Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 731 - Aku mempercayai Dirinya! Selama ini kau mencurigakan!


__ADS_3

Sembilan ronde telah mereka mainkan sehingga ronde sepuluh akan menjadi yang terakhir karena mereka sudah merasa lelah bahkan sebagiannya puas.


Hanya Koizumi saja yang belum merasa puas karena ia ingin sekali menjadi seorang monster yang dapat membunuh Hinoka, setiap ia jadi seorang pekerja, dirinya selalu di bunuh dan terkena tuduh olehnya.


"Aku benar-benar harus memenangkan ronde terakhir ini sebelum menikmati kentang goreng agar bisa merayakan kemenanganku..." Ungkap Koizumi.


Koizumi melihat dirinya tetap menjadi seorang pekerja sehingga dirinya langsung menghela nafas panjang, tetapi ia akan bertahan hidup sampai akhir agar bisa menemukan kedua monster itu.


Lampu langsung mati seketika, Hinoka berjalan pergi menuju ruangan cctv untuk mencari tahu siapa monster itu karena ia sendiri kebetulan seorang pekerja juga.


Satu monster yang menyamar yaitu Shinobu melihat Haruka sedang sibuk memindahkan data yang ia dapatkan, tanpa basa basi lagi ia langsung membunuh dirinya sampai Haruka terkejut.


"Koneko lagi ya... hahhh... sulit juga untuk mengetahui dirinya monster atau tidak karena ekspresinya terlihat malu." Haruka mulai gentayangan sebagai arwah lalu melanjutkan tugasnya lagi.


Shinobu lari menuju arah ruangan komunikasi dan ia kebetulan berpapasan dengan Koizumi yang sedang memperhatikan Konomi membenarkan kabel di hadapannya.


"Menarik..." Koizumi mulai memegang dagunya lalu ia berjalan pergi bersama Shinobu yang terus mengikutinya agar bisa mendapatkan rasa kepercayaan.


Konomi mulai memperhatikan mereka, ia awalnya mengira salah satu dari mereka akan masuk melalui ventilasi tetapi semuanya terjaga dengan aman sampai ia juga ikut bersama mereka untuk menjaga diri.


Lampu kembali nyala tetapi mati lagi, kali ini Kou berperan sebagai monster kedua melakukan sabotase, ia melihat Hinoka bersama Haruka berjalan masuk ke dalam ruangan listrik untuk memperbaiki lampu.


Kebetulan Ako juga masuk ke dalam ruangan itu tetapi lampu kembali nyala, ia kembali mengurusi tugasnya di dalam ruangan listrik yaitu menyatukan beberapa kabel yang sudah putus.


Ako melihat Hinoka mulai mengikuti dirinya, ia langsung panik dan melarikan diri dari Hinoka yang terlihat begitu curigakan sedangkan Hinoka sendiri hanya bisa tertawa bahkan Ako ketakutan ketika melihat dirinya mendekat.


Di sisi lainnya, Konomi yang sedang bernyanyi selagi memindahkan data mulai menyelesaikan tugasnya dengan cepat lalu pergi menghampiri ruangan listrik untuk melanjutkan tugas lain.


Namun, dirinya berpapasan dengan Kou secara langsung di lorong yang begitu sepi, tanpa basa basi Kou langsung membunuh dirinya sampai seseorang datang dari belakang Kou lalu melaporkan mayat tersebut.


"S-Sial...!" Kou terkejut ketika ia tidak menyadari Hinoka berada tepat di belakangnya, ia hanya bisa berharap bahwa Hinoka tidak melihat dirinya membunuh Konomi.


Mereka semua langsung berkumpul di ruangan diskusi, "Dua orang telah mati... salah satu dari monster itu adalah Tante Kou."


"Beberapa detik yang lalu, aku baru saja dengan Konomi..." Kata Koizumi.


"Y-Ya... aku baru saja ingin mengatakan... bahwa Mamaku membunuh Konomi di hadapanku..." Ucap Shinobu yang baru saja mengkhianati ibunya sendiri.


Kou tercengang ketika mendengarnya tetapi ia percaya bahwa di balikan tuduhan itu terdapat sesuatu positif yang dapat membawakan kemenangan untuk mereka berdua sampai ia hanya bisa diam.


Mencoba untuk mengatakan sesuatu agar tidak di curigai, "Tunggu, apakah Tante Kou benar-benar membunuh Konomi?"


