
"Fuhahahahahaha!!! Diablo...!!! Kau memang menakjubkan, aku tidak menyangka kau akan mengarah langsung kepada hadiah utama itu...!!!" Zenzaku mulai tertawa keras mengetahui Honoka sudah mati.
"Aku memerintah dirimu untuk mengincar Hinoka... tetapi kau malah membunuh ibunya, inilah yang di namakan di kasih ginjal tetapi malah memilih jantung?!"
Zangetsu sendiri terlihat kesal karena harga dirinya sebagai cucu dari sang pencipta hancur ketika mengetahui seorang mortal seperti Diablo mampu mengalahkan Honoka dengan benar.
Motivasi untuk bertambah kuat terus meningkat karena Diablo dan Zoiru terasa seperti menindas dirinya sampai Zenzaku tidak memedulikan lagi soal anaknya yang sudah gagal menjalankan rencananya itu.
Zangetsu mengepalkan kedua tinjunya lalu ia berjalan pergi untuk melakukan beberapa latihan agar ia bisa melaksanakan tugas lainnya karena Zenzaku sempat memperingati dirinya bahwa ia akan menciptakan tubuh yang baru untuknya.
Zenzaku melihat sebuah aura suci muncul di hadapannya, berkumpul menjadi satu sampai menciptakan sebuah jantung Holy Corpse yang di dapatkan karena sudah menghancurkan segel dengan membunuh Honoka.
"Akhirnya... jantung dari Holy Corpse... jantung milik Ayahku berada di genggamanku!" Zenzaku memegang jantung yang berdetak itu lalu ia mulai menyimpannya di sebelah takhtanya.
"Kau tidak akan menggunakannya, Ayah?" Tanya Zangetsu.
"Aku membutuhkan tubuh Holy Corpse untuk menggunakannya... jika tidak maka diriku tak bisa menahan semua kekuatan dan kehidupan dari jantung Holy Corpse." Zenzaku mulai memegang dagunya.
"Satu keturunan Comi yang paling berbahaya sudah mati sekarang... tetapi masih terdapat dua tersisa, aku yakin mereka sulit untuk dihentikan." Kata Zenzaku sambil memegang dagunya.
"Untuk sekarang... aku sudah merasa puas dengan apa yang ku lihat sekarang, Touriverse dalam masa revolusi!"
"Hahaha..."
"...HAHAHAHAHA!!!"
"FUHAHAHAHAHAHAHAHA!!!"
***
Koizumi memegang erat jam pasir itu yang terdapat Regulus dan Rokuro di dalamnya, ia menjebak Regulus di dalam pasir waktu itu agar dirinya tidak bisa melarikan diri melainkan menerima serangan dari Rokuro.
Terdapat dosa Greed yang besar di dalam jam pasir itu sampai menyerap semua kekuatan yang Koizumi anggap musuh, apapun kekuatan atau kemampuan yang mereka gunakan, semuanya akan di serap sampai memperkuat jam pasir itu.
"Untuk sekarang sudah aman... kita harus secepatnya melapor kepada yang lain bahwa raja dari Legetsu sudah di tangkap." Kata Haruka sambil memulihkan tubuhnya.
"Rumah dan pulau kita..." Koizumi terlihat murung ketika melihat tempat tinggalnya hancur karena serangan yang mendadak itu.
"Kita bisa memperbaikinya, Mama akan meminta Honoka untuk mengembalikan semua kehancuran ini." Haruka mulai memegang tangan Koizumi erat karena ia tidak mau membiarkannya sendiri di situasi seperti ini.
"Berlian kita juga masih banyak... kita masih bisa membeli lebih banyak barang yang sudah rusak." Haruka dan Koizumi terbang ke atas langit.
"Simpan Hourglass itu di tempat yang aman, Koizumi... jangan biarkan raja sialan itu melarikan diri, aku yakin Ayah sedang menikmati waktunya menyiksa dirinya." Haruka terkekeh.
"... ..." Haruka terdiam seketika merasakan perasaan yang begitu berat dan menyakitkan di dalam hatinya, mungkin karena situasi bertambah semakin buruk sekarang.
Di sisi lainnya, terdapat Kou yang sedang membereskan kabin itu dari debu dengan bantuan Shinobu yang menggunakan kedua lengan robotnya itu yang dapat berubah menjadi alat pembersih.
