
Zeth bersama pasukannya merasa terancam, mereka segera melesat maju menyerang, dalam sekejab seluruh pasukan Oather mulai diselimuti dengan cahaya Asuka lalu menipis sampai dirinya melahap seluruh cahaya itu menggunakan kedua bunga mawar yang muncul di belakang punggung-nya, mahkota bunga itu mampu menghisap seluruh cahaya tersebut.
Zeth melompat menuju arah Asuka dimana Chiara dan Akina mencoba untuk melindunginya tetapi mereka terlempar ke belakang karena beberapa pasukan Oather yang mulai menyerang bersamaan. Asuka tidak bergeming sedikitpun saat terkena serangkaian sayatan yang tidak kasat mata tersebut, Zeth melepaskan sebuah gelombang hijau melalui mulutnya.
Asuka segera menembak gelombang tersebut menggunakan senapan-nya dan melanjutkan serangan itu dengan menendang wajah Zeth lalu melepaskan beberapa gelombang sayatan menggunakan pedang-nya. Zeth menangkis ke atas serangan itu dan ia mulai mengeluarkan aura hijau yang menjalar luas ke arah Asuka.
Serangan Zeth mengenai tepat tubuh Asuka yang sejak tadi terlihat hanya diam saja, Asuka segera melebarkan keempat sayap-nya yang melepaskan partikel-partikel kesucian yang mampu membuat Zeth mengalami efek yang sangat tidak menguntungkan, ia tidak bisa bergerak. Mata Zeth melebar melihat Asuka, Chiara, dan Akina mulai membentuk formasi segitiga dimana Zeth sedang berada di tengah segitiga itu.
Beberapa pasukan Oather datang dan mencoba untuk menggagalkan serangan kombinasi ketiga malaikat itu, tetapi mereka bertiga segera melancarkan serangan bertubi-tubi masih di posisi segitiga itu. Jantung Zerth berdetak dengan cepat saat melihat mereka bertiga mulai bergerak mengelilingi dirinya.
Zeth segera melarikan diri dari setiga itu secara spontan mengambil pilihan untuk mundur sendirian dan seluruh pasukan-nya masih berada di posisi untuk menyerang mereka bertiga, Asuka segera mengikuti Zeth dengan kedua matanya yang berwarna merah berlian. Zeth berkeringat dingin dimana ia segera melancarkan beberapa serangan tetapi Asuka berhasil menahan seluruh serangan itu menggunakan pedang-nya.
Asuka yang menunjukkan ekspresi wajah datar segera mengayunkan pedang-nya membentuk garis horizontal dan vertikal, dia melanjutkan serangan pedang itu dengan melukai seluruh tubuh Zeth menggunakan senapan-nya sampai terdapat beberapa simbol bunga mawar di tubuh Zeth yang dapat memberikan serangan Asuka menjadi terasa lebih menyakitkan.
Asuka mengayunkan pedang-nya beberapa kali sambil menari dan melepaskan beberapa kelopak mawar, ia mengubah seluruh kelopak mawar itu menjadi sumber kekuatan terhadap satu peluru yang akan Asuka tembak menggunakan senapan-nya, Asuka menghantam perut Zeth menggunakan ujung senapan-nya lalu ia menarik pelatuk-nya dengan cepat.
Tubuh Zeth terbelah bersamaan dengan planet yang berjarak ribuan kilometar yang tampak jauh di sana. Zeth tidak bisa menyangka bahwa wujud tingkat kesucian sempurna Malaikat akan sekuat ini bahkan pasukan Giblis saja sudah mencoba untuk beradaptasi tetapi berakhir menjadi sumber kekuatan itu sendiri untuk Asuka.
Semakin banyak pasukan Giblis yang beradaptasi dan memiliki cahaya suci seperti Asuka maka semakin kuat dirinya akan berkembang, ibaratnya satu Giblis memberi Asuka kekuatan lalu ia membunuh Giblis tersebut dan Giblis lainnya beradaptasi lalu memberi Asuka kekuatan yang lebih kuat dari sebelumnya.
Rxeonal dari jauh berkeringat melihat Asuka yang mampu mengalahkan Zeth dengan kekuatan-nya sendiri bersama pasukan Oather dan Giblis, ayunan kecil Asuka sekarang dapat menyebabkan tubuh Zeth dipenuhi dengan sinar cahaya merah muda. Keringat dingin mulai mengucur deras dari tubuh Zeth ketika melihat Asuka dengan kedua matanya yang memancarkan sinar suci.
__ADS_1
Semakin waktu berjalan semakin banyak pasukan musuh terus bertambah jumlah dan kekuatan, pasukan Giblis dan Oather mulai bekerja sama sehingga saling memberi satu sama lain kekuatan yang hebat, pasukan Malaikat dan Legenda tidak mampu bertahan cukup lama karena tenaga dan kekuatan mereka yang terbatas seiring waktu berjalan. Batasan dan juga kelelahan yang membuat mereka terbunuh.
Pasukan Legenda dan Malaikat sekarang tidak bisa memberikan perlawanan berarti apalagi meminta bantuan, Asuka bersama kedua temannya tidak bisa menahan seluruh pasukan Oather dan Giblis itu dari pasukan Malaikat yang sedang beristirahat dan memulihkan kondisi mereka.
Suasana luar angkasa mulai dipenuhi dengan darah yang melayang dimana-dimana, serangan kuat yang berasal dari pasukan Giblis dan Oather mampu membuat banyak korban yang jatuh dari pasukan Malaikat dan Legenda.
