
"Hah... Hah... Hah..." Shinobu berlutut di atas tanah dengan tubuh yang dipenuhi luka tebas karena serangan angin milik Keith yang tak kasat mata sampai ia tidak bisa menahan dan melihatnya dengan mudah.
God Lenergy yang ia pegang sangat kuat sampai serangan angin yang dilakukannya juga mampu menembus pertahanan yang sudah ia lakukan menggunakan sihir cahaya dan tanaman emas.
"Dia benar-benar bertambah kuat ternyata..." Batin Shinobu, ia melihat Keith yang langsung menyerang dirinya lagi tetapi ia menghindari semua serangan itu dengan kecepatan yang dibantu oleh Light of Hope.
Tubuhnya terus kehilangan banyak darah bahkan ia sendiri tidak bisa mengenai satu pun serangan kepada Keith yang tubuhnya terbuat dari angin, sekali saja ia menyerang maka tangannya akan tertebas sampai putus.
"Inilah yang kau pantas dapatkan, brengsek... mengkhianati diriku yang dulunya polos dan lemas, sekarang aku kembali jauh lebih kuat dengan hasrat balas dendam besar padamu."
"Ternyata benar ya... dalam segi pandangan dan pikiranmu itu... memiliki hasrat balas dendam yang besar dapat memberikan dirimu kekuatan yang besar."
"Maupun itu aneh dan gila... stres juga termasuk, kau menggunakan semua rasa benci itu kepada Koneko, bukannya begitu? Sungguh klasik..."
"...ditambah lagi tubuhmu itu adalah Legenda, sudah jelas akan membalas respon terhadap kekuatan yang selalu kau inginkan untuk bisa melaksanakan balas dendam terhadap diriku."
"Tutup mulutmu! Aku tidak ingin mendengar suara jelek itu, apa yang kau perlu terima adalah kematian...!!!" Keith berubah menjadi angin lalu menyerang Shinobu dari arah yang berbeda.
Shinobu mulai memejamkan kedua matanya lalu melepaskan dorongan yang sangat besar di sekelilingnya, "Light of Hope...!!! Tingkatan seratus!!!"
Shinobu langsung melepaskan banyak sekali cahaya dari tubuhnya yang menandai semua angin itu, ia mulai menghantamnya beberapa kali sampai angin itu membentuk kembali Keith yang mencoba untuk mengakhirinya.
Ketika wujudnya kembali semula, wajahnya menerima satu pukulan dari Shinobu yang menyebabkan dirinya untuk terjatuh di atas tanah dengan tatapan kesal.
"Jika terus seperti ini... apa yang aku lakukan hanya menghabiskan tenaga dan Lenergy itu, aku masih belum menguasai kemampuan yang pernah Kakek tunjukkan kepadaku." Batin Shinobu yang sedang melihat Keith melepaskan angin topan padanya.
Keith terbang ke atas langit lalu berubah menjadi angin yang menyebar sampai tubuh Shinobu menerima semua embusan angin itu lalu menerima tebasan angin yang begitu tipis dan bergerak secara tak kasat mata.
"Setidaknya melawan musuh seperti dirinya memberikanku sebuah pelajaran yang harus aku kuasai... wujud yang bersatu dengan sihir bisa aku pecahkan menggunakan Golden Spirit."
"Hanya saja aku belum menguasai hal itu... masih mengalami kekurangan terhadap kesepian dan kemampuan, tetapi aku akan terus memanfaatkan Keith sebagai pengalaman yang baru untukku."
Shinobu menurunkan aura emasnya sampai tingkatan Light of Hope yang ia gunakan mengurang sampai menginjak tingkatan ke sepuluh karena ia sendiri bisa membaca pikiran Keith bahwa ia juga tidak bisa menggunakan sihir itu terlalu lama.
Shinobu mengangkat lengan kanannya ke atas sampai memunculkan gelombang emas yang membentuk pedang tajam, setelah itu ia mengayunkannya kepada Keith.
Keith memunculkan pusaran angin yang ia jadikan sebagai pelindung, sihir cahaya itu langsung terpisah karena God Lenergy yang terkandung di dalamnya dapat melawan balik sihir apapun.
