Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 943 - Manusia Membutuhkan Sebuah Bukti untuk Percaya


__ADS_3

"Uwah, kasurnya nyaman sekali..." Hinoka berbaring di atas kasar mewah yang begitu besar sampai ia mulai berguling-guling di atasnya untuk beristirahat sebentar.


"Hinoka, sekali kau mencoba untuk macam-macam pada saat aku tidur maka kepalamu akan aku tembak dengan senjata ini." Ancam Koizumi sambil memegang sebuah sniper yang ia simpan dekat dengan meja itu.


"Tenang saja... tetapi jangan salahkan aku jika tengah malam kau merasa geli, kedua gunung itu akan guncang---"


Sebuah peluru sniper melesat melewati Hinoka sampai menyebabkan lubang lumayan besar di belakang temboknya, ia memasang tatapan kaget lalu membalas serangan itu dengan mengeluarkan sebuah granat.


"Kau ingin berperang, hah!? Maju---" Koizumi menyentil kening Hinoka lalu merampas semua granat itu yang dapat menghancurkan satu ruangan kamar.


"Lebih baik aku tidur di lantai saja, membagi kasur dengan gadis semesum dirimu... aku tidak mau!" Koizumi melangkah menuju pintu lalu ia melihat Shinobu yang berpapasan dengan dirinya.


"Shinobu, kamu akan tidur dengan siapa?" Tanya Koizumi.


"Kak Yuffie."


"Ngomong-ngomong, Koneko malam nanti memiliki pertemuan dengan para Jenderal yang memegang seluruh tentara militer negara mereka masing-masing." Kata Shinobu.


"Pertemuan lagi...? Masalah memang begitu buruk ya sampai kamu selalu dibutuhkan, Nobu. Sungguh gadis yang pintar dengan jiwa pemimpin besar." Ucap Ako selagi mengusap kepala Shinobu sampai ekornya mulai bergerak cepat.


"Hehehe, terima kasih... Koneko akan berjuang keras untuk bisa menghentikan pemerintah itu, lagi pula bukannya umat Manusia yang dirugikan memainkan seluruh alam semesta karena nuklir itu."


"Kalau begitu, kami sebagai penjagamu akan terus menjaga dirimu kemana saja." Kata Koizumi yang mulai menundukkan kepalanya kepada Shinobu.


"Ti-Tidak, angkat kepala Kakak... lagi pula aku tidak begitu ingin dianggap sebagai seseorang yang memiliki derajat melebihi kalian..."


"...kalian tetaplah seperti figur kakak dan senior bagiku." Shinobu tersenyum polos sampai mereka dikejutkan dengan senyumannya yang terasa begitu cerah di malam hari.


Koizumi mengelus kepala Shinobu, "Mari kita berjuang, Shinobu... semua nyawa yang gugur bukanlah hal yang biasa saja, apalagi ketika mengetahui umat Manusia yang menyebabkan semua ini."


"Shinobu, semuanya sudah berkumpul." Aditya memasuki lorong untuk memberitahu Shinobu bahwa rapat sudah dimulai sekarang juga dimana para Jenderal sudah menyalakan alat teknologi untuk berkomunikasi dari jauh.


"Baiklah, ayo kita bergegas sekarang juga...!" Jawab Shinobu dengan tatapan serius, Ako dan Koizumi mulai mengikuti dirinya pergi sedangkan untuk beberapa orang tidak ikut dengannya sudah tidur dulu karena kelelahan.


***


"Ya... mereka sudah mengambil alih sumber daya minyak di Riau, bisa di bilang Riau sudah kekurangan banyak sekali minyak karena sudah disedot oleh mesin yang dimiliki pemerintah itu." Ucap Andrian kepada seluruh Jenderal itu.


Mereka semua berkomunikasi dengan bahasa Inggris agar bisa dimengerti, sebuah pintu besar di hadapan Andrian terbuka lalu memperlihatkan Shinobu yang datang bersama Aditya serta kedua temannya.


"Ini dia... kita kedatangan seorang putri dari mantan ratu Touriverse yang bersedia untuk membantu kita dalam masalah seperti ini..."


"...aku hanya bisa berharap bahwa dengan bantuan mereka semua akan mengakhiri pemerintah aliansi itu, walaupun kita Manusia sudah menyebabkan banyak kehancuran..."

