Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 976 - Takdir Menyedihkan Bumi


__ADS_3

"Manusia Bumi bodoh...! Ah ****, I can't believe you done this."


John bangkit dari atas kursi lalu membanting meja di hadapannya karena populasi dari umat Manusia mulai berkurang sampai berkemungkinan menyisakan seperempat.


Layar rekaman yang menunjukkan bumi benar-benar membuat dirinya terkejut sampai tidak bisa berkata-kata lagi bahwa Shinobu memang bertujuan untuk memusnahkan umat Manusia di bumi terlebih dahulu.


"Untungnya aku tidak melepaskan banyak pihak aliansi ke sana... mereka terlalu kuat, ya aku bisa terima itu tetapi ketika mereka mencoba untuk masuk ke dalam Mars..."


"...maka meja akan berputar, mereka tidak memiliki kesempatan untuk melawan pakaian teknologi yang aku kenakan saat ini, kesempatan menang mereka akan berkurang sampai titik nol."


"Mungkin semua ini karena ulah dirimu yang mencoba untuk macam-macam dengan seorang anak dari ratu Touriverse..." Seorang Dark Elf mulai berbicara di belakang John sampai mengagetkan dirinya.


"Lagi pula aku tidak mengerti dengan apa yang kau coba lakukan, sungguh Manusia yang begitu hebat untuk bisa memicu amarah besar kepada Neko Legenda..."


"...amarah mereka melibatkan tekad dan pilihan yang kuat untuk diri mereka sendiri, bisa dilihat dari sekarang bukan? Shinobu Koneko tidak begitu peduli lagi dengan umat Manusia, dia akan memusnahkan semuanya."


"Berisik... kau akan membantu diriku bukan!?"


"Sayang sekali, aku tidak begitu tertarik soal bertarung dengan seorang Legenda... tetapi gadis yang bernama Anastasia itu sempat membocorkan rahasia kepada diriku tentang konsep sihir yang hilang itu."


"Apa maksudmu...?"


"Aku tidak akan pernah membicarakannya padamu... bukannya kontrak kita hanyalah sekedar membantu dalam peralatan dan persenjataan?"


"Jika ingin menaikkan kontrak itu maka berikan aku lebih banyak sumber daya--- oh tunggu, sumber daya alam Bumi sudah habis sampai kau tidak bisa menukarnya untuk menaikkan perjanjian kontrak."


John mengangkat kedua alisnya ketika Anastasia tidak pernah menceritakan hal itu kepada dirinya, melihat pemimpin dari Dark Elf tidak ingin membantu dirinya membuat ia langsung mengeluarkan sebuah suntikan.


"Kalau kau tidak mau membantu diriku maka..." John tersenyum kesal, pakaian teknologi itu membantu kecepatan pergerakannya sampai leher Dark Elf tersebut menerima suntikan darinya.


"A-Ack...!" Dark Elf itu terjatuh di atas tanah lalu pingsan, ia tidak memiliki refleks yang begitu cepat karena pergerakan John sudah setara dengan kecepatan cahaya karena pakaian itu.


"Setelah kau bangun maka dirimu akan tunduk padaku... membantu diriku untuk mengalahkan Legenda sialan itu demi bisa menaikkan derajat Manusia."


"Aku harap kau mau menceritakan rahasia yang diberikan Anastasia kepada dirimu... mungkin rahasia itu akan membantu diriku untuk menaikkan derajat Manusia di hadapan bangsa asing yang tidak berguna."


John menyilangkan kedua lengannya lalu ia memandang kembali rekaman itu, John dapat melihat Anastasia yang sedang membantai umat Manusia juga sampai dirinya merasa bingung ia sebenarnya memihak siapa.


"Kalau begitu aku memang harus melepaskan pion terlebih dahulu... pion yang bersedia untuk mengorbankan diri agar bangsa Legenda tidak bisa pergi menuju Mars."