"Kau tidak akan bisa menyentuh bawahan Dewa yang menerima berkahnya... angin sudah memberkati diriku bahkan Dewa Erion akan menjadikan diriku sebagai wakil dewa angin!"
__ADS_1
"Dewa itu berjumlah sangat banyak tetapi yang memimpin adalah dewa agung... aku adalah Dewa... seorang Saint God Legend yang akan menyelesaikan pembalasan dendamku."
Shinobu hanya bisa diam, ia mengusap darah yang keluar melalui mulut dan hidungnya lalu ia menatapnya dengan tatapan tidak tertarik sama sekali.
"Setelah kamu membunuhku... menghabiskan semua nyawa yang aku inginkan, apa yang kau coba lakukan? Pulang ke dunia asalmu?" Tanya Shinobu.
"Aku akan pulang kepada dunia ketika aku selesai menjadi seorang Saint yang paling kuat di seluruh dunia... aku akan melampaui segalanya dan membunuh mereka yang menghalangi jalanku."
"Tidak peduli siapa pun dirinya... maupun itu dekat atau jahat... musuh atau rekan... aku tidak akan memberi dirinya belas kasihan melainkan kematian yang menghentikan mereka untuk mengganggu jalanku."
"Aku sudah muak... berbuat baik tetapi tidak memberikan hasil apapun, ditambah lagi diriku sudah dikhianati oleh banyak orang sampai aku merasa putus asa dan stres..."
"...tidak bisa aku maafkan, dunia yang kejam seperti ini akan tahu betapa kejamnya orang sabar yang turun ke dalam medan perang itu! Orang jahat lahir dari orang baik yang kesakitan...!"
"Perkataan yang cukup keren~ hebat sekali~" Shinobu bertepuk tangan dengan ekspresinya yang sangat polos sampai membuat Keith bertambah semakin kesal lalu melepaskan pusaran angin ke depan.
Pusaran langsung menebas pinggang Shinobu sampai mengeluarkan banyak sekali darah, "A-Aggghhhh... dia bertambah cepat lagi...?! Ternyata tujuannya itu... tidak jauh lagi bahwa orang asing dari dunia luar berlagak seenaknya...!"
"Aaagggghhhhh...!!!" Keith menaikkan aura putihnya sampai melepaskan banyak sekali dorongan angin yang melukai tubuh Shinobu.
Kedua alisnya terangkat ketika merasakan sesuatu yang berbeda dari Keith, tidak salah lagi bahwa dia mengetahui jelas kekuatan Saint Legenda sampai bisa menggunakan wujud dari [Saint God].
"Saint Legenda memiliki lima tingkatan perubah wujud... tingkatan satu memiliki tiga wujud berbeda sedangkan angka lainnya tetap satu dan memiliki peningkatan yang berbeda..."
"...jika sudah menginjak wujud tingkatan 2 yang bernama Saint Revolution maka dia bisa memilih dua jalan... jalan dewa atau jalan mortal yang memberikan peningkatan khusus terhadap wujud selanjutnya."
"Aku mendapatkannya... semua ini adalah kekuatan yang aku terima karena sudah melampiaskan rasa benciku terhadap wanita sialan sepertimu yang memanfaatkan diriku."
"Dengan wujud Saint God, aku akan membuat dirimu menyesal atas semua tindakan yang kau berikan padaku, dasar palsu... yang kau tahu hanya menyakitkan hati orang lain!"
Keith menumbuhkan cincin hijau muda di belakang tubuhnya yang melambangkan sihir angin, ia merobek Kisetsu bagian atasnya sampai Shinobu bisa melihat lambang Saint God di jantungnya.
"Ternyata benar... aku bisa menggunakan dirinya sebagai pelajaran baru untukku, pengalaman yang akan aku dapatkan pasti cukup efektif untuk pelatihan Golden Spirit." Batin Shinobu.
Shinobu sendiri merasa tidak yakin apa dirinya bisa menandingi kekuatan dari Saint God, lebih buruknya lagi adalah dia memiliki tubuh angin yang sulit untuk diserang karena anginnya akan menyerang dirinya.
Serangan yang menyebabkan fatal besar sampai ia bisa saja terbunuh dalam waktu yang dekat dimana angin itu mengarah kepada leher, dada, atau kedua paru-parunya untuk menghentikan dirinya menyerang.