"Ya... Aku melihatnya dari depan..." Jawab Kou.


"Baiklah, sempurna, kebetulan aku bertemu dengannya." Ucap Hinoka yang mulai menekan tombol bernama Kou sehingga mereka juga sama sampai Kou tidak bisa mengatakan sesuatu yang berkaitan dengan bohong.

__ADS_1


Kou langsung terkena dorongan dari tembakan yang muncul di hadapannya, dia langsung dikeluarkan di tempat itu.


[Kou telah di keluarkan]


"Maaf, Mama... a-aku terpaksa melakukannya agar bisa menang..." Kata Shinobu yang mulai melakukan telepati dengan Kou.


"Tidak apa, aku yakin kamu memiliki rencana untuk bisa menang."


"Mm!" Kou berjalan pergi mengikuti Koizumi karena ia bisa melihat dirinya tetap memiliki rasa kepercayaan walaupun Shinobu hampir serang menjadi monster yang tidak pernah tertangkap basah.


Shinobu melakukan sabotase oksigen sehingga mereka semua bergegas memperbaikinya dengan meninggalkan tugas yang di kerjakan.


Terdapat empat orang yang terus bersamaan selagi mengikuti satu sama lain, salah satunya adalah Shinobu, Koizumi, Hinoka, dan Ako.


Shinobu mendekati Ako yang sedang menyatukan beberapa kabel, "Oh, tidak... aku melihat Shinobu di belakang... tolong, jangan... jangan bunuh..."


Ako baru saja menyelesaikan tugasnya lalu ia melihat Hinoka dan Shinobu yang sedang berdiri di lorong sampai ia bingung harus mempercayai siapa.


Tanpa berpikir lebih lanjut lagi, Ako terus mengikuti ketiga pekerja itu agar tidak terbunuh oleh monster itu, hanya Koizumi yang pergi sendiri di dalam ruangan listrik untuk memperbaiki kabel dan tenaga.


"Bisa saja Hinoka monster kedua... aku selalu melihat dirinya mondar-mandir begitu cepat tanpa melakukan sedikit tugas." Koizumi menyelesaikan tugasnya lalu ia berjalan pergi.


Lampu mulai mati sehingga Ako langsung panik dan mendekati Hinoka yang menghampiri ruangan listrik dengan santai karena ia memiliki Ako sebagai tumbal dan penjaga baginya.


Koizumi berhasil menyalakan kembali lampu itu lalu Hinoka terkejut ketika melihat dirinya sendirian di dalam ruangan itu dalam waktu yang cukup lama sampai ia curiga seketika.


Hinoka bergegas menghampiri ruangan itu, berharap agar tidak di bunuh oleh siapa pun karena dirinya ingin mendapatkan kemenangan itu sebelum menikmati ratusan cabai di restoran Shimatsu.


Shinobu melihat Ako masuk ke dalam ruangan cctv, ia ikut masuk lalu membunuhnya dengan cepat sampai dirinya bergegas kembali ke ruangan mesin untuk memadamkan bom itu bersama Hinoka.


"Ahhhhh... Aku kalah..."


Koizumi kebetulan baru datang, melihatnya saja membuat Hinoka curiga seketika, Koizumi berjalan pergi untuk melaksanakan tugas lainnya dan ia tidak melihat mayat Ako di dalam ruangan cctv.


Shinobu terus mengikuti Koizumi agar Hinoka bisa di curigai oleh dirinya karena kedua sepupunya yang lebih tua darinya selalu memiliki hubungan pertengkaran dalam segi apapun.


"Aku benar-benar curiga dengan Hinoka... terpaksa harus menekan tombol darurat untuk mengakhiri permainan ini!" Koizumi masuk ke dalam ruangan diskusi.


Dengan cepat ia menekan tombol darurat sehingga ketiga pekerja itu mulai berkumpul, Koizumi terkejut ketika melihat Ako sudah mati, itu artinya Hinoka memang monster yang kedua.


Ia tidak mencurigai Shinobu sama sekali karena mereka pergi bersama-sama, hanya Hinoka yang selalu melakukan tugas dan kedatangannya berakhir terlambat sampai mencurigakan.


"Aku tadi baru saja memasuki ruangan cctv lalu melihat sebuah mayat---"


"Maaf sekali, Hinoka... tetapi sekarang, kau akan merasakan kekalahan... kau cukup tidak beruntung untuk ronde terakhir ini." Koizumi memotong pembicaraannya.

