Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 899 - Sembahlah Dewa yang Baru Lahir Ini!


__ADS_3

Anastasia menghantam wajah Demetrio sampai ia terpental ke belakang, semua kekuatan yang dipisah itu menyebar kemana-mana sampai Koizumi diam-diam menyerapnya menggunakan tato Greed.


Mengulurkan waktu dan melemahkan Demetrio adalah salah satu tujuannya untuk membiarkan Shinobu bersama yang lainnya menang, "Shinobu Koneko...! Aku menyarankan dirimu untuk tetap menstabilkan tubuhmu itu..."


"...jika kau terus melakukan hal seperti itu maka batasan yang mengganggu dirimu akan hancur, seorang Dewa seperti dirinya hanya bisa kau hancurkan sendiri menggunakan Golden Sunshine!"


"Hraaahhhhh!!!" Demetrio mengangkat banyak sekali meteor di sekitarnya lalu ia melempar semua itu beberapa kali kepada Anastasia yang langsung menghindar.


Anastasia terbang ke atas langit lalu melesat maju menuju arah Demetrio sampai memberikan dirinya satu pukulan yang mengenai dadanya itu, kemudian satu pukulan berhasil Demetrio lepaskan sampai Anastasia mulai menunduk.


"Jujur saja... aku memang tidak bisa menerima mereka para Dewa yang memperoleh kekuatan seenaknya karena kepercayaan terhadap sesuatu hal yang berkaitan dengan elemen dan dewa!"


"Semua itu tidak mencerminkan kekuatan sejati dari bangsa Legenda... itulah kenapa kami tidak membutuhkan yang namanya Dewa karena kita bisa dibilang sederajat dengan banyak sejarah yang sudah kita buat!"


"Termasuk dengan kekuatan kita yang setiap kalinya menghancurkan batasan yang memberikan berbagai macam jalan untuk kita tempuh... setiap jalan memiliki pilihan alternatif itu sendiri yang memberikan kekuatan melakukan usaha keras!"


"Yang bangsa Legenda inginkan hanyalah pertarungan yang hebat... adil tanpa harus mengandalkan yang namanya kepercayaan dan kekuatan yang kau dapatkan secara paksa!" Anastasia menangkap tinju Demetrio lalu menendang wajahnya.


"Jadi kenapa kau tidak berhenti mengandalkan jabatan dan julukanmu itu sebagai Dewa agung tanah... lepaskan semua harga diri dewa itu, jadilah bangsa Legenda yang melebihi Dewa!"


"Atau kau memang terlalu lemah untuk mengandalkan kekuatan usahamu sampai tidak bisa melawan penyihir sepertimu?!" Anastasia mendorong Demetrio ke belakang dengan mengeluarkan teriakan keras.


"Semua kekuatan yang kau peroleh melalui kepercayaan sudah dipisahkan oleh semua suaraku yang kau dengar saat ini... semuanya itu terlepas keluar dengan nota lagu!"


"Ini adalah kekuatan penyihir yang sebenarnya...! Bahkan seorang penyihir juga bisa melampaui seorang Dewa jika mereka bekerja keras dan mengikuti harga diri sebagai bangsa Legenda!" Seru Anastasia.


"Ahhhh~ Anastasia, keren sekali~" Kata Hinoka selagi bertepuk tangan, ia mulai mengidolakan Anastasia sebagai idol yang mungkin akan mengubah dirinya menjadi murid yang bisa bernyanyi merdu.


"Hei, Nobu. Apa menurutmu penyihir itu bisa menjadi salah satu rekan kita...?"


"Dengan jumlah kita berlima dalam sebuah organisasi pemberontak kecil, mungkin Anastasia akan menjadi anggota yang hebat."


"Tentu saja... Kakak Anastasia sejak awal memang sudah bertujuan seperti itu bukan? Aku sangat mempercayai dan menghormati dirinya karena sudah membantu kita semua dengan banyak hal yang berguna..."


Demetrio kembali bangkit dari atas tanah, melihat tubuhnya sudah melemah memberi dirinya sebuah motivasi untuk melakukan semua itu sekarang juga.