Keith melesat maju menuju arah Shinobu lalu melancarkan beberapa serangan kepada dirinya tetapi ia berhasil menghindarinya sampai mata buatannya mendekati beberapa pergerakan angin.
__ADS_1
Semua serangan angin yang awalnya mengincar tubuh Shinobu langsung tertahan dengan daun emas yang tumbuh dari dalam tanah dan keluar dari tubuh Shinobu untuk menahan semua serangan itu.
Keith memasang tatapan kesal tetapi ia berhasil melakukan putaran ke depan yang menebas pipi Shinobu sampai terbuka lalu mengeluarkan banyak darah, setelah itu ia menunduk ke belakang dan menghantam perutnya dengan puncak kepalanya.
"Ackk...!" Shinobu terdorong ke belakang lalu melihat Keith yang menunjuk dirinya menggunakan dua jari yang terlihat seperti memperagakan sebuah senapan.
Senapan angin itu tertembak menuju arah Shinobu yang sedang menahan, angin itu langsung terbang Melawati dirinya dan menembus tubuhnya sambil meninggalkan bekas luka yang sangat dalam.
Ditambah lagi pertahanan yang ia lakukan tadi sempat ditembus oleh serangan angin itu, kedua pergelangan tangan Shinobu langsung berlubang dan mengeluarkan banyak darah yang melukainya.
Keith maju ke depan, mencoba untuk melakukan serangan fisik tetapi Shinobu berhasil menahannya menggunakan kedua tangannya yang dibungkus dengan daun emas untuk memulihkan luka lubang itu.
Shinobu menangkap kedua tinju Keith menggunakan tangan robot yang muncul melalui kedua bahunya lalu ia mengangkat kaki kanannya ke atas dan menendang wajah Keith sampai ia terdorong ke belakang.
"Kau pasti kesulitan untuk menyerang diriku...! Tubuh kecilmu itu akan aku remukkan dengan serangan fisik dan sihir!" Keith tersenyum serius lalu menghapus semua darahnya selagi melangkah menuju arah Shinobu.
Keith melangkah satu tendangan yang berubah menjadi angin tetapi semua serangan angin itu tertahan dengan daun emas yang melindungi tubuhnya, setelah itu pukulan yang ia lakukan berhasil tertahan oleh tapak kanan Shinobu.
"Tidak buruk juga... aku mempelajari semua pergerakan dan serangan yang kau lakukan, yang kau lakukan tidak jauh berbeda dengan seekor katak yang tidak bermanfaat!"
Keith melepaskan embusan nafas yang menciptakan angin topan, serangan sihir itu mengangkat tubuh Shinobu lalu melemparnya ke atas langit dengan tubuh yang menerima tebasan lainnya.
Shinobu mencoba untuk menutup semua luka itu menggunakan daun emas tetapi semua daunnya terdorong ke belakang karena angin yang Keith lepaskan menggunakan pergerakan dari kedua tangannya.
Semua angin yang mendorong daun emas itu kembali menyerang Shinobu dari belakang sampai menembus punggungnya lalu angin itu keluar dari dada dan perutnya sampai menghancurkan semua organ di dalamnya.
"A... Ahhh...." Shinobu terjatuh menuju daratan dengan tubuh yang mengeluarkan banyak darah dan organ yang sudah hancur.
Serangan angin tadi sangat efektif sampai menembus daya tahan Shinobu yang begitu lembek bagi Keith karena sudah melatih sihir anginnya bersama para pendeta yang ia jadikan sebagai lampiasan.
Keith menginjak kepala Shinobu lalu melihat punggung dan dadanya memiliki lubang besar yang mengeluarkan darah sampai menciptakan genangan darah di tanah.
"Daya tahan yang kau miliki tidak bisa bertahan dengan kekuatan Dewa..."
"...angin akan memberkati diriku, kemenangan yang kau miliki terbawa oleh arus angin yang aku lepaskan..."
"...kemenangan yang terbawa arus itu akan tiba di hadapan diriku yang membalaskan dendamku padamu, Shinobu Koneko!!!" Keith menginjak kepala Shinobu sampai hancur.
"Berapa nyawa sekarang...? Semakin banyak nyawa yang kau miliki maka kepuasan yang aku rasakan akan bertambah besar...!"
__ADS_1