__ADS_1


"...setidaknya masih belum ada kata keterlambatan untuk mengubahnya." Andrian duduk di kursinya lalu ia meminta seorang pelayan untuk menyediakan kursi untuk Shinobu bersama kedua temannya itu.


Shinobu melihat banyak sekali layar yang terpasang sampai menunjukkan wajah para Jenderal yang terlihat begitu bingung sampai salah satunya tidak mempercayai bahwa mereka akan menerima bantuan dari seorang gadis kecil.


Shinobu dapat membacanya dengan jelas, memulai rapat sekarang tidak akan bisa berjalan begitu baik jika mereka semua tidak ingin mempercayai dirinya, bekerja sama di mulai dengan sebuah kepercayaan yang besar.


"Selamat malam, para Jenderal dari berbagai negara..."


"...sebelum kita memulai rapat, bagaimana jika kita saling mempererat rasa kepercayaan?" Tanya Shinobu.


"Jujur saja, apakah kalian semua keberatan dengan kemunculan diriku...? Terutama lagi mengetahui aku adalah bangsa Neko Legenda yang bisa di bilang sebagai monster."


Shinobu menatap Andrian yang meminta dirinya untuk memimpin rapat ini, "Kalau begitu, kita mulai saja... jika kalian merasa keberatan dengan Shinobu maka dipersilahkan untuk mengangkat tangan kalian di atas."


Semua Jenderal itu langsung mengacungkan lengan kanan mereka ke atas karena tidak mempercayai seorang gadis kecil dapat menjadi kunci dalam sebuah pengakhiran konflik yang disebabkan pemerintah.


Shinobu hanya bisa diam selagi menempati dagunya di kedua tangannya selagi memejamkan kedua matanya, berpikir sekali lagi apakah bekerja sama dengan Manusia yang berada di pihak lain adalah pilihan baik dan benar.


"Kalian terlalu meremehkan bangsa Legenda, terutama lagi karena kita ini adalah seorang wanita... kalian seharusnya sadar bahwa kekuatan kami tidak ditunjukkan dari luar." Ako mulai berbicara.


"Jangan menganggap bahwa sepupu ini memiliki tubuh yang kecil, dia adalah seorang Legenda pejuang yang dapat menghancurkan apapun menggunakan fisiknya sendiri." Ucap Koizumi dengan tatapan kesal ketika melihat mereka meremehkan dirinya.


Andrian dan Aditya hanya bisa diam karena mereka tidak bisa mengubah pikiran semua Jenderal itu untuk mempercayai Shinobu sebagai salah satu pemimpin semua Manusia yang tidak memihak pemerintah.


"Konflik seperti ini lebih serius dibandingkan perang dunia... kita sudah bekerja sama sebagai kesatuan tetap tidak bisa menghentikan pemerintah aliansi itu."


"Bahkan tidak lama lagi semua negara bisa saja menyerah sampai mengikuti pemerintah aliansi itu, salah satunya seperti negara Jerman dan Vietnam yang sudah menyerah karena ingin bekerja sama dengan pihak pemerintah."


"Apakah kau tahu...? Tanpa sihir, kalian bukanlah apa-apa... bisa dilihat dari rekaman yang diberikan oleh pemerintah aliansi bahwa banyak sekali korban gugur di luar alam semesta."


"Salah satunya adalah bangsa Legenda...! Apakah sekarang kau mengerti betapa mengerikannya umat Manusia ketika persenjataan mereka berguna...?! Sihir kalian tidak akan bisa menyelamatkan kalian..."


"...terutama lagi sekarang, tidak ada yang namanya sihir karena kemampuan Mana kita tidak dapat mengeluarkan keunikannya masing-masing, hanya bisa memperkuat saja."


Shinobu hanya bisa diam, mendengar mereka semua tanpa mengeluarkan perkataan sedikit pun karena saat ini pikirannya sedang memikirkan hal lain, mungkin akan sangat efektif jika mereka semua bertemu dengan saling berhadapan.


Koizumi dan Ako yang awalnya ingin membela Shinobu serta bangsa Legenda yang gugur karena ledakan nuklir itu dihentikan oleh Shinobu yang memegang erat tangan mereka untuk tidak berbicara apapun.