Kartu as yang selalu ia simpan selama ini agar bisa menghajar mereka satu per satu, dengan menggunakan hal tersebut maka kekuatan dan kemampuan yang ia terima pasti akan mengguncangkan seluruh alam semesta.


Menakuti mereka yang tidak mau menyembah dan mempercayai dirinya sebagai Dewa yang menjaga keamanan dan kedamaian, setelah semuanya tercapai maka ia akan memecahkan misteri labirin masalah itu.


Dengan menghentikan seorang Dewa yang bisa di bilang penguasa dalam segalanya yaitu Zenzaku, "Ternyata sebuah fakta tentang mortal... perbuatan kalian hanya akan berjalan sementara..."

__ADS_1


"Tolak yang namanya Mortal karena itu hanya lah sementara... terimalah jalan Dewa karena itu akan bertahan untuk selamanya secara abadi!" Demetrio mulai tertawa terbahak-bahak.


"Apanya yang lucu?" Tanya Anastasia.


"Rasanya aku melihat banyak sekali lelucon yang kalian berikan padaku, sungguh menyedihkan... aku tidak menyangka kalian akan memberikan diriku puncak dari komedi yang sebenarnya."


Tubuh Demetrio berubah menjadi batu seketika, Anastasia melebarkan matanya ketika ia melihat daratan yang ia injak berubah menjadi lumpur sampai menarik dirinya ke dalam lalu mengeraskan tubuhnya menjadi batu.


"Demetrio menghilang...?! Keberadaannya sudah tidak bisa terdeteksi lagi...!!!" Shinobu mengerutkan dahinya, mencoba untuk mencari dirinya yang menghilang entah kemana.


Anastasia melepaskan sebuah teriakan yang sangat keras sampai ia bebas dari pengerasan batu itu, ia bisa merasakan sihirnya mendeteksi Demetrio yang berada sangat jauh sampai ia mulai pergi ke arahnya.


"Ayo, kita ikut pergi juga!" Hinoka terbang mengikuti Anastasia bersama yang lainnya sedangkan Ako sudah tertinggal duluan karena harus membawa Konomi dan mengamankannya.


***


Demetrio mengeluarkan kristal dengan warna berbeda, setiap kristal itu menunjukkan lambang dari sihir yang berbeda-beda, semua itu langsung ia tempat di dadanya sampai keningnya memunculkan kristal coklat yang melambangkan tanah.


"Aku hanya membutuhkan kekuatan Rosa... tetapi semua ini sudah cukup untuk menghentikan mereka semua...!!!" Demetrio langsung melepaskan banyak sekali aura dengan warna yang berbeda sampai mengeluarkan sihir setiap elemen dasar kecuali tumbuhan.


"HAAAAGGGHHHHH!!!" Demetrio mengerahkan semua kekuatannya sampai menghancurkan kekuatan milik Anastasia yang memisahkan semua kekuatannya.


Demetrio menerima semua kekuatan elemen dasar itu ke dalam tubuh Dewa agungnya sehingga ia meningkatnya pesat lalu mengalami perkembangan yang mengangkat dirinya menuju tingkatan yang berbeda yaitu [Grand God of Elementals].


Sebuah cincin yang melambangkan julukannya sebagai dewa membesar di belakangnya sampai menunjukkan tujuh elemen dasar, kedua lengannya juga menerima banyak sekali putaran aura dengan warna berbeda.


Ketika Anastasia bersama yang lainnya tiba, mereka sudah tahu bahwa pergerakan mereka terlalu lambat untuk menghentikan perubahan Demetrio yang mengangkat dirinya menjadi dewa baru.


Mereka bisa melihat tubuh Demetrio yang bersinar sangat cerah, warna dari api, air, angin, tanah, es, listrik, dan tumbuhan tercampur menjadi satu sampai menyebabkan tekanan di tubuh mereka.


"Hentikan sekarang juga...!!!" Hinoka melepaskan banyak sekali bola energi yang ia lempar menuju arah Demetrio.


"Apa yang kalian lakukan sekarang... adalah kemustahilan!"


Auranya berhasil menangkis semua itu, ketika mereka mencoba untuk melawan Demetrio yang sedang mengalami proses pengangkatan menjadi sesosok Dewa yang baru.


"Aku mengakui kalian para mortal memang sungguh keras kepala jika mengaitkan sesuatu hal dengan memberontak..."