"... ..." Kou duduk di atas kasur lalu ia memegang kepalanya yang terasa pusing seketika, entah kenapa firasat yang ia rasakan jauh lebih buruk di bandingkan sebelumnya.
"Mama... ada apa...?" Tanya Shinobu selagi menurunkan kedua telinganya karena ia bisa membaca pikiran dan ekspresi Kou dengan mudah.
"Tidak ada... mungkin karena berpikir yang tidak-tidak membuat Mama seperti ini." Kou mengelus kepala Shinobu lalu ia mencoba untuk tersenyum tetapi tidak bisa karena firasatnya itu.
"Anuu... Mama..."
"Mmm?"
"Koneko ingin bertemu dengan sepupu..." Ucap Koizumi yang merasa kesepian seketika karena ia bisa melihat situasi yang Kou hadapi cukup rumit, mungkin ia butuh waktu untuk sendirian.
"Boleh saja... hehehe, kamu sudah merindukan mereka ya?" Tanya Kou yang mulai menggendong Shinobu, ia berjalan keluar untuk menghirup udara segara.
""Kou Comi!!! Cepat keluar sekarang juga...!!!""
Kou melebarkan matanya ketika mendengar banyak sekali suara orang memanggil dirinya di luar kabin itu, Shinobu mulai mengeratkan pelukannya kepada Kou karena ia bisa mendengar suara orang marah.
"Mama... di luar berisik sekali... apakah semuanya baik-baik saja...?" Tanya Shinobu yang terlihat khawatir karena ia bisa mendengar perasaan dan emosi seseorang di luar sana.
"Mereka semua merasa marah, kesal, terkhianati, dan dipenuhi benci..." Ucap Shinobu pelan, Kou sudah mengetahuinya sehingga kedua kakinya bergetar seketika.
Kou dapat berjalan dan bergerak kembali berkat bantuan alat teknologi yang membantu dirinya untuk berjalan serta berdiri, tetapi rasa takutnya itu entah kenapa membuat kedua kakinya bergetar seketika.
"Aku juga tidak tahu... tunggu di sini ya, Koneko." Kou menempati Shinobu di atas lantai lalu ia memintanya untuk tidak keluar dari kabin itu.
"Mmm... Koneko menunggu..." Shinobu mengangguk lalu ia duduk di atas lantai sambil menunggu Kou, ia melihatnya keluar dari kabin.
Kou tercengang ketika melihat banyak sekali pasukan Legenda berzirah bersama seluruh penduduknya berdatangan di hadapan kabin itu selagi mengangkat obor dan senjata.
"Dasar penghianat...!!!"
"Wajah bermuka dua...!!!"
"Rendahan...!!!"
"Ganti rugi...!!!"
__ADS_1
Kou di sambut dengan omongan yang begitu negatif dan kasar dari mereka bahkan ketika Kou keluar dari pelindung itu, mereka mulai melempar batu kepada dirinya.
"Tu-Tunggu dulu... apa yang terjadi...?!" Tanya Kou yang terlihat kebingungan.
ia menerima semua lemparan batu itu sehingga pikirannya memperingati dirinya bahwa mereka semua merasa sangat kesal sampai menumbuhkan rasa benci yang begitu besar kepadanya.
Semuanya dipenuhi emosi dan perasaan negatif sampai Kou bisa menebak apa yang mereka mau, ganti rugi dan tanggung jawab atas semua nyawa karyawan yang sudah hilang bahkan insiden yang terjadi sejak Futsu dan sepupu lainnya ketika masih hidup.
Shinobu yang berada di dalam kabin bisa mendengar suara yang begitu keluar di luar sana, penuh dengan teriakan dan protes sampai ia bisa mendengar Kou meringis kesakitan karena menerima batu itu.
Kou mencoba untuk mendengar mereka tetapi semua perkataan keluar secara bersama sehingga seseorang mulai menghentikan keributan itu dengan melepaskan sihir ledakan yang besar ke atas langit.
BAAAMMMM!!!
"Para Legenda, tetaplah tenang dan biarkan satu orang pantas yang berbicara kepada seorang monster yang menyamar ini..." Ucap Legenda yang melepaskan sihir itu.
Mereka semua melihat Legenda itu memiliki sebuah mahkota emas di atas kepalanya, ia mulai berjalan ke depan bersama seluruh pengawalnya sehingga seluruh penduduk Legenda itu mulai memberikan jalan.
