
Ledakan yang begitu dahsyat terjadi di dalam arena, Arata dan Shira bahkan sampai harus menahan pelindung itu agar tidak hancur, mereka kali ini merasa sangat bangga melihat putra mereka mampu menciptakan pertarungan yang sengit.
"Hah... pertarungan ini terasa begitu panjang, tiada ada akhirnya." Rokuro mulai merasakan tubuhnya yang kelelahan bahkan ia sempat memenangkan aduan sihir itu karena ia mengumpulkan kekuatan yang cukup untuk menghentikan Shuan.
"Hanya dengan satu sihir... terlihatlah sebuah celah perbedaan." Rokuro menatap ke bawah dan melihat Shuan yang sedang berbaring di atas serpihan arena, ia selama ini masih bertahan.
"Pertarungan ini terasa seperti bertahan... sekali saja meremehkan atau lengah maka kau bisa saja terbunuh, pertarungan yang saat ini aku rasakan dengan Shuan."
"Cukup menyenangkan dan mendebarkan, di penuhi banyak risiko yang dapat mempertemukan kita dengan maut atau menciptakan ledakan yang mampu menghancurkan segalanya."
Jorgez dan Morgan tercengang ketika melihat Rokuro masih bertahan sedangkan Shuan saat ini berbaring di atas serpihan arena dengan kondisi yang kelelahan.
"Kau bisa menang jika menggunakan Golden Neutron itu dari awal, menghabiskan waktu yang lama di dalam sebuah pertarungan adalah bakatku karena aku akan terus bertambah kuat seiring waktu berjalan berkat dosa Greed itu." Rokuro menarik nafasnya dalam-dalam.
"LIGHT OF HOPE!!! TINGKATAN SERATUS!!!" Shuan kembali bangkit dan ia melesat ke arah Rokuro sampai mengejutkan dirinya.
Tubuh Shuan mengalami banyak tekanan dan stres sekarang, tidak dapat menahan semua kerusakan di dalam tubuhnya karena kekuatan dan Lenergy yang terus terkumpul tanpa pengendalian apapun.
"Grrrrrrr...!!! SHIMATSU ROKURO!!!" Kedua lengan Shuan mulai bergetar tetapi ia akan tetap melawan Rokuro sampai menghajar dirinya beberapa kali.
Rokuro awalnya yang terkejut langsung mengubah ekspresinya menjadi puas karena ia dapat menikmati pertarungan terakhir yang sebenarnya dari Shuan yang terus bangkit.
Rokuro mencoba untuk melepaskan sebuah sihir ke arahnya tetapi Shuan bergerak melewatinya sehingga ia berada tepat di belakangnya sekarang.
"Strategi yang kau gunakan sangat mudah untuk di baca seperti buku yang terbuka lebar...!!!" Rokuro tersenyum serius, walaupun Shuan melancarkan satu serangan dari belakang Rokuro.
Kecepatan Rokuro jauh lebih unggul sampai ia berhasil melakukan serangan pertama yang mengenai perut Shuan, membuat dirinya terhempas ke belakang.
Rokuro melanjutkan serangan itu dengan mengeluarkan sabitnya lalu melepaskan gelombang hitam yang menyebabkan ledakan di sekitar tubuh Shuan.
"Aku... tidak bisa bergerak..."
"...ini belum berakhir---"
Bammm!!!
Shuan terjatuh di atas serpihan arena yang berserakan dimana-mana, Rokuro mencoba untuk tidak mengakhirinya karena ia mendengar perkataan yang cukup melegenda bagi keturunan Shiratori yaitu 'belum berakhir'
"Inilah hasil yang kau dapatkan jika kau terus membuat tubuhmu mengalami stres dan tekanan yang berlebihan..."
"...setidaknya efeknya tidak seburuk yang aku harapkan, awalnya aku berpikir otot-ototmu akan meledak" Kata Rokuro, ia menggunakan waktu untuk memulihkan tinju kanannya yang sudah kehilangan banyak daging.
"Hah... hah... Kau masih membutuhkan kekuasaan penuh terhadap cahayamu terutama Golden Neutron itu." Rokuro mencoba untuk mengumpulkan nafas lalu ia menembusnya dengan pelan.
"Aku mengatakannya karena tubuhku tidak memiliki Lenergy atau tenaga lain untuk melanjutkan pertandingan ini, pertarungan yang cukup baik, Shuan."
"SIAPA BILANG KITA SUDAH SELESAI!?" Terdengar jeritan Shuan dari belakang Rokuro, Rokuro melebarkan matanya ketika melihat Shuan tetap ingin bertarung walaupun sudah kehilangan banyak kekuatan dan tenaga di dalam tubuhnya.
Shuan menghantam dada Rokuro menggunakan kepalanya sendiri sehingga mereka terjatuh di atas arena dengan kondisi yang sama-sama terluka.
"Brengsek... aku tidak bisa menggerakkan tubuhku..." Ungkap Shuan yang mencoba sekuat mungkin untuk kembali bangkit.
