
"Grrrggghhh... Sialan kau, Shiratori Minami!" Cranell berlutut di atas tanah lalu ia memulihkan punggungnya yang dipenuhi dengan luka yang cukup besar karena menerima satu serangan fatal yang disebabkan oleh cakar Minami.
"Melalui karakteristik seseorang, kelemahan memang bisa terlihat dengan mudah. Semua orang pasti memiliki kelemahan sendiri dan aku bisa melihatnya di dalam dirimu."
"Kau mencoba mengatakan sesuatu yang bijak kepada diriku!? Seekor kucing jadi-jadian seperti dirimu lebih baik menjilati tubuhmu itu dan menikmati whiskas!"
"Klasik sekali..." Minami terkekeh, ia menunjuk ke depan dan Cranell menyerang duluan dengan menarik dirinya ke arah celah yang dapat menghapus setengah dari tubuhnya.
Hana berhasil menyelamatkan dirinya dengan mengubah keringat Minami menjadi air iri hati yang menciptakan gumpalan besar, Minami masuk ke dalam gumpalan tersebut dengan berubah menjadi cahaya.
"Hal yang sama tidak dapat di ulang kembali!!!" Seru Cranell dan ia mencoba untuk menghapus gumpalan itu, Minami melompat keluar lalu menghindari beberapa celah hitam yang bermunculan di sekitarnya.
Musuh yang mereka lawan tidak bisa diremehkan begitu saja, angkatan ketiga yang di angkat sebagai pemimpin pasti memiliki kekuatan dan kecerdasan yang tidak bisa diremehkan begitu saja.
Minami dan Hana memerlukan satu rencana yang dapat menyingkirkan Cranell secara langsung, Minami sempat melakukan telepati kepada dirinya untuk memperingati bahwa kemampuan yang dimiliki Cranell itu mematikan.
Berkaitan dengan ruangan dan celah yang dapat menghapus apapun, membawa mereka tempat yang tidak bisa diketahui. Sesuatu yang tersedot atau terkena serangan celah itu tidak akan bisa kembali.
Jika situasi bertambah buruk seperti ini, Minami ingin Hana menyingkirkan dirinya karena ia sendiri akan mencoba untuk menjadi tumbal, membutuhkan pertahanan besar untuk mengalahkan musuh penuh dengan kekuatan dan tekanan.
"Tidak buruk juga...! Sekarang, apa yang akan kalian lakukan? Celah yang aku sediakan itu memiliki banyak tempat untuk kalian loh!" Cranell terus mengayunkan kedua lengannya yang menyebabkan langit dan daratan memiliki celah hitam berbintik putih di dalamnya.
Hana dan Minami mulai berpencar dengan bergerak mengeliling Cranell, Hana tidak memiliki kecepatan yang begitu tinggi seperti Minami jadi ia bisa di bilang sasaran empuk.
Cranell mencoba untuk menarik Hana agar ia bisa mendekati dirinya yang sudah menyediakan beberapa celah di sekelilingnya.
"Golden Minami---" Minami melebarkan matanya ketika ia merasakan pusaran yang memiliki tekanan besar di dalam lehernya, pusaran itu seperti merobek-robek lehernya bahkan ia sampai tidak bisa bergerak.
"... ...!"
"Hahahaha! Bintik putih itu sudah menyukai dirimu sepertinya, Shiratori Minami!!!" Seru Cranell keras selagi menarik Minami mendekati dirinya tetapi dikejutkan dengan aura emas yang keluar dari dalam tubuh Minami yang diselimuti dengan emas.
"Neko Legenda... Kalau tidak salah Legenda satu ini cukup bisa dibilang aneh dan mengerikan, individu yang langka ditemukan karena mereka selalu bersembunyi dan berlindung karena tidak ingin merasakan kebencian."
__ADS_1
"Sejarah tentang dirinya ini... Legenda sendiri sudah memiliki seluruh DNA dari makhluk hidup yang ada, Minami adalah cahaya alam yang melambangkan keindahan dari alam..."
"...kehidupan di alam, bukan hanya tumbuhan terapi hewan yang cukup menyebalkan juga termasuk dirinya seperti ulat yang berevolusi menjadi kupu-kupu!"
"Aku harus berhati-hati dengan dirinya, Minami juga mendapatkan banyak kekuatan melalui Legend's Boost. Pengetahuanku cukup luas juga tentang ras berbahaya satu ini..."
Cranell melebarkan matanya ketika melihat Hana yang hampir saja menyerang dirinya dengan gumpalan air yang dapat mengurung dirinya di dalam tetapi ia berhasil memindahkan diri dengan masuk ke dalam celah hitam besar di belakangnya.
Minami dapat mencium bau yang dimiliki oleh Cranell jadi ia tahu lokasi perpindahannya itu, satu pergerakan digabungkan dengan serangan yang melesat tepat di hadapannya yang menyambut kedatangan Cranell.
"Percobaan yang mantap, Shiratori Minami."
Minami mulai merasakan kesakitan lainnya di kedua lengan dan kakinya karena menerima serangan dari bintik putih yang dilepaskan oleh celah-celah itu, hasilnya ia terjatuh di atas tanah karena kehilangan beberapa anggota tubuh.
"Tidak mungkin... Aku sudah mengarah seranganku ke titik lemahnya itu tetapi kenapa aku yang menerima serangan lebih mematikan...?!" Minami mengerutkan dahinya lalu menatap ke depan dan melihat beberapa bintik putih mulai mengelilingi tubuh Cranell.