Meskipun jumlah pasukan Legenda dan Malaikat terus berkurang, Asuka masih memikirkan beberapa rencana agar ia bisa menang melawan Zeth dan menghabisi seluruh pasukan-nya. Shira memberi mereka sebuah sinyal untuk menghabiskan Zeth adalah tujuan utama mereka sedangkan pasukan lainnya bisa diserahkan kepada Shira yang saat ini masih bertarung melawan Yusa.
Akina dan Chiara dipenuhi dengan amarah tinggi melihat pasukan mereka yang terbasmi habis, pasukan Android dan Cyborg juga tidak mampu bertahan cukup lama karena mereka terkalahkan dengan hanya satu serangan dari pasukan Giblis. Asuka mulai menepuk punggung Akina dan Chiara lalu memberitahu mereka untuk menggunakan formasi segitiga kematian.
"Chiara... Akina... Asuka juga merasakan emosi yang sama dengan Akina dan Chiara, tetapi... Semua emosi itu mari kita balas dengan kepala dari Zeth. Ketiga malaikat melakukan kombinasi segitiga mematikan!" Kata Asuka.
"Hmmm!" Chiara dan Akina mulai mengangguk sambil tersenyum serius.
Zeth mencoba untuk menyerang mereka tetapi berakhir dengan beberapa luka sayat di seluruh tubuhnya karena mereka mulai bergerak mengelilingi-nya selagi melancarkan beberapa serangan yang tidak terlihat. Pergerakan mereka mampu membuat Zeth kebingungan bahkan keringat dingin mulai muncul di sekitar tubuhnya.
Mortem mulai merapatkan gigi-nya ketika melihat Zeth yang mulai kewalahan karena serangan tarian dari ketiga malaikat itu yang mampu membuat Zeth tidak bisa melakukan apapun kecuali menahan semua rasa sakit yang diberikan oleh ketiga malaikat tersebut. Sepertinya bangsa Malaikat memang sangat menyusahkan jika kekuatan mereka berasal dari kesucian yang ada di Xuusuatouri.
Kedua lengan Zeth sudah hilang tetapi ia berhasil meregenerasi-nya kembali dan meluncurkan gelombang hijau besar melalui mulut-nya, Chiara dan Akina segera menangkis gelombang itu ke atas lalu melancarkan beberapa serangan yang mampu membuat Zeth memuntahkan banyak sekali darah segar.
Chiara dan Akina mulai menyerang Zeth bersama di dalam segitiga kematian itu atau bisa disebut kematian itu sudah dipenuhi dengan kesucian tingkat atas. Asuka hanya bisa diam dan mengumpulkan seluruh kesucian yang ada di dalam semesta Xuusuatouri. Chiara berhasil memenggal leher Zeth lalu melempar tombak-nya ke arah kepala Zeth.
__ADS_1
Zeth benar-benar pasrah karena kedua gadis itu menyerangnya dengan serangan yang tidak bisa dilihat dengan kasat mata, Chiara melepaskan laser cahaya bunga matahari yang luas sampai membuat tubuh Zeth terbakar. Akina mulai mengayunkan kedua tombak-nya beberapa kali sampai seluruh tubuh Zeth diselimuti dengan bunga wisteria yang memberi dirinya racun, efek dari racun itu sangatlah kuat dan membuat wajah Zeth menjadi pucat.
Dengan Zeth yang sudah mendapatkan serangan penuh dari Akina dan Chiara, mereka berdua segera mundur lalu menyerahkan serangan terakhir kepada Asuka dimana ia melepaskan cahaya merah putih yang berduri melalui keempat sayapnya lalu ia menembak tubuh Zeth menggunakan kedua senapan-nya yang mampu memisahkan tubuh Zeth.
"Ini adalah kekuatan Malaikat...!" Kata Chiara.
"Kekuatan melalui kepercayaan dan ikatan...!" Kata Akina.
"Dan ciuman hangat...!!! Serta dada besar Akina!!!" Seru Asuka keras dimana ia melepaskan gelombang cahaya merah mudah menuju arah Zeth.
Gelombang itu langsung membakar seluruh tubuhnya dengan pelan sampai ia menderita kesakitan yang sangat perih, Chiara dan Akina segera meluncurkan gelombang hitam dari kesucian yang mereka ubah menjadi sumber kekuatan negatif. Zeth meneriakkan suara yang keras karena ia sudah tidak bisa menahan rasa kesakitan itu.
Zeth berakhir menjadi potongan daging kecil yang terbakar hangus, menyebabkan dirinya tidak bisa lagi menggunakan kemampuan Oath-nya yaitu regenerasi. Ketiga gelombang yang bergabung menjadi satu itu juga mengenai pasukan Giblis dan Oather karena mereka mampu mengarahkannya dengan mudah.
Gelombang itu hanya bertahan selama beberapa menit sampai tubuh mereka mulai terasa lelah, pasukan Giblis dan Oather masih belum bisa disebut habis karena mereka terus menghabisi pasukan Legenda dan Malaikat dengan kekuatan yang jauh lebih mengerikan lagi dari sebelumnya.
"Apa-apaan ini...!? Kenapa mereka semua terus datang dan tidak pernah mengerti apa itu arti dari menyerah...!?" Tanya Akina kesal.
"Waktu kalian sudah habis...!" Seru Mortem dimana ia melepaskan gelombang Final Shine Attack terkuat-nya ke arah semesta Xuusuatouri, gelombang itu berukuran sangat besar bahkan berpotensi untuk menghancurkan semesta itu secara keseluruhan.
"... ...!!!" Semua orang yang sedang berperang seketika tercengang melihat tindakan gegabah Mortem yang mencoba untuk menghancurkan Xuusuatouri menggunakan sihir [Final Shine Attack].
__ADS_1
"Hentikannn...!!!" Teriak Asuka keras.
Baaaaaaaaammmmmmmmm...!!!