"Hah... Hah... Hah..." Rokuro bangkit lalu berdiri tepat di hadapan Shuan dengan tatapan yang terlihat serius.
"Itu saja?!" Rokuro menendang wajah Shuan sampai ia terdorong ke belakang, dengan menerima tendangan seperti tadi, Shuan segera bangkit karena ia masih sadarkan diri.
"Hah... Hah... Hah..."
__ADS_1
"Kedua peserta sepertinya masih bisa melanjutkan final yang begitu sengit ini!!! Walaupun mereka telah menerima banyak sekali kerusakan, harga diri Legenda tetaplah prioritas utama mereka...!!!" Seru Jorgez keras.
Para penonton langsung menyemangati mereka berdua dengan bertepuk tangan keras bahkan Kou dan Haruka terlihat begitu bangga melihat kedua pasangannya dapat bertarung dengan puas.
"Ya... Teruslah seperti itu, Shiratori Shuan! Bangkit... Lawan aku lagi sampai kau puas!" Ucap Rokuro yang terlihat kelelahan juga.
"Ya... aku akan terus bangkit sampai aku merasa puas menghajar dirimu secara habis-habisan, setelah itu aku akan meraih kemenangan..."
"Kalau begitu lakukan...!"
"Haaaaahhhh.... Ahhh..." Suara Shuan terasa begitu lemas bahkan ia sampai tidak bisa menggunakan kekuatan dari Golden Solar Systemnya.
"Ck..."
"Ada apa...? Kau ingin bertarung denganku tanpa menggunakan kekuatan apapun?"
"Kekuatan ini sudah cukup untuk menghajar dirimu, brengsek!!!" Shuan bergerak maju ke arah Rokuro lalu ia melancarkan beberapa serangan yang begitu lambat.
Rokuro menahan semua serangan itu dengan mudah bahkan ia bisa melihat Shuan sudah mencapai batasannya, serangannya terasa begitu lembek baginya.
"Tidak ada kekuatan tersisa di dalam pukulan Shuan sepertinya..." Megumi mulai berbicara, Shira tidak membutuhkan hasil yang baik untuk Shuan karena ia sudah mendapatkan apa yang ia inginkan sejak awal.
Shuan sekarang mulai melakukan beberapa tendangan ke arah Rokuro sedangkan Rokuro menahan semua serangan itu hanya menggunakan tinju kirinya.
"Shuan... pertarungan berakhir, aku menang lagi. Lebih baik menjatuhkan dirimu dari atas arena sebelum keadaanmu bertambah buruk."
"Tutup mulutmu!!!" Shuan melepaskan satu pukulan penuh tenaga dan Rokuro berhasil menghindarinya sehingga ia mulai menangkap kedua tinjunya itu.
"Jika ini yang kau inginkan maka terserah, aku sudah cukup puas bertarung denganmu di babak final ini! Lama-lama aku merasa muak!" Rokuro menghantam wajah Shuan sampai ia terhempas ke belakang.
"Shuan...!" Seru Kou.
"Bertahanlah, Shuan!" Seru Megumi.
"Dia dalam masalah, pukulan tenaga tadi menghabiskan seluruh kekuatan dan tenaga terakhirnya..."
"Nrggghhh... Ugh... aku belum selesai, aku tidak ingin merasakan kekalahan lagi dari, Rokuro..." Shuan mulai mengingat dirinya beberapa bulan yang lalu, dipenuhi dengan kegagalan dan terlalu sering merasakan kekalahan yang memalukan.
"Aku ingin melihat senyumannya... ketika aku berhasil menyembuhkan dirinya... dan... aku ingin mendapatkan rasa bangga dari Ayah... Ibu... Kakakku..." Shuan berusaha untuk bangkit lagi.
Membuat para penonton terkejut sampai mendukung Shuan untuk terus berusaha, dukungan mereka sampai kepada Shuan sehingga ia memaksa tubuhnya untuk terus bangkit.
Shuan berhasil berdiri tegak, melihat Rokuro yang saat ini berada tepat di hadapannya, lagi-lagi memberikan saingannya sebuah kesempatan untuk melakukan sesuatu.
"Aku berjanji demi harga diriku... juga janjiku... aku akan memenangkan pertarungan ini!"
"H-Hebat... dia masih bisa bangkit." Shou terkesan ketika melihat dirinya yang asli masih bisa bertahan.
"Jangan meremehkan tekadku sebagai keturunan Shiratori, kami tidak akan pernah menyerah sampai tujuan itu selesai... itulah kenapa, tetaplah bangkit dan berdiri tegak sampai ajal menjemput!"
"Pukulanmu tadi tidak terasa sama sekali...!" Seru Shuan sehingga ia melompat ke arah Rokuro lalu melancarkan beberapa serangan lagi dan lagi.
Serangan itu berhasil Rokuro hindari dan ia mulai membalasnya dengan menghantam wajah Shuan sampai ia terjatuh tepat di hadapannya.
