Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 580 - Satu Pikiran, Tubuh, dan Jiwa


__ADS_3

"Hah... Hah... Hah..." Arisu terus mencoba untuk memulihkan lengannya yang sudah putus tetapi Zoiru terus menyerang dirinya tanpa memberi Arisu sebuah kesempatan untuk melakukan apapun.


Arisu melepaskan beberapa sihir cahaya melalui kedua kakinya yang melakukan beberapa tendangan, Zoiru menghancurkan semua sihir itu lalu ia menunjuk ke arahnya.


Arisu menciptakan tembok batu besar tebal yang di lapisi dengan api juga cahaya berlapis-lapis, setelah itu ia mulai menunjuk ke depan dan melepaskan tekanan yang sangat besar untuk menimpa Zoiru dengan tembok itu.


Arisu kembali memulihkan lengannya itu dan ia langsung menggerakkannya, tidak lama kemudian Zoiru melesat maju ke depan lalu menghantam perut Arisu sampai ia memuntahkan banyak darah.


"Hueegghhhh...!!!"


"Kau mengecewakan diriku, semut. Apakah kau bisa melakukan sesuatu yang jauh lebih mengesankan di bandingkan ini?" Tanya Zoiru, ia mulai mendorong perut Arisu lalu membanting tubuhnya di atas daratan, menyebabkan daratan itu terbelah menjadi dua.


"Heh... Pada akhirnya semut akan tetap menjadi semut yang tidak mengerti arti dari kesopanan. Semua orang seperti kalian seharusnya tunduk dan memperlakukan diriku layaknya seperti seorang dewa." Zoiru melompat ke belakang.


"Kakak...!" Shou terkejut ketika melihat Arisu kalah begitu saja, ia mencoba untuk membantu tetapi Methode menghentikan dirinya.


"Tidak, Shou! Pertarungan ini bukan sesuatu yang seharusnya kita urus lagi... kita tadi sempat merasakan kematian dan sekarang lebih baik jika kita diam." Ucap Methode dengan tatapan kesal.


"Apa yang kau katakan, kakak?! Apakah kita sebagai bangsa Legenda harus terus bersikap pengecut seperti ini melihat Kak Arisu di siksa dan di kalahkan!?"


"Kau harus mengerti di saat-saat darurat seperti ini... aku benci mengatakannya tetapi harga diriku hancur seketika melihat kekuatan Zoiru yang jauh lebih unggul."


"Kita bisa mencoba terus tetapi bagi Zoiru kita bagaikan boneka yang dimainkan oleh dirinya sampai ia puas... menjadi boneka yang terus di tusuk seperti jarum." Ucap Methode dengan tatapan kesal.


"Brengsek... Sial! Sial...!!!" Shou mulai menghantam daratan beberapa kali, merasa tidak berguna karena kekuatan juga pengalamannya kalah telak oleh Zoiru.


***


Restoran Shimatsu, seperti biasanya restoran terkenal yang memiliki nama Shimatsu sangat lah terkenal sampai Arata bersama keluarganya terus bekerja keras untuk membahagiakan para pembeli.


"... ..." Ophilia mulai memotong bawang dan entah kenapa perasaannya terasa aneh, tubuhnya merasakan sesuatu yang janggal.


Ophilia bahkan terlihat gemas dan murung sampai kedua lengannya terus bergetar terutama kedua kakinya, ia terlihat takut bahkan kepalanya mengalami kesakitan entah kenapa.


"Ada apa denganku... kenapa aku merasa tidak enak badan seperti ini..." Ucap Ophilia pelan sambil menatap kedua tapak tangannya yang terus bergetar.


Ophilia menyimpan pisau itu di atas meja lalu ia meraba kepalanya yang terasa sakit, sakit kepalanya terus bertambah ketika ia berpikir dan melakukan sesuatu.


"Pusing sekali... aku tidak pernah merasakan hal seperti ini lagi sejak itu..." Ophilia mulai mengingat masa lalunya, gejala yang ia rasakan persis dengan apa yang terjadi di masa lalu.


"Ophilia, sepertinya Hana sedang mengantarkan pesanan itu kepada pelanggan, bisakah kamu mengantarkan ini?" Tanya Arata selagi menempatkan beberapa piring di sebelah Ophilia.


"Hm, baiklah." Ophilia mulai mengambil semua hidangan itu dengan kedua lengannya yang terus bergetar.


Ketika Ophilia mencoba untuk memberikan semua hidangan itu kepada para pelanggan, kesadarannya hilang seketika sehingga kedua matanya menggelap sampai Ophilia terjatuh dan pingsan.