Andrian melihat Shinobu yang menatap dirinya dengan tatapan begitu tajam, seperti harimau yang melihat sebuah mangsanya ketika perutnya lapar.


"Kalau begitu, bagaimana jika kita melakukan pertemuan yang lebih efektif saja seperti saling berhadapan untuk bisa memperlihatkan apa yang dapat Shinobu lakukan?" Tanya Andrian.


"Datanglah." Shinobu mulai berbicara sekarang, mereka semua menatap dirinya yang mulai menawarkan sesuatu, ia mengeluarkan berlian yang dijadikan sebagai mata uang di alam semestanya."

__ADS_1


"Aku memiliki banyak sekali berlian yang sudah pasti memiliki nilai besar untuk mata uang Manusia, jika kalian mau datang dan melakukan pertemuan secara berhadapan maka aku akan memberikan berlian ini."


Semua Jenderal itu hanya bisa diam, mencoba untuk berpikir dua kali soal menerima berlian yang terlihat begitu mengilat sampai mereka berpikir bahwa berlian itu memang memiliki harga yang tinggi.


"Manusia tidak akan pernah luput dengan yang namanya uang dan kekayaan... mudah sekali untuk mengelabui mereka..." Batin Shinobu.


Shinobu menatap Ako, tatapan yang ia tunjukkan membuat temannya mengerti cepat sampai ia bergegas pergi menuju kamar Shinobu untuk mengambil dua kantung penuh berlian untuk diberikan kepada semua Jenderal.


"Baiklah, kita semua akan melakukan pertemuan di Indonesia... kalau begitu."


"Jenderal Aditya... beritahu kami lokasi Anda sekarang juga." Ucap Jenderal dari negara Rusia yang sudah mempercayai Shinobu karena negaranya pernah berurusan dengan bangsa Legenda.


"Baik, akan segera saya berikan..."


"Kapan rapat itu akan dilakukan?" Tanya Aditya.


"Besok saja, lebih baik kita menyimpan tenaga kita malam ini untuk menyiapkan penyerang besok pagi sampai sore karena mereka pasti akan kembali."


"Tunggu dulu... mereka tidak akan menyerang pada malam hari?" Tanya Koizumi.


"Mungkin malam hari memanglah menjadi waktu istirahat dan persiapan mereka tentang proyek yang akan diciptakan melalui semua sumber daya alam yang mereka rampas." Jawab Shinobu.


"Kalau begitu, kita akhiri rapat yang tidak berguna ini sekarang juga..." Semua Jenderal itu menekan tombol merah untuk mematikan alat komunikasi itu.


"Ternyata mereka memang memendam rasa benci dan muak kepada bangsa Legenda, terutama lagi melihat fisik dirimu seperti itu sampai direndahkan sangatlah tidak sopan." Kata Aditya.


"Tidak apa-apa... semua Manusia memang memerlukan bukti untuk bisa saling mempercayai bukan? Aku akan membuktikannya secara langsung kepada mereka besok." Shinobu tersenyum polos.


"Maafkan semua sikap jenderal yang mereka tunjukkan kepadamu, Shinobu..."


"...jika mereka tidak mempercayai kita semua maka lebih baik untuk berjuang dengan apa yang kita punya." Ucap Aditya yang lebih memilih pihak Shinobu dibandingkan para Jenderal tadi.


"Santai saja... lebih baik kita sekarang beristirahat." Shinobu berjalan pergi meninggalkan ruangan itu untuk memikirkan sebuah rencana cadangan, jika kegagalan sempat mendatangi dirinya maka ia perlu mengubah rencana.


"Hahhhh... sulit sekali." Shinobu menghela nafasnya.


***


"Mereka semua akan melakukan pertemuan besok malam di Indonesia... lokasi keraton Yogyakarta, aku sudah memberikannya kepada Anda." Ucap salah satu Manusia yang mengetahui soal pertemuan pada jenderal yang akan terjadi besok hari.


"Dimengerti... tetaplah bersama mereka, kita akan memulai untuk melepaskan proyek pertama yang sudah kita ciptakan di seluruh negara!"


"Bersiaplah untuk menghancurkan kepala mereka semua dengan sniper yang diperkuat oleh sumber Mana!"

__ADS_1


__ADS_2