa yang harus aku lakukan...?"