Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 930 - Manusia akan Kembali Memuncak


__ADS_3

"Konsep sihir akan di hapus...? Apa yang kau maksud...? Apakah dunia ini hanya sekedar fiksi atau semacamnya sekarang?" Tanya seorang jenderal yang baru saja menerima pesan entah itu dari siapa.


 


"Itu benar, Jenderal... tidak ada yang mustahil dalam dunia ini, jika Anda percaya bahwa masih terdapat bangsa yang berada di atas manusia maka Anda seharusnya menganggap semua kemungkinan menjadi hal yang kenyataan."


"Bukannya itu terdengar menarik...? Dengan hilangnya konsep sihir maka kita bangsa Manusia dapat meraih kembali puncak yang seharusnya kita terima dengan kecerdasan, pengalaman, dan semua senjata yang kita punya!"


"Sumber Mana tidak akan terhapus... itu artinya kita masih bisa memperkuat semua senjata atau benda yang kita gunakan dalam medan perang."


Jenderal itu hanya bisa diam, ia mulai menatap peta besar di belakangnya yang menunjukkan semua negara di dalam planet bumi, jika konsep sihir akan dihapus maka ia bisa menjalankan rencana yang sebenarnya.


"Berita seperti itu... aku tidak bisa mempercayai tanpa mengetahui sumber itu dari mana." Kata Jenderal itu.


"Jika rasa kepercayaan masih belum kau pegang soal itu maka tunggu lah sampai waktunya tiba..." Jenderal itu mengangkat kedua alisnya ketika mendengar suara seorang gadis di balik jendela.


Jenderal itu bersama prajuritnya mengalihkan pandangan mereka kepada jendela di sebelahnya sampai melihat Anastasia yang sedang duduk di atas sapu terbang untuk menyebarkan berita baik bagi bangsa Manusia.


"Dengan konsep sihir yang akan hilang... aku yakin bangsa Manusia bisa bergerak lebih maju dengan semua teknologi dan persenjataan yang mereka pegang bukan?"


Jenderal itu mengeluarkan sebuah senapan revolver yang langsung ia tarik pelatuknya sampai melepaskan peluru yang melesat menuju arah Anastasia tetapi ia berhasil menangkapnya menggunakan kedua jarinya.


"Tetapi... melawan bangsa Legenda dengan senapan atau fisik biasa memiliki kesamaan dengan yang namanya bunuh diri..."


"...walaupun tampang mereka mirip seperti kalian, yang perlu kalian ingat adalah mereka memiliki daya kekuatan dan tahan tersendiri, melebihi yang namanya normal."


"Fisik mereka sudah cukup untuk menjatuhkan jutaan Manusia, tetapi dengan memanfaatkan energi sihir kalian yang bernama Mana maka itu adalah kunci kemungkinan untuk kemenangan kalian."


"Kami tidak bisa mempercayai seorang penyihir seperti dirimu...." Kedua lengan Jenderal itu memunculkan garis Mana yang mengalirkan banyak sekali sumber mana ke dalam revolver itu.


"Manusia memang kebanyakan bodoh ya... inilah alasan yang jelas kenapa mereka tidak akan bisa melampaui bangsa yang meniru rupa mereka, sungguh menyedihkan."


Anastasia melesat ke atas dengan sapu itu, berhasil menghindari serangan peluru yang mengandung sumber Mana di dalamnya, Jenderal itu mulai memiliki sedikit kesadaran bahwa hal yang ia bicarakan sebelumnya bisa saja terjadi.


"Jika konsep sihir yang terhapus itu menjadi kenyataan maka sudah waktunya kita untuk bergerak... semua latihan yang kita alami, mengembangkan fisik dan semacamnya."


"Apakah kita akan mengumpulkan lebih banyak Manusia untuk mengikuti perintah yang sudah membentuk hampir seperti aliansi?"


Jenderal itu menghampiri mejanya lalu ia membuka lacinya untuk mengeluarkan beberapa dokumen yang berisi tentang semua ras di Touri, semuanya tidak memenuhi yang namanya kepantasan untuk hidup di dalam dunia ini.