John menghubungi seorang prajurit yang langsung melapor tentang pesawat luar angkasa yang mengelilingi Mars itu, "Lebih baik kalian bergegas menuju bumi sekarang..."


"...kita masih memiliki banyak pasukan untuk mengurus pesawat yang berbentuk kucing itu, mereka tidak akan bisa menerobos masuk ke dalam perlindungan yang diciptakan oleh Fallen Angel."


"Kami mengerti, komandan."


"Baiklah, prajurit! Naikkan semua senjata kalian karena kita akan bergegas langsung menuju bumi untuk mengulurkan waktu bangsa Legenda itu!"


"Apakah ini yang dimaksud melaksanakan Code Green?"


"Ya... Code Green akan dimulai!"


***


Hinoka hanya bisa diam ketika melihat banyak sekali pasukan Jepang mencoba untuk menyerang dirinya dengan menempelkan bom pada tubuh mereka sendiri hanya untuk melaksanakan ledakan diri agar bisa membunuh musuhnya.

__ADS_1


"Kalian tahu... ini cukup membosankan." Hinoka menguap lalu ia melempar lebih banyak bom ke arah mereka sampai memicu banyak sekali ledakan di sekitarnya.


Hinoka mulai menginjak daratan cukup keras sampai menyebabkan retakan yang menjalar luas di sekitarnya, ia segera melesat maju ke depan lalu melancarkan banyak sekali pukulan dan tendangan.


Semua serangan fisik itu menyebabkan semua pasukan Jepang mengalami patah tulang sampai salah satunya memiliki kehancuran di bagian organ, semua granat yang mereka gunakan untuk melakukan bunuh diri langsung Hinoka tendang.


Semua granat itu ia alirkan dengan Lenergy sehingga daya kekuatan dari ledakan itu bertambah semakin besar, ia terus memusnahkan semua pasukan itu menggunakan kedua kakinya sampai telinganya langsung menangkap suara pesawat luar angkasa.


"Shinobu... mereka akhirnya datang...!" Lapor Hinoka yang langsung melompat menuju arah pesawat itu yang mengeluarkan banyak senapan laser dan rudal.


Semua tembakan yang dilakukan oleh pesawat luar angkasa tersebut berhasil ditahan oleh Hinoka hanya dengan menggunakan kedua lengannya, ia bisa melihat pasukan aliansi melompat turun dari pesawat tersebut yang langsung hancur ketika menerima serangannya.


"Lapor... bunuh semua umat Manusia sekarang juga sebelum John meluncurkan ratusan nuklir dan serangan laser untuk meledakkan planet ini." Perintah Shinobu.


"Beast Mecha Neko... duplikat kan diri kalian dan musnahkan umat Manusia tanpa sisa dengan mata merah kalian yang bisa mendeteksi keberadaan mereka!"


Ketika Shinobu mengatakan itu, semua Beast Mecha Neko melepaskan banyak sekali kubus kecil melalui perut mereka, semua kubus itu berbentuk menjadi Beast Mecha Neko kecil tetapi pergerakannya begitu cepat sampai cukup untuk melahap kepala Manusia begitu cepat.


Mendengar perintah Shinobu untuk mengakhiri umat Manusia secepat mungkin menyebabkan seluruh teman-temannya melakukan hal yang sama yaitu membunuh para satu per satu dengan kecepatan melebihi cahaya.


Termasuk Manusia yang berlindung di dalam bunker, tidak ada yang namanya keselamatan dan harapan tersisa untuk seluruh umat Manusia sampai populasi terus berkurang drastis.


John yang memperhatikan dari ruangan pengendali mulai meminta tentara di sebelahnya untuk menahan memasukkan kode Green karena ia ingin melihat semua pasukan aliansi itu melakukan sesuatu dengan bangsa Legenda.


Layar di depannya juga menunjukkan seluruh populasi Manusia di bumi yang berkurang sangat drastis sampai... angka tersebut langsung menginjak nol yang mengartikan tidak ada lagi kehidupan di dalam bumi tersebut, semuanya terbantai habis.


