
Korrina dan Brimgard melancarkan satu tebasan yang langsung menyebarkan dorongan tipis yang membuka celah dimensi berbeda di sekitarnya, Brimgard mencoba untuk melepaskan gelombang materi gelap tetapi serangannya mengenai tubuh ilusi Korrina.
Korrina mulai membelah dirinya menjadi ilusi kembali tetapi Brimgard langsung melompat ke belakang dengan kedua lengan dan kakinya yang dilindungi oleh materi gelap sampai semua materi gelap itu membentuk meteor besar.
Meteor terjatuh di atas lantai yang tidak memiliki batas untuk memusnahkan seluruh ilusi yang mencoba untuk menipu dirinya, Brimgard merasakan keberadaan Korrina di belakangnya.
"Aku tidak begitu mengetahui jelas tentang ceritamu yang sebenarnya... tetapi kau juga memiliki perasaan yang sama 'kan?" Tanya Brimgard.
"Yang perlu aku ketahui adalah dirimu adalah makhluk terkuat di layer ini, memegang seluruh dunia yang ada pada layer ini sampai berjulukan sebagai Dewa Kountraverse."
"Maha segalanya di layer ini... mengingat diriku kepada seorang yang aku kenal jelas." Korrina mengingat dirinya yang palsu seketika.
"Bukannya kau juga seperti itu? Apakah kau makhluk hidup paling terkuat di dalam layermu itu?"
"Tidak, aku tidak kuat... masih terdapat beberapa orang yang aku kenal memiliki kekuatan hebat dibandingkan diriku."
"Setua-tuanya diriku, pengalaman bertarung mereka jauh lebih baik dariku." Korrina mulai membakar lengan kanannya hanya untuk menciptakan sebuah keling yang terbakar dengan api surga.
"Bukannya kita membagi kesamaan? Aku juga tua... bahkan aku tidak mengetahui umurku berapa? Yang aku ingat jelas adalah dua Ragnarok yang aku alami."
"Kau berpikir bahwa Ragnarok adalah hal yang biasa?!" Korrina memasang tatapan kesal lalu ia melesat maju sampai menghantam wajah Brimgard cukup keras sehingga menembus pertahanan materi gelap itu.
Korrina melancarkan beberapa pukulan yang berhasil menghancurkan wajahnya tetapi materi gelap kembali memulihkan lukanya sampai dadanya mengeluarkan sebuah pedang yang menusuk perutnya karena pembentukan materi gelap itu.
Korrina melompat ke belakang lalu ia menarik keluar pedang itu, "Kau dengan materi gelap yang dapat dimanipulasi itu cukup menyebalkan..."
"Sama halnya dengan ilusi sialanmu itu, Korrina Comi." Brimgard memunculkan zirah yang sangat besar ditubuhnya dengan materi gelap yang sudah dimanipulasi.
Korrina melihat Brimgard memiliki beberapa perlindungan yang cukup kuat sekarang karena bantuan dari materi gelap itu, ia juga dapat menebak dirinya belum menggunakan kekuatannya secara serius.
Sama halnya dengan Korrina yang sudah lelah menggunakan banyak sekali kekuatan termasuk katana itu, ia hanya ingin pulang dan secepatnya merancang rencana agar bisa menghentikan Ragnarok.
"Sialan... kenapa masalahnya bertambah rumit seperti ini, rasanya aku hanya terjebak di dalam ruangan yang terus tertahan oleh Dewa ini." Batin Korrina.
"Sudah ratusan tahun lamanya aku tidak bertemu dengan semua temanku di Touriverse... termasuk dengan ketiga putri kecilku..."
"...mereka semua saat ini sedang apa ya, aku merindukan kalian." Korrina sempat lengah karena memikirkan Touriverse sampai ia tidak sadar Brimgard muncul di hadapannya.
Korrina hampir saja menerima satu pukulan di kepala tetapi ia sempat membelah diri sampai serangan yang dilakukan oleh Brimgard mengenai ilusinya lagi, "Ilusi lagi..."
Korrina memunculkan aura Crimson nya yang langsung membesar sampai bisa Brimgard rasakan cukup kuat, ia menoleh ke belakang lalu melihat dirinya memunculkan sebuah mahkota Crimson di atas kepalanya.
"Jika kau ingin menambahkan kekuatanmu seperti itu maka aku tidak akan kalah begitu saja..."
