Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 699 - The Emperor of all Legends


__ADS_3

Regulus hanya bisa diam selagi menatap kedua tapaknya itu yang di selimuti dengan cahaya putih, kemurnian di dalam hatinya yaitu kejahatan dan kebaikan dalam idealnya sendiri itu cukup membantu.


Ritual dari Saintly Heaven telah memilihnya menjadi seorang Saint Legenda dengan wujud Saintly Heaven keenam dengan campuran dari julukannya sebagai seorang raja.


Untuk pertama kalinya, terdapat seorang raja Legenda yang berhasil di pilih menjadi seorang Saint Legenda dengan wujud seperti itu, rasanya mustahil karena hati mereka yang tidak murni sama sekali.


"Pure Heart ya... ternyata kejahatan dan kebaikanku sama murninya sampai menciptakan keseimbangan yang begitu pas!" Regulus mengepalkan kedua tinjunya.


"Kemurnian... semuanya ada di dalam diriku, seorang Kaisar yang akan di anggap sebagai satu-satunya pemimpin dari segala bangsa Legenda!!!"


Regulus menatap Diablo dan Satori yang saat ini masih bersujud kepada dirinya karena efek dari Saintly Heaven yang memperbesar karismanya sehingga tubuh mereka bergerak dengan sendirinya karena menganggap Regulus sebagai kaisar.


Pikiran mereka masih bisa di lawan karena Satori dan Diablo memiliki harga diri yang cukup besar untuk tidak terpengaruh dengan mahkota di atas kepalanya itu yang dapat mencuci otak sampai menganggap Regulus sebagai sang maha kuasa.


"Apa yang aku lakukan di sini...?! Berani-beraninya kau membuat seorang raja Iblis tunduk kepadamu...!" Diablo menghantam daratan sampai membuat kuil itu retak.


Satori bersama Diablo kembali bangkit karena efek tadi hanya bertahan selama beberapa detik untuk mereka, "Tidak masalah bagiku untuk bersujud seperti tadi."


"Kau telah mendapatkan berkah dari Saint dan surga yang berada di tingkatan paling rendah, serendah apapun itu surga... kekuatannya sudah tidak bisa di bayangkan karena tidak terbatas."


Satori mulai melepaskan satu serangan ke arah Regulus tetapi dirinya langsung terdorong ke belakang karena serangkai serangan yang ia lepaskan tadi tidak mampu menyentuh partikel putih yang membentuk kilat besar.


Satori menatap tinjunya yang mengeluarkan banyak darah bahkan terdapat aliran listrik suci di dalamnya sampai ia sekarang percaya bahwa Saintly Heaven sudah jauh dari cukup untuk membesarkan nama kerajaan Legetsu.


"Dengan ini, kaisar Regulus Khan akan berdiri di paling atas sebagai pemimpin dari seluruh bangsa Legenda bahkan ras lainnya..."


"...sejarah telah tertulis dengan keberadaan diriku ini, dengan karisma yang aku miliki... semuanya akan bertindak dan bersujud kepada satu-satunya Kaisar!"


"Jangan sombong dulu, Regulus. Kau melupakan siapa yang sudah membunuhmu itu..." Diablo mulai berbicara dengan tatapan kesal.


"Raja Diablo, harus berapa kali aku mengatakannya? Kaisar Legenda dan Raja Iblis seharusnya bekerja sama untuk menciptakan era kerajaan menjadi lebih memuaskan..."


"...kita menciptakan lebih banyak era dan kerajaan agar bisa menaklukkan apapun yang kita inginkan, dunia itu luas, dan aku yakin jika semuanya sudah bersujud kepada kita maka..."


"...kita akan pergi keluar alam semesta Touriverse untuk mencari lebih banyak kekuasaan dan kekuatan!" Regulus terus melayang dengan cahaya putih itu sampai ia tidak bisa menyentuh daratan lagi.


"Idemu terdengar cukup menarik... kalau begitu, sudah waktunya untuk membasmi kerajaan dan penduduk yang tidak menganggap kita sebagai seorang raja?" Tanya Diablo.


"Ya, dengan peningkatan Regulus sekarang maka kita tidak perlu takut dengan namanya solusi dari mereka, yang menghalang berhak untuk mati." Satori berjalan keluar dari kuil itu untuk melihat langit-langit yang begitu cerah dengan keputihan cahaya.