Kou hanya bisa diam, ia sudah menerima banyak masalah dan kekacauan hari ini, di mulai dengan kehancuran gedung Co. Corp sampai kehilangan banyak hal dan sekarang reputasinya mulai runtuh kembali.
Semua yang berasal dari seratus, tingkatan paling atas akan turun kembali menuju nol bahkan bisa saja menginjak negatif karena Kou bisa melihat beberapa Legenda memegang sebuah alat yang menyiarkan berita secara langsung.
"Kou Comi..." Raja Legenda itu mulai menghadapi Kou secara sambil memegang lembaran kertas yang mengandung banyak riwayat masalah Kou dan Korrina.
"Raja Sargon..." Kou mengetahui raja itu, bisa di bilang ia adalah Legenda yang cukup bijak sejak itu karena pernah membantu semua bangsa Legenda ketika Rxeonal menyerang.
"Sepertinya kau tidak dapat memenuhi harapan semua orang lagi ya... kau malah menipu mereka satu per satu bahkan sampai menghilang pertanggung jawaban yang Korrina katakan sejak itu."
"Jelaskan kepadaku... semua riwayat yang sudah kau lakukan sangat banyak bahkan melihat gedung Co. Corp hancur sampai merugikan banyak nyawa..."
"...apakah kau pantas menjadi seorang pemimpin untuk semua penghuni Touriverse? Bisakah kau jelaskan apa yang terjadi...? Dalam situasi seperti ini?"
"Gedung Co. Corp di serang oleh raja dari Legetsu... dia cukup kuat bahkan semua sistem keamanan dan diriku tidak dapat menghentikannya." Ucap Kou dengan kedua matanya yang berkaca-kaca.
Entah kenapa dia sudah muak dengan masalah yang menabrak dirinya beberapa kali, ia masih belum merasa begitu tenang tetapi sekarang ia mulai di serang oleh semua penduduk Legenda.
"Sudah risikomu untuk menjaga gedung yang di isi oleh banyak nyawa bukan...? Bahkan semua karyawanmu bukan dari bangsa Legenda saja." Ucap Sargon.
"Aku tahu itu... aku minta maaf---"
"Kami tidak ingin mendengar itu darimu, Kou Comi. Lebih baik jelaskan riwayat apa saja yang sudah kau dan Ibumu lakukan...?" Tanya Kou.
Pikiran Kou terus terganggu sampai ia tidak berniat untuk menggunakan The Mind karena insiden kehancuran dari Comi's Corporation memang salahnya sendiri karena tidak mampu menghentikan serangan itu.
Reputasi Shimatsu dan Phoenix yang sudah hancur saja bahkan sampai membuat Kou melindungi mereka beberapa kali, semua sepupunya mengetahui apa yang ia lakukan sampai sebagainya di laporkan kepada penduduk lain.
"Sudah ku duga!!!"
"Bagaimana bisa seorang ratu Touriverse membela yang salah!?"
"Dasar manipulatif!!!"
"Tidak ada...!!! Tanggung jawab apa yang kau maksud itu, hah!? Banyak nyawa hilang karena kau...!"
Kou hanya bisa diam mendengarkan perkataan negatif dari mereka bahkan ia sampai di lempari oleh batu lagi sampai kulitnya mulai memar, Kou hanya bisa diam karena ia berhak menerima semua hukuman itu karena sudah gagal.
"Aku tidak menyangka kau akan berubah menjadi serendah ini, putri dari Korrina Comi." Ucap Sargon.
Kou hanya bisa mengangguk, ia terus mendengar perkataan Sargon yang mengumbar riwayat buruk dari Kou dan Korrina, semua masalah ini hanya bisa di pertanggung jawab kan oleh Kou sedangkan kedua saudaranya tidak ikut campur.
Hanya Kou yang menanggung semuanya karena ia ingin Honoka dan Haruka bisa menikmati kehidupan baru mereka bersama suami yang sudah membawa mereka pergi.
"Ibuku mati di gedung itu...!!!"
"Semua keluargaku mati...!!! Bekerja di Co. Corp...!!!"
"Memangnya apa yang terjadi jika nyawa sudah hilang...!? Apakah kau bisa menggantinya...!?"
Sebagian dari mereka menangis dan protes soal teman dan anggota keluarga mereka yang gugur karena serangan dari pasukan Satori ketika menghancurkan gedung itu.
