Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 558 - Mencoba Penghasilan Besar


__ADS_3

Minami dan Kou mulai memperhatikan Asriel dan Mitsuki sedang menciptakan beberapa wilayah es dan salju, Kou turun dari punggung Minami lalu ia menunjuk ke atas.


"Minami, matahari memancarkan cahaya begitu terik hari ini, apakah es dan salju itu mampu bertahan lama sebelum mereka menciptakan badai salju?" Tanya Kou.


"Bisa aku urus." Minami menatap ke atas, membuat matahari itu berhenti memancarkan cahaya kepada wilayah yang sudah menjadi es.


"Aku dapat mengontrol cuaca dan musim jadi mudah sekali, salju mungkin sebuah pengecualian bagi diriku." Minami berjalan pergi untuk melapor kepada Meko dan pembangun lainnya.


"Meko, bagaimana prosesnya?"


"Semuanya hampir selesai, tinggal sentuhan terakhir maka desa ini sudah sepenuhnya berubah menjadi desa yang paling besar dengan fasilitas yang berbeda-beda." Jawab Meko sambil menulis di cetak biru itu.


"Baiklah... Neko Isle akan di buka sepertinya, hanya untuk bangsa Neko Legenda karena selanjutnya aku pasti akan sibuk mengurus bangsa Neko Legenda itu." Minami mengangguk lalu menepuk pipinya beberapa kali.


"Semangat, Minami! Pasti sulit mengurus seluruh bangsa Legenda bahkan kamu ingin melatih juga mengajari mereka cara untuk menguasai amarah dan kekuatan mereka."


"Tidak sesulit dirimu, Kou, kau bahkan harus mengurus semuanya sendiri." Minami mengelus kepala Kou.


"Hehehe, bisa aku urus juga kok. Lagian aku tidak sendirian karena masih banyak karyawan yang mau membantu dengan usaha dan kerja keras mereka..."


Kou menatap Mitsuki yang baru saja selesai menciptakan awan yang menjatuhkan beberapa salju, ia segera menghampiri wilayah itu untuk melompat lalu berbaring di atas tumpukkan salju.


"Hwaahhh~ Jadi ini rasanya salju... sangat dingin...! Sangat empuk...!" Kou mulai berguling-guling di atas salju itu.


"Kerja yang bagus, Mitsuki dan Asriel. Tanpa kalian maka Neko Isle akan mengalami proses yang cukup lama untuk jadi..." Minami mengangguk sambil menggerakkan ekornya.


"Ngomong-ngomong desa yang aku sedang lihat ini terlihat begitu indah dan sederhana, walaupun luas dan besar, pemandangannya di penuhi dengan warna hijau dari hutan dan tumbuhan." Kata Mitsuki.


"Aku sendiri tidak mengerti kenapa bangsa Neko Legenda membutuhkan musim salju dan sejuk? Bukannya kalian membenci dingin...?"


"Kita memiliki insting penguin, jadi kita juga membutuhkan wilayah yang dingin. Semuanya sudah di siapkan dan petanya juga sudah ada." Kata Minami sambil membuka peta yang sangat lebar.


Asriel dan Mitsuki melebarkan matanya ketika melihat sebuah peta besar yang menunjukkan satu pulau bersamaan dengan desa Neko Isle, mereka bahkan bisa melihat lautan yang begitu besar di sebelah Utara.


"Aku akan mengajak kalian berkeliling ketika Neko Isle sudah jadi, bukannya hal yang bagus juga untuk berkencan dan menikmati pemandangan hijau?" Tanya Minami.


Asriel dan Mitsuki langsung menatap arah lain dengan wajah yang memerah, Minami hanya bisa tertawa dan menepuk punggung mereka.


"Bukan kalian saja kok, aku akan mengajak semua orang untuk mengunjungi Neko Isle agar bangsa Neko Legenda bisa terbiasa dengan keberadaan Legenda biasa yang dapat di percaya."


Minami melihat beberapa anak-anak mulai menikmati salju yang mulai turun bahkan mereka sempat bermain dengan Kou untuk membuat boneka salju yang berlambang kucing.


"Melihat pemandangan seperti ini... entah kenapa terasa begitu hangat di dalam diriku, Bangsa Neko Legenda, bangsa yang perlu dilindungi karena sebagian dari mereka tidak dapat bertarung." Minami tersenyum ketika melihat para anak-anak merasa senang.


"Hei, Minami, kami menghormati permohonanmu itu. Aku sendiri bahkan tidak menyangka bangsa Neko Legenda akan selembut dan sehalus ini." Kata Mitsuki.