Menyebabkan panik di dalam restoran ketika mengetahui Ophilia pingsan tanpa sebab.

__ADS_1


Hana yang kebetulan sedang menempati hidangan itu di meja pelanggan langsung kaget ketika mendengar suara piring pecah.


"... ...!" Hana melebarkan kedua matanya ketika melihat Ophilia terjatuh dengan tatapan yang terlihat ketakutan, tubuhnya masih bergetar dan menggigil walaupun dia sudah pingsan.


"Mama!? Mama!!!" Hana menghampiri Ophilia lalu ia mulai berlutut untuk membantu Ophilia bangun dan ia bisa merasakan Lenergy yang terlepas di dalam tubuhnya.


"Ophilia...!?" Arata terkejut ketika melihat istrinya terjatuh dan menyebabkan keributan itu, ia mulai mengangkat tubuhnya dan meraba lehernya.


"Dia demam..."


***


Zoiru menghantam wajah Arisu sampai terhempas ke belakang, "Aaaagggghhh!!!"


Arisu jelas merasakan sebuah perbedaan antara asli dan palsu, ia tidak mampu melukai Zoiru asli cukup parah berbeda dengan Zoiru palsu yang hampir saja ia bunuh sejak itu.


Kerusakan dan luka yang Arisu terima jauh lebih dahsyat karena kekuatan Zoiru, ia bahkan bisa merasakan Zoiru tidak melepaskan atau meningkatkan atribut apapun kecuali bertarung biasa.


Ia tadi sempat merasakan keberadaan lainnya yang mengelilingi tubuhnya, mungkin karena menerima sihir berbentuk taring itu, ia mulai berpikir bahwa Zoiru dan Bamushi itu satu individu yang sama.


"Satu tubuh... jiwa... pikiran ya..." Ungkap Arisu, ia kembali bangkit dengan tatapan kesal.


"Semua kerusakan yang aku terima jauh lebih menyakitkan jika aku menyerah di tempat ini...! Semua usaha dan kerja keras yang aku lakukan sampai menerima kekuatan dari Omni-Saint!" Arisu mengepalkan kedua tinjunya.


Zoiru mengangkat alisnya ketika merasakan kekuatan dan Lenergy Arisu meningkat pesat bahkan tubuhnya mulai terbakar dan tidak bisa di lihat karena cahaya silau yang menghalang.


Zoiru melepaskan dua laser hijau melalui kedua matanya tetapi Arisu berhasil menembus sihir itu lalu melancarkan beberapa serangan ke arahnya yang mampu menekan Zoiru.


Walaupun Zoiru di tekan dengan serangan yang Arisu lepaskan, ia masih bisa menyerang Arisu sehingga ia menerima beberapa serangan dari Zoiru yang membuatnya terhempas ke belakang.


Zoiru menyambut Arisu dari belakang dengan melakukan tendangan salto lalu ia melanjutkan serangan itu dengan muncul di hadapan Arisu lalu menendang wajahnya.


Zoiru melakukan serangan lain dengan menginjak puncak kepala Arisu sampai ia terhempas menuju lubang yang dipenuhi lahar panas.


Zoiru melihat semua lahar itu mulai bergejolak sehingga membentuk sebuah naga besar yang mencoba untuk menyerangnya.


Zoiru berhasil menghindarinya lalu ia menunjuk ke belakang untuk melepaskan dua sihir taring yang menghapus lahar itu.


Zoiru menyelimuti tubuhnya dengan aura hijau yang tebal lalu ia maju ke depan dan menyambut Arisu dari depan menggunakan jarinya yang melepaskan beberapa laser hijau.


Arisu tidak memiliki kesempatan untuk menghindar jadi ia hanya bisa menahannya menggunakan kedua lengannya lalu melarikan diri dengan terbang tinggi ke atas.


Zoiru melompat keluar dari lahar lalu ia menangkap sihir yang Arisu lepaskan di bawahnya, "Kau pikir aku sang Dewa agung, Zoiru akan lengah begitu saja?"


"Memiliki Pride yang besar itu sangat penting bagi seorang dewa agung sepertiku tetapi kau juga harus ingat dengan batasan juga kelemahan sendiri yaitu lengah..."


"...ego dan prideku masih bisa di kontrol berbeda dengan orang lain yang kalah karena kebanggaan mereka sendiri!!!" Zoiru melempar sihir itu kembali ke arah Arisu yang mulai menyerapnya.

__ADS_1


"Shiramura Eclipse!" Arisu melepaskan sihir gelombang cahaya emas yang di selimuti dengan kobaran api biru, Zoiru menunjuk ke depan dan melepaskan gumpalan besar ke arah sihir itu.


