
"Hmph... Mengulur waktu? Berani-beraninya kau membicarakan istilah dari mengulurkan waktu kepada diriku, apakah kau tidak sadar bahwa waktu itu adalah diriku sendiri? Kau ingin mengulurkan waktu untuk siapa? Mengulurkan waktu yang aku maksud darimu adalah pertarungan ini yang berjalan cukup lambat dan singkat... tidak ada yang akan datang, kalian semua akan aku beri pelajaran!" Kuharu membawa mereka semua ke dalam kubus waktu agar ia tidak perlu merusak apapun lagi di dalam kubus waktu prediksi masa depan, mereka dapat bertarung tanpa harus mengenal batasan dengan sekitar sekarang.
Mitsuki mengepalkan kedua tinjunya, ia mulai mengingat Minami yang tiba-tiba menghilang begitu saja. Awalnya Golden Minami menemani mereka hanya untuk mengawal tetapi ia hilang begitu saja, sesuatu yang buruk pasti sudah terjadi kepada dirinya, "Kau... Apa yang kau lakukan kepada Minami? Jika Golden Minami hilang tanpa sebab pasti kau melakukan sesuatu kepada dirinya bukan...? Aku melihat beberapa luka bekas cakar di tubuh terutama pipimu itu, apa yang kau lakukan kepada Minami!?"
"Kau mencari dirinya ya...? Kau tidak perlu lagi mengingat tentang dirinya atau menghiraukan kucing garong itu. Dia tidak akan pernah bisa bebas dan beristirahat dari dunia abadi yang dipenuhi dengan kematian. Intinya... Minami... tidak akan pernah bisa kembali karena dirinya mengalami semua kematian dengan cara yang berbeda-beda... disini..." Kuharu menampakkan penampilan aslinya yang menginjak kekuatan tanpa batas sekarang, Mitsuki dan yang lainnya tercengang ketika melihat Kuharu memiliki penampilan yang sama persis seperti Haruka, Kuharu menampakkan dirinya kepada mereka karena Mitsuki adalah ancaman yang sama seperti Minami.
"A-Apa... kau... hanya memberi diriku pertanyaan yang berbeda-beda sekarang!? Kenapa kau terlihat persis seperti Haruka sekarang?! Apa yang kau maksud tentang Minami tidak akan bisa kembali? Kematian dengan cara yang berbeda...?" Mitsuki terlihat kesal, amarahnya menginjak tingkat paling atas sehingga Kuharu menghela nafasnya karena ia perlu menjelaskan semua itu dengan singkat, "Intinya jam pasir yang menempel di keningku ini memasukkan Minami ke dalam sebuah dunia dimana ia akan diperlakukan dengan berbagai kematian yang berbeda... kematian untuk selama-lamanya dimana ia tidak akan bisa beristirahat."
"Ini adalah wujud asliku... selama ini aku adalah kutukan ras Eternal Haru---" Kuharu menerima beberapa serangan dari Mitsuki yang sudah tidak bisa menahan dirinya, ia langsung melancarkan beberapa serangan tetapi Kuharu menghentikan waktu lalu melompati waktu untuk menghindari semua serangan itu sehingga ia membaca masa depan dan melihat serangan yang tidak kasat mata lagi mengarah kepada dirinya.
"Starlight Leaping Strike!" Mitsuki meluncurkan satu tebasan melengkung dari bawah, serangan itu cukup kuat bahkan sampai melemparkan musuh ke udara dan menciptakan luka tebasan yang cukup dalam pada tubuh target hingga menimbulkan pendarahan yang cukup parah. Kuharu mencoba untuk mengundurkan waktu tetapi Lenergy yang ia miliki terkuras karena ia tidak bisa terus menggunakan pengunduran waktu secara berlebihan.
__ADS_1
Mitsuki mulai mempersiapkan diri untuk menahan semua serangan yang dilakukan oleh Kuharu, semua serangan itu ditahan dan diserang kembali oleh Mitsuki. Kuharu sempat terkejut ketika melihat Mitsuki dapat mengetahui serangan yang terarah kepada dirinya. Mitsuki memiliki kemampuan yang dapat digunakan untuk membaca dan menganalisa situasi maupun musuh yang tengah dihadapi saat ini, "Kemampuan apa lagi... Dia tidak jauh dari Minami tetapi lebih mementingkan pertahanan... dibandingkan kecepatan..."
Mitsuki mencoba untuk menyerang Kuharu tetapi ia menggunakan cara yang lain yaitu memperlambat pergerakan Mitsuki dengan hanya menatapnya saja, dalam sudut pandang Kuharu terlihat Mitsuki bergerak dengan sangat lambat tetapi Mitsuki sendiri tidak menyadarinya. Mitsuki melancarkan satu serangan tombak tetapi Kuharu menahan serangan itu dengan menciptakan sabit Crimson sehingga Mitsuki tercengang melihat Kuharu berhasil menahan serangan cepat yang ia lepaskan.
Mitsuki mencoba untuk menjaga jarak tetapi Kuharu melompati waktu untuk mendekati dirinya dan meraih kakinya sehingga Mitsuki merasakan kesakitan yang mengalir di bagian kakinya karena efek dari sihir Crimson, "K-Kenapa kau harus memiliki sihir Crimson!? Aku tidak menerima bahwa kau adalah sisi Eternal dari Haruka...!!!"