Regulus memejamkan kedua matanya lalu menarik nafas dalam-dalam selagi merentangkan kedua lengannya, tubuhnya mulai memancarkan cahaya yang begitu suci berwarna putih sama menekan tubuh Diablo dan Satori.


"Aku bisa merasakannya... ras Legenda telah mempercayai diriku sebagai seorang kaisar, tidak ada namanya dewa atau penguasa kecuali diriku yang harus di sembah." Regulus terus menikmati penambahan kekuatan itu.


"Keburukan dan kebajikan terus menyatu di dalam tubuh Saint ini... aku merasakannya... aliran... sumber... semuanya!!! SEMUANYA!!!"

__ADS_1


Tubuh Regulus melepaskan petir perak yang begitu besar sampai melepaskan dorongan ke arah Diablo dan Satori, planet yang bernama Lentia mulai berguncang cukup dahsyat karena penambahan kekuatan Regulus.


Semua cahaya dan partikel itu mulai ia serap sampai tubuhnya terlihat begitu cerah, Regulus terlihat seorang Dewa tetapi ia tidak memilih jalan itu melainkan jalan yang ia pilih adalah Kaisar Legenda.


""HIDUP PANJANG, KAISAR REGULUS!!!"


""KAISAR REGULUS, SANG MAHA KUASA...!!!""


""TUNDUKLAH KEPADA SANG KAISAR!!!""


""BERSUJUD LAH!!!""


Mereka semua bisa mendengar suara pasukan Legenda yang terdengar begitu keras dari bawah, Satori melirik ke bawah dan ia bisa melihat seluruh Legenda yang berada di planet itu mulai berkumpul.


Kedua mata mereka memancarkan cahaya putih karena terpengaruh dengan karisma Regulus yang hampir memiliki efek sama seperti pencucian otak tetapi mereka mendapatkan berhak dari Regulus.


Saint sepertinya dirinya membagi semua kekuatan tak terbatas itu kepada bangsa yang bersujud dan menyembahnya dirinya sebagai Kaisar yang maha kuasa.


"Sepertinya pengikutku sudah menganggap diriku sebagai sang Kaisar Legenda yang maha kuasa..." Regulus melayang ke depan untuk menyambut semua penduduknya.


Semua Legenda yang berada di planet itu tidak memiliki harapan apapun untuk kembali karena sudah menanggap Regulus sebagai sang Kaisar yang maha kuasa sampai pakaian Kisetsu mereka berubah menjadi zirah perak.


Terdapat lambang Saint di dada mereka bahkan sebuah cincin perak muncul tepat di belakang mereka dengan lambang kerajaan Legetsu.


"Kalian semua telah di pilih sebagai kesatria Saint yang sudah menganggap diriku sebagai sang kaisar... puja lah aku... sembah lah aku..."


Semua kesatria perak Legenda itu mulai memegang erat pedang mereka yang memiliki bilah pedang bercahaya, setelah itu mereka mengangkatnya ke atas sampai semua cahaya itu berubah menjadi warna hitam.


"Hmph..." Regulus tersenyum jahat, perkataan tidak dapat menjelaskan betapa senang dan puasnya dirinya ketika semua orang menyembah dan memuja dirinya sebagai Kaisar Legenda.


Semua raja di planet ini saja bahkan sampai menurunkan mahkota dan mantel mereka lalu berubah menjadi kesatria perak yang memuja dan menyembah dirinya untuk seumur hidup.


"Sudah di pastikan... aku juga harus mengumpulkan pasukan Iblis---" Satori mulai memegang bahu Diablo.


"Kau sudah tidak bisa menganggap dirimu sebagai raja Iblis yang dapat mengubah semua bangsa Iblis menjadi pasukanmu..."


"...sekarang kau telah menjadi seorang Legenda, itu artinya kau harus mempelajari lebih jauh dan tinggi lagi soal bangsa Legenda."


"Ahh... aku mengerti apa yang kau coba katakan, untungnya aku memiliki kemampuan seperti itu untuk menciptakan pasukan sendiri." Diablo menatap tangan kanannya yang terbakar dengan api hitam dengan tambahan darah di dalamnya.


"Jelaskan kepadaku, Satori... apakah Legenda dapat bercampur dengan bangsa Giblis?" Tanya Diablo.