"Apa-apaan ini...?"


Tubuh John gemetaran seketika mengetahui Shinobu bersama yang lainnya menyerang satu menit lalu tetapi semuanya sudah musnah tanpa menyisakan satu pun, semuanya sudah masuk ke dalam dunia kematian.


"Bangsa Legenda sialan...!!! Mentang-mentang kalian lahir spesial, jangan pikir bahwa kalian bisa lepas dari derajat Manusia yang akan melebihi kalian semua!"


"Bukannya begitu...!?" Tanya John kepada seluruh tentara yang berada di ruang pengendali itu sehingga ekspresinya berubah drastis melihat semua tentara itu ketakutan.


Semua tentara itu dipenuhi dengan keringat dingin yang mengalir deras sampai tubuh mereka terus bergetar penuh ketakutan mengetahui mereka hanya memerlukan satu menit untuk memusnahkan umat Manusia.


Itu juga mereka tidak melakukannya secara instan, setiap menit dihabiskan hanya untuk menyiksa dan melihat mereka semua menderita serta kapok karena mencoba untuk menjadi Legenda sebagai musuh.


"... ...!?" John bisa melihat beberapa tentara menangis dan mengompol karena saking takutnya melihat rekaman yang memperlihatkan Shinobu dalam mode Beast melepaskan raungan keras.


"ROOOOOAAAARRRRRR!!!" Shinobu melepaskan raungan keras yang memberikan peringatan kepada seluruh Mecha Neko bahwa kemenangan milik mereka.


""ROOOOOAAAARRRR!!!"" Semua Beast Mecha Neko itu melakukan hal yang sama dengan melepaskan raungan singa.


"Jangan ketakutan, prajurit! Kalian melupakan persenjataan kita semua, kita pasti bisa menang...!!!"


"Umat Manusia di bumi itu sangatlah lemah, tetapi kita pasukan aliansi pasti bisa mengalahkan mereka...!!!" John memberikan banyak semangat kepada semua tentara itu.


John mencoba sekuat mungkin untuk membangkitkan semangat bertarung mereka demi bisa memiliki tekad besar untuk mengalahkan bangsa Legenda, setelah memusnahkan keenam Legenda itu maka mereka bisa langsung menghancurkan alam semesta dengan rudal nuklir itu.


"Tapi, komandan... tadinya jumlah umat Manusia yang berada di bumi berjumlah sekitar 7 miliar..."


"...tetapi semuanya musnah dalam satu menit... aku sekarang bisa melihat... bumi yang biru karena lautan... telah dipenuhi dengan warna merah... termasuk setiap negara..." Ucap seorang negara yang menangis ketakutan.


"Jangan bodoh, prajurit!!!" John langsung menyalakan mikrofon untuk memberikan semangat besar kepada seluruh pihak aliansi agar bisa melawan para Legenda itu dengan penuh rasa yakin.

__ADS_1


***


"Semuanya..." Lapor Shinobu yang mulai berubah kembali menjadi wujud Legenda, ia baru saja mendapatkan ide yang sangat bagus.


"...Manusia adalah makhluk hidup yang lumayan bodoh dan mudah percaya akan sesuatu, mereka pasti akan mengira kita tidak bukan tandingan pihak aliansi."


"Lebih baik kita berpura-pura untuk kalah dan terluka saja ketika berhadapan dengan pihak aliansi yang baru saja datang..."


"...John memperhatikan maka kita perlu bersandiwara untuk terlihat lemah dan tak berdaya ketika melawan mereka... kita hanya perlu menunggu rudal nuklir yang datang..."


Rencana yang baru Shinobu sebutkan membuat mereka langsung tertawa lalu menyetujuinya karena Manusia memang mudah percaya dengan apa yang dilihat sampai mereka mengira kemenangan terlihat jelas jika mereka kewalahan melawan pihak aliansi.


"Berpura-pura saja terluka parah... turunkan Lenergy kalian agar bisa menerima luka itu... luka itu lumayan... kalian mendapatkan Legend's Boost gratis..." Kata Shinobu.