Mereka melihat penduduk lain mulai menghampiri wilayah dingin hanya untuk berselancar dan berguling di saku, semuanya terasa begitu damai dan tenang.


"Menghidupkan bangsa Neko Legenda bukan permohonan egoisku saja melainkan Ayah dan Ibuku juga menginginkannya, agar aku dapat mengubah sejarah." Minami mengepalkan kedua tinjunya.


"Untuk sekarang, kerja yang bagus, terima kasih juga untuk---" Kou datang sambil memegang kantung berisi Legend's Diamond.

__ADS_1


"Ehh? Apa ini?" Tanya Asriel.


"Berlian, ambil~ Bisa di pakai untuk apapun loh..." Kou membuka kantung itu dan mereka berdua langsung tercengang ketika melihat jumlah dan jenis dari Legend's Diamond itu.


"A-Apa yang?! Sebanyak itu, tidak-tidak. Kau tahu kita ini teman, Kou, jadi simpan uang itu untuk sesuatu yang positif." Jawab Asriel karena ia masih belum siap menerima uang sebanyak itu.


"Bukannya berbagi adalah tindakan yang positif...? Lagian aku ingin memberikan semua ini atas kerja keras kalian." Kou mulai memberikan kantung itu kepada Mitsuki.


"Kamu yakin, Kou...?" Tanya Mitsuki.


"Iya! Apa masih kurang? Kalau begitu aku ambil---"


"Tidak-tidak! Sudah cukup!" Jawab Mitsuki.


"Padahal kalau mau tambah bisa bilang kok." Kata Kou, ia mulai jongkok lalu mengambil boneka salju kecil yang baru saja ia buat.


Minami mulai menghembus nafasnya karena ia bisa merasakan suhu yang begitu dingin, "Suhu dinginnya sudah terasa sekarang, mari kita kembali."


"Mitsuki dan Asriel juga ikut, Hana mungkin sekarang baru saja menyelesaikan sup hangatnya itu atau susu hangat itu mungkin masih terasa panas." Minami mulai menyentuh kepala Mitsuki dan Asriel.


Kou meraih tangan Minami lalu mereka semua mengalami perpindahan menuju dapur kembali, melihat Hana yang sedang mencicipi sup ikan yang baru saja selesai.


"Ahh, kalian kembali." Hana menoleh kepada mereka, melihat Mitsuki dan Asriel juga datang.


"Waktu yang cukup baik, ini aku baru saja selesai membuat hidangan sup ikan..." Hana mulai menuangkan sup itu ke dalam empat piring, setelah itu memberikannya kepada teman-temannya.


"Terlihat lezat, kalau begitu selamat makan." Asriel duduk di atas kursi lalu ia mencoba supnya itu.


"Hana!!! Tambah!!!" Kata Minami yang baru saja menghabisi makannya dengan satu teguk dan gigitan.


"Bisa tidak sih kamu menikmati makanan dengan pelan seperti yang Kou lakukan sekarang?" Tanya Hana, Minami langsung menggelengkan kepalanya.


"Makanan yang kamu buat terlalu enak...! Tambah! Tambah!"


"Tidak, kau harus menunggu sampai para koki mencobanya." Jawab Hana, ia menutup pancinya agar Minami tidak bisa menambah sup itu.


"Kalau begitu, krim ikan dan susu hangat... boleh aku mencobanya lagi?" Tanya Minami, Hana menghela nafasnya dan ia menempati satu gelas dan mangkok kecil untuk Minami.


"Hmm~ Hana, aku mencintaimu~" Kata Minami yang mulai menikmati kedua hidangan itu dengan ekor yang bergerak cukup cepat.


"Minami bersikap aneh soal makanan, ia terasa lebih bersemangat dari sebelumnya... yah, ekornya juga bergerak cepat yang mengartikan dia merasa senang." Ungkap Hana dengan pipi yang memerah.


Minami mulai berpikir sambil menikmati makanannya, pikirannya saat ini dipenuhi dengan dana dan biaya untuk menyelesaikan Neko Isle.


Ia juga membutuhkan beberapa Legend’s Diamond untuk di donasikan kepada bangsa Neko Legenda lain agar bisa berinovasi.


Kalau tidak salah Minami sendiri sering mendapatkan perkataan yang sama dari semua bangsa Neko Legenda bahwa mereka setidaknya membutuhkan beberapa dana dan uang untuk berjualan dan membeli sesuatu.