"Shuan..." Kou tidak tahan melihat Shuan terluka seperti itu, ia langsung menutup kedua matanya.
Shuan kembali bangkit, pukulan yang Rokuro lepaskan tadi mampu membuat mata kiri Shuan bengkak.
__ADS_1
"Kau pikir aku sudah selesai...?" Kedua kaki Shuan terasa sangat lemas sekarang bahkan ia mengalami kesulitan ketika mencoba untuk mendekati Rokuro.
Shuan melompat lalu melancarkan beberapa serangan lagi tetapi Rokuro menahannya, setelah itu menendang perut Shuan sampai ia terdorong ke belakang.
Shuan kembali maju dan terus melancarkan beberapa serangan tetapi Rokuro menahannya lagi dan lagi lalu membalas serangan itu dengan serangan lainnya.
Shuan menghantam perut Rokuro dan Rokuro menghantam perut Shuan, Shuan menerima kesakitan lebih besar di bandingkan Rokuro bahkan ia sampai memuntahkan banyak darah melalui mulutnya.
"Uogghh---" Rokuro mulai menghajar Shuan sekarang dengan menghantam kepalanya beberapa kali menggunakan kedua tinjunya.
"Pukulan ini... terasa berbeda... tubuhku perlahan-lahan hancur seperti jendela kaca yang pecah..." Ungkap Shuan sehingga tengkuknya mulai Rokuro pukul sampai ia berlutut di atas tanah.
"Akhiri final ini sekarang juga, Shuan... Nol kesempatan untukmu, kita dapat bertarung lagi nanti."
"Jika aku menyerah begitu saja maka... aku akan terus merasakan kekalahan lagi darimu, sebagai keturunan Shiratori itu cukup memalukan!" Shuan mulai memegang erat lengan kanan Rokuro lalu ia mencoba untuk membanting tubuhnya.
Rokuro melepaskan aura melalui lengan kanannya sampai mendorong Shuan ke depan, ia kembali bangkit lalu menatap Rokuro dengan tatapan yang terlihat lemas.
"Belum... aku tidak bisa kalah... aku tidak ingin... Hah... Hah... Hah..." Rokuro maju ke depan lalu menghantam wajah Shuan sampai ia terhempas ke belakang, masih belum menyentuh daratan merah.
"Shuan... Shuan... Shuan... Apa yang kau lakukan!?"
"Nrrgghh..." Shuan tiba-tiba mendengar suara Korrina seketika.
"Shuan!" Panggil Kou.
"Ck..." Shuan kembali bangkit dan itu benar-benar membuat semua orang terkejut karena Shuan masih bisa bangkit lagi dan lagi.
"Hah... Hah... Hah..." Shuan terus mengumpulkan nafasnya.
"Kau benar-benar mendapatkan banyak kehormatan dariku, Shiratori Shuan. Kau memanglah nomor satu, kau terus memperdalam harga dirimu sebagai Legenda dan Shiratori." Kata Rokuro.
"Aku bertarung demi senyuman Kou... Demi kebanggaan Ayahku, Ibuku, dan Kakakku...! Kau pasti tidak akan merasakan perasaan yang sama denganku...!" Shuan melesat maju ke arah Rokuro.
Rokuro langsung menghantam wajahnya sampai ia terdorong ke belakang tetapi Shuan masih tetap bangkit.
Pikiran Shuan seketika mengingat dan melihat Kou tersenyum selagi memanggil namanya sendiri, melihat dan mendengarnya saja membuat dirinya merasa sedih seketika.
"Kekuatan datang melalui kebutuhan bukan keinginan!"
"SHINING JUSTICE!!!" Shuan melepaskan Shining Justice melalui mulutnya tetapi Rokuro berhasil menangkis sihir itu ke atas.
Bammm!!!
Shuan terkejut ketika melihat Rokuro masih berdiri tegak di hadapannya, "Be... Brengsek...!!!"
Shuan melakukan serangan lainnya tetapi Rokuro berhasil menangkap tinjunya menggunakan tapak kanannya.
"Setidaknya kau sudah mendapatkan banyak kehormatan dariku dan semua penonton, Shuan. Aku mengakuinya bahwa kau nomor satu, jauh lebih hebat di bandingkan diriku!"
"Kemenangan milikku..." Rokuro menghantam wajah Shuan dengan penuh tenaga sampai melempar dirinya ke belakang.
"Aku tidak bisa memenuhi janjiku... aku benci diriku karena itu, pada akhirnya... aku hanyalah sampah yang dipenuhi kegagalan dan..."
"...orang ***** yang rusak, aku tidak dapat melihat senyumannya lagi..." Shuan mulai menangis dan ia langsung terjatuh dari arena.
Shuan telah menyentuh daratan merah yang mengartikan dia telah kalah, itu artinya pemenangnya adalah Rokuro.
__ADS_1
"Final kedua telah berakhir...!!! Shimatsu Rokuro..."
"...telah memenangkan pertarungan ini!!!"