""Kami mengerti!""


"Koneko, aku berhasil mengalahkan pihak aliansi berjenis kelamin gadis... pesawatnya juga sudah terjaga dengan aman."


"Bagus... kita hanya perlu bersikap lemah dan tak berdaya sekarang, laksanakan..." Shinobu langsung meminta Tech untuk mengutak-atik Mecha Neko agar langsung hancur ketika menerima serangan Manusia itu.


Mecha Neko yang hancur itu akan kembali terbentuk sesuai dengan perintahnya nanti, semua pihak aliansi mendarat di bumi lalu menyerang semua Legenda yang mereka lihat.


Ketika berhasil melancarkan satu serangan yang mengenai musuhnya, mereka memasang tatapan kaget ketika mereka meringis kesakitan sampai sebagiannya terpental ke belakang.


Semua Mecha Neko yang menerima tembakan peluru juga langsung hancur sehingga menyebabkan John melebarkan matanya bersama seluruh pasukannya karena pihak aliansi memang memiliki kesempatan.


Melihat semua Mecha Neko hancur dan para Legenda terluka ketika menerima serangan dari pihak aliansi menumbuhkan rasa percaya diri besar bahwa mereka bisa menang.


"Apakah kalian lihat sekarang!? Umat Manusia yang tinggal dalam mars...?! Bangsa Legenda memang tidak memiliki kemampuan untuk melampaui kehebatan teknologi gabungan kita semua!!!" Seru John.


Sebagian pasukan yang awalnya ketakutan kembali bersemangat sampai seluruh umat Manusia yang berada di planet Mars langsung merayakannya secara besar-besaran.


"Kita umat Manusia yang tinggal dalam Mars...!!! Memiliki kesempatan emas, Hahahahaha!!!" Seru John yang mulai menatap tentara itu dengan tatapan serius untuk melepaskan serangan itu sekarang juga.


"Hancurkan bumi...!!! Pihak aliansi yang aku lepaskan bersedia untuk mengorbankan diri agar jasa pahlawannya dapat di kenang nanti oleh umat Manusia dengan derajat tinggi!"


"Code Green di laksanakan...!" Semua tentara mulai menekan beberapa tombol sampai sebuah lubang besar yang tertutup oleh pintu besar di planet tersebut mulai terbuka sampai mengeluarkan senapan laser besar dan rudal nuklir.


Telinga Shinobu bergerak seketika karena menangkap suara senapan yang baru saja di keluarkan itu, "Mars itu juga ternyata menjadi senjata mematikan ya..."


"...semuanya bersiap untuk bergegas menuju pesawat itu, kamu sudah mengalirkan Lenergy ke dalam pesawat itu, Kak Hinoka?" Tanya Shinobu melalui pikirannya.


"Aman terjaga...!"


"Tembak!!!" Seru John sampai seorang tentara di belakangnya menekan tombol merah besar untuk melepaskan gelombang laser hijau dari dalam planet mars itu.


Gelombang tersebut melesat maju menuju Bumi sampai menyebabkan ledakan yang sangat besar sampai menghancurkan bulan juga, rudal nuklir lainnya mulai berdatangan hanya untuk membuat ledakan itu bertambah semakin kuat.


Melihatnya saja membuat John puas karena ia tidak mendapat laporan darurat bahwa seluruh Legenda itu selamat, "Apa yang aku lihat dari rekanan ini...! Mereka telah terkena...!"


"Maka... hasil itu sudah cukup kuat..."


"...dengan persenjataan yang kita miliki... mari kita musnahkan alam semesta Yuusuatouri terlebih dahulu!"


"Memberikan kembali hadiah untuk mereka yang sudah memusnahkan seluruh umat Manusia bumi..."

__ADS_1


"Sekarang..."


"Kita yang akan memusnahkan bangsa Legenda tanpa menyisakan satu pun!!!"


__ADS_2