"Apakah harus bekerja juga ya...? Meminta Kou sepertinya terlalu keberatan karena ia pasti akan memberiku berlian yang sangat banyak..."


"...aku sendiri membutuhkan usaha yang besar juga." Ungkap Minami sehingga bajunya mulai di tarik pelan oleh Kou.

__ADS_1


"Kamu butuh uang?"


"Ehh...?"


"Aku tidak akan memberikannya kok, kamu ingin berusaha agar bisa mendapatkan banyak berlian agar bisa di berikan kepada bangsa Neko Legenda itu bukan?"


"Ya..." Minami mengangguk, membuat Kou berpikir sejenak lalu melepas kacamatanya untuk menghubungi Tech.


"Sebelum itu, boleh aku mengajak beberapa karyawan ku ke tempat ini agar mereka bisa bekerja di sini juga, desa ini juga membutuhkan beberapa teknologi untuk kebaikanmu."


"Hm... pasang saja di rumahku ini." Jawab Minami, Kou mengangguk dan memberitahu Tech untuk membawa beberapa peralatan serta karyawan lain untuk bekerja di Neko Island.


"Kalau begitu kita membutuhkan beberapa jam sampai mereka tiba..." Ucap Kou sehingga ia melihat Minami menghilang lalu muncul dengan beberapa karyawan.


"Tidak ada yang namanya menunggu, aku berhasil membawa mereka semua sekarang." Kata Minami, ia juga sempat mengajak Tech yang saat ini memegang sebuah koper.


"Hahaha, aku lupa soal itu... Tech, kopernya." Kata Kou, Tech memberikan koper itu kepada Kou.


"Kalau begitu, Minami, apakah kamu mempunyai ruangan atap atau lantai yang lebih tinggi?" Tanya Kou, Minami mengangguk lalu mengajak seluruh temannya pergi menuju ruangan paling atas yaitu atap.


"Hmm, sepertinya ini bagus." Kou membuka koper itu lalu ia melakukan sedikit program dan modifikasi dengan ruangan itu sampai mereka dikejutkan dengan alat dan teknologi yang bermunculan.


"Baiklah, semuanya sudah jadi, sekarang aku hanya perlu memasang antena ini agar dapat menyiarkan sesuatu secara langsung." Kou menekan tombol merah sehingga antena di hadapannya mulai memanjang ke atas.


"Sinyal yang sangat baik..." Ucap Tech, ia mulai membantu Kou dalam melakukan sebuah pengetikan di layar virtualnya.


"Kou, kamu hebat ya... menciptakan semua ini begitu cepat." Kata Hana dengan tatapan yang kaget.


"Bukan hal spesial kok, ini juga aku lakukan untuk Minami agar ia bisa mendapatkan uang dengan mudah, tentunya uang untuk donasi kepada bangsa Neko Legenda." Kou memakai kembali kacamatanya.


"Baiklah, semuanya sudah terpasang dan siap untuk di gunakan." Kata Kou sambil menunjuk sebuah layar virtual besar di hadapannya.


"Ehh...? Siap untuk di gunakan? Maksudnya?"


Kou tersenyum bangga lalu menunjuk Minami, "Bukannya kamu terkenal bagi kalangan seluruh penghuni semesta? Pertarungan yang kamu tunjukkan sejak itu..."


"Ah, ya! Aku mengingatnya, mereka semua tergila-gila kepadaku."


"Itu adalah sebuah perkembangan untuk seluruh penghuni Touriverse bahwa bangsa Neko Legenda tidaklah bahaya." Jawab Kou, ia meminta Tech untuk mengeluarkan sebuah layar virtual besar melalui wajahnya.


"Loh, aku melihatmu, Kou." Kata Mitsuki sambil menunjuk layar yang Tech keluarkan.


"Benar... Minami adalah gadis yang cukup terkenal bagi kalangan pria dan mungkin gadis yang menyukai keimutan kucing dari Minami."


"Aku sempat melakukannya sekali, menunjukkan diriku kepada seluruh penghuni semesta dan mereka langsung menyarankan diriku untuk membuat pilihan donasi." Kata Kou sambil mengutak-atik teknologi di hadapannya.


"Donasi? Jangan-jangan yang kamu maksud itu!?" Asriel mengerti apa yang coba Kou katakan.


"Ya, membuat sebuah siaran langsung untuk seluruh penghuni semesta tentang Minami agar mereka semua mau melakukan donasi kepadanya..."


"...aku yakin prosesnya akan cepat karena Minami cukup terkenal!"

__ADS_1


__ADS_2