Mereka mulai menerima banyak sekali sambaran petir putih serta elemen lainnya yang menjatuhkan mereka di atas tanah sampai tidak bisa melakukan apapun karena luka yang diterima cukup menyakitkan.


Untuk sementara mereka tidak bisa bergerak sama sekali sampai memperlihatkan wujud mulia dari Demetrio yang terangkat menjadi Dewa dari segala elemen.

__ADS_1


"Apa yang kau lakukan!? Kenapa kau bertingkah sejauh ini, Demetrio!?" Tanya Shinobu dengan suara yang diperbesar.


"Grimoire itu... semuanya sudah menghilang! Aku tidak bisa merasakannya lagi...!" Peringat Ako dengan tatapan yang terlihat panik.


"Hahaha... sudah aku bilang beberapa kali bukan? Aku adalah Demetrio, seorang Dewa yang sudah berpengalaman tinggi dalam terjatuh dalam situasi genting seperti tadi..."


"Apa maksudnya itu...?! Apa yang kau rencanakan sekarang?!" Tanya Hinoka yang mencoba untuk meledakkan dirinya tetapi daratan yang ia injak berubah menjadi lumpur yang menariknya ke dalam.


"Kemampuanku... aku adalah seorang Dewa agung tanah, itu artinya aku bisa menguasai semua elemen dasar sekaligus!"


"Di tambah lagi karena kalian sudah membunuh semua pion yang aku lepas, itu artinya arwah yang terlepas dari tubuh Dewa mereka sudah aku ubah menjadi kristal yang memberikan diriku kekuatan tambahan!"


"Kekuatan yang cukup untuk mengangkat diriku menjadi seorang Dewa baru dalam era kebangkitan kepercayaan terhadap dewa...! Semua itu sudah menempel padaku, memberikanku banyak kekuatan...!!!"


"Semua ini sudah mengembalikan kekuatanku seperti di zaman kuno, pencurian yang dilakukan Anastasia bukan lagi hal yang harus ditakutkan karena aku menerima kekuatan tak terbatas sekarang...!"


"Sayang sekali ya... padahal kalian sudah dekat sekali untuk menghancurkan rencanaku, sekarang aku yang berperan menjadi orang baik sedangkan kalian yang jahat karena tidak mau menerima Dewa yang menjaga kedamaian itu!


"Karena sudah membuatku kesusahan sampai menghancurkan batasan dari kesabaran yang aku pegang maka..."


"...hukuman mati akan aku jatuhkan kepada Mortal tidak berguna seperti kalian!" Demetrio melepaskan aura yang sangat besar.


"Wujudku adalah keadilan..."


Demetrio mengeluarkan suaranya yang lebih dalam sampai menggema, menyebabkan mereka semua merinding sampai mengucurkan banyak keringat dingin.


"Wujudku adalah dunia..."


"...keamanan dan kedamaian yang aku berikan untuk seluruh alam semesta akan berjalan selamanya! Tidak ada yang namanya sementara."


"Sembah lah aku...! Berikan aku doa dan kepercayaan kalian... semua itu akan aku kabulkan menjadi sebuah kenyataan terhadap kedamaian abadi tanpa masalah apapun!"


"Berikan semua itu kepada Dewa yang mulia sepertiku...! Yang sudah berjanji akan menjaga keamanan dan kedamaian untuk selamanya..."


"...aku, yang tidak terkalahkan... yang sangat mulia dan juga sangat kuat... dia yang akan berkuasa atas segalanya demi bisa menjaga kenyamanan penduduknya sendiri!"


Aura yang menghalangi wujud Demetrio menghilang, mereka bisa melihat rambut Demetrio yang awalnya hitam keputihan berubah sepenuhnya menjadi perak yang menandakan kesucian dan kemuliaan dirinya sebagai dewa segala elemen.


Semua Grimoire yang ia gunakan sebagai kekuatan sudah menghilang karena merasuki tubuhnya, berubah menjadi sumber kekuatan paling besar untuk dirinya sampai segala kepercayaan dari pengikut elemen berbeda memberinya kekuatan juga.


"Hidup Dewa Demetrio...!"

__ADS_1


__ADS_2