Brimgard hanya bisa tersenyum serius lalu ia menciptakan lebih banyak konstruksi materi gelap yang menyerang Korrina dari arah berbeda.
__ADS_1
Korrina membakar semua itu menggunakan api surga tetapi jumlahnya terus bertambah sampai ia terpaksa untuk mundur lalu melompat semua materi gelap itu menggunakan gumpalan Sacred yang muncul melalui kedua tapak kakinya.
Semua penghindaran yang di lakukan oleh dirinya tetap membuat dirinya lengah dengan Brimgard yang muncul di belakang dirinya lalu menangkap kedua lengannya yang langsung dikunci.
"Nrgghh...!!!"
Brimgard langsung menyelimuti kedua lengannya dengan materi gelap sampai ia bisa merasakan kesakitan yang diberikan oleh dirinya cukup efektif, "Aaagggghhhhh...!!!"
Korrina berhasil berpikir cepat dengan melompat ke atas lalu melancarkan satu tendangan yang terbakar dengan api surga sampai mengenai wajah Brimgard lalu menghancurkan zirah yang melindungi kepalanya.
"Apakah itu saja? Kau rasanya seperti menerima Ragnarok jika kekuatanmu selama ini di tahan..."
"Dasar bodoh, bertahun-tahun lamanya aku menggali informasi Kountraverse dan memusnahkan sesuatu yang mengancam Touriverse..."
"...apakah kau pikir akan pulih secepat itu?" Tanya Korrina yang terlihat lelah bertarung.
"Itu artinya kau memang terhambat dengan batasan."
"Ya, karena aku seorang Mortal."
"Bukan, kau adalah seorang Dewi Touriverse---" Brimgard mengerutkan dahinya ketika melihat Korrina maju ke depan lalu mencoba untuk menghantam wajahnya tetapi ia melancarkan satu tendangan yang mengenai perutnya.
"Nrrgghhahaha!" Brimgard hanya bisa tertawa melihat Korrina mudah terbawa emosi ketika dirinya di anggap sebagai seorang Dewi yang memegang Touriverse.
"Jangan sekali-kali! Memanggil diriku...!!! Seorang Dewi lagi...!!!" Teriak Korrina keras yang terus menghantam wajahnya itu sampai ia mulai menggunakan ilusi lagi.
Korrina terus menghajar Brimgard beberapa kali sampai tubuhnya terpental menuju arah berbeda sampai menyasar ke dalam alur waktu berbeda karena serangannya yang cukup untuk membuka celah yang membawa mereka dimensi dan alur waktu berbeda.
Tidak lama kemudian, Brimgard menyentuh pipinya yang mengeluarkan darah lalu ia melakukan perlawanan sampai serangan mereka yang teradu dan saling mengenai mengguncangkan alur waktu yang berbeda.
Pertarungan mereka terus berlanjut dengan cepat sampai mengacaukan ruangan waktu, untungnya Brimgard berhasil menghentikannya dengan menghantam wajah Korrina sampai ia tiba kembali di alur utama.
Korrina maju ke depan lalu ia melewati tubuh Brimgard hanya untuk melancarkan kedua tendangan yang langsung mengenai wajah Brimgard beberapa kali sampai ia tidak bisa bergerak.
Tubuhnya tertahan dengan api surga yang membakarnya sampai ia hanya perlu menggunakan materi gelap yang dapat menciptakan konstruksi lainnya.
"Haaarrggghhh!!!" Korrina menginjak wajah Brimgard cukup keras sampai menghancurkan tengkoraknya lalu menjatuhkan dirinya di atas lantai yang tak terlihat itu.
Korrina mengepalkan lengan kanannya sampai seluruh aura Crimson dan Sacred tersebut masuk ke dalam tinjunya sampai ia melihat Brimgard melepaskan banyak sekali serangan materi gelap ke arahnya.
Serangan materi gelap itu mengenai tubuh ilusi Korrina sampai Brimgard mengangkat kedua alisnya lalu melihat Korrina berada di hadapannya dengan lengan kanan yang ia ulurkan ke depan.
"VANISH!!!" Korrina memasukkan seluruh kekuatan ke dalam tubuh Brimgard untuk menghapus eksistensinya tanpa tersisa.
Brimgard dapat merasakan serangan yang begitu fatal sampai dirinya langsung mengumpulkan seluruh materi gelap agar bisa bertahan dari serangan penghapus eksistensi.