"Semua ras di dalam dunia ini tidak ada apa-apanya dibandingkan teknologi, kecerdasan, dan fisik yang kita miliki..."


"...kita hanya perlu menunggu aba-aba untuk bisa menjalankan perintah yang sudah kita bentuk dengan semua orang dari berbagai negara yang mau mengikuti perintah ini."

__ADS_1


"Bangsa Elf dan Malaikat memiliki teknologi yang sama hebatnya... kita hanya perlu menyamar untuk melihat teknologi dan sistem seperti apa yang mereka sudah kembangkan saat ini..."


"Bagaimana caranya kita menyusup masuk ke dalam alam semesta mereka...? Kita juga memerlukan cincin cahaya di atas kepala untuk bisa dikenal sebagai bangsa Malaikat."


"Mungkin untuk Elf hanya memerlukan telinga yang runcing..."


"...alam semesta yang dinamakan Xuusuatouri dan Xuutouri selalu menyambut para pendatang yang ingin berwisata bukan?"


"Di saat itulah kita bisa menerima lebih banyak kekuatan... kita sebagai bangsa Manusia yang berhak menjadi satu-satunya makhluk hidup perlu mengalahkan semua bangsa yang hanya mengandalkan sihir."


"Manusia adalah ciptaan yang sempurna... tidak untuk mereka, aku hanya bisa berharap bahwa perkataan penyihir tadi adalah kebenaran karena aku sudah tidak sabar untuk menjatuhkan ini." Jenderal itu melempar sebuah kertas kecil kepada prajuritnya.


"Kode nuklir... Jenderal akan menjatuhkan semua itu kepada seluruh alam semesta untuk memperingati mereka bahwa Manusia memiliki kekuatan yang lebih hebat ketika sihir itu tidak ada?"


"Benar... itu adalah perintah..."


"...perintah yang sudah kita bangun sebagai sesama Manusia, dengan kekuatan kita bersama yang disatukan maka satu-satunya makhluk hidup yang akan bertahan ialah Manusia."


"Terutama lagi aliansi yang mengikuti perintah bernama [Extinction Order]...!"


Prajurit itu mengangguk lalu ia mengangkat lengan kanannya untuk menunjukkan rasa penuh hormat kepada Jenderal kedua yang sudah membantu semua negara untuk masuk ke dalam aliansi perintah tersebut.


"Manusia akhirnya bisa menginjak puncak kembali ya..."


"...aku hanya perlu mengandalkan rencana dan pikiranku untuk bisa mengubah semua kemustahilan itu menjadi kemungkinan besar."


"Ya... Aku terlalu sibuk merakit alat baruku... maaf ya, aku tidak bisa datang." Kata Shinobu selagi memperbaiki alat yang membantu dirinya dalam pertarungan seperti penambahan kecepatan dalam penerbangan serta serangan tambahan.


"Siapa tadi?" Tanya Hinoka.


"Temanku yang berasal dari Xuutouri... dia meminta diriku untuk mencoba beberapa alat yang ia temukan." Shinobu menghela nafasnya.


"Kenapa kamu tidak tertarik untuk mencobanya? Bukannya kamu selalu merasa penasaran dengan alat dan teknologi baru...?"


"Koneko tidak begitu nyaman berada di depan Elf... mereka selalu memperlakukan diriku seperti kucing, padahal aku bukan kucing, nya!"


"Tetapi... kamu baru saja mengeluarkan suara kucing..."


"Fueh... maaf, aku malah berpikir sedang berbicara dengan Elf itu... aduh-duh, Koneko malah kesulitan untuk fokus sekarang." Shinobu duduk di atas kursi lalu ia melihat Koizumi mendatangi dirinya.


"Shinobu... apakah kamu sedang mengalami kesulitan atau semacamnya?"


"Mm? Tidak kok... ngomong-ngomong, Kakak beristirahat saja di kamar... tidak perlu terburu-buru dan memulai latihan."