"Aku tidak menyangka kau akan melakukan sebuah eksperimen yang gila... cobalah dulu, aku tidak begitu peduli dengan Iblis tetapi... coba lah dulu sekali."


Diablo mengepalkan tinju kanannya sampai api itu menghilang lalu menyebar di sekeliling planet itu sampai ia bertujuan untuk pergi menuju Zuusuatouri agar bisa melakukan sedikit eksperimen.

__ADS_1


"... ..." Satori dan Diablo merasa keberadaan Regulus berada di belakangnya sampai ia mulai menunjuk kepala Satori dari belakang dengan jarinya itu.


Jarinya menciptakan aliran listrik suci yang dapat membunuh dirinya dalam waktu sekejap, "Terima kasih, penghianat... sekarang aku tidak bisa menggunakan dirimu sebagai alat."


Diablo hanya bisa diam selagi menyilangkan kedua lengannya karena ia sudah mengenal Satori cukup lama sampai ia tidak akan tertipu dan kalah dengan serangan kejutan itu.


"Regulus, aku ini bukan musuhmu yang sebenarnya, kau tahu itu bukan?" Tanya Satori yang masih diam tanpa melakukan pergerakan apapun.


"Ya, aku tidak peduli... mungkin aku ingin melakukan beberapa tes menggunakan kekuatan Saint agar bisa melihat kemampuan aslimu."


"Aku sudah tidak dapat merasakan kekuatan yang menekan tubuhku lagi dari kalian berdua... aku cukup terkejut kalian masih ingin bekerja sama dengan seorang Kaisar."


"Jika kau ingin melakukan sebuah tes terhadap kekuatan yang kita miliki maka kau bisa memperhatikan pertarungan yang akan kami lakukan nanti..."


"...kau masih memiliki tugas yang belum terlaksanakan bukan? Kalah oleh Legenda gabungan itu terasa cukup memalukan..." Sindir Satori secara tidak langsung.


"Walaupun kau mendapatkan kekuatan yang terus mengalir melalui Legend's Boost dan Charisma... tidak ada gunanya melampaui diriku."


"Ya, kau tidak bercanda sama sekali..."


"Jika kau tidak berniat untuk melanjutkan tujuan sama kita dengan bekerja sama, musuh kita dan tujuan kita masih tetap sama karena kita hanya sekedar pion bagi Zenzaku."


"Sejujurnya, aku masih tidak bisa memaafkan diriku yang sudah membasmi habis bangsa Neko Legenda dan Legenda berjulukan lainnya..."


"...tetapi, aku yang seharusnya sudah gugur mengalami reinkarnasi menjadi seorang Ancient Legenda yang di jadikan sebuah pion oleh anak sang pencipta."


"Aku memiliki sesuatu yang lebih penting di bandingkan menghajar kalian berdua..."


"Sesuatu yang penting, ya...? Seperti biasanya sikap kebodohan naif itu tidak akan pernah berubah darimu..." Regulus menyilangkan kedua lengannya.


"Kau bebas berpendapat dan mengeluarkan opini, alasan aku bertarung dan memihak kalian karena tujuan hidupku sudah selesai... aku sekarang berperan menjadi seorang pion."


"Tidak ada alasan lain untuk bertarung kecuali itu."


"Hmph, mudah tertebak bahwa kau tidak berniat untuk bertarung melawan rajamu ini." Regulus mulai memeluk pelan punggung Satori.


"Jika kau bisa mengerti tentang itu maka tetap konsentrasi untuk meninggikan nama kerajaan Legetsu, kau juga harus membasmi sesuatu yang seharusnya sudah punah bukan?"


"Sudah, sudah... aku tidak begitu peduli tentang alasan bertarung, tetapi apakah kau yang memiliki harga diri tinggi dan keras kepala mencoba untuk menjadi sebuah pion?"


"Sungguh langka... kau yang dulunya sangat keras kepala dalam memilih pilihan untuk menderita dan menyerah di perbudak oleh sesuatu." Regulus mulai tertawa.


"Jika pekerjaan kita sebagai pion telah selesai maka aku akan menghajar kalian semua sebelum kembali menuju dunia kematian." Ucap Satori.


"Hmph... kalau begitu, aku akan mengurus sesuatu yang lebih penting..." Beberapa petir suci mulai menyambar kuil itu sampai tubuh Regulus terus bersinar.

__ADS_1


"...menghapus eksistensi semua Neko Legenda!"


__ADS_2