Zoiru mengangkat alisnya ketika melihat Arisu mengangkat kedua lengannya untuk mengontrol sihir itu agar bisa terbang ke atas dan menyerangnya dari posisi yang lengah.


Untungnya Zoiru bisa mengetahuinya karena indranya yang diperkuat berkat bantuan dari Bamushi yang berada di dalam tubuhnya, satu pikiran dan tubuh yang sama untuknya bersama Bamushi.


Zoiru melepaskan laser hijau melalui kedua matanya untuk menghapus sihir gelombang itu tetapi perutnya langsung menerima satu serangan semua elemen yang Arisu buat menjadi bola berwarna hitam.


"Guggghhh!!!" Zoiru memuntahkan beberapa darah ketika ia menerima luka yang cukup fatal sekarang, ia terdorong ke belakang dan menerima beberapa kobaran api yang membakar tubuhnya.


"Dia benar-benar bertambah kuat... berbeda dengan Zoiru yang aku lawan sejak itu." Kata Arisu pelan, ia melihat Zoiru menghapus semua api itu dan tubuhnya kali ini terlihat gosong.


Zoiru menciptakan kulit baru dan ia mulai tersenyum serius karena serangan tadi bisa ia rasakan, rasa sakit yang sudah lama sekali ia tidak rasakan.


"Tidak buruk juga, anjing kampung. Sekarang kau telah lulus menjadi seorang anjing karena berhasil melukai diriku dengan serangan tadi..." Kata Zoiru sambil menatap kedua tapaknya yang dipenuhi darahnya.


"Aku akan menunjukkan sesuatu untuk menjadikan pertarungan ini sebagai pengingat bahwa Zoiru... sang dewa agung bukanlah lawan yang cocok untukmu." Zoiru merobek pakaian dewannya.


Arisu melebarkan kedua matanya ketika ia melihat tubuhnya yang di halangi pakaiannya selama ini berwarna hijau bahkan ia bisa melihat mulut dengan taring tajam di perut Zoiru.


"A-Apa itu...?! Ternyata kau terlihat lebih seperti monster berbeda dengan yang palsu."


"Apakah kau menyukainya...?"


Bukan itu saja tetapi Arisu juga melihat dua bola mata di sisi baju Zoiru sehingga ia tidak menyangka tubuh Zoiru asli akan sangat mengerikan, berbeda dengan Zoiru palsu.


Zoiru tersenyum dan Arisu mulai merasakan rasa takut besar ketika melihat mulut bertaring di perut Zoiru bergerak seperti mengunyah sesuatu.


Tubuh Zoiru mulai bertambah besar bahkan ototnya ikut menonjol lebih besar sampai uratnya menonjol urat lain, Arisu tidak bisa mengukur kekuatan Zoiru sejak pertama kali bertemu.


"W-Wujud apa itu...? Sangat berbeda dengan Zoiru palsu." Methode sendiri terlihat ketakutan ketika melihatnya.


"Ck... brengsek...!"


Sampai sekarang, apa yang ia rasakan hanyalah ketakutan dan suhu dingin yang menyerang tubuhnya sampai keringat dingin mengucur deras.


"Kau harus bangga terhadap dirimu sendiri, anjing kampung. Kau mampu membuat diriku melepaskan pakaian dewaku hanya untuk memperlihatkan dirimu sebuah kesempurnaan dari tubuh ini."


"Tubuh dengan penuh luka karena hasil usaha yang aku lakukan demi mendapatkan satu tubuh, jiwa, dan pikiran dengan Bamushigaru!" Terlihat satu tanduk hijau tumbuh di kening Zoiru.


"Masih belum cukup... bersatu dengan Bamushi sejak awal bukanlah arti dari kekuatan incar."


"Aku hanya ingin memberi Bamushi dan Bamushigaru makanan agar mereka bisa sehat dan pulih kembali." Kata Zoiru sambil memasukkan lengannya ke dalam mulut Bamushi di perutnya


"Aku harap kau sekarang mampu menunjukkan dirimu sebagai bangsa Legenda, tunjukkan dirimu layak untuk menandingi ku sekarang." Zoiru tersenyum puas.


Pertarungan yang ia alami bersama Arisu terasa cukup menyenangkan sampai dirinya merasa tidak sabar untuk mengisi kelaparannya itu.

__ADS_1


Kedua tapak tangan Zoiru mengeluarkan dua meteor berwarna hijau pekat yang di selimuti dengan aliran listrik merah.


"Aku harap kau siap..."


__ADS_2