__ADS_1


"Rasanya istirahat hanya akan membunuh diriku saja..." Jawab Koizumi sambil menggerakkan lehernya lalu melakukan pemanasan kecil, ia bisa melihat Ako dan Hinoka yang berada di ruang kerjanya itu.


"Kalian sedang apa...?"


"Kami sedang melihat Nobu bekerja, dia sungguh hebat bukannya begitu...? Apa yang ia lakukan terlihat begitu rumit..." Jawab Ako.


"Tidak kok... kalau Ako mau belajar soal teknologi dan sistem mungkin Koneko bisa bantu asalkan sudah menguasai buku tentang ini dan itu..." Shinobu mulai membicarakan banyak buku yang membuat Ako pusing seketika.


Kacamata Shinobu mulai memunculkan cahaya merah yang berkedip-kedip, itu artinya ia menerima panggilan lainnya, "Ya ampun... sepertinya aku memang harus datang."


"Siapa yang menghubungi dirimu?" Tanya Koizumi.


Shinobu menyentuh kacamatanya sampai kedua lensanya memancarkan cahaya putih ke depan sampai membentuk tubuh virtual dari seseorang yang menghubungi dirinya itu.


"Koneko~ ayolah~ datang ke sini sebentar saja, aku sudah menemukan banyak sekali barang dan alat yang mungkin kamu sukai~" Ucap Elf itu selagi menunjukkan beberapa alat yang sudah ia temukan.


"Tidak mau...! Koneko bukan tikus percobaan...!" Jawab Shinobu dengan pipi yang ia kembungkan.


"Heeehhhh... kejam sekali... padahal aku sudah menangkap tikus spesies baru yang mungkin memiliki rasa berbeda dari biasanya..."


Koneko melebarkan kedua matanya sehingga ekor dan telinganya langsung terangkat karena merasa tertarik dengan apa yang Elf itu tawarkan kepada dirinya, "Aku mau...! Aku mau...!"


""D-Dia setuju dengan tawaran itu...!?""


"Tunggu dulu, aku tidak akan membiarkan Shinobu pergi sembarangan... menemui seorang Elf yang memiliki kecerdasan dalam menciptakan teknologi dan alat, aku tidak bisa mempercayainya!"


"Kalau tidak salah, kamu adalah Shimatsu Koizumi ya... rambut merah itu mengingatkan diriku kepada seseorang yang sering aku ajak kerja sama soal penemuanku ini."


"Tenang saja, Kakak... dia adalah salah satu kenalan Nenek yang sempat tertarik kepadaku sejak insiden aku mengalahkan Dewa tanah itu..."


"...Elf ini juga sudah membantu Nenek Megumi untuk melahirkan tanteku yaitu Minami, dia bisa aku percayai... walaupun sikapnya mirip dengan Kak Hinoka."


"Apa maksudnya itu!?" Tanya Hinoka dengan tatapan kaget.


Koizumi menatap Elf berambut hijau itu dengan tatapan serius sehingga ia bisa melihat dirinya mengedipkan mata kanannya, "Salam kenal~ aku adalah Elf penemu dan pencipta yang bernama Yuffie, iyeyy~"


"Begitu ya... kalau begitu ajak kami untuk mengunjungi Xuutouri juga, siapa tahu dia memiliki alat yang dapat membantu diriku untuk latihan juga."


"Banyak sekali kok, kalau begitu kalian semua datang ke sini... aku memiliki urusan kecil dengan Koneksi tetapi kalian masih bisa melihat-lihat barang temuanku."


"Baiklah, aku akan datang ke sana..." Shinobu bangkit dari atas tanah lalu ia bisa merasakan tubuhnya sempat lemas sehingga perasan mulai terasa begitu enak entah itu datang dari mana.


"... ...?" Shinobu memiringkan kepalanya lalu ia menatap kedua teman dan sepupunya yang langsung menatap dirinya.

__ADS_1


"Ayo, kita pergi."


"Fueh? Ahh! Iya...! Ayo!"


__ADS_2