"Korrina Comi juga pasti akan menghadapi perlakuan yang sama denganmu jika saudara dan ayahnya memberitahu semua kebenaran buruk dari kalian..."
"...tanggung jawab kalian memang tidak bisa di lanjutkan ya? Banyak kerugian yang muncul bahkan kau sampai membela yang salah."
"Bukan aku saja yang setuju tetapi... Sebagian ras memiliki pikiran dan pilihan yang sama dengan kita bahwa kau resmi menjadi Legenda rendah yang akan di pajang dengan informasi buruk."
"... ..." Kou mengangguk pelan, ia berhak menerima hukuman itu karena sudah gagal.
"Jangan mengangguk seperti itu!!! SUAMIKU MATI KARENA GEDUNGMU YANG HANCUR ITU!!! DASAR TIDAK BERGUNA!!!" Seorang gadis mulai menampar wajah Kou cukup keras sampai ia terjatuh di atas tanah.
"Tanggung jawab!!! Atas semua kekacauan dan masalah yang sudah kau perbuat selama ini...!!! Tidak ada lagi yang namanya Ratu Touriverse melainkan raja dari setiap pemimpin yang dapat kami percayai!!!"
Hukum dan kehidupan bertambah semakin buta sekarang, bukan untuk bangsa Legenda saja tetapi semua ras yang mengalami masalah soal kebohongan, kerajaan, permusuhan, dan perselisihan.
"Kou Comi... semua orang bisa saja mengetahuinya, kehancuran gedung Co. Corp dan kebenaran ratu Touriverse." Sargon melempar lembaran kertas itu kepada Kou.
__ADS_1
"Apakah kau bisa bertanggung jawab dengan semuanya...? Mungkin mengembalikan nyawa yang sudah mati memang tidak bisa tetapi kami ingin kau ganti rugi."
"Ganti rugi...?" Kou mencoba untuk bangkit selagi memegang pipinya yang memar.
"Kau harus membayar sebanyak seratus triliun Legend's Diamond dengan mata uang lainnya... jika kau menolak maka kau memang penjahat."
"Setiap kerajaan atau tempat mungkin akan memperlihatkan wajahmu sampai kau memiliki nilai yang cukup tinggi untuk di tangkap."
"Aku sudah tidak punya apa-apa lagi... semuanya hancur, aku akan usahakan..." Ucap Kou dengan tatapan yang mencoba untuk terlihat biasa saja.
"Sekarang..."
"Maafkan aku... aku benar-benar meminta maaf... aku sudah mencoba sekuat dan sebisa mungkin untuk bertanggung jawab tetapi aku sendiri memang tidak sempurna sampai memiliki batasan..." Kou menundukkan kepalanya kepada mereka.
"Kata maaf tidak akan bisa menyelesaikan apapun, contohnya barang yang sudah hancur... ketika kau meminta maaf, apakah barang itu akan diperbaiki?"
"Semua hati dan perasaan orang lain hancur karena sudah kehilangan banyak nyawa yang penting... bahkan kau sendiri membela dua keturunan yang menyebabkan semuanya runtuh."
"Aku sudah tidak punya apa-apa lagi..." Kata Kou selagi menggelengkan kepalanya.
"Omong kosong, kau masih memiliki Android yang canggih itu bukan? Terpaksa kau harus menyerahkan semua teknologi dan sistem Tech kepada kami..."
"Tidak bisa... Tech itu sudah salah satu keluarga dari---"
"JANGAN BANYAK ALASAN!!!" Gadis yang sama mulai menampar pipi Kou sangat keras sampai Shinobu bisa mendengarnya, ia mengintip melalui lubang kunci.
"Bayar!!! Bayar rugi...!!! Dasar Legenda rendah...!!!"
"Nyawa tidak akan kembali...!!! Kemana tanggung jawabmu?!"
"Gadis kecil sepertimu... entah kenapa kita menjadi buta dan bodoh untuk mengandalkan gadis kecil sepertimu yang memiliki banyak kekurangan!!!"
Mereka semua mulai melempari batu kepada Kou sehingga ia mencoba untuk menahannya tetapi serangan batu itu mengandung sihir tenaga di dalamnya.
"Aku mohon... biarkan aku bertanggung jawab dan menyelesaikan semuanya dengan caraku..." Kou bersujud di hadapan raja itu.