"Benar-benar kuat... Pertahanan keras yang dipenuhi dengan kekuatan mematikan di dalamnya...! Lawan yang sangat kuat, kecepatan yang aku miliki tidak ada lawannya..." Minami memulihkan kembali anggota tubuhnya yang ilang.
"Percobaan kedua yang mantap, kalian memang gadis penuh dengan tekad untuk melawan ruang celah yang dapat menghilangkan kalian!" Cranell bertepuk tangan keras sampai menciptakan celah lainnya, Hana melompat ke atas lalu menciptakan sirip Leviathan di belakang punggungnya.
Cranell bisa melihat Minami yang mencoba untuk menyerang dengan berubah menjadi cahaya yang dapat memantul di setiap gumpalan air yang Minami lepaskan melalui siripnya itu.
Semua gumpalan itu perlahan-lahan menghilang karena tersedot ke dalam celah, Minami mencoba untuk masuk ke dalam mata Cranell menggunakan kemampuan dari pantulan cahaya tetapi ia terus dihalangi dengan celah hitam.
Beberapa celah melepaskan serangan air Hana yang menebas tubuh Minami, serangan air yang terima itu sama tajamnya dengan pedang yang diperkuat.
"Minami! Apa kau baik-baik saja?!" Seru Hana, ia dikejutkan dengan gelombang cahaya yang melesat ke arahnya tetapi ia berhasil melindungi dirinya dengan menyelimuti tubuhnya dengan zirah Leviathan.
"Celahnya juga dapat menyimpan sesuatu yang sudah di sedot... Semua sihir yang menghilang dapat ia lepaskan kembali, serangan Hana... Aku cukup terkejut... Memiliki banyak kekuatan di dalamnya." Minami berlutut di atas dengan tubuh yang mengeluarkan darah yang mengalir deras.
Hana mulai disulitkan dengan beberapa celah yang bermunculan di sekitarnya, beberapa gelombang cahaya melesat ke arah dirinya dan ia terus menghindari dan melawan balik semua gelombang itu karena zirah yang ia miliki dapat memantulkan serangan cahaya itu.
Kondisi Hana masih bisa di kontrol sedangkan Minami tidak karena Cranell mengarah dirinya, kali ini ia menyerang dengan diam-diam, memasukkan dirinya ke dalam celah hitam untuk menjaga diri dari serangan Minami.
__ADS_1
"Apalagi yang bisa ia lakukan...? Selanjutnya apa? Mengeluarkan sesuatu dari dimensi yang berbeda...? Sudah jelas kemampuan yang ia miliki itu membelah dimensi tetapi berada di tingkatan kecil."
"Tingkatan kecil seperti ini saja sudah menyulitkan..." Minami melihat celah besar muncul di sebelahnya, ia melompat ke belakang lalu menginjak daratan untuk menumbuhkan pohon emas yang begitu besar.
Pohon emas itu mulai terbelah menjadi dua dan melepaskan bintik putih yang masuk ke dalam dagu dan leher Minami, menyebabkan sebagian dari anggota tubuhnya mulai hilang sampai ia mengeluarkan banyak darah melalui lehernya itu.
"Ba-Bang... saaat..." Minami perlahan-lahan terjatuh dengan darah yang mengalir deras di bagian lehernya itu.
"Aku... Aku tidak ingin menghamburkan 9 nyawaku begitu saja, aku tidak ingin mengulangi kejadian itu..." Minami menatap langit-langit yang begitu cerah dengan ekspresi yang terkejut.
"Apakah... Tidak ada kelemahan bagi kemampuan yang berkaitan dengan celah ruangan dan dimensi ini...?!"
Mata Minami yang emas perlahan-lahan berubah menjadi hitam, menunjukkan nyawanya sudah hilang karena tidak memiliki cukup waktu untuk menghirup oksigen.
"Sepertinya aku berhasil menyingkirkan nyawamu, bos kecil pasti akan membayarku dengan hal yang begitu besar." Cranell membuka celah menggunakan tapaknya lalu ia melompat keluar dan menatap ke atas.
Hana masih disulitkan dengan beberapa celah yang terus bermunculan, ia tidak bisa melihat situasi yang dihadapi oleh Minami. Keberadaan saja tidak bisa ia rasakan karena faktor dari wilayah yang ia tempati.
"Sesuai dengan rencana... Bos kecil tidak akan bisa kesulitan melawan anak dari pahlawan Touri yang bernama Shiratori Shira, anaknya sudah mati."
"Tidak ada nyawa sisanya karena 9 nyawa dari seekor kucing terus disingkirkan dengan celah itu." Cranell melirik ke atas lalu ia menunjuk Hana menggunakan lengan kirinya yang tiba-tiba menghilang.
Cranell melebarkan matanya karena sadar bahwa lengan kirinya itu tidak memiliki tapak lagi, ia hanya bisa melihat darah yang mengalir deras seperti air terjun.
"Kau belum mempelajari banyak tentang kehidupan hewan ya... Mereka menipu predator dengan berpura-pura mati." Minami mulai berbicara dengan nada pelan.
Cranell menoleh ke belakang dan melihat beberapa anggota tubuhnya dihalangi dengan daun emas yang perlahan-lahan membentuk kembali anggota tubuhnya.
"K-Kau... Masih hidup...!? Bagaimana bisa kau berna---" Cranell melebarkan matanya ketika melihat insang di kedua dagu bagian kanan dan kirinya yang diselimuti dengan sihir air milik Hana.
"Kau tadi baru saja membicarakan seseorang yang kau panggil dengan bos kecil..."
"...mau menjelaskannya dari awal?"
__ADS_1