"Kalau kau tidak menerimanya maka aku akan membuatmu menerimanya...!!!" Kuharu melompat waktu beberapa kali ditambah dengan kecepatan waktu dalam menyerang dan waktu yang tiba-tiba berhenti untuk Mitsuki agar ia tidak bisa melakukan apapun. Semua kemampuan waktu itu ia gabungkan menjadi satu dengan bantuan jam pasir yang berputar di kening-nya, ia mulai membanting tubuh Mitsuki di atas daratan beberapa kali dan tidak memberi dirinya kesempatan karena ia menyerang cukup cepat karena waktu yang dipercepat.
"Crimson Eruption!" Kuharu menaikkan jari telunjuknya sehingga tubuh Marie dan Mitsuki langsung terbakar dengan aura Crimson yang sangat menyakitkan, mereka berdua menjerit keras dan membuat Asriel merasa sangat kesal. Waktu bertambah semakin lambat untuk dirinya dan ia tidak bisa melakukan apapun karena Kuharu menyadari pergerakan dari Asriel, "Aku akan mengurusmu nanti, Asriel... bersabarlah." Kuharu memperlambat waktu lebih lanjut lagi kepada Asriel.
Kuharu menyadari pergerakan dari Marie, ia terbang ke atas hanya untuk melepaskan sihir gelombang ke arah dirinya tetapi Kuharu hanya bisa menunjukkan senyuman lebar dengan jari telunjuk yang menunjuk gelombang tersebut. Gelombang itu langsung berhenti seketika karena terpengaruh dengan penghentian waktu yang dapat menghentikan benda atau sihir apapun, "S-Sial...!" Marie terluka cukup parah dan tubuhnya terus melepaskan berbagai tenaga dan Lenergy yang ia miliki karena efek dari sihir Crimson yang menghancurkan sihir pemulihan dirinya.
__ADS_1
Marie dan Mitsuki mulai muncul di belakang Kuharu dengan tubuh yang melemah, mereka berencana untuk bekerja sama dalam melawan Kuharu sekarang. Kuharu melepaskan gelombang Crimson melalui tapak kanannya dan mereka berhasil menghindari serangan itu dengan mudah tetapi gelombang itu mulai mengikuti mereka sehingga meledak dalam jarak yang sangat dekat. Ledakan itu dahsyat sekali bahwa melukai Marie dan Mitsuki lebih parah sampai mereka hanya bisa menjerit kesakitan.
Ledakan itu juga mengenai Asriel dan melempar dirinya ke belakang sehingga membebaskan dirinya dari pengaruh waktu yang diperlambat, "Percuma saja, aku tidak ingin merasakan trauma yang sama ketika melawan Minami. Kecepatan yang berkaitan dengan ruangan dan cahaya itu benar-benar menyebalkan, tidak ada yang bisa bermain dengan waktu kecuali diriku... mereka yang mencoba untuk melampaui waktu akan aku berikan arti dari kesakitan yang sebenarnya."
Kuharu melompati waktu hanya untuk memberi Marie siksaan yang sangat menyakitkan, ia menghantam perutnya lalu mencekik dirinya sehingga ia tiba-tiba membeku karena terpengaruh dengan waktu, "Time Freeze!" Kemampuan yang dapat menghentikan waktu untuk selama-lamanya, Marie tidak bisa bergerak dan merasakan apapun sekarang, ia berencana untuk menjadi mereka sebagai sebagai mainan tak bernyawa yang terpengaruh dengan Time Freeze.
Mitsuki menghantam daratan lalu ia melancarkan beberapa serangan kepada Kuharu tetapi ia melompati waktu lalu menghentikannya dengan mudah, ia menghantam wajah Mitsuki sampai ia terlempar ke belakang, "Mortal tidak berguna... aku tidak akan melanjutkan pertarungan ini, kalian akan menjadi ancaman jika aku membiarkan kalian semua tetap hidup...!!!" Kuharu melancarkan satu serangan yang terarah kepada dadanya, ia berencana untuk membunuhnya tetapi Asriel berhasil menghentikan serangan itu dengan menendang tangannya lalu mendorongnya mundur dengan hembusan nafas yang membekukan tubuhnya.
Asriel dengan cepat mengangkat tubuh Mitsuki dan melompat ke arah Marie lalu membawa mereka ke tempat yang lebih aman, tidak lama kemudian Kuharu tersenyum lebar karena ia masih memiliki pertarungan lainnya yang dapat dilanjutkan. Asriel sudah siap untuk bertarung, kali ini ia terlihat kesal tetapi rasa kesal itu ia ubah menjadi sumber kekuatan, kecerdasan dan strategi sudah pasti akan ia gunakan dengan bertahap, "Aku setidaknya mempelajari dirimu... pelan-pelan... aku tidak akan menyia-nyiakan semua kesempatan ini begitu saja."
Kuharu melebarkan matanya untuk membaca masa depan, ia bisa melihat beberapa kekuatan dan kemampuan yang dilepaskan oleh Asriel. Sihir es, sihir itu benar-benar menyebalkan sehingga Kuharu mencoba untuk merancang kembali rencana agar ia bisa waspada. Asriel menunjukkan kuda-kuda bertarungnya lalu ia menatap Kuharu dengan tatapan yang terlihat serius, "Persetan dengan sihir waktu yang kau miliki... aku akan mencoba untuk menulis sejarah dimana..."
__ADS_1
"...waktu bisa dikalahkan oleh kecerdasan!"