__ADS_1
Korrina tidak melihat apapun di hadapannya bahkan keberadaan Brimgard menghilang seketika, ia menurunkan kedua lengannya hanya untuk mengumpulkan kembali tenaganya, tetapi...
Korrina melebarkan matanya ketika perutnya meninggalkan lubang yang besar ketika menerima serangan gelombang dari Brimgard yang kembali hidup dengan pengumpulan materi gelap itu.
"Tadi itu cukup menakjubkan, Korrina Comi... tetapi jangan berpikir aku akan mati hanya karena penghapusan eksistensi..."
"...aku akan tetap hidup selama diriku sudah memuncak layer yang lebih tinggi dari Touriverse, walaupun sejarahku di hapus maka aku akan tetap bangkit."
Korrina hanya bisa memasang tatapan kesal karena ia sudah tidak memiliki ide apapun untuk menghentikan Brimgard untuk mengalihkan perhatiannya itu.
"Mungkin sudah saatnya diriku untuk mengeluarkan kekuatanku dengan benar." Brimgard memunculkan dua pisaunya yang ia putarkan lalu gabungkan menjadi tombak sampai ia menumbuh sebuah jubah dari materi gelap.
Korrina mengeluarkan katananya yang langsung membakar tubuhnya dengan api surga sampai kekuatannya kembali berkat bantuan dari senjata yang ia peroleh ketika menggapai surga.
"Kau ingin mengakhiri sekarang...? Lagi pula yang akan berakhir adalah kita bersama layer ini...!!!" Korrina melepaskan lebih banyak aura surga sampai Brimgard membalasnya dengan materi gelap yang berhasil mengimbanginya.
Kekuatan yang Korrina dan Brimgard lepaskan mampu memicu guncangan antar kedua layer karena mereka berdua baru saja meningkatkan kekuatan itu menuju sesuatu yang begitu kuat.
Guncangan itu tidak memberikan efek apapun kepada kedua penghuni layer tersebut, tetapi bagi mereka yang pernah merasakan Ragnarok akan tahu rasanya bahwa guncangan itu adalah tanda bahaya sebagai akhir bagi kemudian setengah populasi atau kemungkinan lebih.
"Heaven's Prime!" Korrina memegang erat katana itu lalu ia melesat maju ke depan dengan kecepatan yang dapat berpindah menuju alur waktu atau dimensi berbeda.
"Dark Null Matter!" Brimgard memegang erat tombak tersebut lalu ia melesat maju ke arah Korrina dengan kecepatan yang sama.
Awalnya mereka kira serangan itu akan langsung saling mengenai, tetapi hasilnya lambat seketika karena sebuah faktor yang tidak mereka ketahui...
***
Shinobu baru saja selesai mengumpulkan informasi dari semua buku Eldritch yang ia baca, semuanya bisa dibilang menarik tetapi ia sudah mengetahui jelas Eldritch yang ia pelihara saat ini.
"Eo'syl, kalau begitu bisa Koneko panggil Eo." Shinobu terkekeh.
Ia juga mengetahui kemampuan yang dapat dilakukan oleh Eo'syl, hanya saja buku itu tidak menjelaskan tentang kebebasan yang akan diberikan kepada seluruh layer dan singularitas untuk menjalankan Ragnarok bersama hal lainnya.
"Eo~ Eo~ Eo~" Shinobu tiba-tiba menyanyi sampai tubuhnya langsung menabrak sebuah rak buku yang mengejutkan dirinya dengan melompat ke belakang seperti kucing.
"Nya...? A-Apa yang terjadi?" Shinobu memasang ekspresi bingung lalu ia melihat sebuah buku polos terjatuh karena dirinya yang menabraknya tanpa sengaja.
Shinobu menoleh ke belakang lalu menyadari dirinya seperti dipindahkan oleh seseorang, tetapi buku polos itu menarik perhatiannya seketika sampai ia langsung mengambilnya.
Ketika tangannya menyentuh buku polos tersebut, ia dapat melihat sebuah tulisan kuno muncul di bagian belakang dan depan sampai ia bisa membacanya dengan mudah.
"Rag... na... rok..." Shinobu melihat tulisan di bagian belakang buku tersebut.
"Bound... less..."
__ADS_1
Karena saking penasarannya sampai tidak berpikir dua kali, Shinobu membuka buku tersebut hingga wajahnya menerima sinar cerah yang menyebabkan ekspresinya berubah ketakutan seketika.
"AAAAAHHHHHHHHHHH!!!"