
Ibu Korrina sempat tidak percaya ketika melihat anak-nya yang sangat membenci dewi dan juga memperlakukan seseorang seperti dewa sempat datang ke semesta yang ia benci hanya untuk berlutut kepada dirinya dan menyambut dirinya dengan kecupan di tangan-nya, sepertinya Korrina datang untuk meminta bantuan tentang konflik perang antar semesta.
Koura Comi, nama dari ibu Korrina yang memiliki hati lembut dan bijaksana. Dia sebenarnya tidak memaksa Korrina untuk menjadi dewi atau bersujud kepada siapapun karena ia yakin bahwa Korrina memiliki pilihan-nya sendiri, tetapi karena Ayah-nya yang bernama Futsu Comi, Korrina membenci para dewa dan juga semesta itu karena paksaan Futsu.
Ketika Korrina masuk ke dalam semesta itu, ia merasa sangat lega karena ia tidak merasakan keberadaan Futsu sama sekali yang mengartikan dia sedang tidak ada di Kamitouri. Futsu sudah beberapa kali memaksa Korrina untuk menjadi seorang dewi dan melaksanakan tugasnya sebagai dewi yang menyembuhkan penyakit apapun dan melindungi seluruh semesta.
Korrina menolak semua keinginan Futsu kecuali melindungi semesta, ia tidak ingin menjadi seorang dewi dan dia tidak ingin semua makhluk hidup yang tinggal di Touri menganggap dirinya sebagai seorang dewi. Menjadi dewi itu menyusahkan dan kadang dibenci oleh seluruh populasi Touri jadi Korrina lebih memilih untuk menjadi Mortal biasa.
Pada akhirnya ia menjadi seorang mortal legendaris yang dikenal oleh seluruh populasi Touri termasuk para dewa dan dewi, Koura bisa melihat wajah Korrina yang benar-benar terlihat kecewa terhadap dirinya sendiri karena sudah datang dan meminta tolong kepada dewa, sebelum ia meninggalkan Kamitouri... Korrina sempat memberitahu mereka bahwa ia tidak akan kembali.
"Sepertinya masalah yang kau hadapi memang sulit ya..." Kata Koura.
Korrina hanya bisa diam sambil bersujud kepada dirinya dan terus memohon kepada Koura agar ia mau membantu Korrina untuk menyelesaikan konflik yang berlebihan ini yaitu perang antar semesta. Katrina dan Sabrina kembali pulih, mereka segera memberitahu Koura untuk menolak permintaannya karena dia sudah mengkhianati keluarga Comi.
"Jangan terima permintaan-nya, Mama...! Dia bukan lagi saudara kita dan juga anak-mu...! Apakah Mama ingat apa yang dia pernah katakan waktu itu...!? Dia membenci keluarga ini dan juga membenci seluruh dewa-dewi yang ada... Dia ingin hidup seperti seorang sampah...!" Ucap Katrina.
"Itu benar, Mama. Jika Mama membantunya maka Papa pasti akan membenci dirimu... Dia bisa saja menghukum dirimu, Mama! Lebih baik kita membiarkan diri-nya menderita dengan konflik perang antar semesta itu, seluruh kekuatan dan pengetahuan mortal memang terbatas... Pada akhirnya semua mortal pasti akan mengingat dan meminta bantuan para dewa ketika mereka sudah tidak bisa melakukan apapun." Kata Sabrina.
"Itu benar...! Seluruh mortal hanya sadar ketika mereka sudah benar-benar terpuruk dan menderita karena konflik yang mereka hadapi...!" Jawab Katrina.
__ADS_1
Koura masih merasa gugup dan bingung untuk menarik atau menolak permintaannya, seharusnya Sabrina dan Katrina bisa sadar bahwa Korrina datang dengan rasa yang benar-benar membutuhkan bantuan dewa. Koura bisa melihat wajah Korrina yang benar-benar kecewa, ia bahkan mencoba untuk menahan tangisan-nya.
Harga dirinya turun drastis ketika ia benar-benar mencoba untuk meminta bantuan kepada para dewa termasuk Ibu-nya yang pernah ia sakiti sebelumnya, Koura mencoba untuk membuat Korrina mengangkat kepalanya tetapi Korrina menolak dan lebih memilih untuk bersujud kepada dirinya sampai Koura ingin membantu dirinya.
"Dasar, sampah...! Kau memanggil dirimu sebagai anak Comi tetapi kau bukanlah seorang Dewi...! Kau mencabut jabatan itu sendiri dan lihat siapa yang membutuhkan bantuan kita semua!?" Tanya Katrina.
"Maafkan aku... Aku benar-benar menyesal... Jauh di dalam hati-ku, aku benar-benar menyesal dan merasa kecewa kepada diriku sendiri bahwa aku mengorbankan harga diri-ku hanya untuk memohon kepada dewi seperti kalian. Aku benar-benar meminta maaf karena sudah menjadi anak yang mengecewakan bagi kalian..." Korrina mulai berbicara dengan nada lembut-nya sampai membuat Koura terkejut karena dirinya benar-benar sudah berubah.