Sargon menginjak kepala Kou, "Kami sudah muak dengan kesempatan apapun... jika kau tidak mampu membayar maka berikan nyawamu kepada kita..."
Sargon menendang dahi Kou sampai ia terdorong ke belakang, menerima lebih banyak lemparan batu sampai kulitnya mulai tergores sampai bengkak, mengeluarkan banyak darah.
Keningnya yang di tendang juga bahkan sampai mengeluarkan darah yang mengucur, Kou menatap mereka semua dengan tatapan bersedih sehingga Shinobu keluar dari kabin itu lalu melindungi Kou.
"Aku mohon...!!! Hentikan!!! Hentikan...!!! Jangan sakiti Mamaku...!!!" Teriak Shinobu keras dengan air mata yang sudah mengalir deras karena melihat ibunya terus disakiti oleh mereka.
"Jangan menyakiti, Mama...! Hweeeeehhhhh!" Shinobu mulai menangis selagi memeluk Kou erat, mencoba untuk melindungi dirinya dari lemparan batu yang mulai mengenai punggungnya.
"Koneko...?!" Kou melihat Shinobu menerima semua lemparan batu itu, ia mencoba untuk melindunginya tetapi mereka berhenti melempar ketika melihat Shinobu.
"Lihat anaknya... sungguh mengerikan..."
"Sudah termasuk Legenda yang dulunya rendah... Neko Legenda..."
"...lihat dia, mata kanannya terbuat dari teknologi bahkan kedua kaki dan tangannya, dia terlihat seperti setengah robot..."
"Sungguh mengerikan..."
"...dia bahkan sampai melahirkan putri yang aneh seperti itu."
Walaupun Shinobu menangis, ia tetap melindungi Kou dari mereka semua sampai ia melihat Sargon mendekati dirinya dengan tatapan serius.
"Ternyata kau sudah memiliki seorang anak ya... jika kau tidak ingin membayar semuanya maka anakmu akan menjadi sandera." Sargon mulai memegang erat kepala Shinobu.
"Lepaskan aku...! Jangan melukai, Mama...!" Tubuh Shinobu mengeluarkan cahaya tetapi itu tidak memberi efek apapun.
"Malang sekali kamu, lahir tidak sempurna bahkan sihir yang kau miliki sangat lemah!" Sargon menghantam wajah Shinobu sampai ia terjatuh dan pingsan.
"KONEKO...!!!" Kou mulai menangkap Shinobu lalu memeluknya erat sehingga mereka lanjut melemparkan semua batu itu kepada mereka.
Kou melindungi Shinobu dengan menerima sebuah batu itu sampai Sargon mundur ke belakang, tubuh mereka merinding seketika sampai menjatuhkan keringat dingin.
"... ...?!" Sargon menoleh ke belakang lalu ia menunduk, berhasil menghindari satu serangan yang membelah tubuh pasukan di hadapannya.
""AAAAAGGGGGHHHHHH!!!"" Mereka semua terbunuh satu per satu dengan tubuh yang meninggalkan banyak luka tebas yang dipenuhi darah.
"Apa yang kalian lakukan dengan keluargaku!?" Terdengar suara Shuan di atas langit dengan taringnya yang bertambah panjang sampai kedua matanya yang tajam memancarkan cahaya merah dari amarah Neko Legenda.
"Shuan...!!! Hentikan...!" Kou melihat Shuan mulai membunuh mereka semua satu per satu sehingga Sargon sekarang memutuskan bahwa Kou memang penjahat yang memihak keturunan Shimatsu dan Phoenix.
Sebagian dari mereka melarikan diri, Shuan mencoba untuk membunuh mereka semua karena amarahnya yang sudah menginjak tingkatan paling atas sampai ia tidak akan membiarkan mereka pergi begitu saja.
"Hentikan...!!!" Seru Kou keras, mengendalikan pikiran Shuan sampai ia jatuh tertidur.
Dengan semua masalah yang terjadi, sudah tidak ada yang bisa mereka lakukan kecuali melanjutkan kehidupan sebagai seorang rendahan yang di musuhi oleh hampir semua penghuni.
"... ..." Kou menundukkan kepalanya, melihat Shinobu mengalami luka yang berdarah di pipinya
__ADS_1
"...maaf, Koneko..." Kou mulai menangis.
"...maafkan Mamamu yang lemah ini..."