__ADS_1


"Keberuntungan itu sudah kau habiskan melalui game petualangan elemental itu... sekarang aku akan membuktikan bahwa kau monster kedua." Koizumi menyilangkan kedua lengannya.


"Selama ini aku bersama Shinobu sejak awal permainan ini di mulai, aku melihat dirinya melakukan tugas bersamaku, kita saling menjaga satu sama lain."


Mendengar hal itu dari Koizumi membuat Shinobu bisa merasakan kemenangan bahwa ia mendapatkan kepercayaan besar dari sepupunya yang ia anggap sebagai kakak kandung.


"Astaga, Koizumi, demi apapun itu... jangan menganggap diriku monster lagi, kau tahu bahwa Koneko diam-diam itu mematikan walaupun imut seperti itu." Hinoka sadar bahwa monster yang kedua adalah Shinobu karena ia tidak melakukan tugas sama sekali.


"Biarkan aku memberikan satu bukti... sejak aku masuk ke dalam ruangan pekerja, aku tidak melihat lambangmu, itu artinya kau datang terlambat..."


"Koizumi! Koizumi! Berhenti, tolong dengarkan aku agar bisa menemukan kebenaran yang kau butuhkan!" Hinoka mencoba untuk memotong pembicaraan Koizumi yang terus menjelaskan bukti.


"Tolong, Koneko, jangan tekan tombol---" Hinoka melihat Shinobu menekan tombol yang memiliki namanya sampai ia sekarang yakin bahwa dirinya memang monster kedua.


"Kau membutuhkan alasan? Sejak awal aku bersama Shinobu dimana Tante Kou baru saja membunuh dua orang yaitu Ibuku dan Konomi .."


"...alasan kedua itu mudah, kami baru saja melewati ruangan cctv untuk pergi menekan tombol darurat dan kau baru saja mengatakan bahwa mayat Ako berada di cctv bukan?!" Koizumi menunjuk Hinoka.


"Kau selama ini berada di ruangan mesin menunggu diriku bersama Koneko untuk pergi agar kau bisa mencari celah untuk membunuh seseorang yaitu Ako!"


"Itu... terdengar masuk akal, Kak Koizumi..." Kata Shinobu.


Hinoka hanya memasang tatapan datar ketika mendengar semua alasan dan bukti salah bahwa dirinya telah tertipu oleh kepolosan Shinobu sejak awal, dimana pun tempatnya ia pasti akan lengah oleh dirinya.


"Serius, Koizumi... jika kita kalah, aku benar-benar akan memberikan dirimu hukuman yang setimpal!" Hinoka menghela nafasnya panjang.


"Hukuman apa itu ya~?" Koizumi mengancam Hinoka dengan jarinya yang sedang memperagakan sentilan, ia bahkan menunjukkan senyuman mengerikan


"Ti-Tidak jadi..." Hinoka langsung takut ketika melihat Koizumi sebentar lagi akan menyentil dirinya ketika permainan berakhir.


"Jika kau tidak mau mengeluarkan alasan bahwa dirimu bukan monster maka aku akan menekan tombol dengan namamu!" Koizumi menekan tombol itu dengan cepat sampai Hinoka terlempar ke belakang lalu di keluarkan.


[Hinoka telah di keluarkan]


"Dengan ini...! Aku bisa menikmati kentang goreng ku dengan tenang..." Koizumi menghela nafasnya pelan.


Koizumi tercengang ketika melihat tulisan kalah di hadapannya, ia bisa melihat Shinobu dan Kou sedang merayakan kemenangan mereka, di saat itulah dia sadar bahwa dirinya tertipu oleh kepolosan Shinobu.


"Apa...!? Tidak mungkin...!!! Kenapa aku kalah lagi...!?!?" Seru Koizumi keras sampai permainan berakhir.


Mereka semua keluar dari dalam tabung itu lalu Hinoka mendekati dirinya dengan tatapan yang mengejek, "Semua bukti dan alasan itu ternyata tidak berguna ya..."


"...fufufu~ bagaimana sih dengan sepupuku yang begitu kuat...? Masih saja lengah dengan kepolosan sepupu kecilku---"


Koizumi memasang tatapan kesal lalu ia mengumpulkan tenaga besar untuk melakukan sentilan.

__ADS_1


"BERISIIIIKKK!!!" Koizumi menyentil dahi Hinoka cukup keras.


"Awwww...!!!"


__ADS_2