"Jauh di dalam hati-ku... Aku meminta maaf sebesar-besarnya atas perbuatan dan sikap-ku ketika waktu itu... Sepertinya aku masih benar-benar tidak mengerti tentang pemikiran dewa dan apa yang dipikirkan oleh dewa. Kalian seharusnya berterima kasih kepada anak-ku Haruka karena sudah mengubah diriku menjadi seperti ini...."
"Ternyata masih ada dewa dan dewi yang melakukan pekerjaan-nya dengan benar, mereka semua tidak selalu melakukan yang salah dan tidak selalu dibenci oleh seluruh populasi Touri. Aku mohon... Ibu... Katrina... Sabrina... Bantulah diriku yang benar-benar tersesat..."
"Alvin sudah mati, bu... Seluruh makhluk hidup yang aku lindungi sudah mati dan jatuh ke dalam jurang kesesatan dimana mereka tersesat dan tidak bisa menemukan jalan keluar... Aku sudah mencoba segala yang aku bisa tetapi batasan-ku sebagai seorang mortal menghalangi diriku... Berkat nasehat Alvin dan Haruka... Aku datang untuk memohon kepada dewa seperti kalian...!"
Korrina menatap ke depan dimana ia langsung melebarkan matanya ketika melihat Futsu yang berdiri di hadapan-nya sambil menunjukkan ekspresi yang terlihat kesal, ia berdiri di sebelah Koura dan menghentikan dirinya untuk mencoba menerima permohonannya, Korrina mulai menangis ketika melihat Ayah-nya sendiri.
"Ayah...! Maafkan aku... Ayah... Aku benar-benar tersesat dan kalah... Batasan-ku sebagai mortal benar-benar menghalangi diriku... "
"Ayah... Jika saja aku dapat membaca masa depan dan takdir... Keluarga Comi... Aku sudah pasti tidak akan mengkhianati keluarga sendiri... Jika saja Ayah dan Ibu mau memberi-ku kesempatan terakhir untuk menjadi salah satu anggota dari keluarga Comi lagi..."
__ADS_1
"Aku benar-benar tidak akan menyia-nyiakan kesempatan terakhir ini... Aku mohon... Bantulah diriku untuk bisa keluar dari jalan sesat ini... Lindungilah populasi Touri... Keluarga baru-ku... Aku mohon, Dewa! Dewi! Kehidupan-ku tidak ada artinya sekarang...! Aku akan memberikan apapun untuk kalian para dewa dan dewi bisa membantu-ku..."
"...Untuk pertama kalinya aku anak dari seorang dewi yang mencabut jabatan-nya sebagai dewi... mencoba untuk memohon kepada padamu, ya dewa dan dewi! Aku berdoa dan meminta bantuan kepada kalian untuk bisa memperbaiki semua ini...! Aku memohon kepada kalian... bahkan jika kalian ingin nyawa-ku maka ambillah... anak dewi yang munafik dan benar-benar mengkhianati keluarga-nya sendiri..."
"Aku mohon... Aku mohon bantulah kami para mortal... Kabulkanlah permintaan kami untuk bisa merasakan kedamaian... Bantulah kami para mortal yang sudah tidak sanggup mengatasi konflik ini lagi...! Siapapun... Dewa atau dewi apapun... Aku mohon... Carilah cara agar para mortal bisa berhasil mengatasi konflik ini...!"
"Aku mohon... Selamatkanlah kami... Aku mohon..." Korrina memejamkan kedua matanya lalu ia membukanya dengan lebar ketika menyadari Ibu, Ayah, dan kedua saudaranya langsung memberi dirinya sebuah pelukan hangat yang mampu membuat dirinya terkejut.
Mereka semua sama-sama memancarkan cahaya suci yang sama, "Ayah... Ibu... Sabrina... Katrina...?"
""Kami semua akan memaafkan seorang keluarga yang sudah terjatuh ke dalam jurang yang sesat."" Ucap mereka bersama.
Dengan ini, Korrina berhasil mendapatkan ucapan maaf dari keluarga-nya sendiri. Koura dan Futsu sudah bisa mengetahui konflik yang dialami oleh penduduk Touri saat ini. Bangsa Iblis menyerang dan mencoba untuk menaklukkan segala-nya demi meraih kedamaian untuk mereka sendiri.
Korrina sudah melakukan apapun yang ia bisa dan pada akhirnya semuanya gagal karena Rxeonal bersama anak-nya yang memiliki kutukan Eternal memiliki rencana yang dapat mengalahkan rencana-nya sendiri, sepertinya mereka sudah bisa menebak bahwa salah satu dari anak Korrina pasti akan memiliki kutukan Eternal.
"Apa yang bisa kami bantu untuk-mu, Korrina...?" Tanya Koura, Korrina segera melangkah maju ke atas tempat dimana ia bisa melihat seluruh wilayah yang ada di semesta Kamitouri. Ia bisa melihat seluruh dewa dan dewi yang sedang melakukan pekerjaan mereka dari atas tempat itu.
"Aku membutuhkan pasukan yang memiliki kekuatan seperti dewa dan dewi... Contohnya seperti pasukan yang memiliki keberadaan Sacred tadi... Itu bisa membantu kita semua, tetapi aku juga ingin..."
__ADS_1
"...Para dewa dan dewi untuk mengikuti perang antar semesta ini!"